: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Mempercepat Hilirisasi Obat Tradisional, P2 Kimia LIPI Adakan Temu Industri CPOTB


23 April 2019

(Serpong, Humas LIPI) Dengan tema “Pemanfaatan Fasilitas CPOTB untuk Produksi Obat Tradisional”, Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K - LIPI) menyelenggarakan temu industri pada Senin (22/04) untuk para praktisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) obat tradisional di Indonesia. Tepat pukul 09.30, acara dimulai dengan sambutan dari Plt. Kepala P2K - LIPI, Arthur Lelono, Ph.D. Dalam sambutannya Arthur mengharapkan masukan dari praktisi serta fasilitas CPOTB yang dimiliki P2K - LIPI bisa bermanfaat, tidak stagnan. “Semoga ide-ide baru bisa muncul agar produk-produk baru bisa keluar”, ujarnya. Pada acara diskusi dan pemaparan, Dr. Teni Ernawati memandu jalannya acara. Pemaparan dilakukan oleh Dr. Akhmad Darmawan dari P2K - LIPI dan Ajib Haryanto, ST dari Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PPII) - LIPI. Menurut Akhmad, tujuan CPOTB adalah percepatan hilirisasi hasil penelitian dan pengembangan bahan baku obat. LIPI berusaha membantu UMKM sesuai kapasitasnya. Skema yang tersedia bisa melalui kerja sama pemanfaatan fasilitas CPOTB. Ada peralatan pengujian dan standarisasi. Ajib menambahkan mengenai fungsi PPII - LIPI yakni intermediasi dan inkubasi. Beliau mengajak peserta untuk datang ke PPII untuk melihat hasil penelitian LIPI yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha. PPII siap membantu perusahaan rintisan dan UMKM antara lain untuk promosi dan mengembangkan merek. Dalam sesi diskusi, peserta dari industri tampak antusia berbagi pengalaman kesusksesan dan kendala dalam menjalankan usaha obat selama ini. Ning Harmanto dari PT Mahkotadewa menyebutkan bahwa kendala bagi UMKM adalah kebutuhan penelitian. Ning menceritakan bahwa pernah melakukan penelitian tetapi akhirnya hasil penelitiannya tidak diakui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Edo dari Nucleus Farma juga menambahkan bahwa bagi UMKM biaya riset dan pengembangan termasuk biaya yang mesti diperhitungkan untuk harga jual obat di pasaran. Sebagai moderator, Teni menyampaikan bahwa hasil dari diskusi ini akan disampaikian saat melakukan audiensi dengan BPOM mendatang. BPOM mendukung program 12 tanaman obat yang akan dibuat dalam bentuk fitofarmaka yang dimulai pada tahun 2019 ini. (ADL)

