: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Universitas Lampung Kunjungi Pusat Penelitian Kimia LIPI


16 Januari 2020

Serpong, Humas LIPI. Dalam rangka menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, dua dosen pembimbing bersama 31 orang mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Lampung berwisata IPTEK ke Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia LIPI), Serpong, pada Senin, (13/01). Melalui kunjungan ini para mahasiswa dikenalkan dengan ilmu pengetahuan terapan yaitu ilmu pengetahuan tidak sekedar teori yang mereka dapatkan di kampus, tetapi mereka bisa melihat penerapannya di dunia kerja, khususnya dunia penelitian.  Peserta kunjungan diajak mengenal fasilitas alat-alat instrumen laboratorium terkini yang dimiliki P2 Kimia LIPI, seperti alat laboratorium DTA (Differential Thermal Analysis), HPLC (High Pressure Liquid Chromatography), NMR (Nuclear Magnetic Resonance), serta fasilitas CPOTB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Bagi mahasiswa, mengenal fasilitas peralatan ini akan berguna ketika akan menyusun tugas akhir dan membutuhkan alat pengujian untuk analisis kimia.  Menurut salah seorang pembimbing mahasiswa, kunjungan ini diharapkan dapat mendorong dan menyemangati mahasiswa agar memiliki minat dan keahlian untuk bekerja di perusahaan yang terkait dengan bidang Kimia. (es/ ed. adl)

Baca

Profesor Prancis Isi Kuliah Tamu di Puslit Kimia LIPI


07 Januari 2020

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia - LIPI) yang diinisiasi oleh Himpunan Polimer Indonesia mengadakan kuliah tamu pada Selasa (7/1), di Ruang Manganese, lt.2, P2 Kimia LIPI, Gd. 452. Kuliah ini menghadirkan Profesor Gilles Ausias dari Université de Bretagne Sud, Prancis.  Prof. Ausias memiliki latar belakang studi dari teknik mesin hingga memiliki kepakaran dalam ilmu material. Prof. Ausias menyampaikan presentasi mengenai Additive Manufacturing. Bagaimana penerapannya dari dalam laboratorium menjadi proyek kerjasama dengan industri.  Dalam riset laboratorium, Ausias berfokus pada material komposit dari serat, polimer termoplastik, serta termoset. Dengan Additive Manufacturing ini, Prof. Ausias beserta timnya mengembangkan proses baru dalam pembuatan material, yaitu pencampuran material dalam prosesnya.  Saat mengerjakan proses ekstrusi, Prof. Ausias menggunakan robot, sehingga kerjasama penelitian berlangsung lebih cepat. Sebagai contoh, dalam kerjasama pembuatan kap Peugeot 208 hanya diperlukan waktu sekitar dua minggu, satu minggu untuk mendesain cetakan dan minggu berikutnya untuk persiapan robot ekstrusi dan proses pencetakan.  Peralatan penunjang proses laboratorium Prof. Ausias adalah mesin pencetak tiga dimensi dan piranti lunak seperti Abaqus dan Comsol. Selain itu, sebagai penelitian yang menggunakan serat dalam prosesnya, maka dilakukan juga analisis terhadap orientasi serat dan velositasnya melalui piranti lunak.  Prof. Ausias juga menjelaskan mengenai topologi dan optimasi. Pada ptimalisasi topologi diperlukan adanya spesifikasi, optimasi, pencetakan 3D, dan pengujian mekanik.     Seusai sesi presentasi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Peserta menanyakan mengenai perbandingan proses antara Additive Manufacturing dan proses yang telah ada sebelumnya. Prof. Gilles menjabarkan bahwa Additive Manufacturing ini bertujuan untuk membuat prototipe dalam jumlah yang sedikit dan dengan bentuk yang kompleks.  Pertanyaan berikutnya mengenai ada tidaknya studi yang sudah dilakukan mengenai perbandingan proses Additive Manufacturing. Prof. Ausias menekankan kembali bahwa tujuan dari Additive Manufacturing adalah untuk membantu di sekitarnya, sebagai contoh pada rumah sakit di dekat universitas tempatnya mengajar. Sesi tanya jawab ditutup dengan pertanyaan kemungkinan kolaborasi PP Kimia LIPI dengan Université de Bretagne Sud. Prof. Ausias menjawabnya dengan tangan terbuka perihal kesempatan kerjasama tersebut.  Sebagai apresiasi dari P2 Kimia LIPI kepada Prof. Ausias, pada akhir acara diadakan penyerahan tanda mata dari P2 Kimia LIPI, yang diberikan Kepala P2 Kimia LIPI, Dr. Yenny Meliana. Prof. Ausias beserta seluruh peserta acara pun tak lupa untuk berfoto bersama. (adl) Sumber : Dr. Witta Kartika Restu

Baca

Profesor Kyungpook National University, Korea Selatan ke P2 Kimia - LIPI


18 Desember 2019

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Kimia - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kima – LIPI) menerima kunjungan Prof. Sungwhan Kim dari Department of Chemistry, Kyungpook National University (KNU), Korea Selatan, di Gedung 452, Puspiptek -Serpong (18/12). Kunjungan ini dilaksanakan dalam program kerja sama pertukaran peneliti LIPI dengan National Research Funding (NRF), Korea Selatan. Kunjungan Profesor Kim didampingi oleh dua pendamping dari P2 Biomaterial – LIPI sebagai host institutions, Dr. Dede Heri Yuli Yanto dan Nissa Nurfajrin Solihat, M.Sc.  Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala P2 Kimia – LIPI, Dr. Yenny Meliana, Kepala Bidang Pengelolaan Penelitian, Dr Akhmad Darmawan, beserta para peneliti P2 Kimia - LIPI. Pertemuan dimulai dengan presentasi oleh Prof. Sunghwan Kim tentang KNU, serta beberapa penelitian yang dilakukan oleh Prof. Kim bersama timnya. Kemudian Dr. Yenny Meliana mempresentasikan tentang profil, kegiatan riset, dan capaian-capaian P2 Kimia - LIPI. Setelah presentasi diadakan diskusi mengenai riset yang dilakukan kedua pihak serta kemungkinan kerja sama dan kolaborasi riset.  Dalam kerja sama pertukaran peneliti antara kedua instansi terbuka lebar, terutama dengan adanya skema kerjasama antara LIPI dengan NRF. Setelah penyerahan cinderamata, rombongan diajak mengunjungi dan melihat infrastruktur yang ada di laboratorium Karakterisasi Material, Analisa Anorganik, Analisa Pangan, dan Analisa Organik yang dikelola P2 Kimia - LIPI. (har/  ed. adl)

Baca

Kunjungan MTs Negeri 4 Jakarta di P2 Kimia - LIPI


15 Desember 2019

Serpong, Humas LIPI. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 4 Jakarta Selatan mengadakan kunjungan Wisata Iptek di Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia - LIPI), Gedung 452, Puspiptek, Serpong (12/12). “Kami ingin memperkenalkan dan mendapat informasi langsung tentang pusat ilmu pengetahuan,” ungkap Ida Farida, selaku Kepala Program kelas Pengayaan Sains. Kunjungan yang diikuti 30 orang siswa dan 3 guru pembimbing disambut oleh sivitas P2 Kimia – LIPI. Para siswa berkesempatan untuk melihat laboratorium seperti Lab Bioetanol, Lab Cara Pembuatan Obat Tradisonal yang Baik (CPOTB), dan Lab Standar Nasional Standar Ukuran (SNSU). Dalam agenda kegiatan siswa, Ida mengatakan sudah rutin setiap tahun melakukan wisata ilmiah ke Puspiptek. Oleh karena siswa-siswa dari kelas sains, yang paling utama adalah mereka menambah wawasan.  "Selama di sekolah yang murid dapatkan adalah teori, buku, kajian pustaka, sementara di sini mereka melihat langsung, bahkan praktik langsung, dengan begini dapat menambah motivasi mereka,” tuturnya. “Seperti tadi ketika kami melihat kloning tumbuhan, dalam satu botol menghasilkan ribuan kultur jaringan. Alhamdulillah dengan kunjungan seperti ini, sekolah kami bisa mengembangbiakkannya,” tambahnya. “Lalu ada plastik ramah lingkungan, itu sangat bagus untuk dikembangkan, karena di sekolah kami tidak menggunakan lagi bahan plastik untuk wadah,” kata Ida. Kemudian, setelah melihat langsung ke lab, rombongan juga dibawa ke ruang diseminasi untuk melihat produk yang sudah jadi. “Kedepannya, apa yang dipraktikkan oleh LIPI dapat dijual bebas, karena produk LIPI sudah berdasarkan penelitian, aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” harap guru IPS MTsN 4 Jakarta. (har/ ed. adl)

