Studi Farmakologi Senyawa Murni dari Ekstrak Daun Sukun dan Acorus calamus pada Kardiovaskuler dan Diabetes

Tahun : 2010

Dipa : Tematik TA 2010

Abstrak : Penyakit kardiovaskular dan diabetes dilaporkan memiliki prevalensi tinggi di Indonesia. Kekayaan alam Indonesia, khususnya tumbuhan merupakan sumber senyawa bioaktif yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat atau bahan obat. Melalui kerjasama riset antara LIPI dengan Zhejiang University China, dalam hal pengembangan tanaman obat Indonesia, beberapa tanaman telah terseleksi memiliki bioaktivitas terhadap penyakit kardiovaskular dan diabetes sehingga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai obat/fitofarmaka penyakit-penyakit tersebut. Tanaman tersebut yaitu sukun (Artocarpus altilis) untuk penyakit kardiovaskular dan Acorus calamus untuk penyakit diabetes. Uji in vivo dan in vitro terhadap ekstrak tanaman tersebut telah menunjukkan hasil yang sangat potensil. 
Dari hasil uji in vitro fraksi etil asetat (EA) rimpang Acorus calamus terhadap aktivitas -glukosidase (3,5 uL= 114U/mL) menunjukkan aktivitas hambatan (63,6 persen) yang setara dengan aktivitas standar acarbose (63,8 persen) dan IC50 (menghambat 50 persen aktivitas -glukosidase) fraksi EA adalah 0,41mg/mL. Sedangkan ekstrak daun sukun menunjukkan aktivitas anti diabetes dengan IC50 12,9 ppm, senyawa aktif yang telah diisolasi dari ekstrak daun sukun adalah 1-(2,4-dihidroksifenil)-3-[-8-hidroksi-2-metil-2(-metil-3-pentenil)-2H-benzopiran-5-yl]-propane dengan IC50 8,95 ppm dan siklokumanol IC50 24,03 ppm dan sikloartocarpin dengan IC50 1,89 ppm. Dari hasil uji in vitro dan in vivo bahwa ekstrak dan sukun efektif untuk atherosklerosis dan trombosis. Hasil uji ekstrak daun sukun juga menunjukkan aktivitas menghambat kerja enzin -glukosidase dan uji in vivo toksisitas akut dengan dosis maksimal tidak menyebabkan kematian pada hewan uji (mencit). Hasil uji toksisitas subkronis dan histopat pengamatan selama 3 bulan dengan dosis 7,2 mg ekstrak/200 g bb tikus setara dengan 40 mg dosis manusia menunjukkan bahwa ekstrak daun sukun aman digunakan sebagai obat anti diabetes. 
Dari hasil identifikasi ekstrak EA A. Calamus dengan metoda HPLC, EI-MS,1H dan 13C NMR dapat diidentifikasi 7 senyawa diantaranya 2 senyawa aktif terhadap antidiabetes adalah senyawa 3-, 22 -trihiroksiolean-30-metoksikarbonil – 12 ene-22-O--L-rhamnoside dan -sitosterol-3-O--D-glukosidase. 
Hasil studi farmakologi fraksi EA rimpang A. calamus menggunakan model sel 3T3-L1 preadiposit meningkatkan sensitivita sel adipose terhadap insulin. Ekstrak EA juga dapat meningkatkan produksi dari GLU-T4, pada konsentarsi 6,25, 12,5 dan 25 ug/ml ekstrak EA dapat meningkatkan reseptor insulin (IRS-1) dan p-IRS-1. fraksi EA juga tidak menyebabkan induksi apoptosis. 
Untuk mengetahui target kerja dari senyawa-senyawa yang terkandung dalam fraksi aktif dari ekstrak daun sukun dan A. Calamus dilakukan studi farmakologi dari sel endotel salah satu salah satu sel yang terlibat dalam patogenesis atherosklerosis dan trombosis serta terhadap sel model 3T3-L1 Preadipocytes differenciation untuk mengamati sensitivitas sel adiposa terhadap kerja insulin dan Hep-G2 Untuk melihat uptatake (ambilan) glukosa yang diukur kadar glukosa intrasel. 

Kata kunci : 
Antidiabetes, Atherosklerosis, Sukun, Artocarpus ultilis, Acorus calamus, -glukosidase.

Anggota Penelitian :

ZONA INTEGRITAS