Peningkatan Kapabilitas Analisis Runut Zat Kimia Berbahaya

Tahun : 2014

Dipa : Rutin TA 2014

Abstrak : Upaya untuk mengetahui jenis dan jumlah zat kimia berbahaya terutama pada tingkat runut, mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi sehingga diperlukan metode yang tepat dan handal, serta peralatan dengan sensitifitas yang memadai dan mempunyai kinerja yang baik.. Metode kromatografi gas, kromatografi gas spektrometri masa, spektrometri serapan atom merupakan metode yang umum digunakan dalam menganalisis bahan bahan kimia berbahaya dalam jumlah runut. Di antara begitu banyak zat yang mencemari lingkungan, senyawa alkil fosfit dan merkuri merupakan zat yang berbahaya bagi manusia. Alkil fosfit merupakan senyawa precursor dalam jumlah runut yang sering digunakan dalam industri insektisida seperti chlorfenvinfos, dichlorvos, chlorophos, industry oli (aditif), pupuk, zat warna, plastik sedangkan merkuri merupakan unsur logam yang banyak dipakai di industri dan pertambangan yang banyak mencemari lingkungan baik dalam bentuk senyawa anorganik dan organik. Karena tingginya tingkat bahaya zat-zat tersebut maka upaya analisis dan monitoring zat kimia berbahaya dalam konsentrasi yang sangat rendah (runut) merupakan hal yang sangat penting untuk terus dilakukan.
Penentuan suatu senyawa yang tidak diketahui secara pasti (unknown sample) menggunakan instrumen kromatografi gas tidak dapat dilakukan hanya dengan mengevaluasi data waktu retensi (Rt) senyawa tersebut saja, melainkan harus diperkuat dengan data lain seperti data spektum massa. Bila konsentrasi analit target yang terdapat dalam sampel berada pada tingkat runut, maka data waktu retensi dan spektrum massa yang dihasilkan dari analit tersebut tidak akan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi. Hal ini dapat diatasi dengan menggabungkan data waktu retensi dan spektrum massa dari analit target serta data indeks retensi senyawa analit target. Perhitungan indeks retensi suatu senyawa dapat dihitung dengan membandingkan waktu retensinya terhadap waktu retensi senyawa hidrokarbon yang diinjeksikan secara bersamaan pada instrumen dan kondisi analisis yang sama. 
Dalam analisis merkuri, telah banyak metode yang telah dikembangkan berbagai metode seperti Spektrometri Serapan Atom (AAS), Analisis Aktivasi Neutron (NAA), voltametri, yang semuanya membutuhkan investasi cukup besar dan biaya operasional tinggi. Metode konvensional seperti spektrofotometri merupakan metode yang populer karena kemudahan, kecepatan, dan biaya operasionalnya yang rendah. Metode ini telah banyak dikembangkan untuk analisis merkuri dengan menggunakan 1,5-diphenylthiocarbazone sebagai reagen pengkompleks yang akan menghasilkan senyawa kompleks berwarna yang tidak larut dalam air sehingga diperlukan tahap ekstraksi dengan pelarut-pelarut seperti chloroform dan carbon tetrachloride yang berbahaya. Selain itu metode ekstraksi relatif lebih memakan waktu dan tenaga, serta lebih rentan terhadap gangguan. Telah dikembangkan kombinasi penggunaan surfaktan dan reagen 1,5-diphenylthiocarbazone yang akan membentuk misel dalam larutan sehingga metode analisis merkuri dapat dilakukan tanpa ekstraksi. Metode ini sederhana, cepat, dan berbiaya operasional rendah sehingga cocok untuk digunakan dalam keperluan analisis dan monitoring berbagai jenis sampel. Terdapat berbagai jenis surfaktan yang telah digunakan dalam metode ini, namun efektifitas surfaktan dari golongan anionik dan kationik masih belum banyak dieksplorasi. 
Dalam penelitian ini akan dikembangkan metode analisis alkil fosfit menggunakan teknik GCMS dengan cara menghitung nilai Retention Index (RI) menggunakan test mix C8-C40 dan pengembangan metode analisis merkuri secara spektrofotomeri non ekstraksi.

Anggota Penelitian :

1. Dedeh Maklupah
ZONA INTEGRITAS