Berita

Kunjungan Wisata Iptek SMPS IT Asy Syifa Qolbu Gunung Putri ke Pusat Penelitian Kimia LIPI


20 Maret 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Sebanyak 18 siswa dan 1 orang guru pendamping SMP IT Asy Syifa Qolbu Gunung Putri Bogor telah bertandang ke Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) LIPI pada hari Selasa (20/3). Kunjungan kali ini bertujuan untuk melihat kegiatan penelitian secara langsung di laboratorium. Selain ke P2 Kimia LIPI, rombongan dari SMP IT Asy Syifa Qolbu juga mengunjungi pusat penelitian dan unit kerja lainnya yang berada di Kawasan PUSPIPTEK Serpong. Sebagai informasi, Kawasan PUSPIPTEK merupakan tempat beradanya laboratorium-laboratorium penelitian dan pengembangan milik beberapa instansi seperti BPPT, LIPI, KLHK dan BATAN. “Kegiatan ini juga sebagai wisata iptek bagi siswa-siswi kami untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Bapak Adhim, sang guru yang mendampingi kunjungan tersebut. "Harapan kami, setelah melihat dan dapat berdiskusi langsung dengan Bapak/Ibu peneliti di sini, minat siswa-siswi kami untuk belajar semakin meningkat," lanjutnya. Kedatangan rombongan disambut oleh Mahyar Ependi dan Rohmana Taufik dari Bidang Diseminasi dan Kerjasama. Mahyar memaparkan sekilas tentang kegiatan dan pengembangan pembuatan Bioetanol Generasi 2 di Pilot Plant milik P2 Kimia. "Pilot plant ini dapat mengubah limbah tandan kosong sawit menjadi bahan bakar. Saat ini para ilmuwan sedang berusaha mengembangkan bahan bakar yang ramah lingkungan dan terbarukan. Inilah yang sedang dilakukan juga oleh para peneliti di sini melalui pengembangan bioetanol dari limbah biomassa," terang Mahyar memberikan penjelasan kepada peserta. "Nantinya adik-adik juga diharapkan ada yang berminat menjadi peneliti, mengembangkan energi-energi terbarukan lainnya untuk masa depan dunia yang lebih baik," ungkapnya lebih lanjut memberikan motivasi kepada para siswa. Rombongan selanjutnya mengunjungi laboratorium analisa HPLC dan GC-MS. Meskipun ilmu kimia yang dipelajari di sekolah masih tahap awal, para siswa terlihat tetap antusias. Mereka memperhatikan dengan seksama pada saat dijelaskan fungsi dan bagaimana alat-alat instrumen kimia bekerja untuk menganalisa bahan. Beberapa pertanyaan juga dilontarkan oleh siswa/siswi menandakan ketertarikan mereka terhadap ilmu kimia. Tentunya kegiatan kunjungan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan ilmu pengetahuan para siswa dan menjadi pengalaman yang berharga bagi mereka. (ES/ P2K ed: SJW).

Baca

Prof. Hanafi dan Tim Raih Grant LIPI-JSPS Jepang Guna Kembangkan Senyawa Antivirus Hepatitis B dari Tanaman Indonesia


14 Maret 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Salah seorang Profesor Riset di P2 Kimia LIPI, Prof. Dr. Muhammad Hanafi, bersama dengan tim penelitiannya berhasil meraih pendanaan riset bersama dari LIPI dan Japan Society for Promotion of Science (JSPS). Hanafi mendapatkan pendanaan untuk riset berjudul  “Identification and Development of New Antivital Lead Compounds against Hepatitis B from Indonesian Medicinal Plants”. Kegiatan ini merupakan kolaborasi riset bersama antara LIPI dan JSPS untuk tahun anggaran 2018. Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang hati hingga menimbulkan penyakit akut dan kronis. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2017, sebanyak 7,1 persen penduduk Indonesia diduga mengidap penyakit hepatitis B. Hepatitis B merupakan masalah kesehatan dunia, termasuk di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 680 ribu orang meninggal dunia tiap tahun akibat komplikasi hepatitis B, seperti sirosis dan kanker hati. Saat ini, Indonesia adalah salah satu negara dengan penderita hepatitis terbanyak, di antara 11 negara di Asia Tenggara. (alodokter.com). Sehingga, pengembangan riset untuk mengobati Hepatitis B menjadi sangat penting dilakukan, termasuk oleh para peneliti di Pusat Penelitian Kimia LIPI. “Terimakasih atas dukungannya semua. Raihan ini merupakan hasil perjalanan yang cukup panjang setelah setahun lebih berjuang melalui berbagai proses, “ ujar profesor riset bidang kimia bahan alam dan farmasi tersebut. Lebih lanjut, Hanafi yang menyelesaikan S3 bidang Kimia Organik di Osaka University ini mengungkapkan berbagai proses yang telah dilalui, seperti penyiapan proposal, penyelesaian perjanjian kerjasama (MoU), penyelesaian perjanjian pengalihan material (MTA- Material Transfer Agreement), pengurusan perizinan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait pengiriman sampel dan pemenuhan persyaratan kode etik riset (eResearch Ethics) dari JSPS. “Capaian ini sangat membanggakan lembaga kita, “ terang Dr. Agus Haryono, Kepala P2 Kimia LIPI saat memberikan ucapan selamat. “Mudah-mudahan penelitiannya berjalan lancar dan bermanfaat bagi kita semua, “ imbuhnya. Usai mendapatkan kepastian penerimaan grant, Hanafi bersama dengan tim selanjutnya sudah menyelesaikan persyaratan administrasi terkait kode etik riset dan lain-lain. Direncanakan, riset ini akan berjalan selama 3 tahun.  Pengambilan sampel tanaman telah dilakukan di kawasan PUSPIPTEK dan sedang proses untuk  uji aktivitas nya Graduate School of Health Sciences, di Kobe University dengan Dr. Aoki Chie Utsubo sebagai mitra penanggungjawab di Jepang. Penelitian ini untuk mengungkap potensi tumbuhan Indonesia sebagai calon obat antivirus hepatitis B dan menghasilkan senyawa B.  Diharapkan, keluaran ilmiah berupa paten dan publikasi internasional juga dapat terwujud melalui kerjasama ini. <aars/ p2 kimia> Keterangan Foto: Sebelah kiri:  Kunjungan inisiasi kerjasama Dr. Aoki Utsubo Chie (paling kanan) ke Pusat Penelitian Kimia  LIPI  (sumber: dokumen internal) Sebelah kanan: Peresmian kerjasama JSPS dan LIPI  tahun 2017 (sumber: http://jastip.org/en/result/%E3%80%90jastip-news%E3%80%91-jsps-alumni-association-of-indonesia-inauguration-ceremony)

Baca

Sosialisasi Program L’Oréal - UNESCO For Women In Science 2018 di Pusat Penelitian Kimia LIPI


13 Maret 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) LIPI kembali menjadi ajang pertemuan para peneliti perempuan muda nasional. Dihadiri oleh tak kurang 40 peserta dari berbagai instansi seperti BBPT, BATAN, dan LIPI, mereka berkumpul untuk acara Sosialisasi Program L’Oréal – UNESCO For Women In Science 2018. Acara diselenggarakan pada hari Selasa (13/3), di Ruang Rapat Utama P2 Kimia. “P2 Kimia merasa terhormat sebagai tuan rumah acara ini,“ ujar Dr. Arthur A. Lelono saat membuka acara mewakili Kepala P2 Kimia. “Ini merupakan kesempatan emas guna membangun jaringan dan semangat para peneliti perempuan Indonesia,“ lanjut pria yang merupakan Kepala Bagian Tata Usaha di P2 Kimia itu. Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd. selaku Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) yang berkedudukan di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan selanjutnya memberikan sambutan pengantar. “Acara sosialisasi semacam ini sangat sesuai dan didukung penuh oleh UNESCO,“ terang Prof. Arief yang didampingi 4 orang stafnya ini. “Sebab hal ini sejalan dengan tujuan UNESCO untuk memberikan kontribusi pada pembangunan perdamaian, pemberantasan kemiskinan, pembangunan berkelanjutan dan dialog antarbudaya melalui pendidikan, ilmu pengetahuan alam, ilmu sosial dan manusia, budaya, komunikasi dan informasi,“ paparnya. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ibu Melani Masriel, Head of Corporate Communication PT L’Oréal Indonesia. Melanie mengungkapkan, L’Oreal meyakini perempuan memiliki andil besar dalam kemajuan ilmu pengetahuan di masa depan. Oleh karenanya, program FWIS (For Women In science) yang diluncurkan tahun 1998 atas kemitraan dengan UNESCO bertujuan untuk mengakui, menyemangati dan mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan ilmuwan perempuan pada khususnya. “Dunia membutuhkan sains dan sains membutuhkan perempuan,” tegasnya. Dr. Neni Shinta Wardani, peneliti senior di P2 Kimia sebagai salah satu juri pada penilaian penelitian perempuan muda ini di kesempatan berikutnya memberikan trik-triknya untuk bisa mengikuti kompetisi. “Kriteria penilaian kami antara lain originality, research impact to Indonesia, problem statement & methodology, track record & publications dan presentation & writing,“ terangnya. Dalam acara tersebut, ditampilkan pula kesan-kesan para pemenang peneliti perempuan sebelumnya, seperti Dr. Siti Nurul Aisyiyah Jenie, Dr. Yuliati Herbani, Dr. Dieni Mansur, Dr. Yenny Meliana dan Dr.Eni Sugiarti. Mereka sepakat bahwa mengikuti kompetisi FWIS dapat membangun networking menjadi lebih luas, sehingga dalam dunia penelitian bisa berkolaborasi dengan instansi lainnya. Panitia acara mengingatkan kepada para calon peserta untuk mengikuti L’Oréal – UNESCO for Women in Science tahun 2018 yang pendaftarannya dimulai 20 April 2018 dan batas penerimaan aplikasi pada 9 September 2018. Sebagai akhir dari kegiatan sehari tersebut, acara kemudian ditutup oleh Dr. Arthur Aryo Lelono.  (ES/P2K; ed: SJW).