Baca

Menjadi Peneliti yang Beretika Bersama Forum Fungsional Peneliti


09 April 2019

(Serpong, Humas LIPI) Sejak pagi pukul 08.30 WIB, Selasa (09/04), ruang rapat lantai dua Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K - LIPI), ramai dihadiri oleh para peneliti LIPI dari kawasan Serpong. Mereka hendak menghadiri acara forum fungsional peneliti LIPI yang berjudul “Kode Etika dan Perilaku Peneliti”. Acara ini merupakan pertemuan ketiga dari Forum Fungsional Pusat Penelitian Teknologi Pengujian (P2TP) LIPI yang bekerjasama dengan Kedeputian Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) LIPI, P2K - LIPI, dan Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo). Pertemuan pertama diselenggarakan di P2TP dengan topik Pengenalan Riset LCA (life cycle assessment) dan pertemuan kedua kembali diselenggarakan di P2TP LIPI dengan topik Juknis Peneliti Terbaru. Tepat pukul 09.00 WIB, Ika Fitriana Hapsari selaku MC memulai jalannya acara. Deputi IPT LIPI, Dr. Agus Haryono memberikan kata sambutan kepada seluruh hadirin, termasuk Dr. Agus Fanar Syukri, Kepala P2TP - LIPI dan Dr. Arthur Lelono, Plt. Kepala P2K - LIPI. Dalam sambutannya, Agus mengungkapkan kebahagiaan jika nanti kedepannya, banyak terjalin kerja sama antar satker. Dalam sambutannya tersebut, beliau menyampaikan beberapa hal mengenai kegiatan peningkatan kompetensi pendidikan peneliti melalui program LIPI by research. Ada lima universitas dalam negeri yang telah menjadi mitra LIPI, yakni Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, dan Universitas Gadjah Mada. Rencananya akan ada penambahan universitas dari luar negeri yang berlokasi di Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, dan Australia. Menurut Agus, peneliti saat ini harus menjadi panutan atau teladan. Peneliti juga harus mandiri mencari partner dan mencari sumber pendanaan dari luar. Misalnya dari Ristekdikti atau LPDP (Lembaga Pengelola Dana Penelitian). Kesempatan melakukan post doctoral di luar negeri juga perlu bagi peneliti. Ada aturan terbaru yang saat ini sedang dibahas aspek hukumnya di BKHH LIPI, terkait kesempatan para peneliti untuk mengikuti kegiatan konferensi internasional di luar negeri dan dalam negeri. Dananya berasal dari anggaran Sestama. “Ada anggaran yang dipersiapkan, oleh karena itu, silakan para peneliti coba mengajukan, siapa cepat dia yang dapat”, tambahnya. Agus juga menyampaikan bahwa nanti layanan sains akan satu pintu. “Semua alat yang ada di LIPI akan dapat dimanfaatkan oleh semua dengan gratis”, jelasnya. Usai sambutan, Deputi IPT mengukuhkan pengurus Himpenindo Komisariat Puspiptek Serpong, dengan ketuanya adalah Dr. Haznan Abimanyu. Beberapa pengurus yang hadir turut maju ke depan. Saat ini setiap peneliti wajib menjadi anggota Himpenindo. Biaya keanggotaan akan dialokasikan oleh satuan kerja masing-masing. Menginjak ke acara inti, Dr. Haznan Abimanyu sebagai moderator memandu paparan presentasi dari Dra. Wati Hermawati, MBA. Seorang peneliti utama dari Pusat Penelitian Manajemen Kebijakan Iptek dan Inovasi. “Mengapa topik Kode Etika dan Perilaku Peneliti sangat penting?” tanya Wati di awal. “Karena topik ini berhubungan dengan dengan karir kita sebagai peneliti,” tambahnya. Sebagai peneliti yang merupakan insan yang memiliki tugas berpikir dan mencipta, kode etik menjadi pengendali agar mencegah terjadinya tindakan ketidakjujuran. Misalnya jika ada kasus plagiarisme. Penanganan untuk pelanggaran kode etik ini dilakukan oleh Majelis Etika Himpenindo. Di LIPI juga terdapat Komite Kode Etika, dengan Wati sebagai salah satu anggota komite tersebut.   Sepanjang acara, para peneliti diajak melihat contoh-contoh perilaku buruk pelanggaran kode etik. Contohnya pemalsuan data penelitian, pencurian hasil penelitian, dan penduplikasian temuan. Ada beberapa kasus yang pernah terjadi di Indonesia, yaitu duplikasi penelitian yang dipublikasi dalam jurnal, karena dicurigai keabsahan datanya, Komite Kode Etika Peneliti LIPI bertugas menangani kasus tersebut dan memberi sanksi tegas. Setelah melihat berbagai contoh kasus, peserta acara diharapkan dapat menerapkan prinsip dasar etika penelitian, yaitu menghormati harkat dan martabat manusia, berbuat baik, berlaku adil, sukarela, memenuhi persyaratan ilmiah bermanfaat, dan tidak membedakan perlakuan. Semoga peneliti dari LIPI, BPPT, BATAN, dan BSN yang mengikuti forum ini dapat menjadi contoh peneliti yang beretika di satkernya masing-masing. (ADL)