Baca

Kunjungan SMA Santa Laurensia di P2 Kimia - LIPI


06 Desember 2019

Serpong, Humas LIPI. SMA Santa Laurensia, Serpong, Tangerang Selatan mengadakan kunjungan Wisata Iptek ke Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K-LIPI) di Gedung 452, Puspiptek, Serpong, pada Jumat, (6/12). “Anak-anak dibawa ke sini agar lebih mengetahui penelitian, dan dapat inspirasi ide dengan melihat penelitian seperti di LIPI,” ungkap Ros, guru pembimbing. Rombongan yang terdiri dari 23 orang siswa dan 1 orang guru pembimbing disambut oleh peneliti P2 Kimia – LIPI. Para siswa berkesempatan untuk melihat laboratorium seperti Lab Karakterisasi Material, Lab Gas Chromatography-Mass Spectrometry, Lab High Performance Liquid Chromatography, Lab Liquid Chromatography-Mass Spectrometry, Lab Bioetanol, dan Lab cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB). Dalam kunjungan ke laboratorium P2 Kimia – LIPI, Ros mengatakan bahwa di SMA Santa Laurensia terdapat mata pelajaran proyek penelitian, dari mengajukan ide-ide lalu dijadikan proposal. Oleh karena itu, murid-murid diajak ke LIPI.  Bu Ros menyampaikan dengan sudah melihat pusat penelitian, mereka menjadi mengerti. Jadi ketika mereka mempunyai kesulitan, maka bisa datang ke LIPI. “Di LIPI itu banyak alat, ide, sumber informasi, dan sebagainya,” ujar guru Kimia dan juga koordinator kegiatan sains SMA Santa Laurensia. Selain berkunjung ke P2 Kimia - LIPI, pada waktu yang bersamaan sebagian rombongan SMA Santa Laurensia melakukan kunjungan ke P2 Fisika – LIPI, dan Balai Bioteknologi - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sebelumnya seluruh rombongan disambut dan dilakukan penyerahan cinderamata di Pusat Informasi Puspiptek – Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional. (har/ ed. adl)

Baca

P2 Kimia LIPI Terima Apresiasi KNAPPP


02 Desember 2019

Jakarta, Humas LIPI. Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP) memberikan Sertifikat Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan kepada Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia LIPI), pada Senin (2/12). Penghargaan yang berlaku per 21 November 2019 hingga 20 November 2022, mencakup lima ruang lingkup, yakni Kimia Fisika, Kimia Organik, Ilmu dan Teknologi Pangan, Teknologi Kimia, dan Teknologi Bioproses.  Penyerahan apresiasi dari KNAPPP tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2019 dari Ristekdikti bagi lembaga dari kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah, yang menjadikan lembaga litbangnya Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUI). PUI bisa dari berbagai bidang ilmu, baik riset sains aplikatif maupun sosial. Sejak tahun 2017 Pusat Penelitian Kimia telah menjadi PUI Bioetanol Generasi 2. (adl)

Baca

Peneliti Kimia LIPI Raih Penghargaan L’OREAL-UNESCO for Women in Science 2019


26 November 2019

Jakarta, Humas LIPI. Perempuan peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Osi Arutanti, meraih penghargaan L’Oréal-UNESCO For Women in Science 2019. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro di Jakarta pada Selasa (26/11). “Pemerintah terus mendukung dunia penelitian untuk mendorong ekosistem penelitian serta mendukung para peneliti. Ke depan program ini semoga juga dapat diperluas untuk mendukung kegiatan penelitian di tingkat remaja,” jelasnya. Osi mengeksplorasi alternatif fotokotalis yang terjangkau, bisa direalisasikan, efisien, dan dapat diaktivasi dengan tenaga surya. “Fotokotalis adalah proses oksidasi di dalam air yang dapat mendekomposisi polutan organik yang dipecah menjadi karbon dioksida dan H2O. Air yang tercemar melalui proses ini dapat terurai dan aman bagi lingkungan,” jelas Osi. Selain Osi, ada peneliti LIPI lainnya yang memperoleh penghargaan yang sama. Ayu Savitri Nurinsiyah, peneliti zoologi Pusat Penelitian Biologi meraih perhargaan atas penelitiaannya pada spesies keong darat Jawa yang memiliki antimikroba terampuh dari protein lendirnya sebagai solusi masalah kesehatan. “Penelitian saya diharapkan dapat memanfaatkan biodiversitas keong darat endemik Jawa secara berkelanjutan. Ini menjadi awal dari penelitian keong yang saya lakukan, selanjutnya saya akan terus mencari spesies keong yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia,” ungkap Ayu.Dilangsungkan sejak tahun 2004, L’Oréal-UNESCO For Women in Science mempunyai misi untuk mengakui, menyemangati, dan mendukung wanita di bidang sains, sehingga semangat perempuan di bidang sains meningkat. Progam ini telah memberikan fellowship kepada 57 perempuan peneliti di Indonesia, lima diantaranya telah menerima penghargaan internasional. Keempat pemenang masing-masing akan menerima fellowships sebesar 95 juta rupiah dari L’Oréal Indonesia untuk mewujudkan penelitiannya. (hmw/ed: fz) Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI http://lipi.go.id/berita/Dua-Peneliti-LIPI-Raih-Penghargaan-LOREAL-UNESCO-for-Women-in-Science/21870  

Baca

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kunjungi Fasilitas Riset LIPI Serpong


22 November 2019

Serpong, Humas LIPI. Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro melaksanakan kunjungan kerja ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada Jumat (22/11) dalam rangka melihat fasilitas riset dan hasil perkembangan penelitian LIPI. Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko menerima Menristek/Kepala BRIN beserta rombongan. Menristek/Kepala BRIN kemudian mengunjungi fasilitas laboratorium Karakerisasi Material, Analisa Anorganik, Analisa Pangan, dan Analisa Organik di gedung SBSN yang dikelola Pusat Penelitian Kimia LIPI. Menristek/Kepala BRIN juga mengunjungi laboratorium Pusat Penelitian Fisika LIPI yang memiliki sejumlah fasilitas pendukung penelitian, seperti laboratorium Transmission Electron Microscope (TEM), Laser Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS), dan Focused Ion Beam (FIB). Di Pusat Penelitian Fisika LIPI, Menristek/Kepala BRIN sempat melihat beberapa hasil penelitian bidang fisika, yakni turbin angin, sensor beban kendaraan, nanogold, dan baterai ion litium.  Menristek/Kepala BRIN mengapresiasi fasilitas laboratorium yang ada di Pusat Penelitian Kimia dan Fisika LIPI. Fasilitas ini bisa digunakan tidak hanya oleh peneliti LIPI tapi oleh peneliti lain, jadi tidak ada alasan peneliti tidak bisa melakukan penelitian,” jelas Menristek/Kepala BRIN. (adl)   Link berita terkait Kunjungan Menristek/Kepala BRIN, Jumat 22 November 2019:   Kunjungan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN ke Fasilitas Riset LIPI di Serpong http://lipi.go.id/berita/Kunjungan-Menteri-Riset-dan-TeknologiKepala-BRIN-ke-Fasilitas-Riset-LIPI-di-Serpong/21864   Menristek Kunjungi Inkubator Startup Berbasis TBIC https://serpongupdate.com/menristek-kunjungi-inkubator-startup-berbasis-tbic/   Fasilitas Riset LIPI Terbuka untuk Semua Kalangan https://mediaindonesia.com/read/detail/273309-fasilitas-riset-lipi-terbuka-untuk-semua-kalangan   Peneliti Indonesia Boleh Gunakan Fasilitas Penelitian Negara https://republika.co.id/berita/q1dcc5313/peneliti-indonesia-boleh-gunakan-fasilitas-penelitian-negara   Kunjungi Puspiptek Serpong, Menristek Dorong Pengembangan Bisnis Manufaktur https://www.besttangsel.com/kunjungi-puspiptek-serpong-menristek-dorong-pengembangan-bisnis-manufaktur/   Menristek Persilakan Peneliti Gunakan Fasilitas Negara https://www.swarnanews.co.id/2019/11/23/menristek-persilakan-peneliti-gunakan-fasilitas-negara/   Menristek Persilakan Peneliti Pakai Fasilitas Penelitian Negara https://tekno.tempo.co/read/1275508/menristek-persilakan-peneliti-pakai-fasilitas-penelitian-negara/full&view=ok   Menristek Persilakan Ilmuwan Indonesia Gunakan Fasilitas Laboratorium LIPI https://www.tribunnews.com/nasional/2019/11/22/menristek-persilakan-ilmuwan-indonesia-gunakan-fasilitas-laboratorium-lipi   Menristek: Saya Bersemangat Banyak Start Up Muda Kembangkan Teknologi https://www.wartatangsel.co/menristek-saya-bersemangat-banyak-start-up-muda-kembangkan-teknologi/   Banyak Inovasi Baru, Menteri Bambang Fasilitasi Para Peneliti dan Inovator Muda https://www.harianaceh.co.id/2019/11/23/banyak-inovasi-baru-menteri-bambang-fasilitasi-para-peneliti-dan-inovator-muda/