Baca

Aisyiah, Peneliti P2 Kimia Turut Berbagi Pesan Inspiratif di Diskusi Publik Peringatan Hari Perempuan Internasional 2018


12 Maret 2018

“LlPI selalu mendorong peneliti perempuan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Saat ini terdapat 779 peneliti perempuan yang tersebar di satuan kerja LIPI di seluruh Indonesia.” jelas Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati di Diskusi Publik Peringatan Hari Perempuan Internasional 2018 di Jakarta. Menurut Enny, para peneliti perempuan LIPI didorong untuk menonjolkan bidang kepakaran yang unik di jejaring ilmiah dunia. “Hal ini untuk membuktikan kemampuan peneliti dan memberi motivasi perempuan Indonesia untuk berkarya,” jelas Enny.   Tanggal 8 Maret 2018 sendiri merupakan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day) yang perayaan globalnya telah dimulai sejak 1977. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memaknai peringatan hari tersebut dalam kaitannya dengan peran perempuan di dunia riset dan ilmu pengetahuan. Untuk mengupas lebih jauh tentang hal tersebut, LIPI menggelar Diskusi Publik Peringatan Hari Perempuan Internasional 2018 “Perempuan dalam Transformasi Iptek” di Media Center LIPI.   Diskusi kali ini menghadirkan tiga peneliti berprestasi LIPI. Ketiganya adalah Siti Nurul Aisyiyah Jenie, peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI, yang juga penerima L’ORÉAL – UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017 kategori Material Sciences; Yuliati Herbani, peneliti Pusat Penelitian Fisika LIPI, yang juga penerima L’ORÉAL – UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017 kategori Engineering Sciences; dan Sri Rahayu, peneliti Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI, yang telah mempublikasikan dua spesies baru, (Hoya undulata SRahayu & Rodda dan  Hoya rintzii Rodda, Simmonsson & Srahayu), dan tiga paten/PVT (PVT Aeschynanthus "Soedjana Kassan",  PVT Aeschynanthus "Mahligai", dan  PVT Hoya "Kusnoto").   “Ada tantangan sebagai berkarir sebagai peneliti, perempuan istri, dan ibu. Bukan sesuatu yang taken for granted tapi dari hasil belajar dari waktu ke  waktu,” ujar Siti Nurul Aisyiah Jenie, peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI. Memulai karier peneliti sejak tahun 2007, perempuan yang akrab disapa Ais ini adalah peraih L’ORÉAL – UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017 kategori Material Sciences lewat proposal peneltian deteksi dini kanker lewat material silika alam Indonesia. “Selama ini deteksi baru bisa dilakukan di rumah sakit setelah stadium akhir. Penelitian saya merancang semacam testpack deteksi dini kanker seperti tes kehamilan sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat umum,” papar Ais. Menurut perempuan yang sangat menyukai matematika ini, keterbatasan dan halangan jangan menjadikan perempuan menyerah. “Semuanya jadi tantangan buat saya. Intinya perempuan bisa maju jika diberi kesempatan yang sama,” ungkapnya. <tbb/ p2kimia>

Baca

“K-I-M-I-A”: Moto Baru Menuju Reformasi Birokrasi yang Semakin Sukses


09 Maret 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Komitmen, semangat, sukses! Tiga kata tersebut menjadi slogan untuk meningkatkan semangat sivitas Pusat Penelitian Kimia LIPI (P2 Kimia) menuju penerapan reformasi birokrasi (RB) di P2 Kimia. Slogan ini diperkenalkan oleh Didin Zaenudin, SE, koordinator Tim Penerapan RB P2 Kimia 2018, di kegiatan Sosialisasi Kegiatan Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas. Kegiatan diadakan pada hari Jum’at (9/3) di ruang pilot plant bioetanol P2 Kimia. Selain itu, dicanangkan pula moto P2 Kimia untuk menuju RB dan Zona Integritas (ZI) yang semakin sukses. “Moto baru kita adalah “K-I-M-I-A”. Komitmen, Integritas, Melayani, Inisiatif, Andal (KIMIA),” terang Kepala P2 Kimia LIPI, Dr. Agus Haryono saat memberikan sambutan acara. Sebagai bagian dari lembaga riset negara, P2 Kimia berkomitmen menjalankan reformasi birokrasi untuk lebih meningkatkan perannya dalam pemerintahan, pembangunan nasional, dan pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan pembangunan zona integritas di lingkungan P2 Kimia dimaksudkan untuk mewujudkan wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). Didin juga memaparkan roadmap RB/ZI di P2 Kimia sebagai strategi terwujudnya tujuan reformasi birokrasi. Khusus tahun tahun 2018, P2 Kimia ingin mencapai birokrasi yang efektif, efisien, akuntabel, dan bersih melalui predikat WBM. Selanjutnya Didin juga menjabarkan peran-peran yang bisa dilakukan oleh individu-individu P2 Kimia untuk ikut serta dalam mewujudkan RB. Dalam acara ini juga diperkenalkan agen-agen perubahan di P2 Kimia LIPI yang akan bertugas sebagai pelopor sekaligus role model dalam penerapan RB. Agen perubahan baru di tahun 2018 dilantik langsung oleh Kepala P2 Kimia LIPI, Dr. Agus Haryono. Dengan dilantiknya agen perubahan baru, sampai sekarang sudah ada 36 orang agen perubahan di P2 Kimia. Didin menjelaskan bahwa agen jumlah agen perubahan dapat terus bertambah hingga diharapkan semua sivitas P2 Kimia dapat menjadi agen perubahan, “Paling tidak kita mengharapkan 50% dari sivitas P2 Kimia akan berstatus sebagai agen perubahan”, ungkap Didin yang juga merupakan Kabid Sarana Penelitian P2 Kimia ini. Bersama dengan acara ini, juga dilakukan acara penghargaan Pegawai Terbaik Februari 2018 dan pelepasan purnabakti P2 Kimia. Rusmana dihargai sebagai Pegawai Terbaik Februari 2018 atas dedikasi dan kinerjanya yang inspiratif sebagai staff keuangan P2 Kimia. Pelepasan purnabakti diadakan untuk Drs. Tigor Nauli dan Ir. Ruslan Effendi M.S. Drs. Tigor telah bekerja selama 38 tahun, dan beliau adalah salah satu pelopor bidang penelitian kimia pangan di P2 Kimia. Ir. Ruslan telah bekerja selama 32 tahun, dan terlibat dalam berbagai proyek penelitian nasional selama masa baktinya di P2 Kimia. <ar/ p2kimia>

Baca

Dukung Industri Obat Tradisional, Pusat Penelitian Kimia LIPI Siapkan Fasilitas Riset Berstandard CPOTB


08 Maret 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Indonesia dianugerahi kekayaan keanekaragaman hayati, memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman dan banyak di antaranya diketahui berkhasiat sebagai obat atau digunakan sebagai bahan obat. Keanekaragaman hayati Indonesia ini diperkirakan terkaya kedua di dunia setelah Brazil dan terutama tersebar di masing-masing pulau-pulau besar di Indonesia. Pengembangan obat alami ini memang patut mendapatkan perhatian yang lebih besar, mengingat praktek pemanfaatan obat tradisional telah mengakar di masyarakat Indonesia. Disamping itu potensi pengembangannya sangat terbuka, dan permintaan pasar akan bahan baku obat tradisional terus meningkat untuk kebutuhan domestik maupun internasional. Oleh karena itu diperlukan fasilitas penelitian obat tradisional untuk menjawab permasalahan kesehatan serta mendukung kemandirian bahan baku obat secara nasional. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Paket Kebijakan Ekonomi ke-11 tentang pengembangan industri kefarmasian dan alat kesehatan. Kamis (8/3), bertempat di Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan diadakan ‘Peletakan Batu Pertama Pembangunan Fasilitas Pengembangan Obat Tradisional dengan Standard Cara Pembuatan Obat Tradisonal yang Baik (CPOTB)’ yang merupakan kegiatan Prioritas Nasional LIPI tahun 2018. Pengembangan fasilitas tersebut bertujuan untuk percepatan hilirisasi hasil penelitian kesehatan dan obat yang telah dikembangkan selama ini, serta memberikan dukungan terkait riset dan pengembangan produk kepada mitra industri. Pelaksana Tugas Kepala LIPI, Bambang Subiyanto mengungkapkan bahwa LIPI menaruh perhatian besar dalam penelitian dan pengembangan kesehatan obat. Hal ini dimplementasikan LIPI dalam kegiatan kompetitif serta unggulan yang menitikberatkan pada eksplorasi serta kajian komprehensif terkait penggunaan tanaman obat serta bahan aktifnya untuk bahan baku obat. “Hingga saat ini, hampir 95% bahan baku industri farmasi kita masih bergantung dari impor luar negeri. Sementara kita memiliki 1.247 industri dan usaha obat tradisional di Indonesia termasuk 10 perusahaan merupakan industri obat tradisional skala besar. Namun, industri obat tradisional (IOT), usaha kecil obat tradisional (UKOT) dan usaha mikro obat tradisional (UMOT) banyak yang tidak memiliki fasilitas CPOTB sehingga mengalami kesulitan dalam membuat produk berstandar CPOTB,” ungkap Bambang Subiyanto saat memberikan sambutannya. “Oleh karena itu, fasilitas yang akan dibangun ini diharapkan dapat menjadi percontohan laboratorium CPOTB dalam rangka memfasilitasi industri kecil dan menengah guna mempercepat pengembangan produk obat tradisional di tanah air,” lanjutnya. Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI, Agus Haryono menerangkan bahwa satuan kerja yang dipimpinnya sangat fokus dalam pengembangan obat tradisonal. Melalui kegiatan penelitan yang dilakukan, telah banyak ditemukan senyawa-senyawa baru dari ekstrak tanaman asli Indonesia yang berpotensi sebagai anti kanker, anti diabet, anti malaria, serta antioksidan. “Saya yakin, melalui fasilitas riset pengembangan obat tradisional dengan standard CPOTB, hasil-hasil penelitian kami akan lebih berkualitas dan mudah diterima oleh industri,” papar Agus menjelaskan arti penting fasilitas yang sedang dibangun tersebut. Selain dihadiri oleh pejabat struktural dan fungsional di lingkungan LIPI, turut hadir dalam acara tersebut yaitu Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan BPOM serta Kepala Puspiptek Kementrian Ristekdikti. <sjw, p2 kimia>   Berita Terkait: http://lipi.go.id/siaranpress/LIPI-Resmikan-Fasilitas-Pengembangan-Obat-Tradisional-dengan-Standard-Cara-Pembuatan-Obat-Tradisional-yang-Baik-CPOTB/20041 http://litbang.kemendagri.go.id/website/lipi-resmikan-fasilitas-penelitian-berstandar-agar-riset-mudah-diterima-industri/ http://www.beritasatu.com/nasional/482153-lipi-bangun-fasilitas-pengembangan-obat-tradisonal-terstandar.html https://www.antaranews.com/berita/691267/lipi-bangun-fasilitas-pengembangan-obat-tradisional http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/03/08/p595fs284-lipi-bangun-fasilitas-pengembangan-obat-tradisional https://www.gatra.com/rubrik/kesehatan/311673-lipi-resmikan-fasilitas-penelitian-berstandar-agar-riset-mudah-diterima-industri http://www.mirajnews.com/2018/03/lipi-bangun-fasilitas-pengembangan-obat-tradisional.html http://www.koran-jakarta.com/lipi-bangun-fasilitas-pengembangan-obat-tradisional/ http://mediaindonesia.com/news/read/148636/lipi-bangun-fasilitas-riset-obat-tradisional/2018-03-09 https://kompas.id/baca/ilmu-pengetahuan-teknologi/2018/03/08/lipi-akan-membangun-fasilitas-pengembangan-obat-tradisional/ http://www.harianterbit.com/m/iptek/read/2018/03/08/94557/0/22/Hilirisasi-Hasil-Riset-LIPI-Bangun-Fasilitas-Pengembangan-Obat https://news.trubus.id/post/lipi-siap-resmikan-fasilitas-pengembangan-pembuatan-obat-tradisional-7953 http://voinews.id/indonesian/index.php/component/k2/item/1553-lipi-bangun-fasilitas-pengembangan-obat-tradisional http://www.victorynews.id/lipi-bangun-fasilitas-riset-obat-tradisional/ http://www.sumselnian.com/lipi-dukung-riset-dan-pengembangan-obat-tradisional http://eksposnews.com/kesehatan/Mengembangkan-Obat-Tradisional

