Aktivitas Antioksidan dan Antimikroba dari Ekstraksi CO2 Superkritik Rimpang Jahe

Tahun : 2016

Dipa : mandiri

Abstrak : Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita tuberkolosis (TBC). Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. TBC adalah infeksi karena bakteri Mycobacterium tuberculosis, bakteri tersebut dapat merusak paru-paru dan dapat juga mengenai sistem saraf sentral (meningitis, sistem lymphatic, sistem sirkulasi (miliary TB), sistem genitourinary, tulang dan sendi) [13]. Menurut Hiserodt et al, bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat dihambat pertumbuhannya oleh senyawa gingerol dan shogol [9]. Senyawa tersebut terdapat dalam tanaman jahe asli Indonesia dengan komponen utama gingerol dan shogol, oleh karena itu untuk mendapatkan senyawa tersebut dibutuhkan teknologi yang tepat untuk memperoleh kandungan gingerol dan shogol yang tinggi. Ekstraksi fluida superkritik (SFE) menggunakan pelarut CO2 merupakan teknologi ekstraksi yang tepat untuk mendapat senyawa gingerol. Cara ekstraksi dengan fluida superkritik sangat efektif terutama untuk mengisolasi senyawa dengan berat molekul sedang dalam kepolaran yang rendah, pemisahan dengan suhu rendah dapat mengekstraksi senyawa dengan kepolaran rendah yang tidak tahan panas. Dari pengalaman dan peralatan yang dimiliki oleh PP Kimia, telah banyak dilakukan beberapa ekstraksi superkritik menggunakan pelarut CO2 pada berbagai tanaman atsiri seperti minyak nilam didapat kandungan patchouli alkohol sebesar 37.26 persen, kayu manis dengan kandungan sinamaldehid sebesar 83.82 persen, minyak akar wangi dengan kandungan total vetiverol sebesar 51.82 persen. Dengan dasar pengalaman tersebut diharapkan ektraksi jahe menggunakan SFE CO2 dapat mengekstrak kandungan gingerol yang sangat tinggi.

Anggota Penelitian :

1. Nina Artanti
2. Muhammad Arifuddin Fitriady
3. Euis Filailla
4. Anny Sulaswatty
ZONA INTEGRITAS