Baca

P2 Kimia LIPI Sinergikan Riset Pengembangan Bioetanol G2 untuk Mewujudkan SDGs


18 November 2019

Serpong, Humas LIPI. Bioetanol generasi dua (G2) merupakan salah satu solusi bahan bakar dari limbah organik untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Indonesia memiliki potensi biomassa lignoselulosa seperti dari tandan kosong kelapa sawit dengan luasnya perkebunan sawit yang dimiliki. Untuk mengetahui perkembangan informasi dan menjalin kolaborasi antar instansi terkait bioetanol G2, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengadakan focus group discussion pada Senin, (18/11) di Hotel Santika BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. “Kegiatan FGD ini dapat menjadi ajang bertukar informasi mengenai kegiatan yang sudah dilakukan tiap lembaga terkait pengembangan teknologi produksi bioethanol generasi dua. Kedepannya diharapkan ada potensi rencana kerja sama,” jelas Raden Arthur Ario Lelono, Ph.D, Plt. Kepala Pusat Penelitian Kimia dalam sambutannya.  Acara focus group discussion (FGD) “Sinergi Riset Pengembangan Bioetanol G2 untuk Mewujudkan SDGs” diawali dengan acara peluncuran buku hasil karya peneliti peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI yang terlibat langsung dalam penguasaan dan pengembangan teknologi produksi Bioethanol generasi dua yang berjudul “Perkembangan Bioetanol G2: Teknologi dan Prospektif”. Prof. Yanni Sudiyani selaku ketua tim penulis mengucapkan terima kasih atas kerja keras tim penulis selama ini. Selanjutnya acara diisi dengan paparan dari para narasumber kunci tentang keunggulan dan tantangan dalam mengembangkan bioetanol G2 di Indonesia. Ditinjau dari ketersediaan bahan baku, tuntutan kebutuhan energi yang ramah lingkungan, serta dukungan dari pemerintah. Dimoderatori oleh Dr. Dieni Mansur, diskusi menghadirkan Paulus Tjakrawan, Edi Wibowo dari BPDP Sawit, dan Darmono Taniwiryono dari MAKSI.  Sesi berikutnya adalah paparan dari sembilan instansi yang selama ini melakukan penelitian di bidang bioetanol G2, yakni P2 Kimia LIPI, P2 Bioteknologi LIPI, P2 Biomaterial LIPI, Lemigas, P3TEK EBTKE ESSDM, Balittas, Balittri, Puslitbanghut, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sesi ini dipandu oleh Dr. Roni Maryana dan Yan Irawan, MT. Ada beberapa contoh teknologi yang kalah bersaing sehingga mulai ditinggalkan seperti plastik sekali pakai, karena perubahan cara pandang masyarakat dunia terhadap kelestarian lingkungan. Cara pandang yang saat ini dikemas dalam Sustainable Development Goals. Bisa jadi saat ini bioetanol belum unggul dibanding bahan bakar berbasis fosil. Namun besar kemungkinan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menyingkap fakta baru yang menunjukkan keunggulan bioetanol dari segi dampak lingkungannya. “Diharapkan kita semua disini terus melakukan pengembangan teknologi bioetanol agar Indonesia unggul dalam persaingan teknologi produksi bioetanol G2,” jelasnya. (adl)   Link berita terkait FGD PUI Bioetanol G2, Senin, 18 November 2019:   Ini Dampak Pemindahan Ibukota untuk Penelitian Bioetanol http://www.rmolbanten.com/read/2019/11/18/13068/Ini-Dampak-Pemindahan-Ibukota-Untuk-Penelitian-Bioetanol-   LIPI Kembangkan Bahan Bakar Alternatif dari Bahan Limbah http://tangerangnews.com/tekno/read/29199/LIPI-Kembangkan-Bahan-Bakar-Alternatif-dari-Bahan-Limbah   P2 Kimia LIPI : Perkembangan Bioetanol G2, Teknologi dan Prospektif https://www.besttangsel.com/p2-kimia-lipi-perkembangan-bioetanol-g2-teknologi-dan-prospektif/   Gelar FGD, LIPI Bahas Riset Pengembangan Bioetanol Generasi 2 https://serpongupdate.com/gelar-fgd-lipi-bahas-riset-pengembangan-bioetanol-generasi-2/   LIPI Bahas Sinergi Pengembangan Bioetanol Generasi 2 https://palapanews.com/2019/11/18/lipi-bahas-sinergi-pengembangan-bioetanol-generasi-2/   LIPI Tinggal Menunggu Pemerintah Kembangkan Bahan Bakar Pengganti Premium https://www.wartatangsel.co/lipi-tinggal-menunggu-pemerintah-kembangkan-bahan-bakar-pengganti-premium/

Baca

Kunjungan Wisata Iptek SMP Saint John’s School di P2 Kimia - LIPI


13 November 2019

Serpong, Humas LIPI. SMP Saint John’s School, Meruya, Jakarta Barat mengadakan kunjungan Wisata Iptek di Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia - LIPI) di Gedung 452, Puspiptek, Serpong, pada Rabu, (13/11). “Kami memutuskan ke Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) agar siswa dapat apa yang mereka pelajari di sekolah. Tentunya dengan melihat langsung seperti Kimia, Fisika, dan sebagainya,” ungkap Tian, selaku guru pembimbing. Rombongan yang terdiri dari 25 orang siswa dan dua orang guru pembimbing disambut oleh Dr. Sofa Fajriah selaku Koordinator Mutu dan para penelti P2 Kimia – LIPI. Para siswa berkesempatan untuk melihat laboratorium seperti Lab Karakterisasi Material, Lab Gas Chromatography-Mass Spectrometry, Lab High Performance Liquid Chromatography, dan Lab Liquid Chromatography-Mass Spectrometry, Lab Bioetanol, dan Lab cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB). Dalam kunjungan ke laboratorium P2 Kimia – LIPI, Tian berharap agar anak didik bisa lebih mengenal dekat dan lebih terbuka wawasannya. Sehingga hal tersebut membuat mereka tertarik untuk sains juga.  “Semakin siswa melihat langsung ilmu pengatahuan dan teknologi, maka akan membuat mereka lebih fokus untuk mengejar tujuan hidup mereka,” pesan guru musik SMP ini. Salah seorang siswa berpendapat bahwa kami sangat bersemangat menyaksikan fasilitas yng bagus sekali, teknologi yang update, dan produk-produknya yang menarik. Setelah melihat ini saya merasa punya banyak pilihan dalam konsentrasi bidang kedepannya. Selain berkunjung ke P2 Kimia - LIPI, pada waktu yang bersamaan sebagian rombongan SMP Saint John’s School melakukan kunjungan ke P2 Fisika – LIPI, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meliputi: Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika dan Aeroakustika; Balai Besar Teknologi Konversi Energi; Bioteknologi; dan Balai Teknologi Bahan Bahan dan Teknologi Disain. Sebelumnya seluruh rombongan menyaksikan selayang pandang Puspiptek di Pusat Informasi (PI) Kemenristekdikti. (har/ ed. adl)