Baca

Sosialisasikan Prosedur Operasional Kerja (POK) 2018 di Kedeputian IPT LIPI, Deputi Tekankan Target Kinerja Peneliti


08 Maret 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Di tengah semakin dituntutnya disiplin dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), Pusat Penelitian Kimia LIPI pada hari Kamis (8/3) mengadakan 'Sosialisasi Prosedur Operasional Kerja Kedeputian IPT'. Acara yang dilaksanakan pada jam 08.30–10.00 WIB ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang semakin kondusif, transparan, dan berkeadilan khususnya di Kedeputian IPT LIPI. Acara ini dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI Dr. Agus Haryono dan dihadiri 60 orang terdiri dari Kepala Bagian/Bidang, Kepala Sub Bagian/Bidang, Peneliti dan Kandidat Peneliti. Hadir sebagai pembicara utama adalah Deputi IPT LIPI Dr. Laksana T. Handoko yang memaparkan presentasi tentang ‘Perhitungan Penilaian Tunjangan Kinerja Berbasis Indikator Keluaran'. Handoko menyampaikan bahwa sebagai wujud nyata dari implementasi Reformasi Birokrasi (RB), dirinya telah merumuskan sasaran kerja yang harus dicapai oleh seluruh staf di Lingkungan Kedeputian IPT. Khusus untuk peneliti, Handoko memberikan target supaya setiap peneliti dapat menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal terindeks global di akhir tahun kegiatan. “Ruang lingkup Prosedur Operasional Kerja (POK) ini adalah berlaku untuk seluruh personil di Lingkungan Kedeputian IPT dengan SKP berbasis kegiatan penelitian. Diharapkan POK ini akan memacu kinerja seluruh personil dan memberikan acuan yang jelas terkait sasaran kinerja yang harus dicapai,“ ungkap Handoko. Dalam sesi diskusi tanya jawab, dapat disimpulkan bahwa indikator keluaran baik sendiri atau bersama-sama terekam di publikasi tahun terkait. Deputi akan mengecek secara langsung hasil kerja dari personil di Lingkungan Kedeputian IPT. Hasil pengecekan ini akan menjadi dasar penetapan reward dan punishment di tahun yang akan datang. “Peneliti tidak boleh bermental hanya siap kerja dan kerja saja, tetapi harus bermental Professor yaitu memiliki ide penelitian untuk dikerjakan sendiri atau bersama-sama dan bisa mencarikan dana penelitiannya,“ pesan Handoko yang saat ini juga menjabat sebagai Plt. Sekretaris Utama LIPI. Diskusi tidak dapat berlangsung lama karena Deputi IPT LIPI harus mengikuti acara lain yaitu Peletakan Batu Pertama Gedung CPOTB (Cara Pembuatan Obat Yang baik) di tempat sama di Pusat Penelitian Kimia LIPI bersama Plt. Kepala LIPI, dan undangan. (ES/P2K)

Baca

Diskusikan Biofuel, Delegasi Republik Korea dan ASEAN Kunjungi Pusat Unggulan Iptek Bioetanol G2 di P2 Kimia


02 Maret 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] The 2nd Seminar of Biofuel and IP Policy Consultation yang diadakan oleh KIPA dan LIPI berlangsung di Jakarta dari Selasa (27/2) sampai Kamis (1/3). Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, di hari ketiga, Kamis (1/3) para peserta mengunjungi Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Bioetanol G2 - Pusat Penelitian Kimia LIPI di Kawasan PUSPIPTEK Serpong. Kunjungan diterima oleh Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI, Dr. Eng. Agus Haryono. “Indonesia adalah negara besar yang memiliki sumber daya biomassa yang melimpah sebagai bahan baku untuk produksi bioethanol generasi ke 2. Selain itu, Bioetanol adalah bahan bakar alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan,” terang Agus Haryono, dalam sambutannya. Kemudian, Agus memaparkan gambaran tentang pusat penelitian yang dipimpinnya serta kegiatan-kegiatan apa saja yang sedang dan telah dilakukan. Pada kesempatan tersebut Dr. Haznan Abimanyu selaku peneliti senior bidang energi biomassa menjelaskan hasil-hasil riset dan pengembangan Bioetanol G2 yang sudah dicapai oleh Pusat Penelitian Kimia LIPI. Dalam presentasinya, Haznan memaparkan sejarah pengembangan bietanol G2 di Pusat Penelitian Kimia serta proses yang terjadi dari mulai bahan baku sampai dengan diperoleh bioetanol. Presentasi yang bertempat di Pilot Plant Bioetanol G2 berlangsung dengan interaktif meskipun diiringi guyuran hujan yang sangat lebat di Serpong. “Kami telah berhasil mengembangkan proses pembuatan bioetanol berbahan baku tandan kosong sawit (TKS) dengan kapasitas 160 liter/ton TKS. Bioetanol yang dihasilkan memiliki konsentrasi 99,5% yang siap digunakan untuk bahan bakar pengganti bensin,” ungkap Haznan kepada peserta yang datang dari 10 negara anggota ASEAN dan Republic of Korea (ROK). “Pilot plant bioetanol G2 kami merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia dan menjadi bench-mark untuk proses produksi bioetanol berbasis lignoselulosa. Selain itu kami juga mengembangkan produk-produk samping untuk meningkatkan nilai ekonomi proses produksi bioetanol,” lanjut pria yang merupakan peneliti madya di Pusat Penelitian Kimia LIPI tersebut. Sebagai informasi, Pusat Penelitian Kimia LIPI telah memiliki paten-paten terkait produk samping pengembangan bioetanol G2. Paten tersebut seperti karbon aktif dari lignin, senyawa antioksidan glutathione untuk kosmetik, dan proses pengolahan limbah bioetanol. Paten-paten yang dihasilkan dikelola oleh Pusat Inovasi LIPI sebagai aset Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dan terus diupayakan untuk dapat digunakan oleh industri. Melimpahnya biomassa, khususnya lignoselulosa di Indonesia membuka kesempatan besar terwujudnya bahan bakar yang dapat terbarukan dan ramah lingkungan. Oleh karena itu Pusat Penelitian Kimia LIPI terus mengembangkan riset-riset bioefuel berbahan baku biomassa yang lebih cost-effective. Melalui kunjungan peserta The 2nd Seminar of Biofuel and IP Policy Consultation diharapkan terjalin kolaborasi antar negara ASEAN dan Republik Korea dalam penelitian dan pengembangan biofuel. <mrt&sjw; p2 kimia>   Berita terkait: http://lipi.go.id/siaranpress/Delegasi-Korea-ASEAN-Kunjungi-LIPI-Terkait-Bioetanol-Generasi-ke-2/19992 http://lipi.go.id/berita/Bioetanol-Generasi-ke-2-LIPI-Sumber-Energi-Baru-dari-Limbah-Kelapa-Sawit/20037 http://voinews.id/index.php/component/k2/item/858-lipi-successfully-develops-bioethanol-as-fuel-substitute http://rri.co.id/post/berita/497224/teknologi/delegasi_koreaasean_kunjungi_lipi_terkait_bioetanol_generasi_ke_2.html http://www.mirajnews.com/2018/03/delegasi-korea-asean-kunjungi-pusat-penelitian-kimia-lipi.html http://www.mirajnews.com/2018/03/lipi-berhasil-kembangkan-bioetanol-berbahan-baku-tandan-kosong-sawit.html

Baca

Pertamina dan P2 Kimia Rumuskan Kerjasama Pemanfaatan Limbah Biomasa untuk Energi Terbarukan


