Pengembangan Produksi Bioetanol dari Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Konsolidasi Bioproses

Tahun : 2016

Dipa : mandiri

Abstrak : Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) mengandung sekitar 31,02 persen selulosa, 15,36 persen hemiselulosa, 23,64 persen lignin dan selebihnya adalah bahan ekstraktif. Hasil hidrolisa selulosa dan hemiselulosa berupa glukosa dan xilosa merupakan bahan baku untuk pembuatan etanol. Tetapi untuk produksi etanol ini, belum banyak yang bisa menkonversi glukosa dan xilosa dalam waktu bersamaan. Hasil penelitian awal Pusat Penelitian Kimia LIPI pada tahun 2014, dari 600 kg umpan berupa TKKS untuk produksi bioetanol, diketahui 186 kg adalah selulosa, 92,15 kg hemiselulosa, 141,85 kg lignin dan sisanya adalah bahan ekstraktif. 186 kg selulosa kemudian diproses menjadi etanol. 92,15 kg hemiselulosa yang juga merupakan bahan baku etanol (xilosa, C5) belum termanfaatkan dan terbuang begitu saja. Perbedaan kondisi perlakuan yeast yang berbeda untuk fermentasi glukosa dan xilosa pada saat yang bersamaan menjadi kendala yang sangat sulit untuk dipecahkan. Yeast Saccharomyces cerevisiae yang digunakan untuk menkonversi glukosa menjadi etanol hanya akan menghasilkan perolehan yang bagus pada kondisi anaerob. Scheffersomyces stipitis (dulunya Pichia stipitis) merupakan salah satu mikroba terbaik untuk menkonversi gula C5 menjadi etanol, bekerja paling efisien pada kondisi mikroaerofilik dan memiliki toleransi yang rendah terhadap etanol. DNA recombinant dan konsorsium mikroba merupakan beberapa pilihan yang dapat digunakan dengan kelebihan dan keterbatasannya masing-masing. Oleh sebab itu, kegiatan penelitian ini bermaksud untuk melakukan konsolidasi bioproses (Consolidated Bioprocessing) produksi bioetanol berbahan baku (TKKS). Konsolidasi bioproses adalah teknik produksi bahan bakar nabati yang menggabungkan semua proses biologis yang diperlukan untuk menkonversi lignoselulosa menjadi etanol dalam satu reaktor. Metodologi yang akan dilakukan terdiri dari empat tahapan yaitu produksi enzim saccharolytic (selulase dan hemiselulase), hidrolisis selulosa dan hemiselulosa, fermentasi glukosa menjadi etanol dan fermentasi xilosa menjadi etanol menggunakan S. cerevisiae dan S. stipitis. Penelitian akan dilakukan pada skala laboratorium. Pada akhir penelitian, diharapkan diperoleh etanol dengan perolehan dan konsentrasi optimal.

Anggota Penelitian :

1. Eka Triwahyuni
2. Feni Amriani
3. Haznan Abimanyu
4. Hendris Hendarsyah Kurniawan
5. Joko Waluyo
6. Muryanto
7. Novita Ariani
8. Raden Irni Fitria Anggraini
9. Vera Barlianti
10. Yanni Sudiyani
ZONA INTEGRITAS