Baca

Kunjungan Delegasi CATTC dan Guangxi China ke P2 Kimia LIPI


12 November 2019

Serpong, Humas LIPI. Sebanyak empat orang delegasi dari China-Asean Tehnology Transfer Center (CATTC) dan Guangxi Science and Technology Department, yakni Ms. Wang Bei, Ms. Chen Dan, Ms. Shi Min, dan Ms. Zhang Yue, pada Selasa (13/11) mengunjungi Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Kunjungan tersebut dalam rangka diskusi dan penjajakan kerja sama terkait tanaman obat tradisional.  Rombongan disambut oleh Plt. Kepala P2 Kimia LIPI, Arthur Ario Lelono, Ph.D, yang membuka acara dan dilanjutkan dengan perkenalan anggota tim peneliti dari kelompok penelitian Natural Chemistry dan Medicinal Chemistry. Arthur menjelaskan hasil-hasil penelitian dan fasilitas yang ada di P2 Kimia LIPI.  Sementara perwakilan CATTC dan Guangxi Science and Technology menjelaskan bahwa lembaga mereka berfungsi sebagai jembatan transfer teknologi. Mereka juga bisa sebagai provider riset serta menyediakan program pelatihan bagi young scientist di ASEAN di Guangxi. Peneliti dari Pusat Penelitian Kimia juga bila berminat dipersilakan untuk mendaftarkan diri. Guangxi terkenal kaya akan sumber bahan alam, sehingga banyak ekplorasi riset untuk dicari bahan aktifnya sebagai tanaman obat tradisional. Selain dari daratan Guangxi, dari lautan juga terdapat sekitar 2000 bahan obat. Oleh karena itu, CATTC dan Guangxi sangat membuka peluang dengan satuan kerja di LIPI untuk berkolaborasi. Peneliti P2 Kimia LIPI bertanya bagaimana cara mendapatkan pendanaan dari pemerintah Guangxi. Langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat kerja sama LIPI dengan Guangxi. LIPI dapat membuka jalan kolaborasi dengan mengontak pihak Guangxi. Apabila telah berkomunikasi terkait topik riset, peneliti dapat membuat proposal untuk diajukan ke pihak Guangxi. (adl)

Baca

P2 Kimia - LIPI Selenggarakan Pelatihan Tingkatkan Kualitas Auditor Internal Laboratorium Terakreditasi ISO/IEC 17025:2017


08 November 2019

Serpong, Humas LIPI. Laboratorium P2 Kimia LIPI telah mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025:2017 sejak Februari 2019 lalu. Akreditasi tersebut mengukuhkan kompetensi P2 Kimia LIPI sebagai laboratorium penguji. Guna meningkatkan kualitas auditor internal, P2 Kimia menyelenggarakan Pelatihan Audit Internal SMM ISO/IEC 17025:2017 pada Kamis-Jumat (7-8/11). Untuk pelaksanaan pelatihan audit internal, P2 Kimia bekerjasama dengan Aljabar Training & Consulting (PT Aljabar Anugrah Selaras) selaku provider pelatihan dan konsultasi Sistem Manajemen Mutu (SMM). Hadir sebagai narasumber yaitu Yohanes Susanto Ridwan, Lead Asessor KAN. Bertempat di ruang Rapat KMK Lt 2, acara dibuka oleh Plt. Kepala P2 Kimia, Arthur Lelono. Dalam sambutannya, Arthur menekankan pentingnya akreditasi ISO/IEC 17025 bagi Laboratorium P2 Kimia. "P2 Kimia memiliki komitmen untuk menjalankan SMM ISO/IEC 17025. Kita sebagai laboratorium penguji milik pemerintah akan terus berupaya memberikan pelayanan kepada stakeholder, sehingga akreditasi ISO/IEC 17025 merupakan sebuah kebutuhan," ujar Arthur dalam pembukaannya. Arthur kemudian menjelaskan tentang program-progam P2 Kimia ke depan yang akan terus menjalin kolaborasi dengan pihak-pihak eksternal sehingga P2 Kimia harus dapat menjaga kepercayaan mitranya. "Akreditasi ISO/IEC 17025 ini merupakan salah satu upaya kita untuk menjaga kepercayaan stakeholder, termasuk kepercayaan diri kita sendiri akan kualitas hasil pengujian," tambahnya. Acara kemudian dipandu oleh Sofa Fajriah selaku Koordinator Mutu di Laboratorium P2 Kimia LIPI. Sofa memperkenalkan tim manajemen yang mengelola Laboratorium P2 Kimia LIPI. Setelah perkenalan, Sofa kemudian mempersilakan narasumber untuk menyampaikan pemaparan materi training yang akan berlangsung selama dua hari tersebut. Pada awal presentasinya, Yohanes Susanto Ridwan yang akrab disapa Santo, memberikan pengantar tentang ISO 19011:2018 sebagai panduan untuk melaksanakan audit sistem manajemen mutu. Selain itu, Santo juga menjelaskan gambaran umum struktur ISO/IEC 17025:2017 untuk memberikan penyegaran kembali kepada para calon auditor internal P2 Kimia. Pada hari kedua, Jumat (8/11) peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan diminta untuk melakukan simulasi audit. Setelah simulasi, perwakilan peserta diberikan waktu untuk memberikan pemaparan hasil-hasil temuan selama audit. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan diperoleh beberapa temuan-temuan ketidaksesuaian. Kemudian dilakukan diskusi untuk menyusun laporan audit internal dan rencana tindakan perbaikan dari temuan-temuan audit tersebut. "Temuan ketidaksesuaian merupakan hal yang wajar dalam penyelenggaraan sistem manajemen. Temuan-temuan inilah yang akan menjadi bekal untuk laboratorium dalam upaya melakukan peningkatan secara terus-menerus sesuai prinsip manajemen mutu. Mudah-mudahan kegiatan dua hari ini memberikan bekal kepada rekan-rekan di P2 Kimia sehingga menjadi auditor internal bahkan eksternal yang handal ke depannya," ungkap Santo dalam sesi penutupan di hari itu. (sjw/ ed. adl)  

Baca

Kuliah Umum GIST Korea Selatan di P2 Kimia - LIPI


07 November 2019

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia – LIPI) menerima kunjungan Prof. Myung-Han Yoon, Ph.D. dari School of Materials Science and Engineering (MSE) Gwangju Institute of Science and Technology (GIST), Gwangju, South Korea, pada 7 November 2109. Prof. Yoon selain melakukan kunjungan di Puslit Kimia, juga melakukan kuliah umum dengan tema Bioelectronics Interfaces Based on Bacterial Cellulose and Conducting Polymers. Prof. Yoon beserta kedua mahasiswa Ph.D nya yaitu Jael dan Wang, berharap dapat menjajaki kerja sama antara GIST dan P2 Kimia - LIPI dalam kegiatan penelitian bidang material dan kegiatan penelitian di bidang lainnya.  Sesi kuliah umum Prof. Yoon dihadiri oleh beberapa peneliti dari Pusat Penelitian Elektronik dan Teleomunikasi (P2ET) Bandung, yakni Robert Manurung, Erlyta, dan Shobih. Dari Pusat Penelitian Biomaterial, Dewi Sondari dan Dian Burhani. Serta dihadiri oleh sivitas Puslit Kimia yang meliputi 37 orang peserta.  Materi yang  disampaikan oleh profesor dari GIST tersebut adalah Connectivity in “Real” 3D Neuronal Networks, Hydrogel Vs. Micro/Nanostructure for 3D Cell Cultures, Bacterial Cellulose (Nata de Coco). (har/ ed. adl)