15 Februari 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Kamis (15/02) P2 Kimia kembali menyambut kedatangan tim litbang dari PT. Pertamina (Persero) di ruang rapat utama P2 Kimia LIPI. Tujuan pertemuan kali ini sebagai pendalaman lebih lanjut mekanisme kerjasama penelitian yang disepakati pada pertemuan sebelumnya. Seiring dengan semakin terbatasnya bahan bakar berbasis fosil dan meningkatnya kesadaran energi yang ramah lingkungan, maka pengembangan energi terbarukan menjadi semakin penting. Oleh karenanya, dalam pertemuan tersebut, pengembangan energi terbarukan berbasis limbah biomasa, yaitu bioethanol generasi kedua, menjadi topik utama kerjasama penelitian. Kedatangan tim Pertamina disambut hangat oleh Kasubbid Diseminasi dan Kerjasama P2 Kimia, Sujarwo S.Si. Rapat dipimpin langsung oleh Prof. Yanni Sudiyani selaku Pembina Tim Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Bioetanol Generasi Kedua 2018. Hadir dalam acara ini, para peneliti P2 Kimia yang mewakili kelompok penelitian yang berkaitan, diantaranya Yan Irawan, M.T., Dr. Nino Rinaldi, Dian Burhani M.T. Muryanto M.T. Pertemuan juga dihadiri oleh Dr. Rr Trisanti Anindiyawati dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, dan para peneliti lainnya. “Dalam pertemuan ini, kami akan memaparkan program kerja serta sejauh mana penelitian tentang pengembangan bioethanol generasi kedua di P2 Kimia LIPI telah dilakukan,” ujar Prof. Dr. Yanni Sudiyani saat membuka pertemuan. Selanjutnya, masing-masing perwakilan kelompok penelitian di P2 Kimia mempresentasikan penelitiannya. Yan Irawan sebagai presenter pertama memaparkan penelitiannya yang berjudul “Pengembangan Sistem Kontinyu Delignifikasi Tandan Kosong Kelapa Sawit”. Dilanjutkan oleh Dr. Nino Rinaldi yang menyampaikan penelitiannya yang berjudul “Pengembangan Teknologi Konversi Katalitik Etanol menjadi Butanol”. Sebagai presenter ketiga, Dian Burhani M.T memaparkan tentang “Proses Fermentasi Bioetanol”. Dilanjutkan dengan Muryanto M.T. yang menyampaikan penelitiannya berjudul “Life Cycle Assessment Bioetanol Generasi Kedua”. Dan terakhir, Dr. Rr Trisanti Anindiyawati menyajikan penelitiannya dari sudut pandang yang berbeda, yaitu tentang “Produksi Enzim Rekombinan Selulose”. Pihak Pertamina sangat antusias menyimak setiap materi yang disampaikan sehingga terjadi diskusi yang sangat kondusif. Dr. Septhian Marno mempresentasikan latar belakang hingga mekanisme kerjasama yang disepakati oleh kedua belah pihak. Diskusi hangatpun berlangsung agar terhindar dari miskonsepsi dan mispersepsi. Tanpa terasa waktu berjalan dengan cepat. Setelah kurang lebih 3 jam, pertemuan selesai dan ditutup oleh pemimpin rapat. Diharapkan, pertemuan kali ini membawa LIPI selangkah lebih maju untuk berkontribusi dalam mengembangkan energi terbarukan. Tidak hanya untuk LIPI atau Pertamina, tetapi kerjasama ini juga bermanfaat bagi bangsa Indonesia secara umum. <OA/P2 Kimia>

Baca

Workshop Internasional LCA, Upaya P2 Kimia Dorong Riset yang Ramah Lingkungan


09 Februari 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Isu pengembangan produk yang ramah lingkungan telah menjadi kebutuhan global. Oleh karenanya, pengembangan metode untuk mengakses potensi dampak lingkungan produk menjadi penting. Demikian diungkapkan Kepala Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI, Dr. Agus Haryono, saat membuka International Workshop on Life Cycle Assessment (LCA) di P2 Kimia, Jum’at (9/2). “Penelitian LCA dan bioetanol telah berkembang cukup pesat di P2 Kimia dalam beberapa tahun terakhir,“ ujar Agus. “Saya yakin workshop ini dapat menjadi wadah tukar-menukar informasi perkembangan keilmuan terkini,“ sambung pria yang juga merupakan penanggungjawab Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioetanol Generasi Kedua di P2 Kimia.  Workshop bertemakan bioetanol dan pangan fermentasi ini diselenggarakan oleh P2 Kimia dengan dukungan dari PUI Bioetanol Generasi Kedua dan Indonesian Life Cycle Assesment Network (ILCAN). Workhsop menghadirkan dua orang pembicara dari dalam P2 Kimia dan dari luar negeri. Tak kurang dari 65 peserta hadir di acara ini, dua pertiganya dari luar P2 Kimia. Pendaftar dari luar LIPI diantaranya adalah dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Wageningen University - Belanda, Institut Teknologi Bandung, Universitas Syiah Kuala, Universitas Gadjah Mada, Universitas Pelita Harapan, Universitas Prasetiya Mulya, STT Texmaco, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Universitas Pertahanan, Universitas Teuku Umar, Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT), PT Charoen Pokphand Indonesia, dan PT. Pertamina. Acara dimulai dengan pengantar tentang konsep LCA oleh Dr. Edi Iswanto Wiloso, peneliti senior P2 Kimia. Edi yang menyelesaikan S3 nya di Leiden University ini menerangkan tentang kemajuan riset LCA di tanah air. “Riset LCA saat ini sudah semakin banyak, meskipun dibandingkan dengan negara ASEAN kita masih tertinggal,“ jelas Edi yang juga merupakan ketua ILCAN ini. Acara dilanjutkan dengan presentasi pertama yang berjudul potensi LCA untuk bioetanol generasi kedua. Presentasi disampaikan oleh Muryanto, S.T. M.T. dan dimoderatori Dr. Ajeng Arum Sari, Koordinator Kelompok Penelitian Kimia Lingkungan dan Analitik (KLA). Mury yang juga merupakan koordinator PUI 2018 menjelaskan terlebih dahulu penelitian LCA di P2 Kimia dan dilanjutkan perkembangan riset bioetanol skala pilot plant beserta kajian LCA-nya. “Bioetanol ini merupakan riset yang berlangsung sejak 2011 dan mendapatkan pengakuan sejak 2017 sebagai Pusat Unggulan Iptek oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi,” papar Mury di awal presentasinya. “Penelitian LCA ini juga tengah dikembangkan selaras dengan kegiatan pengembangan bioetanol G2 di P2 Kimia dan menjadi salah satu output dari PUI Bioetanol G2,” lanjutnya. Presentasi kedua menghadirkan Pele Sinke, dari Universitas Leiden Belanda. Pele menyampaikan makalah berjudul 'Uncertainty in LCA for Tempeh' dan dimoderatori Dr. Kiman Siregar, pengajar di Universitas Syiah Kuala Aceh. “Tempe adalah makanan khas Indonesia yang sudah diekspor ke berbagai negara termasuk di Belanda,“ ujar pria paruh baya penggemar berat tempe ini. ”Analisis Uncertainty pada LCA tempe dilakukan sebagai kelanjutan penelitian LCA tempe oleh peneliti P2 Kimia, dengan mengambil data di beberapa sentra industri tempe di Jawa Barat dan Banten,“ lanjutnya. Pele selanjutnya menguraikan metodologi untuk melakukan analisis uncertainty pada tempe. Dijelaskan oleh Pele, salah satu rekomendasi dari kajiannya adalah agar industri tempe mengupayakan bahan baku tempe yang bermutu dari dalam negeri, guna mengurangi potensi dampak lingkungan akibat transportasi impor yang jauh. Pada sesi diskusi, muncul beberapa pertanyaan menarik dari peserta. Pertanyaan tersebut diantaranya potensi penerapan bioetanol di industri dan terkait metodologi statistik pada uncertainty. Secara bergantian, Mury dan Pele menerangkan jawaban pertanyaan tersebut. Tak lupa, acara foto bersama dan serah terima plakat kepada pembicara mengakhiri acara workshop ini menjelang sholat Jum’at. <aars/ p2kimia>

Baca

Peserta Raker Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 2018 Kemenristekdikti Kunjungi PUI Bioetanol G2 di P2 Kimia


07 Februari 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Direktorat Lembaga Litbang, Kemenristekdikti menggelar Rapat Kerja Pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI) 2018 di Graha Widya Bhakti PUSPIPTEK Serpong. Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut dibuka oleh Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dr. Patdono Suwignjo pada Selasa (06/02). Raker ini diikuti sekitar 300 orang peserta yang terdiri dari 78 lembaga PUI Litbang dan 24 Lembaga PUI Perguruan Tinggi. Ditambah dengan perwakilan dari instansi induk, yaitu 5 LPNK (BPPT, BATAN, LIPI, LAPAN, dan BMKG), 6 LPK (Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, dan Kementerian LHK), 2 Litbang Badan Usaha  (PT. Riset Perkebunan Nusantara dan Perum Perhutani), serta perwakilan dari BAPPENAS. Dengan mengusung tema Sinergi Untuk Indonesia: Melangkah Bersama Mengembangkan Keunggukan Riset Indonesia. “Kemenristekdikti menginisiasi penyelenggaraan Rapat Kerja Pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI) 2018 yang dimaksudkan untuk memperkuat sinergi pelaksanaan rencana kerja PUI 2018, mencakup kegiatan Sourcing Capacity, R&D Capacity, dan Disseminating Capacity,” ujar Ir. Kemal Prihatman, M.Eng yang merupakan Direktur Lembaga Litbang, Kemenristekdikti selaku Ketua Pelaksanaan Raker Pengembangan PUI 2018 tersebut. Memasuki acara hari kedua Rabu (07/02), para peserta Raker diberikan kesempatan untuk mengunjungi Pusat Unggulan yang ada di Kawasan PUSPIPTEK. Tidak ketinggalan, P2 Kimia sebagai ‘Pusat Unggulan Iptek Pengembangan Bioetanol Generasi II’ juga menjadi tempat yang dikunjungi oleh para peserta. Sekitar 25 peserta Raker yang berasal dari berbagai institusi disambut oleh Dr. Yenny Meliana, Kabid. Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian P2 Kimia. Hadir dalam acara tersebut Prof. Yanni Sudiyani, pembina PUI Bioetanol Generasi II, Dr. Dieni Mansur, koordinator Keltian Energi dan Biomassa, dan Muryanto, M.T. selaku koordinator PUI di P2 Kimia. Guna memberikan gambaran PUI Bioetanol Generasi II di P2 Kimia, Prof. Yanni Sudiyani memberikan pemaparannya. Yanni menyampaikan bahwa penelitian terkait pengembangan bioetanol berbasis lignoselulosa telah dilakukan P2 Kimia sejak tahun 2011 silam. “Kami awalnya melakukan penelitian bersama dalam skema kerjasama dengan KOICA. P2 Kimia mendapat hibah pilot plant termasuk instrumen-instrumen pendukung kegiatan laboratorium. Kerjasama dengan KOICA tersebut berlangsung hingga 2013,” papar wanita yang merupakan profesor riset di P2 Kimia itu. Berikutnya Yanni menyampaikan perkembangan yang sudah diraih oleh PUI Bioetanol Generasi II di P2 Kimia. Setelah sesi pemaparan, para peserta memperoleh kesempatan untuk melakukan diskusi. Beberapa hal mengemuka dalam sesi diskusi. Diantaranya bagaimana strategi PUI untuk memperoleh national recognition maupun menjadi national reference. Salah satu peserta dari Balai Besar Industri Agro (BBIA) berkenan membagikan pengalamannya. Sesi diskusi hangat tersebut pun harus diakhiri mengingat terbatasnya waktu kunjungan. Sebagai penutup rangkaian kegiatan pada pagi hingga siang hari itu, para peserta diajak untuk mengunjungi pilot plant bioetanol milik P2 Kimia. Diskusi pun berlanjut di pilot plant bioetanol antara peserta dengan peneliti-peneliti P2 Kimia. Hingga akhirnya panitia meminta kepada seluruh peserta untuk bersiap-siap kembali ke Graha Widya Bhakti PUSPIPTEK guna mengikuti kegiatan berikutnya. Tak lupa, untuk mendokumentasikan kunjungan hari itu dilakukan sesi foto bersama di pilot plant bioetanol P2 Kimia. <sjw/ p2k>