Baca

Melihat Aplikasi Ilmu Kimia, SMAN 4 Tangsel Kunjungi P2 Kimia - LIPI


04 April 2019

(Serpong, Humas LIPI) SMA Negeri 4 Tangerang Selatan mengadakan kunjungan Wisata Iptek di Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K - LIPI) di Gedung 452, Puspiptek, Serpong, Kamis (4/4). Kunjungan tersebut untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan di dalam kelas, yang kemudian diterapkan di lapangan. Sebanyak 16 orang siswa dan 5 orang guru pembimbing disambut secara terbuka oleh Dr. Sofa Fajriah, selaku Manajer Mutu, serta para staf P2 Kimia - LIPI. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil mengenai fasilitas dan keahlian lab puslit, dan diteruskan dengan kunjungan praktik laboratorium. Laboratorium yang dikunjungi adalah Lab Kimia Material dan Katalis, Lab Gas Chromatography-Mass-Spectrometry, Lab Bioetanol, dan Lab Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). “Secara konsep siswa sudah diajarkan di sekolah melalui pelajaran Kimia. Untuk aplikasinya kami ke Puslit Kimia - LIPI agar mereka lebih paham. Jadi bukan hanya teori, tetapi harus mengetahui aplikasinya seperti apa. Dengan begitu siswa memiliki pengetahuan dan kedepannya mereka mempunyai inisiatif dan terinspirasi akan memilih jurusan kimia,” tutur Mimid Indra Kosasih, selaku guru pembimbing. Beberapa peserta mengungkapkan bahwa mereka mendapat pembelajaran dari istilah-istilah baru di Puslit Kimia – LIPI. Mereka mengharapkan lain kali dapat ikut praktikum di laboratorium agar lebih menarik. Mereka juga menyatakan ketertarikannya untuk mengambil pendalaman Kimia di masa depan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain berkunjung ke P2 Kimia - LIPI, pada waktu yang bersamaan sebagian rombongan SMAN 4 melakukan kunjungan ke P2 Fisika - LIPI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yaitu Balai Besar Teknologi Konversi Energi - BPPT, Balai Bioteknologi - BPPT, dan Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan - BPPT. Sebelumnya seluruh rombongan menyaksikan selayang pandang Puspiptek di Pusat Informasi (PI) Kemenristekdikti. (HRD ed. ADL)

Baca

Kunjungan Wisata Iptek SMP Narada di P2 Kimia - LIPI


02 April 2019

(Serpong, Humas LIPI) Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K - LIPI) menerima kunjungan dari SMP Narada Kosambi Jakarta Barat di Gedung 452, Puspiptek, Serpong, Selasa (2/4/2019). “Kami memilih P2 Kimia – LIPI adalah untuk mengenalkan pada mereka tentang penelitian-penelitian di luar lingkungan sekolah, karena mereka pun sudah dikenalkan dengan melakukan beberapa penelitian di sekolah. Biarkanlah mereka untuk melihat dan mengenal penelitian yang sesungguhnya. Oleh karena itu, kami memilih di LIPI Serpong,” ungkap Kiki, guru pembimbing di sela-sela kedatangan. Rombongan yang berjumlah 29 orang siswa dan 2 orang guru pembimbing disambut baik oleh para personil P2K - LIPI. Dalam kunjungan ilmu pengetahuan ini, siswa dikenalkan fasilitas dan fungsi dari peralatan laboratorium yang ada di P2K - LIPI. “Setelah berkunjung ke laboratorium bioetanol, saya tertarik karena tidak hanya menggunakan alkohol, tetapi kami juga mengetahui proses pembuatan atau penyulingan limbah kelapa sawit yang akhirnya menjadi etanol,” ujar Kiki yang juga English Teacher di Narada School. Selain berkunjung ke P2K – LIPI, pada waktu yang bersamaan sebagian rombongan SMP Narada melakukan kunjungan ke P2 Fisika – LIPI, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yaitu Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca - BPPT, dan Balai Bioteknologi – BPPT. Sebelumnya seluruh rombongan menyaksikan selayang pandang Puspiptek di Pusat Informasi (PI) Kemenristekdikti. (HRD ed. ADL)