Baca

Pemanfaatan Repositori Ilmiah Nasional di P2 Kimia - LIPI


06 November 2019

Serpong, Humas LIPI. Bertempat di Gedung 452, Serpong, Tangerang Selatan, para peneliti P2 Kimia – LIPI mengikuti kegiatan “Bimbingan Teknis Repositori Ilmiah Nasional untuk Peneliti” yang diberikan oleh Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDDI – LIPI), pada Rabu (6/11). Kepala Bidang RIN PDDI – LIPI, Noorika Retno Widuri mengatakan bahwa guna meningkatkan kolaborasi dan sinergi penelitian, diperlukan sistem pengelolaan data penelitian, dan karya ilmiah di Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu pengetahuan dan Teknologi, kewajiban simpan data primer, wajib serah, dan wajib simpan seluruh data primer dan pengeluaran hasil penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan karya ilmiah menjadi amanat undang-undang. Di samping itu ada peraturan kepala LIPI nomor 12 tahun 2016, bahwa PDDI — waktu itu Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) — ditunjuk sebagai pengelola data, penelitian, dan karya ilmiah yang dihasilkan oleh seluruh  peneliti di Indonesia. Sebagai bentuk dukungan undang-undang tersebut, maka LIPI menyediakan infrastruktur penyimpanan data penelitian melalui Repositori Ilmiah Nasional (RIN). Kegiatan ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Menristek/ Kepala BRIN, Bambang Brojonegoro bahwa beliau akan mengawal implementasi undang-undang nomor 11 tahun 2019 UU sisnas IPTEK. Hal ini sebagai wujud dukungan kami kepada pemerintah bahwa kami sudah mengimplementasikan UU tersebut. Di LIPI, PDDI melakukan road show bimbingan teknis (bimtek) di seluruh satker di lingkungan LIPI seperti Serpong, Bandung, Jakarta, Bogor, Cibinong, Lombok, kemudian Kebumen, dan Lampung menyusul. “Kami berharap peneliti juga memanfaatkan infrastruktur itu untuk penyimpanan data primer mereka,” jelas Noorika. Salah seorang peneliti Puslit Kimia – LIPI yang mengikuti bimtek berpendapat bahwa sistem RIN cukup mudah dipahami. “Kami yang ikut di sini semuanya antusias dan adminnya bagus. Mudah-mudahan nanti Repositori Ilmiah Nasional di P2 Kimia ini data-data yang ada menyaingi data-data yang sudah ada, seperti Harvard,” ujarnya. Untuk menyimpan data melalui RIN ini sangat bagus karena memudahkan data peneliti Indonesia dapat dilihat oleh dunia luar.  Ada perbedaan untuk data yang dilakukan oleh peneliti khususnya pada basic science. Umumnya data mereka tidak dipublikasikan terlebih dahulu. Berbeda dengan data di BMKG yang harus dipublikasikan setiap hari agar dapat diakses oleh orang lain.  Bagi peneliti yang dituntut untuk membuat paten, perlu menjaga kerahasiaan data, bisa mengelola datanya sehingga tidak semua data yang disimpan dalam RIN ini bisa diakses publik. Kecuali apabila data tersebut sudah dipublikasikan. (har/ ed. adl)

Baca

Supervisi Kedua, Tim Ristekdikti Apresiasi Sejumlah Kemajuan PUI Bioetanol Generasi Kedua di P2 Kimia - LIPI


30 Oktober 2019

Serpong, Humas LIPI. Pada Rabu, (30/10/2019) Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia - LIPI) menerima kunjungan kedua kalinya dari tim supervisi kegiatan Pusat Unggulan Iptek (PUI) di Ruang Rapat lantai 2, P2 Kimia - LIPI, Puspiptek, Serpong. Tim supervisor yang bertugas sebagai reviewer sebanyak tiga orang, yakni Paulus Tjakrawan dari Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Tiara Elgi Fienda, dan Mely Maulidiani dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Acara supervisi dimulai dengan sambutan R. Arthur Ario Lelono selaku Plt. Kepala P2 Kimia - LIPI. “Selamat datang di Pusat Penelitian Kimia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia kepada Bapak dan Ibu supervisor. Kegiatan supervisi ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian kegiatan PUI di tahun terakhir,” kata Arthur. “Kami selaku pihak manajemen sangat mengharapkan saran dari para supervisor untuk perbaikan dan kemajuan kegiatan PUI di tahun mendatang,” imbuhnya. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Tiara dari Kemenristekdikti, serta paparan laporan dari Koordinator PUI Generasi Kedua 2019, Arief A.R. Setiawan terkait capaian kegiatan PUI Bioetanol G2 pada tahun 2019. “Pada tahun 2019 ini, sejumlah kegiatan dan kemajuan telah dilakukan tim PUI, mulai dari Sourcing and Adsorbsing Capacity, R&D Capacity dan Disseminating Capacity, “ terang Arief. Arief kemudian memaparkan beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh tim, seperti asesmen akreditasi Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP), pelatihan pengembangan kompetisi SDM, pengembangan sistem informasi dan database litbang, penelitian bioetanol skala pilot plant, science show, sosialisasi media massa, dan kerja sama penelitian. “Sejumlah kerja sama nasional dan internasional juga tengah dibangun, baik dengan lembaga riset, universitas, PUI lain, pemerintah daerah dan industri, “ lanjutnya. Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan masukan dari supervisor. Dalam sesi diskusi, Paulus menegaskan pentingnya peran energi terbarukan seperti bioetanol. “Indonesia pada tahun terakhir memiliki tantangan dalam mempercepat penerapan penggunaan bioenergi, khususnya bioetanol di Indonesia. Pilot plant yang sudah dimiliki oleh Pusat Penelitian Kimia memiliki kapasitas produksi sebanyak 10 liter per hari sebaiknya diperkenalkan kepada lembaga-lembaga lain yang ada di kementerian, sehingga semua hambatan dan permasalahan tentang harga jual dari bioetanol dapat diambil kebijakannya.” terang Paulus. Selanjutnya, Paulus juga menekankan pentingnya produksi bioetanol didorong ke arah produksi komersial. Di sisi lain, tim Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) juga menyoroti terkait beberapa indikator capaian yang masih bisa ditingkatkan. “Dalam capaian keberhasilan dari kegiatan PUI terdapat 27 indikator wajib yang harus dipenuhi, dalam hal ini contohnya kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk sertifikasi produk/standardisasi juga perlu tercapai. Self assessment yang sudah dilakukan oleh Tim PUI Bioetanol Generasi 2 sudah bagus, namun bisa dilengkapi dengan menambahkan tabel isian realisasi capaian. Misal kegiatan inisiasi untuk mendapatkan sertifikat standardisasi. Capaian kerjasama non-riset yang bisa dilakukan. Kegiatan dengan Kabupaten Muna dapat dimasukkan dalam capaian kerjasama non-riset, bimbingan/konsultasi mahasiswa.” papar Tiara. Di akhir sesi diskusi, tim PUI Bioetano Generasi Kedua mengapresiasi secara positif kunjungan dan masukan tim supervisi. “Dalam tiga tahun terakhir juga setelah PUI Bioetanol ditetapkan oleh Ristekdikti tahun lalu, bantuan teknis dan non teknis dari Ristekdikti secara signifikan mampu membuat penelitian bioetanol generasi kedua terus berjalan, “ terang Prof. Dr. Yanni Sudiyani, peneliti bioetanol sekaligus koordinator PUI Bioetanol Generasi Kedua Tahun 2017. “Kami sangat berterimakasih atas dukungannya selama ini dan berharap kerjasama yang sangat baik dapat terus dilanjutkan di masa datang, “ imbuhnya. Kegiatan supervisi ini terlaksana dengan baik dan diakhiri dengan penandatangan berita acara hasil kegiatan supervisi ini. (har/ ed. adl)