Baca

Komitmen dan Dokumentasi, Kunci Sukses Pelaksanaan RB Guna Dukung Pencapaian Kinerja Satker


02 Februari 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Komitmen dan dokumentasi. Dua kata kunci tersebut diucapkan oleh Rr. Widhya Yusi Samirahayu, dari Tim Penerapan Reformasi Birokrasi (RB) Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (Telimek) LIPI saat menjadi narasumber rapat perdana Tim Penerapan RB tahun 2018 di Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI. “Rapat ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan RB di P2 Kimia sekaligus akan dilakukan penandatanganan perjanjian kinerja. Jadi silakan Bapak/Ibu Tim Penerapan RB P2 Kimia agar dapat belajar sebanyak-banyaknya dari Bu Yusi dalam kesempatan yang baik ini,” terang Kepala P2 Kimia, Dr. Agus Haryono, saat membuka acara yang berlangsung Kamis (01/02). Bertempat di Ruang Rapat Utama P2 Kimia, Yusi menyampaikan pengalaman dan kiat-kiat sukses penerapan RB di P2 Telimek. Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala P2 Kimia, Koordinator dan Tim Penerapan RB P2 Kimia, koordinator tim KNAPPP P2 Kimia, koordinator kelompok penelitian, para pejabat struktural dan para peneliti senior. “Penerapan RB di P2 Telimek termasuk yang dinilai paling baik di LIPI, sehingga sangatlah tepat P2 Kimia belajar dari pengalaman mereka. Hari ini kita mengundang Bu Yusi dalam rangka berbagi pengalaman beliau mengelola pelaksanaan RB di P2 Telimek sehingga nantinya dapat diterapkan juga di satker kita tercinta ini,“ ujar Didin Zaenudin, SE selaku koordinator Tim Penerapan RB P2 Kimia yang juga merupakan Kepala Bidang Sarana Penelitian di P2 Kimia ini. Yusi kemudian memaparkan presentasi yang berjudul 'Membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)'. “Sebenarnya, saya yakin secara administrasi pengalaman penerapan RB di P2 Kimia dan P2 Telimek hampir sama. Namun yang paling penting adalah bagaimana menjaga komitmen dan mendokumentasikan setiap kegiatan,“ ujar wanita yang juga Kepala Bagian Tata Usaha P2 Telimek tersebut. “Tulis apa yang biasa kita lakukan dan lakukan apa yang kita tulis,“ tegasnya. Hal ini diamini oleh Kepala P2 Kimia, Dr. Agus Haryono. Agus mengungkapkan bahwa di P2 Kimia telah dikembangkan berbagai strategi manajemen mutu seperti ISO 17025, ISO 9001 dan KNAPPP. “Sinergi antar sistem mutu dan komitmen kita semua amat penting guna mendukung pelaksanaan RB di P2 Kimia,“ ungkapnya. Dalam sesi diskusi, terungkap berbagai permasalahan teknis yang terjadi dan beberapa alternatif penyelesaian. Usai diskusi, acara diteruskan dengan penandatangan perjanjian kinerja. Perjanjian kinerja memuat indikator capaian kinerja yang direncanakan dan ditandatangani antara Kepala P2 Kimia dengan para pejabat struktural dan koordinator kelompok penelitian. Isi kinerja ini merupakan salah satu indikator pelaksanaan RB seperti publikasi ilmiah, paten, bimbingan penelitian, pemasyarakatan iptek, pemanfaatan sarana dan prasana, pelaporan administrasi dan sebagainya. Setelah istirahat siang, sesi dilanjutkan dengan rapat teknis internal Tim Penerapan RB P2 Kimia guna membahas aspek administrasi penyusunan dan pendokumentasian SOP dan pelaporan lainnya. <aars/ p2kimia>

Baca

Universitas Ahmad Dahlan Kirim Dua Staf Dosen Belajar Pengelolaan Instrumen Laboratorium di P2 Kimia


01 Februari 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Setelah sebelumnya dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dengan Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan, sebagai tindak lanjut, dua staf dosen Program Studi Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan mengikuti Attachment Training di Laboratorium P2 Kimia. Tujuan Universitas Ahmad Dahlan mengirim dua staf dosennya tersebut adalah untuk mendapat pengalaman melakukan pengelolaan laboratorium dan instrumen pengujian. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dimulai Selasa (30/01) sampai Kamis (01/02). Kedua staf dosen Universitas Ahmad Dahlan yaitu Gita Indah Budiarti, ST, MT dan Lukhi Mulia Shitophyta, ST, MT. Pada hari pertama Selasa (30/01), Gita dan Lukhi disambut oleh Manajer Teknis Laboratorium P2 Kimia, Evi Triwulandari, M.Si dan Sujarwo selaku Kasubbid. Diseminasi dan Kerjasama P2 Kimia. Untuk memperkenalkan fasilitas yang dimiliki P2 Kimia, kedua staf dosen dipersilakan untuk berkeliling ke laboratorium-laboratorium yang ada. Kemudian kedua staf dosen melakukan aktivitas di Laboratorium FTIR dengan dipandu oleh Evi Triwulandari. “Pengujian FTIR di P2 Kimia merupakan salah satu yang sudah masuk dalam lingkup akreditasi SNI ISO/IEC 17025. Untuk menjamin validitas data hasil pengujian, secara rutin kami melakukan verifikasi terhadap alat uji FTIR kami. Selain itu, kami juga memastikan kondisi akomodasi lingkungan ruangan ini memenuhi persyaratan untuk melakukan pengujian menggunakan FTIR. Salah satu yang kami perhatikan adalah kelembaban karena pengujian FTIR di kami menggunakan KBr yang higroskopis,” ungkap Evi memberikan penjelasan terkait pengelolaan laboratorium FTIR. Berikutnya Gita dan Lukhi dipersilakan untuk melakukan praktek langsung melakukan pengujian menggunakan instrumen FTIR. Pada siang harinya, keduanya dijelaskan tentang bagaimana melakukan interpretasi data hasil pengujian FTIR. Tidak lupa, Yeni Apriliana Dewi selaku penanggung jawab teknis laboratorium FTIR memberikan informasi terkait perawatan rutin instrumen tersebut. Menjelang berakhirnya jam kerja di P2 Kimia kedua staf dosen Universitas Ahmad Dahlan pun mengakhiri kegiatan mereka di hari pertama. Hari kedua, Rabu (31/01) kegiatan dilanjutkan di Laboratorium Kromatografi P2 Kimia. Kegiatan kali ini dipandu oleh Andreas, M.Si selaku penangung jawab Laboratorium Kromatografi P2 Kimia. Andreas menjelaskan tentang prinsip dasar instrumentasi gas kromatografi, bagian-bagian secara detail, dan cara kerja. “Di laboratorium ini kami memiliki GC dengan detektor FID dan detektor MS. Pada prinsipnya kedua instrumen tersebut memiliki mekanisme kerja yang sama, yang membedakan hanyalah detektornya. Mudah-mudahan dalam sehari ini, Ibu berdua banyak memperoleh informasi dari saya dan teman-teman di sini,” Andreas memberikan penjelasan awal sekaligus menyampaikan harapannya. Kemudian Gita dan Lukhi pun mengikuti aktivitas pengujian GC-MS dan GC-FID. Hari terakhir kegiatan Attachment Training, Kamis (01/02) Gita dan Lukhi beraktivitas di Laboratorium Spektrometri. Keduanya belajar tentang instrumen Atomic Absoption Spectrometry (AAS). Kali ini kegiatan dipandu oleh Zatil Afrah Athaillah, M.Sc selaku penyelia Laboratorium AAS. Untuk mengawali kegiatan pagi itu, Zatil memberikan penjelasan tentang jenis instrumen AAS, bagian-bagian dari instrumen dan peralatan pendukungnya. “Saat ini P2 Kimia memiliki Graphit Furnace AAS (GF-AAS). Instrumen ini dapat mengukur kadar logam sampai dengan ppb (µg/l), sehingga kami aplikasikan untuk pengukuran residu logam berat misalnya dalam air minum serta makanan. Untuk pengujian logam berat dalam air minum, statusnya sudah terakreditasi oleh KAN,” papar Zatil memberikan penjelasan kepada Gita dan Lukhi. Menutup rangkaian kegiatan selama tiga hari, dilakukan pemberian sertifikat sebagai bukti partisipasi aktif kedua staf dosen Universitas Ahmad Dahlan dalam Attachment Training. Saat dimintai kesan dan pesannya selama terlibat dalam kegiatan di Laboratorium P2 Kimia, Gita menyampaikan banyak ilmu dan pengalaman diperolehnya selama tiga hari di P2 Kimia. “Ini akan menjadi bekal untuk saya dan Lukhi dalam menjalani profesi sebagai dosen sekaligus peneliti di Universitas Ahmad Dahlan,” ungkap Gita memberikan kesannya. <sjw/ p2k>