Baca

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Kunjungi P2 Kimia - LIPI


01 April 2019

(Serpong, Humas – LIPI) Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K – LIPI) menerima kunjungan dari Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta di Gedung 452, Puspiptek, Serpong, Kamis (28/3). Kunjungan tersebut untuk menambah pengetahuan serta pengalaman yang di dapat dijadikan sumber pengetahuan di masa yang akan mendatang. Dalam kunjungan USD ini para mahasiswa diputarkan company profile tentang P2 Kimia – LIPI, kemudian  rombongan 50 orang mahasiswa dan 3 dosen pembimbing berkesempatan mengunjungi laboratorium. Vicki, selaku dosen pembimbing, menyampaikan bahwa USD mempunyai kegiatan workshop dan benchmarking ke industri kimia dan pusat penelitian. “Untuk pusat penelitian, kami memilih LIPI di Puspiptek”, ujarnya. “Kami memiliki mata kuliah pada semester ini, dan salah satu kegiatannya kita melakukan fieldtrip. Fieldtrip-nya itu mengunjungi pusat industri dan pusat penelitian,” terang Vicki. “Jadi selain kuliah teori, ada juga kuliah di lapangan. Aplikasi ilmu kimia itu kalau di bidang penelitian itu bagaimana, di bidang industri itu bagaimana,” ujar dosen program studi Kimia USD tersebut. Dalam kunjungan ini, para mahasiswa tampak bahagia dan antusias atas apa yang disampaikan oleh para peneliti dan staf laboratorium. Beberapa mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan USD menyampaikan bahwa peralatannya di P2K – LIPI sudah bisa menunjang sebagai pusat riset di Indonesia. Mereka menyatakan terinspirasi dan termotivasi serta berharap dapat kembali ke P2K – LIPI. Kedepannya, peluang kerja sama antara USD dan P2K – LIPI di bidang pendidikan dan riset kimia terbuka lebar. (HRD ed. ADL)

Baca

Mengenal Peralatan Laboratorium, Balai Diklat PMB-Kemendag Kunjungi P2 Kimia-LIPI


29 Maret 2019

(Serpong, Humas LIPI) Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia - LIPI) menerima kunjungan dari Balai Diklat Penguji Mutu Barang - Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perdagangan (BDPMB - Pusdiklat Perdagangan) di Gedung 452, Puspiptek, Serpong, Kamis (28/3). “Untuk meningkatkan wawasan peserta pelatihan, kami bermaksud mengadakan kegiatan kunjungan ke laboratorium P2 Kimia - LIPI,” ujar sesi program kegiatan, Hadi Barry Rahmatulah, saat memberikan sambutannya. Kunjungan dengan 20 orang peserta diklat dan 5 orang pendamping ( 1 widyaswara, 2 penyelenggara, 2 seksi program) diterima oleh Andreas, M.Si., yang juga merupakan pengajar diklat di PMB. Kemudian pengunjung disuguhi dengan tayangan video profil Puslit Kimia–LIPI yang mencakup fasilitas dan kemampuan, juga berbagai kegiatan penelitian. Andreas menginformasikan bahwa dengan infrastruktur yang baik sejak tahun 2015, P2 Kimia membuka kerja sama, magang, melanjutkan S2, melakukan penelitian, dan sebagainya dengan seluas-luasnya. Usai perkenalan, peserta diajak meninjau ke Lab Gas Chromatography-Mass Spectrometry, Lab High Performance Liquid Chromatography, dan Lab Liquid Chromatography-Mass Spectrometry. Acara dilanjutkan dengan diskusi bersama dengan Andreas dan para peserta diklat. Saat sesi tanya jawab dengan BDPMB - Kementerian Perdagangan tersebut, mereka ingin tahu mengenai riset unggulan LIPI. Sekarang untuk bidang energi, LIPI mempunyai riset unggulan memproduksi bioetanol generasi ketiga. LIPI berusaha menjawab bagaimana cara untuk menggeser konsumsi bahan bakar fosil yang tidak bisa diperbaharui. Selain itu, LIPI menjalankan riset unggulan mengenai pangan fungsional. Sebagai contoh, bahan baku yang digunakan adalah teh, kakao, mocaf, manggis, dan tripang. Mocaf yang difokuskan adalah dari singkong yang kaya akan karoten. Sekarang banyak produk-produk Mocaf hasil penelitian LIPI dalam hal ini di bawah Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna – LIPI yang ada di Subang. Pada kesempatan yang sama, Hadi menjelaskan kunjungan Peserta Diklat Jabatan Fungsional Penguji Mutu Barang Kategori Keahlian ke P2 Kimia ini merupakan program terbaru guna mengenalkan  peralatan yang digunakan di laboratorium. Karena pekerjaan PMB sangat variatif baik itu kalibarasi, SNI-nya, mapun produk. Sebelumnya, rombongan berkunjung ke Satuan Standar Satuan Ukuran – Badan Standardisasi Nasional (SSSU – BSN),  dan Metrologi Kimia – BSN. Salah satu peserta senang berkunjung ke P2 Kimia LIPI. Menurutnya laboratorium sangat baik, alat-alatnya sangat banyak dan bagus. “Saya melihat dari kerapian dan tata letak di laboratoriumnya sangat baik. Mungkin kedepannya kami bisa mengetahui tentang CIMS (chemical inventory management system) dari proses awal, preparasi sampel, pelaksanaan, hingga pengolahan datanya”, ujarnya. (HRD ed. ADL)