Baca

Kunjungan Wisata Iptek MTs Negeri 1 Pacitan di P2 Kimia - LIPI Tumbuhkan Kecintaan Siswa Terhadap Sains dan Teknologi


30 Oktober 2019

Serpong, Humas LIPI. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Pacitan, Jawa Timur mengadakan kunjungan Wisata Iptek di Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K-LIPI) di Gedung 452, Puspiptek, Serpong, pada Rabu, (30/10). “Dalam kunjungan ini, tentunya kami ingin menyerap ilmu sebanyak-banyaknya untuk belajar,” ungkap Faza, selaku guru pembimbing. Ke-30 orang siswa dan 1 guru pembimbing  disambut oleh Dr. Sofa Fajriah, selaku Koordinator Mutu dan para personil P2 Kimia - LIPI. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemutaran video company profile mengenai fasilitas dan kemampuan laboratorium P2 Kimia – LIPI. Para siswa dengan antusias menyimak tayangan video yang memberikan gambaran kegiatan-kegiatan di P2 Kimia. Dalam kunjungan ke laboratorium P2 Kimia – LIPI, Faza juga menyampaikan bahwa di LIPI banyak sekali ilmu yang bisa diserap oleh para siswa. “Pengetahuan-pengetahuan umum, dan penelitian di sini sangat bagus bagi anak-anak dengan pembelajarannya juga,” kata guru agama MTs Negeri 1 Pacitan. Selain berkunjung ke P2 Kimia - LIPI, pada waktu yang bersamaan sebagian rombongan MTs Negeri 1 Pacitan melakukan kunjungan ke P2 Fisika – LIPI, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meliputi: Balai Besar Teknologi Konversi Energi, Bioteknologi, dan Balai Teknologi Bahan Bahan dan Teknologi Disain. Sebelumnya seluruh rombongan menyaksikan selayang pandang Puspiptek di Pusat Informasi (PI) Kemenristekdikti. (har, ed. adl)

Baca

P2 Kimia - LIPI pada Indonesia Science Expo (ISE) 2019


26 Oktober 2019

Serpong, Humas LIPI. Pada 23-26 Oktober 2019, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali menggelar Indonesia Science Expo (ISE), di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Banten, Indonesia. Pusat Penelitian Fisika pada ISE 2019 ini berperan dengan menunjukkan hasil penelitian, menerima kunjungan para peserta, menjadi dewan juri LKIR, serta salah seorang peneliti meraih LIPI Young Scientist Award (LYSA) 2019. Dalam booth LIPI, P2 Kimia memamerkan hasil penelitian berupa minuman fungsional fermentasi dari sayuran dan buah; fortifikasi asam folat untuk produk makanan bayi; bioplastik dan material maju dari limbah biomassa; tablet hisap ekstrak mengkudu; ekstrak bahan aktif dari alam; sistem cemaran berbasis silica; dan juga teknik analisa senyawa cemaran dalam produk pangan; serta produk teh Gambung untuk anti obesitas yang turut dalam sesi business matching. P2 Kimia - LIPI juga menyelenggarakan International Symposium on Applied Chemistry (ISAC) yang merupakan bagian dari 10 konferensi Internasional yang diselenggarakan paralel pada ISE. Konferensi yang digelar sejak 2014 tersebut menghimpun sekitar 140 peneliti baik di dalam maupun luar negeri di bidang kimia terapan. Menjadi koordinator dalam kegiatan ini, yakni Dr. Osi Arutanti. Hadir dalam konferensi tersebut empat pembicara utama: Prof. Swapandeep Singh Chimni, Ph.D (Guru Nanak Dev University, India), Prof. Satoshi Nakai, Ph.D (Hiroshima University, Japan), Dr. Nur Alia Oktaviani (RIKEN, Japan), dan Prof. Dr. Andreas Kirschning (Leibniz University of Hannover, Germany). Pada ISE 2019 Today and Beyond mengangkat tema “Biodiversity” sebagai bentuk apresiasi kekaguman dan meningkatkan kesadaran untuk menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Sementara tagline Today and Beyond dipilih karena sains tidak hanya untuk hari ini saja namun juga berkelanjutan. Perhelatan sains tahun 2019 tersebut merupakan yang keempat kalinya, setelah penyelenggaraan pada tahun 2015, 2017, dan 2018. Plt. Kepala Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas, Mila Kencana menyampaikan ISE 2019 telah menghimpun 50 eksibisi dari lembaga penelitian, perguruan tinggi, industri, dan UMKM. ISE tahun ini juga mengadakan pameran karya ilmiah remaja dan anak, pameran start-up teknologi, temu bisnis, konferensi ilmiah internasional, workshop, dan beragam ajang edukasi ilmiah untuk publik (science movie, science show, science game, science art) selama empat hari.  “Alhamdulillah, ISE 2019 merupakan penyelenggaraan yang sangat banyak, dan juga dimeriahkan dengan kompetisi ilmiah generasi muda nasional maupun internasional yakni Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR), Nasional Young Inventor Award (NYIA), dan International Exhibition for Young Inventor (IEYI). Semangat dan ketekunan mereka patut kita apresiasi, semoga torehan prestasi adik-adik kita dapat menginspirasi dan memotivasi generasi muda Indonesia,” harap Wakil Ketua ISE 2019 tersebut. Ajang ISE 2019 juga menjadi tuan rumah untuk kompetisi inovasi dan invensi remaja tingkat internasional yaitu IEYI. IEYI diikuti 150 proyek penelitian dari 11 partisipan internasional yakni Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Macau, Jepang, Taiwan, Tiongkok, dan Rusia. Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko berharap semoga perhelatan ajang seperti ISE ada kesadaran dari publik, kepedulian dari masyarakat akan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi, serta inovasi sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing kesejahteraan bangsa kita bisa lebih meningkat. “Selain tentu saja bagi para peneliti, bagi adik-adik, ajang ini sekaligus sebagai ajang interaksi, tidak hanya dengan teman-temannya yang satu bidang, tetapi juga dengan masyarakat umum, dan khususnya industri. Bahkan di dalam ajang ini kita bisa melihat karya-karya para peneliti, perekayasa, dosen, inovator, dan bahkan para peneliti cilik yang mengikuti acara ini,” ujar Kepala LIPI. “Ini semua mengingatkan kita bahwa ada harapan yang besar akan masa depan negara kita dengan melihat sedemikian antusiasmenya, sedemikian beragamnya, karya-karya yang telah dihasilkan oleh adik-adik generasi muda kita,” lanjut Handoko. Dengan ajang ISE ini, Handoko juga berharap masyarakat semakin optimis menyongsong masa depan Indonesia, yang semakin maju dengan SDM yang unggul. (har/ ed. adl)

Baca

Puslit Kimia LIPI Kembangkan Produk Pangan Fungsional untuk Cegah Stunting dan Obesitas