Baca

P2 Kimia Terima Kunjungan Pimpinan dan Staf Dosen FMIPA Universitas Lambung Mangkurat


17 Januari 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Sebagai tindak lanjut dari penandatangan nota kesepahaman antara Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia) dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat (FMIPA-ULM), Rabu (17/01) salah satu pimpinan pada FMIPA-ULM beserta seorang staf pengajar Program Studi Kimia mengunjungi P2 Kimia di Serpong. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Dr. Eng. Agus Haryono, Kepala P2 Kimia. Selain para koordinator penelitian, hadir dalam diskusi tersebut para peneliti senior P2 Kimia diantaranya Prof. Dr. M. Hanafi dan Prof. Dr. S. Tursiloadi. “Saya ucapkan selamat datang kepada Dr. Abdul Gafur dan Dr. Sunardi dari FMIPA-ULM ke kantor sekaligus laboratorium penelitian kami di Kawasan PUSPIPTEK ini. Tentunya kami sangat senang mendapat kunjungan ini mengingat ini merupakan tindak lanjut dari apa yang sudah ditandatangani antara P2 Kimia dengan FMIPA-ULM tahun sebelumnya,” ujar Agus memberikan sambutan mengawali acara kunjungan tersebut. Kemudian Agus juga berharap supaya kerjasama ini dapat meningkatkan peran kedua institusi dalam kontribusinya terhadap pengembangan IPTEK. Dr. Abdul Gafur selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA-ULM juga menyampaikan harapan supaya penandatangan nota kesepahaman yang sudah dilakukan tidak berakhir sebatas di atas kertas. Gafur menginginkan agar ada kegiatan-kegiatan nyata sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani. “Kami berkunjung ke P2 Kimia dalam rangka silaturahmi dengan rekan-rekan peneliti di sini. Dengan diskusi dan melihat langsung aktivitas penelitian di P2 Kimia diharapkan ke depan kita dapat mensinergikan kegiatan-kegiatan penelitian kita. Bukan hanya sebatas mengirimkan mahasiswa tugas akhir ke sini, tetapi dapat terjalinnya kolaborasi penelitian antara peneliti di P2 Kimia dengan dosen di FMIPA-ULM,” Abdul Gafur memberikan penjelasan mengenai maksud dan tujuan kunjungan serta menyampaikan harapannya. Berikutnya rangkaian acara dilanjutkan dengan diskusi bersama peneliti P2 Kimia yang hadir dalam acara tersebut. Mengemuka dalam diskusi diantaranya kolaborasi penelitian terkait bahan alam mengingat Kalimantan Selatan merupakan daerah yang kaya dengan keanekaragam hayati. Prof. Hanafi selaku peneliti senior kimia bahan alam sangat menyambut baik apabila dapat dilakukan penelitian bersama untuk menggali potensi bahan alam yang ada di Kalimantan Selatan. “Saat ini P2 Kimia menekuni penelitian yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Oleh karena itu, kelompok penelitian kimia bahan alam coba menggali potensi tanaman yang mudah didapat dan dibudidayakan. Kolaborasi penelitian antara P2 Kimia dengan FMIPA-ULM akan sangat baik apabila dapat terealisasi. Ke depannya kita dapat berkomunikasi lebih lanjut dengan rekan-rekan dari FMIPA-ULM,” ungkap Hanafi yang juga merupakan profesor riset di P2 Kimia tersebut. Diskusi hangat pun terus berlanjut sampai menjelang istirahat siang. Setelah istirahat siang untuk makan dan sholat, Dr. Abdul Gafur dan Dr. Sunardi dipersilakan untuk berkeliling ke laboratorium dan fasilitas lainnya yang dimiliki P2 Kimia. Tidak lupa, guna mengabadikan acara kunjungan hari itu dilakukan sesi foto bersama. Mengakhiri kunjungan pada siang itu, kedua sivitas FMIPA-ULM pun pamit untuk melanjutkan kunjungan ke P2 Biomaterial di Cibinong pada hari berikutnya. <sjw/ p2k>

Baca

Jajaki Kerjasama Energi Terbarukan, Tim Research and Technology Center Pertamina Kunjungi P2 Kimia


15 Januari 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Tim dari Research and Technology Center PT. Pertamina (Persero) yang dikoordinasi oleh Chief of Renewable Energy Dev. Research, Nindiyo Caroko, bertandang ke P2 Kimia pada hari Senin (15/1). Tim yang terdiri dari tiga orang tersebut bermaksud menjajaki potensi kerjasama pengembangan energi terbarukan khususnya bioetanol generasi kedua. Saat ini kegiatan penelitian dan pengembangan bioetanol generasi kedua di P2 Kimia merupakan salah satu Pusat Unggulan Iptek yang telah dicanangkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sejak tahun 2017 lalu. Kedatangan rombongan disambut oleh Pembina Tim Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioetanol Generasi Kedua 2018, Prof. Dr. Yanni Sudiyani, Ketua Tim PUI, Muryanto, S.T. M.T. dan sejumlah tim peneliti bioetanol. Selain itu, turut hadir Kabid Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian, Dr. Yenny Meliana guna mendiskusikan konsep mekanisme kerjasama yang dapat dilakukan pada masa mendatang. “Kami saat ini tengah mencari berbagai potensi riset untuk mengembangkan energi terbarukan di Indonesia dan mengetahui bahwa P2 Kimia merupakan salah satu yang konsen dengan penelitian bioetanol berbasis lignoselulosa. Oleh karena itu, saya bersama rekan-rekan berinisiatif untuk berkunjung ke Serpong. Mudah-mudahan dari kunjungan ini, ke depan kita dapat melakukan kolaborasi dalam pengembangan energi terbarukan," ujar Nindiyo saat mengawali diskusi. Prof. Yanni menyambut baik rencana Pertamina tersebut. “Ini sangat sesuai dengan apa yang tengah kami lakukan di P2 Kimia,“ ungkap Prof. Yanni dalam saat memberikan sambutannya. Dijelaskan olehnya, saat ini penelitian bioetanol di P2 Kimia sudah sampai pada skala pilot plant. Penelitian yang dikembangkan merupakan bioetanol generasi kedua menggunakan limbah lignoselulosa seperti tandan kosong kelapa sawit. “Beberapa industri juga tengah menjajaki kerjasama komersialisasi hasil riset ini di Indonesia. Tentunya ini merupakan cita-cita kami para peneliti, supaya hasil penelitian kami dapat dimanfaatkan oleh stakeholder,“ sambungnya lebih lanjut. Acara di ruang rapat tersebut pun berlanjut dengan diskusi teknis terkait pengembangan bioetanol dan situasi terkini di tanah air. Diskusi berlangsung dengan hangat sehingga tanpa terasa waktu berjalan dengan cepat. Guna mengetahui apa yang sudah dikembangkan dan dicapai oleh P2 Kimia, Muryanto pun menawarkan kepada rombongan dari PT. Pertamina untuk mengunjungi pilot plant bioetanol. Tawaran tersebut pun disambut baik oleh Nindiyo dan rekan-rekan. Berikutnya, mereka dijelaskan langsung proses produksi bioetanol mulai dari pretreatment hingga distilasi. “Bioetanol yang didapatkan sesuai untuk pemakaian kendaraan bermotor di Indonesia,“ terang Sudiyarmanto, MT salah seorang anggota peneliti saat menerangkan proses produksi bioetanol menggunakan pilot plant P2 Kimia. Sesi diskusi pun akhirnya berlanjut antara rombongan dari PT. Pertamina dengan peneliti P2 Kimia di pilot plant bioetanol. Banyak hal yang mengemuka dalam sesi diskusi antara kedua belah pihak tersebut. Diharapkan, dari kunjungan ini dapat ditindaklanjuti dengan kerjasama penelitian dan pengembangan ke depannya. <aars/p2 kimia>

Baca

Semangat Baru 2018: Penganugerahan Peneliti Berprestasi, Sosialisasi SOP dan Manajemen Mutu Berbasis KNAPPP


