Penelitian dan Pengembangan Modifikasi Senyawa Metil Sinamat yang Memiliki Aktivitas sebagai Bahan Baku Obat Kanker

Tahun : 2015

Dipa : Tematik TA 2015

Abstrak : Penelitian dan pengembangan bahan baku obat antikanker dapat dilakukan baik dengan cara isolasi bahan baku alam yang ada di Indonesia maupun secara sintesis. Secara sintesis kimia dapat dilakukan dengan cara total sintesis ataupun dengan memodifikasi/mengkombinasikan teknologi isolasi senyawa bahan alam dengan teknologi sintesis. Di dalam penelitian ini digunakan kombinasi yang berbasis isolasi bahan alam serta teknologi sintesis. Tujuan penelitiannya adalah Modifikasi senyawa metil sinamat melalui proses sintesis agar memiliki bioaktivitas sebagai bahan baku obat dengan menggunakan bahan baku dari alam Indonesia yang mudah di dapat, murah dan melimpah. Metil sinamat dipilih sebagai bahan baku awal sintesis, karena metil sinamat dengan mudah karena teknologi isolasinya telah terkuasai sehingga berhasil diisolasi dari rimpang lengkuas dengan rendemen sekitar 48-70 persen dengan kemurnian di atas 90 persen.
Dalam beberapa penelitian terakhir, diketahui bahwa telah disintesis beberapa senyawa turunan asam sinamat memiliki aktivitas sebagai antikanker. Prenilated senyawa asam sinamat sebagai GGTase I inhibitors (A. Sebti, S.M, et al, 2007), Adamentil asam sinamat diketahui memiliki aktivitas antikanker (Russo,P, 2004), senyawa sinamoat memiliki aktivitas sebagai antitumor leukemia (Mailand, N, 2000), Sinamoil klorida memiliki aktivitas sebagai antikanker dalam menghambat carcinoma sel MDR 2780AD ((Natarajan, K, 1996).
Dari penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Teni dkk (2011), diketahui dari uji anti-kanker secara invitro ditemukan bahwa metil trans-sinamat menunjukkan kemampuan dalam menghambat pertumbuhan sel kanker KB (IC50= 0,53 µg/ml) pada sel kanker HL-60 (IC50 = 8,5 µg/ml dan pada sel kanker YMB -1 (IC50= 157,5 µg/ml). Senyawa methyl 2-cinnamamido-3-hydroxy propanoate yang merupakan amidasi dari senyawa metil sinamat mampu menginhibisi sel murine leukemia P388 (IC50= 10 µg/ml) kemudian juga nitrasi dari senyawa metil sinamat mampu menghambat pertumbuhan sel murine leukemia P388 (IC50= 7.98 µg/ml). Data ini menggambarkan bahwa modifikasi senyawa metil sinamat memiliki potensi besar sebagai senyawa yang dapat menginhibisi sel kanker. Untuk itu diperlukan penelitian dan pengembangan yang lebih fokus baik dalam sintesis maupun dalam pengujian aktivitasnya. Untuk mencapai keberhasilan tujuan ini didukung dengan fasilitas laboratorium sintesis, instrument analisa (FT-NMR, LC-MS), pengujian bioaktivitas serta SDM.

Anggota Penelitian :

1. Rokip Hasim
2. Rohmana Taufik
3. Puspa Dewi Narrij Lotulung
4. Muhammad Hanafi
5. Minarti
6. Akhmad Darmawan
7. Tjandrawati
ZONA INTEGRITAS