11 Oktober 2019

Serpong, Humas LIPI. Sumber daya manusia terutama anak-anak merupakan aset yang berharga bagi bangsa dan negara Indonesia. Sayangnya, angka stunting di Indonesia masih masuk kategori sangat tinggi menurut standar WHO. Selain itu, permasalahan obesitas juga perlu mendapat perhatian karena angkanya termasuk tinggi di Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melalui Pusat Penelitian Kimia mengembangkan produk pangan fungsional yang memenuhi kebutuhan gizi berfungsi untuk kesehatan tubuh. Hasil-hasil pengembangan penelitian ditampilkan dalam kegiatan Media Briefing P2 Kimia LIPI pada Kamis (10/10) di Tangerang Selatan. Acara ini diselenggarakan dalam rangka LIPI menjadi focal point dalam acara ASEAN Food Conference di Bali pada 15-18 Oktober 2018. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang bisa dialami oleh anak-anak yang mendapatkan gizi buruk atau infeksi berulang. Seorang anak dikatakan stunting ketika pertumbuhan tinggi badannya tak sesuai grafik pertumbuhan badan. Dampak stunting selain tinggi badan anak juga terkait pertumbuhan otak. Salah satu cara untuk mencegah stunting adalah dengan memperbaiki sistem imun atau kekebalan tubuh dalam tubuh anak. Caranya adalah dengan mengkonsumsi pangan fungsional yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Pangan tersebut beragam dan mengandung berbagai vitamin dan mineral. “ Potensi pangan di Indonesia sangat kaya dan melimpah, bisa berasal dari pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan/kelautan,” jelas Raden Arthur Ario Lelono, Plt. Kepala P2 Kimia - LIPI. Salah satu pangan yang berfungsi sebagai imunomodulator alami adalah Caulerpa lentilifera atau rumput laut hijau. Pangan ini dapat dimakan sebagai lalapan serta sudah dibudidayakan di Indonesia, yakni di Takalar, Sulawesi Selatan. Oleh Pusat Penelitian Kimia LIPI, rumput laut ini dikembangkan menjadi produk biskuit yang berfungsi sebagai penguat sistem imun. “Kami bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Farmasi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam pembuatan biskuit rumput laut ini,” jelas Sofa Fajriah, peneliti Kimia. Asupan gizi yang optimal juga dapat dilakukan untuk pencegahan stunting sehingga tercipta kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif. Salah satu nutrisi yang penting adalah asam folat. Asam folat (folacin, vitamin B9) merupakan vitamin penting untuk tumbuh kembang bayi semasa dalam kandungan, pada wanita hamil dan anak-anak. Pusat Penelitian Kimia melakukan formulasi dan identifikasi asam folat dari campuran nikstamal jagung kuning/putih, bayam/brokoli terfermentasi dan tempe kedele/kacang hijau. “Formulasi tersebut diaplikasikan pada pembuatan pangan pintar berupa biskuit, bubur dan sup bayi dengan variasi jenis dan konsentrasi fortifikan yang berbeda dalam formulasi produk MP-ASI,” terang Arthur pada produk hasil karya peneliti Kimia Agustine. Sementara itu, permasalahan obesitas di Indonesia juga termasuk tinggi. Hal ini kebanyakan dikarenakan oleh gaya hidup yang kurang aktif. Dalam jangka panjang, pada usia dewasa yang gaya hidupnya kurang aktif cenderung akan menjadi gemuk (obese), dan berpeluang menderita penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, kanker, dan lain-lain. Salah satu pangan yang bisa mengurangi risiko obesitas adalah teh. Indonesia berpotensi untuk mengembangkan teh karena saat ini menjadi pengekspor teh nomor tujuh dunia. Teh sangat baik untuk diet, selain itu berfungsi sebagai anti oksidan, penurun kolesterol, peningkat metabolisme tubuh, penjaga kesehatan tulang, dan pencegah diabetes. Pusat Penelitian Kimia mengembangkan produk teh klon seri Gamboeng untuk obesitas. Hasil epigallokatekin gallat (EGCG) yang merupakan senyawa aktif antiobesitas lebih tinggi dari produk di pasaran. “Produk yang dikembangkan adalah teh  hijau serbuk effervescent dan minuman ready to drink,” tutur Nino Rinaldi peneliti Kimia. Teh klon unggul seri Gamboeng berpolifenol tinggi cocok digunakan sebagai bahan baku minuman fungsional untuk menurunkan risiko obesitas. Oleh karena teh hijau ini ini pahit dan tidak enak untuk dikonsumsi rutin, maka dibuatlah fortofikasi dengan rasa lebih baik dan bisa dikonsumsi rutin layaknya teh pada umumnya. Penambahan daun salam sebagai salah satu pengawet alami (anti bakteri). Penam.bahan daun atau kayumanis untuk meningkatkan keterterimaan rasa dari konsumen. Dalam proses produksinya, kami memiliki kendala dalam ketersediaan daun kayu manis, sehingga solusinya diganti dengan batang kayu manis”, jelas Hani Mulyani peneliti Kimia. Produk pangan berbasis polifenol berbentuk minuman selain teh yang saat ini sedang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Kimia adalah kombucha. Dengan formulasi sayuran dan buah pisang yang difermentasi, telah dihasilkan minuman yang berfungsi sebagai penurun kolesterol dan penunjang kesehatan. "Produk minuman ini sangat potensial dikembangkan di Indonesia karena bahan bakunya mudah didapat, yakni katuk dan aneka jenis pisang," jelas peneliti Kimia, Yati Maryati. “Kedepannya kami ingin agar produk-produk pangan fungsional ini bisa masuk ke skala industri,” tutup Arthur. (adl) Kliping Berita Media Briefing P2 Kimia, 10 Oktober 20191. Cegah Stunting, LIPI Kembangkan Pangan dari Rumput Laut dan Tehhttps://indopos.co.id/read/2019/10/10/199883/cegah-stunting-lipi-kembangkan-pangan-dari-rumput-laut-dan-teh/2. LIPI Kembangkan Olahan Pangan Pencegahan Stuntinghttps://www.gatra.com/detail/news/450036/teknologi/lipi-kembangkan-olahan-pangan-pencegahan-stunting3. LIPI kembangkan pangan rumput laut dan teh cegah stunting dan obesitashttps://www.antaranews.com/berita/1105714/lipi-kembangkan-pangan-rumput-laut-dan-teh-cegah-stunting-dan-obesitas4. LIPI Kembangkan Pangan Rumput Laut dan Teh Cegah Stunting dan Obesitashttps://bengkulu.antaranews.com/nasional/berita/1105714/lipi-kembangkan-pangan-rumput-laut-dan-teh-cegah-stunting-dan-obesitas?utm_source=antaranews&utm_medium=nasional&utm_campaign=antaranews5. Tekan Prevalensi Stunting LIPI Kembangkan Produk Pangan dari Rumput Lauthttps://news.trubus.id/baca/32415/tekan-prevalensi-stunting-lipi-kembangkan-produk-pangan-dari-rumput-laut6. LIPI Kembangkan Teh Hijau Cegah Obesitas Hingga Turunkan Kolesterolhttps://news.trubus.id/baca/32422/lipi-kembangkan-teh-hijau-cegah-obesitas-hingga-turunkan-kolesterol7. Pusat Penelitian Kimia LIPI Hasilkan Produk Pangan Fungsional untuk Perbaikan Gizi dan Kesehatanhttps://www.besttangsel.com/pusat-penelitian-kimia-lipi-hasilkan-produk-pangan-fungsional-untuk-perbaikan-gizi-dan-kesehatan/8. LIPI Kembangkan Bahan Pangan Rumput Laut dan Tehhttps://palapanews.com/2019/10/11/lipi-kembangkan-bahan-pangan-rumput-laut-dan-teh/9. Cegah Stunting dan Obesitas dengan Rumput Laut dan Teh https://today.line.me/id/pc/article/Cegah+Stunting+dan+Obesitas+dengan+Rumput+Laut+dan+Teh-1Rx7Dv10. Cegah Stunting dan Obesitas dengan Rumput Laut dan Teh https://gaya.tempo.co/read/1258092/cegah-stunting-dan-obesitas-dengan-rumput-laut-dan-teh 11. LIPI Kembangkan Pangan Rumput Laut dan Teh Cegah Stuntinghttps://trendtek.republika.co.id/berita/pz5gjj423/lipi-kembangkan-pangan-rumput-laut-dan-teh-cegah-emstuntingem 12. LIPI Kembangkan Produk Pangan dari Teh untuk Kurangi Obesitas dan Rumput Laut Cegah Stunting http://lipi.go.id/siaranpress/pengembangan-produk-pangan-fungsional-dari-rumput-laut-dan-teh-untuk-cegah-stunting-dan-obesitas/21806