12 Januari 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Mengawali lembaran baru di tahun 2018, Pusat Penelitian Kimia-LIPI (P2 Kimia) menggelar pertemuan dengan mengundang seluruh karyawannya. Bertempat di Ruang Rapat Besar lantai 2, acara diadakan pada hari Jum’at, 12 Januari 2018. Acara ini merupakan tindak lanjut kegiatan rapat pimpinan (rapim) yang diadakan 3 Januari 2018 dengan agenda penyusunan SOP, pergantian Tim PME (Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi) serta evaluasi capaian tahun 2017. Di samping para peneliti, hadir pula sejumlah pejabat struktural di acara tersebut. Selain itu, pada kesempatan tersebut juga dilakukan pre-launching penerapan sistem manajemen mutu berbasis Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP). KNAPPP merupakan panduan sistem manajemen mutu yang dikeluarkan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk diterapkan di instansi pemerintah yang bergerak dalam bidang penelitian dan pengembangan. “Kita sangat bersyukur, berkat kerja keras dan kerjasama semuanya, P2 Kimia memperoleh capaian memuaskan di tahun 2017,” ujar Kepala P2 Kimia, Dr. Agus Haryono sangat mengawali sambutannya. Dijelaskan oleh Agus, tahun 2017 P2 Kimia LIPI berhasil mencapai 22 paten dan rangking ke-4 se-LIPI dalam pelaksanaan anggaran tahun 2017. “Ini adalah suatu capaian yang membanggakan, sekaligus sebagai pertanggungjawaban kita kepada masyarakat dimana kita merupakan instansi penelitian yang dibiayai APBN. Harapannya kinerja yang baik ini dapat terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan untuk masa yang akan datang,“ ujar Agus lebih lanjut. Di samping itu, sejumlah peneliti juga berhasil mengukirkan prestasinya. Publikasi mereka berhasil menembus indeks Web of Science (Thomson Reuters/ Clarivate Analytics). Para peneliti tersebut diundang ke depan untuk menerima penghargaan. Mereka adalah Prof. Dr. M. Hanafi, Dr. Edi Iswanto Wiloso, Dr. Siti Nurul Aisyiyah Jenie, Dr. Ajeng Arum Sari, Dr. Adid Adep Dwiatmoko dan Dr. Sofa Fajriah. Kepala P2 Kimia secara simbolis memberikan ucapan selamat dan penghargaan kepada para peneliti tersebut. Sebagai informasi, setiap tahun, masing-masing peneliti P2 Kimia diwajibkan untuk mencapai target tertentu sesuai dengan jenjang fungsionalnya. Hal ini juga merupakan salah satu pertanggungjawaban kepada publik sejalan dengan penerapan reformasi birokrasi di LIPI. Ketidaktercapaian target sesuai dengan yang ditetapkan, memberikan konsekuensi kepada peneliti misalnya dengan diberlakukannya pemotongan tunjangan kinerja pada tahun berikutnya kepada peneliti yang bersangkutan. Usai penganugerahan penghargaan, acara dilanjutkan dengan sosialisasi SOP (prosedur operasi standar/ Standard Operating Procedure) dan pre-launching Manajemen Mutu KNAPPP yang diimplementasikan di P2 Kimia. SOP yang disosialisasikan antara lain SOP kegiatan penelitian, analisa kimia, penggunaan peralatan, perjalanan dinas, pengajuan berhalangan kerja dan sebagainya. Para peneliti tampak menyimak pembahasan yang diberikan dan beberapa kali mengajukan pertanyaan atas detail pelaksanaannya. “Diharapkan dengan diterapkannya sistem mutu berbasis KNAPPP ini, kualitas penelitian di P2 Kimia terus meningkat dan dapat terakreditasi tidak lama lagi,“ terang Dr. Galuh Widiyarti selaku koordinator Tim Penerapan Sistem Mutu KNAPPP. Dijelaskannya lebih lanjut, berbagai SOP di P2 Kimia telah dikaji dan diperbaiki guna memenuhi persyaratan sistem manajemen mutu penelitian KNAPPP. Akreditasi KNAPPP ini juga merupakan salah satu target capaian P2 Kimia sebagai Pusat Unggulan Iptek Bioetanol Generasi Kedua. <aars/p2 kimia, add: sjw>.

Baca

Menyapa Ujung Timur Indonesia, LIPI Goes to School Hadir di Madrasah Aliyah DDI Lampu Satu Merauke


13 Desember 2017

[Berita P2 Kimia, Merauke] Sebagai upaya pembinaan ilmiah terhadap generasi muda, LIPI Goes to School kembali diselenggarakan. Ada yang spesial dari pelaksanaan LIPI Goes to School kali ini karena sekolah yang didatangi berada di ujung timur Indonesia, tepatnya di Kabupaten Merauke. Sekolah tersebut yaitu Madrasah Aliyah (MA) Darul Da’wah Islamiyah (DDI) Lampu Satu Kabupaten Merauke. Acara yang merupakan kerjasama antara P2 Kimia dengan MA DDI Lampu Satu tersebut berlangsung pada Selasa (12/12/2017). Selain diikuti oleh siswa/siswi dan guru MA DDI Lampu Satu, kegiatan tersebut juga diikuti perwakilan dari siswa/siswi serta guru dari sekolah lain di Kabupaten Merauke bahkan seorang guru dari Kabupaten Boven Digoel.    Untuk mengawali acara, Umar Latifu, Kepala MA DDI Lampu Satu menyampaikan laporan penyelanggaraan LIPI Goes to School. Pria yang merupakan pengajar bahasa Inggris tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dirinya setelah sebelumnya mengikuti program yang diadakan oleh Kementerian Agama untuk guru-guru madrasah seluruh Indonesia di awal tahun 2017 yang lalu. “Awalnya saya bertemu dengan rekan-rekan dari LIPI yang menjadi narasumber acara di Kementerian Agama. Lantas, saya meminta kesediaan LIPI untuk berkunjung ke Merauke melalui program LIPI Goes to School. Alhamdulillah, Alloh SWT memudahkan ikhtiar kita bersama sehingga pada hari ini LIPI Goes to School hadir di Merauke, wilayah paling timur tanah air”, Umar menceritakan awal mula penyelenggaraan acara yang berlangsung hari itu. Berikutnya, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke diminta untuk menyampaikan sambutannya. Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke sangat mengapresiasi kegiatan LIPI Goes to School dan berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat siswa-siswi dalam belajar sains. Selanjutnya sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Yayasan DDI Lampu Satu. Ustaz Anwar dalam sambutannya menyampaikan ungkapan terimakasih atas perkenan LIPI mengunjungi Merauke. “Saya sangat berterimakasih kepada LIPI dalam hal ini Pusat Penelitian Kimia yang berkenan jauh-jauh berkunjung ke tempat kami, berbagi ilmu dengan guru dan siswa-siswi kami. Tentunya ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi murid-murid dan staf pengajar baik di MA DDI Lampu Satu maupun rekan-rekan dari sekolah sekitar,” ungkap Ustaz Anwar dalam sambutan singkatnya. Untuk mengenalkan LIPI dan program-program yang dimiliki terkait pembinaan imliah, Dr. Yenny Meliana selaku Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian P2 Kimia memberikan pemaparannya. “LIPI memiliki program tahunan yang bertujuan untuk menumbuhkan minat siswa-siswi maupun guru terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Kami memiliki PIRN, Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional yang tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-16 kalinya. NYIA, National Young Inventor Awards, sebagai ajang kompetisi para inovator muda. Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) yang merupakan ajang lomba kreativitas bagi guru dalam upaya pengembangan proses pembelajaran guna mempermudah pemahaman ilmu pengetahuan bagi para peserta didik. Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang menampilkan hasil penelitian remaja sekolah menengah (SMP/SMA/sederajat) di Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) dan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK). Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI), ajang kompetisi ilmiah bagi mahasiswa perguruan tinggi jenjang S1 dan usia maksimal 24 tahun yang memiliki ketertarikan penelitian di Bidang IPA, IPSK, dan IPT. Dan beberapa program lainnya,” papar Meli panggilan akrab wanita yang juga merupakan peneliti madya di P2 Kimia tersebut. Acara inti hari itu pun dimulai. Kegiatan pertama yaitu praktek pembuatan lotion anti nyamuk yang dibimbing oleh Melati Septiyanti, peneliti yang menggeluti bidang kosmetik. Siswa-siswi dan guru diberikan penjelasan tentang proses pembuatan lotion termasuk reaksi-reaksi apa saja yang berlangsung. Seluruh peserta sangat gembira setelah mereka berhasil membuat lotion dari campuran berbagai bahan-bahan yang disediakan oleh panitia. Menginjak kegiatan kedua yaitu praktikum pembuatan biodiesel dan sabun dari bahan minyak nabati. Kali ini Beuna Bardant, peneliti bidang teknologi proses mendemonstrasikan bagaimana cara membuat biodiesel dari bahan baku minyak sawit. Beuna memaparkan reaksi kimia apa yang berlangsung pada saat minyak sawit dicampur dengan metanol menghasilkan biodiesel. Juga bagaimana proses yang terjadi pada saat minyak sawit direaksikan dengan soda api sehingga menjadi sabun. Siswa-siswi dan guru yang hadir di acara LIPI Goes to School sangat antusias untuk belajar dan bertanya sehingga tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat. Menjelang pukul 4 sore WIT, acara LIPI Goes to School pun diakhiri dengan meminta kesan-pesan khususnya dari guru-guru peserta. Rura, salah seorang guru SMA negeri di Merauke menyampaikan kesan-pesannya mengikuti rangkaian kegiatan hari itu. “Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi saya selaku staf pengajar. Kami terinspirasi untuk menghadirkan kegiatan pembelajaran yang interaktif kepada siswa-siswi sehingga belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan. Secara pribadi saya sangat berterimakasih kepada MA DDI Lampu Satu yang sudah mengundang saya dan siswa-siswi. Juga kepada LIPI yang sudah datang memberikan ilmu kepada kami”, terang Rura saat memberikan kesan-pesannya terhadap kegiatan LIPI Goes to School. <sjw/p2k>

Baca

Kunjungi Serpong, Sivitas Universiti Sains Malaysia Berikan Kuliah Tamu dan Diskusi dengan Peneliti P2 Kimia


