Pengembangan Green Polyurethane (lanjutan)

Tahun : 2017

Dipa : Mandiri TA 2017

Poliuretan konvensional biasanya disintesis melalui reaksi polikondensasi antara senyawa isosianat dan senyawa diol. Namun, isosianat berbahaya terhadap lingkungan dan dapat menyebabkan iritasi kulit dan asma. Oleh karena itu diperlukan pengembangan metode alternatif yang ramah lingkungan untuk pembuatan poliuretan (non-isocyanate routes). Pada penelitian ini pembuatan poliuretan dilakukan dengan mereaksikan senyawa karbonat siklik dengan senyawa amina.
Pengembangan metode ramah lingkungan untuk pembuatan poliuretan (non-isocyanate routes) dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu :
1. Tahap pertama, yaitu proses epoksidasi senyawa trigliserida untuk mendapatkan senyawa trigliserida terepoksidasi.
2. Tahap kedua, yaitu proses karbonasi proses senyawa trigliserida terepoksidasi untuk mendapatkan senyawa trigliserida terkarbonasi.
3. Tahap ketiga, yaitu pembuatan monomer uretan dengan cara mereaksikan senyawa trigliserida terkarbonasi dengan senyawa yang mengandung amina.
4. Tahap keempat, yaitu pembuatan poliuretan lignin-trigliserida dengan mereaksikan poliuretan dengan lignin.
5. Tahap kelima yaitu optimasi proses dengan cara menentukan kondisi optimum proses pembuatan poliuretan lignin-trigliserida sebelum scale-up.
Pada penelitian sebelumnya melalui kegiatan mandiri 2016, telah berhasil mendapatkan monomer uretan yang berasal dari senyawa trigliserida. Sehingga kegiatan pada tahun 2017 akan difokuskan pada optimasi proses pembuatan monomer uretan serta pembuatan poliuretan lignin-trigliserida.

Anggota Penelitian :

Penelitian Lainnya

ZONA INTEGRITAS