Baca

Kuliah Tamu Warwick University di Puslit Kimia LIPI


28 Maret 2019

(Serpong, Humas LIPI) Pada Selasa (26/03) Ruang Rapat lantai dua Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K - LIPI) tampak dipadati oleh peneliti, research assistant, dan mahasiswa tugas akhir. Mereka pada hari itu mendapat kuliah tamu dari seorang doktor asal Warwick University, Inggris, yaitu Dr. Tara Schiller. Tara yang baru beberapa jam sebelumnya tiba di Indonesia menyampaikan presentasi yang berjudul “Soft Matter Characterisation – from Polymers to Biological Tissue”. Acara tersebut berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 11.30 WIB dengan Dr. Athanasia Amanda Septevani sebagai moderator dari keltian Polimer. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh partisipan dapat dijawab dengan baik oleh Tara. Di penghujung acara, Amanda menyerahkan kenang-kenangan kepada Tara dan diakhiri dengan sesi foto bersama dengan seluruh partisipan. Seusai acara, Tara diajak mengunjungi pilot plant bioetanol generasi dua dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Amanda menunjukkan bahan baku TKKS yang dijadikan material penelitian nanoselulosa. Nantinya material tersebut akan dikembangkan bersama Warwick University. (ADL)

Baca

Kunjungan Wisata Iptek SMAI Sabilillah Malang di P2 Kimia - LIPI


27 Maret 2019

(Serpong, Humas – LIPI) Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia – LIPI) menerima kunjungan dari SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School di Gedung 452, Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (27/3/2019). Kunjungan ini dilaksanakan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan bagi kalangan pelajar selaku generasi penerus bangsa. Kedatangan 32 orang siswa dan 4 orang guru pembimbing dimulai dengan penayangan video profil P2 Kimia – LIPI, kemudian acara dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium. Drs. M. Khoiron, selaku Waka. Kepengasuhan menyampaikan bahwa untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang ada di sekolah, di sini dapat melihat secara langsung dari ‘anak-anak yang sudah berhasil’, setelah siswa termasuk guru-guru sudah belajar secara teoritis di sekolah. “Semoga dii sini pengembangannya lebih luas, sehingga lebih menarik, lebih menghasilkan manfaat bagi masyarakat serta bisa diterapkan di jenjang yang lebih tinggi,” harap Khoiron. “Kami sangat puas atas penyampaiannya, sebetulnya harus banyak waktu di sini. Tahun berikutnya mungkin akan kami jadwalkan lebih lama di sini agar kami mengetahui semuanya,” tutupnya. Salah satu siswa juga mengungkapkan bahwa kunjungan ini sangat baik, membuka wawasan untuk siswa-siswa SMA yang berminat menjadi calon peneliti. Jika praktik langsung, bisa dapat wawasan yang lebih nyata. Selain berkunjung ke P2 Kimia – LIPI, pada waktu yang bersamaan sebagian rombongan SMAIS Sabilillah melakukan kunjungan ke P2 Fisika – LIPI, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yaitu Balai Besar Teknologi Konversi Energi – BPPT dan Pusat Balai Bioeknologi - BPPT. Sebelumnya seluruh rombongan menyaksikan selayang pandang Puspiptek di Pusat Informasi (PI) Kemenristekdikti. (HRD ed. ADL)