23 November 2017

[Berita P2 Kimia, Serpong] Pada Kamis (23/11/2017) P2 Kimia menerima kunjungan dari sivitas Universiti Sains Malaysia (USM), Dr. Jahangir Bin Kamaldin. Dr. Jahangir Bin Kamaldin merupakan senior lecturer dan lead advisor pada Advance Medical and Dental Institute di Universiti Sains Malaysia. Kehadiran beliau pada kesempatan tersebut yaitu untuk memberikan kuliah tamu dan diskusi dengan kelompok penelitian Natural Product and Phamaceutical Chemistry (NPPC) P2 Kimia. Kedatangan Dr. Jahangir Bin Kamaldin pada Kamis pagi itu disambut hangat oleh Dr. Yenny Meliana selaku Kabid. Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian (PDHP) P2 Kimia. Mengawali rangkaian kegiatan hari itu, acara dibuka oleh koordinator kelompok penelitian NPPC, Prof. Dr. M. Hanafi. Dalam sambutan pembukaannya, Prof. Hanafi sangat senang karena Dr. Jahangir Bin Kamaldin berkenan berkunjung dan berbagi ilmu serta pengalaman kepada kelompok penelitian NPPC. “Pertama-tama, saya ucapkan selamat datang kepada Dr. Jahangir Bin Kamaldin dan kolega dari Universiti Sains Malaysia. Kami sampaikan salam dari Dr. Agus Haryono, Kepala P2 Kimia karena beliau sedang mengikuti Diklat di LAN. Sebagai koordinator keltian, saya sangat berterimakasih atas kedatangan kolega dari Malaysia ke P2 Kimia. Saya berharap acara hari ini dapat menjadi sarana pertukaran informasi antara peneliti dari USM dan P2 Kimia. Tentunya ke depan harapannya kita dapat bekerjasama dalam pengembangan dan pemanfaatan tanaman-tanaman potensial sebagai herbal medicine seperti tema yang akan disampaikan oleh Dr. Jahangir Bin Kamaldin hari ini,” buka Hanafi sekaligus menyampaikan harapannya. Selanjutnya, acara inti pun dimulai, kuliah tamu dari Dr. Jahangir Bin Kamaldin dengan tema Green2Gold Programme: Sustainable Uplifting of Local Herbs towards Global Medicinal Products. Dalam presentasinya, Dr. Jahangir Bin Kamaldin menyampaikan tentang strategi yang sedang dirancang olehnya bersama tim dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan tanaman-tanaman lokal di Malaysia sebagai obat terstandar. Tentunya muaranya yaitu bagaimana upaya optimalisasi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita sebagai negara tropis sudah seharusnya bersyukur atas nikmat keanekaragaman hayati yang dimiliki. Tentunya menjadi tantangan bagi pemerintah kita untuk dapat mengoptimalkan potensi dari kekayaan alam tersebut. Apalagi dunia saat ini sudah sangat menyadari manfaat dari penggunaan bahan-bahan alami untuk obat-obatan. Obat-obatan sintesis mulai tidak disukai oleh masyarakat, termasuk masyarakat barat,” ungkap Jahangir dalam pembukaan kuliahnya. Melanjutkan pemaparannya, Dr. Jahangir Bin Kamaldin menyampaikan pandangan terkait strategi-strategi yang menjadi pemikirannya dalam upaya optimalisasi tanaman-tanaman berpotensi sebagai obat-obatan. Termasuk tantangan apa saja yang dihadapi oleh negara-negara yang konsen dengan upaya tersebut. Di akhir sesi, diskusi hangat pun berlangsung antara Dr. Jahangir Bin Kamaldin dengan para peneliti dari keltian NPPC P2 Kimia. Tidak kurang dari 25 peneliti P2 Kimia turut dengan antusias berpartisipasi aktif dalam kuliah tamu dan diskusi siang itu. Setelah acara pemaparan dan diskusi selesai maka dilanjutkan dengan penyerahan souvenir. Prof. M Hanafi mewakili P2 Kimia menyerahkan souvenir sebagai ucapan terimakasih kepada Dr. Jahangir Bin Kamaldin yang berkenan memberikan kuliah tamu di P2 Kimia.  Untuk menutup acara kuliah tamu dan diskusi hari itu, seluruh peserta melakukan foto bersama. Setelah istirahat siang, Dr. Jahangir Bin Kamaldin bersama koleganya dari Malaysia diajak berkunjung ke laboratorium dan fasilitas penelitian yang dimiliki P2 Kimia. <es/p2k, ed: sjw>

Baca

RCC LIPI Delegation Attended 15th ASEAN Food Conference in Vietnam


17 November 2017

[RCC News, Ho Chi Minh City] The 15th ASEAN Food Conference (AFC), themed "Food Science and Technology: Integration for ASEAN Economic Community Sustainable Development", was held in Sheraton Hotel and Tower of Ho Chi Minh City, Vietnam on 15-17 November 2017. Not less than 400 participants from more than 20 countries, consist of researchers, technologists, business professionals, students, stakeholders in the food industry, and food business owners and managers gathered for the conferences.  Among these participants, it was estimated that about 50 persons came from Indonesia, including delegation from Research Center for Chemistry (RCC), Indonesian Institute of Sciences (LIPI). “This conference introduces recent achievements in food science and technology to strengthen product innovation and connects scientists, managers, and businesses involved in the sector, “ said the Deputy Minister of Science and Technology Tran Quoc Tuan while addressing the opening ceremony.  During the first two-day of the event, discussions around food preservation, food nutrition, food security, food product development, etc. were conducted. As the Indonesian Focal Point for Sub Comittee on Food Science and Technology (SCFST) ASEAN COST, the Director of Research Center for Chemistry LIPI, Dr. Agus Haryono was also invited to attend this biennial conference. Agus brought delegation consists of four persons from research institution, universities and scientific professional society along with him. In addition, the dissemination division, coordinated by Dr. Yenny Meliana, also accompanied this delegation particularly to manage research promotion and cooperation. Researchers from RCC LIPI presented their researches on food science and technology in the poster and oral sessions. Dr. Anny Sulaswatty and Arief A.R. Setiawan, M.Eng had an oral session that introduced “Innovation Readiness Assessment of Surfactants for Food Processing in the Research Centre for Chemistry – Indonesian Institute of Sciences”. While Agus Haryono also presented a research result on “A Study on New Product Development of Food in R&D Institution using Quality Function Deployment (QFD) by Considering Life Cycle Perspective: Case of Research Center for Chemistry -Indonesian Institute of Sciences“. The other researcher, Agustine Susilowati, MM presented poster with the entitled “Fermentation Process Optimization of Soy Beans (Glycine soja L.) and Mung Beans (Phaseolus radiatus L.) using Rhizopus oligosporus-C1 and its Identification as Source of Natural Folic Acid for Functional Food”. In the second day of conference (16/11), Dr. Agus Haryono was acted as session chair of oral presentation in the Ball Room 1 of 3rd floor. There are 5 presenters including keynote speaker moderated by Agus, in the session themed “Food Physics & Chemistry”. The presenters came from various countries such as Japan, Vietnam, Malaysia, Phillippines, and Indonesia. The topics has arisen interestingly and invited further discussion, such as sythesis of fragrant compounds, characterization of Bread Fruit starch, risk assessment of plant food supplements, and detection of Borate. During the mid-afternoon, Agus and supporting delegation from RCC LIPI held a meeting with ASEAN delegation and Indian Delegation. This meeting is to discuss a cooperation initiative between India and ASEAN, focusing on food science and technology. This meeting was also attended by Head of Cooperation Subdivision of RCC LIPI, Sujarwo, who has prepared some promotion materials to distribute in the conference. After a couple of sessions had passed, the closing ceremony was held in the evening. In this event, some awards were given for best graduate student paper presentation, best food court and winner of food bowl competition.  Prof. Dr. Sc. Luu Dzuan, Vice President of Vietnam Association of Food Science and Technology then provided closing remarks and ceremonial turn over to the next host country, i.e. Indonesia. Prof. Dr. Rindit Pambayun, chairman of Indonesian Association of Food Technologist, come to the stages to receives the ASEAN flag. Rindit invited Prof. Dr. Nyoman Semadi Antara from University of Udayana Bali as the local host committee and Dr. Agus Haryono of RCC LIPI as the supporting committee for the next 16th Asean Food Conference 2019 in Bali, Indonesia. Having give some speech, Rindit and other hosts performed Indonesian welcome dance along with supporting delegation from RCC LIPI and other Indonesian participants. Dressing Balinese traditional costums, they perform the dance attractively. Accompanied with theme song “Gemu Famire/ Maumere”, this dance was to invite all participants to come to AFC 2019 in Bali. In the last day of the conference, participants visited food companies in the southern provinces of Binh Duong. They visited rice paper and rice processed products enterprise in Tien Giang and tea processing enterprise in Tay Ninh. <aars/p2k>

Baca

Rombongan Santri Pesantren Tahfidzh Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido Kunjungi P2 Kimia


14 November 2017

[Berita P2 Kimia, Serpong] Sebanyak 38 santri Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido, Sukabumi didampingi oleh 5 ustadz pengajar mengunjungi P2 Kimia pada Selasa (14/11/2017). Acara ini terselenggara melalui koordinasi antara Pesantren Daarul ‘Uluum Lido dan PUSPIPTEK. P2 Kimia dan Balai Bioteknologi BP2T menjadi instansi dalam kawasan PUSPIPTEK Serpong yang menjadi pilihan santri dalam kunjungan tersebut. “Adik–adik pasti sudah pernah dengar dong penamaan kimia seperti alkana, alkena dan alkohol. Tapi tahukah adik-adik, sebenarnya awalan 'Al' itu datang darimana?“ tanya Teuku Beuna Bardant M.Sc., mengawali diskusi untuk memancing minat para santri. “Awalan 'Al' itu datang dari awalan 'Al' dalam bahasa Arab yang serupa dengan awalan 'The' pada bahasa Inggris, 'Le' pada bahasa Perancis atau 'La' pada bahasa Spanyol. Mungkin mirip 'Si' dan 'Sang' dalam bahasa Melayu kita. Penamaan ini sebenarnya adalah warisan kekhalifahan islam yang mencerminkan kemajuan pemahaman ilmuwan muslim dalam ilmu kimia. Motivasinya adalah untuk menyempurnakan ibadah. Ilmuwan muslim meneliti cara menguji alkohol untuk bisa menentukan mana minuman halaal dan mana yang haram,” terang peneliti muda P2 Kimia itu di pelataran pilot plant bioethanol P2 Kimia. “Kami turut berbahagia menerima kunjungan para santri hari ini karena jarang ada pesantren yang mengunjungi lembaga penelitian seperti kami. Harapan kami, kunjungan ini bisa membangkitkan gairah adik adik untuk semakin menekuni ilmu pengetahuan bagi kemaslahatan manusia,” sambungnya. Para santri sempat diperkenalkan dengan program-program LIPI untuk remaja yaitu LKIR (Lomba Karya Ilmiah Remaja), NYIA (National Young Inventor Awards), PIRN (Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional), dan program teranyar yaitu LIPI Goes to School. Selanjutnya para santri secara bergiliran mengunjungi laboratorium-laboratorium P2 Kimia. Santriwan dan santriwati sangat antusias menanyakan kegunaan dan cara kerja instrumen analisa yang tersedia di P2 Kimia seperti Liquid Chromatography-Mass Spectrophotometer, Gas Chromatography, Bruener-Emmer-Teller Particle Analyzer dan Nuclear Magnetic Resonance Spectrophotometer. “Subhanallah. Kami sangat berterima kasih sekali dengan sambutan dan pengalaman yang kami dapatkan hari ini dari kunjungan ke P2 Kimia. Tujuan awal kami sebenarnya adalah untuk menjalin silaturahim dengan para peneliti dari LIPI. Harapan kami, kunjungan ini bisa menjadi pembuka jalan untuk kerjasama yang lebih bermanfaat di kemudian hari. Kami akan berusaha untuk lebih berpartisipasi pada program-program LIPI untuk remaja,” tutup Mulyadi, salah seorang ustadz yang mendampingi kunjungan santri sebelum berpamitan dan beranjak mengunjungi instansi selanjutnya. <TBB/p2k>

Baca
ZONA INTEGRITAS