Baca

Puslit Kimia LIPI Hadir dalam Puspiptek Innovation Festival (PIF) 2019


11 Oktober 2019

Serpong, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia terus menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga yang kosisten menghasilkan riset bermanfat nyata bagi masyarakat. Pada 3-6 Oktober 2019 di kawasan Puspiptek, Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) pada kegiatan Puspiptek Innovation Festival (PIF) 2019 mewakili LIPI. Pada PIF 2019, P2 Kimia – LIPI menunjukkan hasil penelitian bioetanol, bioplastik, biokomposit, polymer based gun frame, Joza Kosmetik, dan beberapa produk pangan fungsional. P2 Kimia juga mengadakan perlombaan Du Nouy Challenge bagi siswa SD, Bubble Challenge bagi siswa SMP, Kreasi Sabun Bioetanol bagi siswa SMA, dan Origami Dinoetanol untuk umum. Puspiptek Innovation Festival tahun 2019 ini adalah event yang ketiga sejak dimulai tahun 2017. Kegiatan ini ditunggu-tunggu oleh masyarakat dari tahun ke tahun, sehingga Pusat Penelitian Kimia terus mencoba untuk terus dapat berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Puspiptek sebagai sebuah event untuk dapat mendiseminasikan hasil penelitian dan menyebarluaskan informasi. Tujuannya agar meningkatkan kesadaran akan pentingnya iptek dan inovasi dalam kehidupan masyarakat. Pada akhirnya akan terwujud budaya inovasi pada kalangan generasi muda penerus bangsa.  Sesuai dengan fungsi sebuah Sains Techno Park, Puspiptek berupaya bagaimana mengaitkan semua unsur kepentingan dalam membangun sebuah ekosistem inovasi. Goverment, akademisi, bisnis, masyarakat, dan sebagainya. Semuanya berpartisipasi dalam upaya membangun suasana yang kondusif dalam budaya inovasi.  Tahun 2019 PIF mengangkat tema Innovations Without Limits menampilkan ‘highlight’ pengembangan karya inovasi bagi perempuan dengan sub-tema “Perempuan Bicara Inovasi, Perempuan yang Menginspirasi”. “Inovations Without Limits berarti tidak ada batasan setiap manusia, setiap individu, untuk bagaimana melakukan inovasi. Karena inovasi dapat dilakukan dari berbagai segi. Oleh karena itu tidak ada hambatan bagi kita semua untuk melakukan inovasi,” kata Kepala Puspiptek, Sri Setiawati saat membuka kegiatan PIF. Selama empat hari, banyak kegiatan yang dilakukan dalam PIF 2019, ada Puspiptek Expo yang diikuti 60 booth yang terdiri UMKM, startup, maupun hasil-hasil penelitian yang ada di kawasan Puspiptek maupun pemerintah daerah. Diselenggarakannya berbagai seminar dan workshop, ada seminar berkaitan dengan games workshop games, animasi, dan pembuatan VIV 360, workhop komunikasi satelit, women innovation, workhop entrepreneurship, business matching, kompetisi inovasi, eksplor Puspiptek, dan kompetisi mural dengan tema B.J. Habibie. Dalam penutupan PIF pada 6 Oktober 2019, Kepala Puspiptek kembali menegaskan bahwa bahwa sesuai slogan Innovation Without Limits, artinya tidak ada inovasi yang tidak dapat dihasilkan oleh siapapun. Siapa pun berhak berinovasi. Untuk usulan kegiatan acara PIF di tahun mendatang, Puspiptek sangat terbuka akan ide-ide yang inovatif. (har/ ed. adl)

Baca

Ekstraksi Benalu Menjadi Obat 


12 September 2019

  Hasil uji bioaktivitas menjadi pembuktian ilmiah penunjang data empiris.    Indonesia memiliki banyak bahan herbal yang telah digunakan secara turun-temurun. Tapi ihwal khasiatnya baru sebatas "katanya". Nina Artanti, peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan uji bioaktivitas diperlukan untuk membuktikan khasiat bahan herbal tersebut secara ilmiah.  "Uji bioaktivitas merupakan salah satu tahapan penting, baik untuk pembuktian ilmiah khasiat herbal maupun dalam pengembangan sebagai obat," kata Nina, Senin lalu. Ada berbagai macam uji bioaktivitas, yakni antioksidan, anti-diabetes, sitotoksik, dan anti-bakteri.  Nina menjelaskan bahwa kebanyakan penelitian mengenai manfaat obat herbal dilakukan dengan ekstraksi memakai pelarut organik. Adapun cara tradisional adalah diseduh dan direbus. "Penelitian memakai ekstrak air perlu dilakukan. Sebab, kandungan senyawa yang terekstrak dalam air mungkin berbeda dengan pelarut organik."  Salah satu materi herbal yang banyak dipakai untuk pengobatan alternatif penyakit kanker adalah benalu. Hasil penelitian terhadap ekstrak air benalu nangka (Macrosolen cochinchinensis) menunjukkan aktivitas antioksidan in vitro serta anti-kanker in vitro dan in vivo.  Ekstrak ini relatif tidak toksik berdasarkan hasil uji toksisitas in vitro dengan metode brine shrimp lethality test (BSLT) dan toksisitas akut in vivo pada mencit.  "Meski M. cochinchinensis satu famili dengan Dendrophthoe pentandra, yaitu Loranthaceae, tak terdapat kandungan senyawa utama quercitrin (quercetin-3-ramnosida) saat tumbuh pada inang nangka atau inang lainnya," kata Nina.  Hasil hidrolisis ekstrak air benalu nangka menunjukkan terbentuknya quercetin, yang berarti ekstrak air ini mengandung glikosida quercetin lainnya. Di Eropa, benalu spesies Viscum album digunakan sebagai obat alternatif kanker.  "Obat-obatan ini bahkan sudah bermerek dagang, seperti Iscador, Helixor, dan Eurixor, yang sudah dalam tahap uji klinis," ujar dia.  Dalam penelitian sebelumnya, beberapa ekstrak air mendidih atau ekstrak pelarut organik benalu Indonesia (Dendrophthoe pentandra) menunjukkan berbagai bioaktivitas, seperti antioksidan, anti-diabetes, dan sitotoksik, terhadap sel kanker ataupun larva udang.  "Sedangkan ekstrak pelarut organik selaginella (cakar ayam) menunjukkan bioaktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara," kata Nina.  Uji bioaktivitas menggunakan pendekatan langsung preparasi seduhan dan rebusan sebagai sampel yang diuji tanpa melalui proses pengeringan ekstrak akan membantu memberi gambaran langsung aktivitas herbal tersebut.  "Hasil analisis empat sampel seduhan daun benalu dari famili Loranthaceae dan satu sampel seduhan cakar ayam (Selaginella sp.) menunjukkan semua sampel benalu memiliki aktivitas antioksidan, anti-diabetes, dan sitotoksisitas tinggi," ucap Nina.  Sementara itu, sampel cakar ayam menunjukkan aktivitas yang secara signifikan lebih rendah pada benalu. "Benalu dari famili Loranthaceae dan cakar ayam menunjukkan aktivitas antioksidan, anti-diabetes, dan anti-kanker."  Tumbuhan ini sudah lama digunakan, sehingga aman diformulasi sebagai obat herbal ataupun minuman kesehatan. Selain itu, seduhan dan rebusan campuran benalu (D. curvata) dan cakar ayam menunjukkan aktivitas anti-kanker in vitro sehingga dapat dikembangkan sebagai teh herbal pencegah kanker.  Nina menjelaskan, untuk keanekaragaman hayati yang secara umum telah dikonsumsi oleh masyarakat sebagai obat herbal, seperti benalu dan cakar ayam, hasil uji bioaktivitas dapat menjadi pembuktian ilmiah yang menunjang data empiris.  "Hal ini akan membuat manfaat obat herbal lebih meyakinkan untuk dipromosikan sehingga dapat meningkatkan nilai komersial," ujar dia. (Afrilia Suryanis/Koran Tempo) Link terkait : http://koran.tempo.co/read/445738/ekstraksi-benalu-menjadi-obat      

Baca
ZONA INTEGRITAS