Baca

4th Meeting on Strategic Collaboration in Herbal R&D between RCC - LIPI and IPPT - USM


26 Maret 2019

(Serpong, Tangerang Selatan) RCC - LIPI and IPPT - USM conducted a 4th Meeting on Strategic Collaboration in Herbal R&D on March, 25-26th. The meeting began with a collaboration overview that had been carried out at the previous meeting, followed by product target material to be targeted by RCC-LIPI product targets in accordance with GLP and GMP procedures by taking European pharmacopoeia reference standards. Furthermore they made a draft proposal together. The project aims to pioneer as the first facility to produce medical grade ingredient for anti-hypertension supplements by: Manufacturing the medical grade ingredient of Morinda citrifolia L. by using authenticated botanic materials complying the international standard of EU GACP. Manufacturing the ingredient by using proprietary techniques that yield high purity of bioactive under high level of hygiene of Medical Grade environment of the ICH GMP for supplement that make the ingredients free from pesticide residue, heavy metal, adulterants and microbial contaminant. Manufacturing the ingredient that is certified of its bioactive contents by ISO/IEC 17025 accredited chemical testing laboratory. The manufactured ingredient is evaluated for long-term safety for repeated consumption by OECD-GLP test facility. The manufactured ingredient is evaluated for anti-hypertension effectiveness for consumption via dietary intervention by OECD-GLP test facility. GMP Facility of RCC - LIPI The GMP facility of Research Center of Chemistry – Indonesian Institute of Sciences (LIPI) located at Puspiptek, Serpong, with an area of 1200 m2 consisting of two floors, 1st floor is intended for GMP processes while the 2nd floor is intended for product quality testing laboratories. The construction of the GMP facility was designed and realized after consultation with National Agency of Drug and Food Control (BPOM) including the design and arrangement of the space, in such a way that later the facility would meet the requirements for the methods of making good drugs. This facility was inaugurated on November 19, 2018. The GMP facility at LIPI is equipped with two extractor tanks capacity @ 100 L, the production process starts from mixing, granulating, to packaging (capsule and sachet). The quality assurance facility consists of a physical chemistry laboratory, microbiology, HPLC, and TLC Scanner. In addition to quality assurance facilities, GMP facilities are also equipped with R & D formulation laboratories and chemical laboratories. The availability of these facilities is expected to produce products to ensure the quality produced so that the resulting products are expected to be following BPOM requirements for registration. The function of the GMP facility at LIPI:  Accelerating downstream results of research and development of raw materials for traditional Indonesian-based medicines. With the complete facility of GMP, the research results are expected to be more easily transferred to industry compared to only laboratory development.  Incubation or cooperation agreement with industry parties. The GMP facility will enable to facilitate industry needs in terms of process optimization or product testing.  Clinically related research or investigative drug manufacturing for clinical trials where the need for making preparations is carried out at the GMP facility (BPOM Regulation No. 13 of 2018, Annex 6 concerning the manufacture of investigative drugs for clinical trials).

Baca

Toray Group Mengajak Lembaga Penelitian Berkontribusi Memecahkan Permasalahan Global


