Penelitian dan Pengembangan Senyawa Antikanker Payudara dari Endofitik Keladi Tikus (Typhonium divaricatum L)

Tahun : 2013

Dipa : Tematik TA 2013

Abstrak : Kanker payudara memiliki angka kejadian tertinggi di Indonesia dengan prevalensi penderita sebesar 876.665 (17,8 persen). Data statistik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperlihatkan angka penderita kanker payudara setiap tahun mencapai 7 juta jiwa, sedangkan angka kematian akibat kanker payudara di dunia mencapai 5 juta jiwa. Bahan baku obat untuk obat kanker payudara dapat diperoleh dari tanaman maupun dari mikroba endofitik, yaitu mikroorganisme yang terdapat di dalam tanaman. Seperti halnya tanaman Taxus, yang dikenal sebagai penghasil senyawa antikanker taxol, tanaman Keladi tikus (Typhonium divaricatum L) telah digunakan untuk mengobati penyakit kanker khususnya kanker payudara. Dari penelitian pendahuluan yang telah dilakukan oleh Udin dkk, diketahui bahwa ekstrak etanol, ekstrak etil asetat dan ekstrak butanol Keladi tikus masing-masing mengekspresikan sifat antikanker dengan IC50 21 g/mL, 50 g/ml, dan 33 g/mL terhadap sel kanker payudara YMB-1. Selanjutnya pada tahun 2011, telah diisolasi dan diperoleh 8 spesies mikroba endofitik (kapang) yang mampu menghasilkan senyawa antikanker terhadap sel T47D. Kapang endofitik tersebut adalah Colletotrichum sp, Cochliobolus lunatus, Eupenicilium javanicum, Mycobentodiscus indicus, Fennelia nivea, Aspergillus flavipes, Fusarium asiaticum dan Microdochium nivale dengan konsentrasi IC50 < 100 mg/mL. Data ini menggambarkan bahwa ada kemungkinan agen/senyawa antikanker dan juga turunannya dapat dihasilkan oleh mikroba endofitik yang terkandung dalam jaringan Keladi tikus (Typhonium divaricatum L). Pada tahun 2012, diperoleh satu senyawa murni fraksi metanol dari kapang endofitik potensial Tf.6F dan fraksi etil asetat Tf.7F serta diuji secara in vitro dengan IC50 < 100 mg/mL. Oleh karena itu, pada tahun 2013, akan dilanjutkan dengan optimasi fermentasi kapang Eupenicillium javanicum dan Mycoleptodiscus indicus. Variabel optimasi fermentasi kapang pada media Potato Dextrose Broth adalah pH (4,5,6,7,8) dan waktu inkubasi (7,10,13,16,19 hari). Pada tahun 2014, akan dilanjutkan dengan perbesaran skala fermentasi untuk mendukung uji efektivitas senyawa murni tersebut, formulasi dan identifikasi senyawa antikanker lainnya terhadap sel kanker T47D secara in vivo pada tikus putih Sprague Dawley. 

Anggota Penelitian :

1. Linar Zalinar Udin

Penelitian Lainnya

ZONA INTEGRITAS