STUDI KASUS LCA PADA INDUSTRI PANGAN BERBASIS KEDELAI

Tahun : 2017

Dipa : Mandiri TA 2017

Dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman mengenai metoda LCA dan penerapannya dalam penelitian, maka diusulkan kegiatan “Peningkatan kompetensi LCA di Puslit Kimia (LIPI) dan LCA Industri Tempe di Kedaung, Tangerang Selatan”. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam bentuk [1] pengadaan pelatihan atau training LCA untuk mengembangkan kompetensi LCA di Puslit Kimia atau LIPI, dan [2] penerapan LCA pada penelitian yang berorientasi pada pengembangan proses atau produk dan memiliki potensi dampak-lingkungan penting.

Pada tahun 2016 kami telah melakukan studi pendahuluan untuk menemukan produk dengan data inventory yang lengkap. Berdasarkan hasil studi pendahuluan tersebut, kami memutuskan untuk melakukan penelitian LCA terhadap produk pangan berbasis kedelai, yakni tahu dan tempe. LCA tahu mengambil studi kasus di salah satu industri tahu milik yayasan UNPAM yang bertempat di daerah Sawangan, Depok. Proses observasi awal telah dilakukan sebagai langkah awal dalam pengambilan data untuk penelitian LCA tahu. Hasil observasi awal menunjukkan proses pembuatan tahu menggunakan metode yang lazim digunakan oleh industri tahu lainnya, namun kelebihan dari industri tahu ini adalah usaha penggemukan sapi yang terintegrasi dengan sistem pembuatan tahu. Hal ini menjadi daya tarik kami untuk melakukan studi LCA guna mengetahui konsumsi energi dan emisi yang dihasilkan dari produksi tahu.
Di samping itu, kami juga akan melakukan penelitian LCA tempe dengan mengambil studi kasus di salah satu pabrik tempe di daerah Kedaung, Tangerang Selatan, dimana Kedaung merupakan salah satu ‘kampung tempe’ di Indonesia. Alasan memilih Kedaung didasari oleh total jumlah pengrajin tempe di daerah tersebut yang mencapai 150 pengrajin. Distribusi produk tempe Kedaung tidak hanya di daerah Tangerang, namun sudah memenuhi pasar di Jakarta dan sekitarnya. Hasil observasi singkat kami di beberapa industri tempe di daerah Kedaung bahwa produksi tempe dilakukan secara tradisional. Oleh karena studi LCA tempe belum pernah dilakukan sebelumnya, maka hal ini mendorong kami untuk melakukan studi LCA tempe guna mengetahui konsumsi energi dan emisi yang dihasilkan dari produksi tempe .
Seperti yang kita ketahui bahwa ragi merupakan bahan campuran yang berperan penting di dalam proses fermentasi tempe. Ragi berfungsi mempercepat proses fermentasi biji kedelai menjadi tempe. Pusat Penelitian Kimia telah berhasil mengembangkan teknologi produksi ragi tempe pada skala industri dan memegang lisensi untuk pabrik ragi tempe. PT Aneka Fermentasi Indonesia (AFI), pabrik ragi tempe pengguna lisensi tersebut, merupakan produsen ragi tempe terbesar di dunia. Produksi ragi mencapai 1000 ton per tahun dan memenuhi 60 persen kebutuhan ragi tempe di seluruh Asia Tenggara. Oleh karena studi LCA ragi juga belum pernah dilakukan sebelumnya, hal ini turut mendorong kami melakukan studi LCA produksi ragi tempe sebagai bagian dari kegiatan LCA tempe.

Anggota Penelitian :

Penelitian Lainnya

ZONA INTEGRITAS