22 Maret 2019

(Humas, Serpong) Dalam kegiatan kunjungan Toray Group ke Serpong pada Jumat (22/3), perwakilan Toray yakni Dr. Hasanudin Abdurakhman dan Hisashi Nishi (PT Toray Industries Indonesia) serta Kazuki Shigeta, Ph.D dan Dr. Tetsuya Tsunekawa (Toray Industries, Inc.) ingin bertukar pikiran mengenai topik riset dengan manajemen dan peneliti dari Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K - LIPI) dan Balai Teknologi Polimer – Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BTP-BPPT). Toray Group dengan slogan “Innovation by Chemistry” merupakan perusahaan asal Jepang yang berfokus untuk melakukan inovasi mengatasi permasalahan dunia, seperti krisis air bersih dan masalah lingkungan hidup. Dengan salah satu inovasi materialnya, Toray berupaya memecahkan masalah krisis air melalui teknologi yang dapat mengekstrak air laut menjadi air minum. Dengan teknologi membran osmosis balik, garam dari air laut dapat menghasilkan air tawar. Teknologi ini juga dapat mengatasi masalah air limbah. Plt. Kepala P2K – LIPI, Arthur Lelono, Ph.D memaparkan fasilitas laboratorium CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik), yang dapat dimanfaatkan untuk produksi obat tradisional yang berstandard dan pilot plant bioetanol generasi dua yang menghasilkan etanol untuk alternatif bahan bakar. Sementara Kepala BTP -BPPT, Ir. F.M. Erny S.A. Soekotjo, M.Sc menjelaskan inovasi komposit yang diaplikasikan untuk peredam suara dan rumah ramah gempa.  Toray melalui ITSF (Indonesia Toray Science Foundation), telah turut berkontribusi untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa melalui bidang sains dan teknologi. Yayasan ini memberikan bantuan dana kepada ilmuwan atau peneliti yang berprestasi dari berbagai bidang riset. Peneliti P2K – LIPI yang hadir adalah Dr. Athanasia Amanda Septevani, Dr. Nino Rinaldi, Dr. Dieni Mansur, Dr. Sofa Fajriah, dan Evi Triwulandari, M.Si sementara dari BTP-BPPT adalah Dr. Chandra Liza. Dalam diskusi, salah satu topik yang ditanyakan Dr. Amanda adalah mengenai pencemaran sungai Citarum. Dr. Hasanudin menjawab bahwa hal itu bisa dengan teknologi membran. Diharapkan di masa datang Toray dan lembaga penelitian dapat memperbesar kontribusi untuk memecahkan masalah yang ada di masyarakat dengan solusi teknologi yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing. Setelah sesi presentasi dan diskusi, rombongan meninjau fasilitas laboratorium yang ada di P2K – LIPI dan BTP – BPPT. (ADL)

Baca

Berwisata Iptek, SMAIT Buahati Islamic School Kunjungi Pusat Penelitian Kimia LIPI


