: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

PENERAPAN SISTEM KESELAMATAN DAN KEAMANAN KIMIA DI LINGKUNGAN PUSAT PENELITIAN KIMIA LIPI MELALUI PENGEMBANGAN CHEMICAL INVENTORY MANAGEMENT SYSTEM (CIMS)

Tahun : 2017

Dipa : Mandiri TA 2017

Indonesia telah menandatangani konvensi senjata kimia (Chemical Weapon Convention) pada tanggal 13 Januari 1993 di Paris sebagai salah satu upaya membebaskan dunia dari ancaman penggunaan senjata pemusnah masal yaitu senjata kimia, biologi, radiologi, dan nuklir. Hal ini sesuai dengan pernyataan pada Pembukaan UUD 1945 “ikut melaksanakan ketertiban Dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”. Langkah dan komitmen Bangsa dan Pemerintah Indonesia juga diwujudkan dalam bentuk instrument Undang-Undang seperti Undang-Undang No 6 Tahun 1998 dan Undang-Undang No. 9 Tahun 2008 tentang penggunaan bahan kimia dan pelarangan penggunaan bahan kimia untuk senjata kimia.
Dengan adanya beberapa instrumentasi Undang-Undang yang mengatur penggunaan bahan kimia, tidak berarti Indonesia sepenuhnya aman dari ancaman penyalahgunaan bahan kimia. Indonesia masih sering mengalami kasus teror seperti peledakan bom rakitan dimana bahan bakunya berasal dari bahan kimia yang banyak terdapat di laboratorium dan industri kimia. Selain itu, banyak pula bahan kimia yang disalahgunakan sebagai prekursor obat terlarang. Oleh karena itu, saat ini Pemerintah sedang merancang Undang-Undang baru tentang manajemen siklus hidup bahan kimia (Life Cycle of Chemical from Cradle to Grave) untuk mengurangi bahaya dan ancaman penyalahgunaan bahan kimia.
Pusat Penelitian Kimia LIPI (P2K) – yang merupakan lembaga riset unggulan di bidang kimia dan wajib memiliki sistem manajemen keselamatan dan keamanan kimia yang bertujuan untuk mendukung terciptanya kenyamanan serta penjaminan keselamatan dalam bekerja dengan bahan kimia, sekaligus mendukung terciptanya keamanan Nasional dan Internasional melalui peningkatan kesadaran tentang konsep keamanan kimia terutama untuk bahan kimia berfungsi ganda (dual use chemicals).
Pada tahun 2016, P2K telah membentuk tim keselamatan dan keamanan kimia – Chemical Safety and Security Officer (CSSO) yang memiliki tugas pokok fungsi mendiseminasikan dan menerapkan kultur keselamatan dan keamanan kimia di lingkungan P2K berdasarkan prinsip keselamatan dan keamanan kimia. Selain itu, sistem inventarisasi bahan kimia melalui pengembangan program Chemical Inventory Management System (CIMS) telah diinisiasi pada tahun 2016 dan akan diupayakan kelanjutannya pada tahun anggaran 2017.

Anggota Penelitian :

Penelitian Lainnya

ZONA INTEGRITAS