: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

PEMBUATAN CONTOH PRODUK FRAKSI MINYAK ATSIRI SEBAGAI BAHAN BAKU KIMIA ADI

Tahun : 2017

Dipa : Mandiri TA 2017

Permintaan pasar untuk minyak atsiri baik di dalam negeri dan luar negeri semakin meningkat. Industri pangan, farmasi, dan kosmetik di dalam negeri merupakan pasar produk minyak atsiri atau turunan minyak atsiri. Potensi pasar minyak atsiri yang besar masih belum dimanfaatkan di dalam negeri, karena di Indonesia produksi minyak atsiri masih mengolah minyak atsiri kasar dan industri yang mengolah minyak atsiri menjadi produk turunannya masih terbatas. Produk turunan yang dibutuhkan oleh industri pangan, farmasi dan kosmetik dalam negeri masih diperoleh melalui impor.
Minyak atsiri merupakan salah satu komoditas ekspor agroindustri potensial sebagai sumber devisa. Beberapa tanaman atsiri yang menjadi unggulan dan berkembang pesat di pasar dunia diantaranya Nilam, Sereh Wangi, Cengkeh, Jahe, Pala, Lada, Kayu Manis, Cendana, Melati, Akar Wangi, Kenanga, dan Kayu Putih. Dengan demikian peluang usaha minyak atsiri masih sangat besar mulai dari pertanian tanaman atsiri hingga industri pengolahan turunan minyak atsiri. Komponen minyak atsiri yang dinyatakan dalam karakteristik berbagai minyak atsiri memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar dari pada nilai tambah yang diperoleh bila hanya sekedar menghasilkan minyak atsiri (crude) saja. PPKimia beserta mitra telah menghasilkan Fraksi-fraksi minyak atsiri dengan kemurnian cukup tinggi melalui Sistem Fraksionasi Vakum, seperti Minyak sereh wangi (Sitronelal 96,1 persen, dan rhodinol (sitronelol dan geraniol)= 79 persen), Minyak cengkeh (Metil eugenol 99.38 persen, Isoeugenol = 98.75 persen), Minyak Pala (α-Pinene 15.7 persen, β-Pinene 42.89 persen, Miristisin 27,42 persen), Minyak Akar Wangi (Vetiverol 62,68 persen), Kayu Manis (Sinamaldehid 83.8 persen), Minyak Jeruk Purut (Sitronelal 84,8 persen, Linalol 20,1 persen) serta Minyak Nilam (Patchouli Alkohol 57 persen). Selain itu juga telah dilakukan sintesis beberapa turunan minyak Atsiri namun belum banyak didiseminasikan. Penyampaian informasi ilmiah hasil-hasil penelitian berupa KTI (karya tulis ilmiah) dalam berbagai terbitan akan lebih menarik dan bermakna nyata bagi masyarakat umum dan stakeholder apabila didukung dengan visualisasi produk. Untuk itu perlu dilakukan pembuatan contoh produk hasil fraksionasi Minyak Atsiri dan sintesanya dalam kemasan sebagai bahan promosi ke pihak industri juga guna diseminasi hasil litbang Atsiri PPKimia secara umum.

Anggota Penelitian :

Penelitian Lainnya

ZONA INTEGRITAS