15 Maret 2019

(Humas, Serpong) Pusat Penelitian Kimia (P2K) LIPI menerima kunjungan dari SMA Islam Terpadu (SMAIT) Islamic School Cipayung – Jakarta Timur di Gedung 452, Kawasan Puspiptek,Tangerang Selatan, Kamis (14/3). Kunjungan SMAIT Buahati dimaksudkan untuk menambah ilmu pengetahuan dan melihat langsung kegiatan kimia di laboratorium.   Kedatangan rombongan disambut oleh Dr. Sofa Fajriah, selaku Manajer Mutu Laboratorium. Dr. Sofa mengucapkan selamat datang di P2 Kimia – LIPI. Sebagai pembuka acara, siswa-siswi ditayangkan video profil mengenai fasilitas dan bidang keahlian P2K. Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium, yakni Lab Kimia Material dan Katalis; Lab GC – MS; Lab HPLC dan LC – MS/MS; Lab NMR; dan Lab Bioetanol.   1. Lab Kimia Material dan Katalis, lab ini mengembangkan material berbasis senyawa kimia dan menggunakan proses kimia. Aplikasi dari material yang dikembangkan adalah untuk proses katalis dan sistem deteksi. 2. Lab Gas Chromatography – Mass Spectrometry (GC-MS) merupakan alat dengan metode yang mengkombinasikan Kromotografi Gas untuk menganalisis senyawa organik dengan metode pemisahan berdasarkan waktu retensi dan Spektrometri Massa berdasarkan perbandingan massa terhadap muatan. 3. Lab High Performance Liquid Chromatography (HPLC) merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui jumlah senyawa – senyawa yang ada pada sampel dengan metode pemisahan cair. Sedangkan Lab Liquid Chromatography – Mass Spectrometry (LC-MS) merupakan alat dengan metode yang mengkombinasikan Liquid Chromatography untuk menganalisis kemungkinan senyawa  apa saja yang ada di dalalam sampel dengan metode pemisahan berdasarkan waktu referensi dan berat molekul). 4. Lab Nuclear Magnetic Ressonance (NMR) merupakan laboratorium untuk menentukan struktur molekul dari komponen alami dan sintetik). 5. Lab Bioetanol merupakan laboratorium untuk penelitian dan pengembangan produksi bioetanol khususnya generasi kedua yang berbahan baku Biomassa Lignoselulosa.   Sebanyak 15 orang siswa dan 2 orang guru pendamping dari sekolah tersebut tampak tertarik melihat langsung fasilitas dan bidang keahlian lab di Puslit Kimia. Para siswa bersemangat menyimak penjelasan dari para peneliti di tiap lab. Kharisma Safitri Siregar, M.Sc selaku guru pembimbing menyampaikan bahwa murid-muridnya akan memiliki dasar pengetahuan tentang aplikasi kimia itu dalam keseharian. Bagaimana dunia kerja di bidang ilmu pengetahuan kimia. Manfaatnya akan memudahkan siswa yang bila setelah lulus SMA, dapat memilih jurusan kimia sesuai minatnya.   Ketika ditanya pendapatnya mengenai kunjungan di P2K, Kharisma berpendapat "fasilitasnya lengkap, walaupun ada beberapa hal yang belum kami mengerti, tetapi setelah dijelaskan lebih spesifik, kami cukup paham. Juga saat siswa-siswa bertanya, alhamdulillah, penjelasannya sangat membantu kami,” imbuhnya.   Salah satu siswa dari SMA Buahati mengungkapkan, “yang menyampaikan penjelasan baik, sehingga kami mudah memahami apa yang dijelaskan. Mungkin yang perlu ditambah adalah kami bisa diberi contoh cara menggunakan alatnya. Bisa juga saat menjelaskan menyalakan alatnya, jadi kondisi alatnya running."   Selain berkunjung ke Puslit Kimia – LIPI, pada waktu yang bersamaan sebagian rombongan SMAIT Buahati melakukan kunjungan ke Pusat Penelitian Fisika – LIPI, dan Bioteknologi – BPPT. Sebelumnya seluruh rombongan disambut dan menyaksikan selayang pandang Puspiptek di Ruang Auditorium Gedung Pusat Informasi serta penukaran cenderamata. (HRD/ ed. ADL)

Baca

Jalin Kerja sama, Murata Co. Kunjungi Laboratorium LIPI Kawasan Serpong


04 Maret 2019

(Humas, Serpong) LIPI kawasan Serpong menerima kunjungan dari Murata Co. Jepang di Gedung 452, Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) LIPI (Senin, 4/3/2019). Kunjungan yang terdiri dari Yasumichi Nakamura dan Takeshi Kataya (Murata Jepang), serta Manabu Yano dan Winson Khoo (Murata Singapura) bermaksud untuk melakukan riset dan ingin mengetahui riset yang sejalan dengan Murata. Kunjungan Murata bersama perwakilan Pusat Pengembangan Inovasi dan IPTEK (PPII) LIPI disambut oleh para pimpinan satuan kerja (satker) LIPI Serpong dan para peneliti, beserta tim kawasan Humas dan Kerja sama. Di awal acara, Plt. Kepala Pusat Penelitian Kimia – LIPI, Raden Arthur Ario Lelono, Ph.D. mengucapkan “selamat datang di LIPI kawasan Puspiptek - Serpong, terima kasih atas kehadirannya”. Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi profil tiap satker. Dr. Arthur menyampaikan profil P2K – LIPI yang kegiatan penelitiannya antara lain Catalysis and Material Chemistry, Biomass Energy, Polymer Chemistry, Analytic and Environment Chemistry, Food Chemistry, Natural Product Chemistry, Medical Chemistry, dan Technology Process Engineering.  Kepala satker P2 Fisika – LIPI, Dr. Rike Yudianti, menjelaskan bahwa puslit Fisika mempunyai kelompok penelitian Bahan Magnetik dan Keramik Maju, Material Berketahanan Tinggi, Baterei Lithium dan Superkapasitor, Fuel Cell dan Teknologi Hidrogen, Teknologi Laser, Optoelektronik dan Instrumentasi, Geofisika, Fisika Teori, dan Fisika Komputasi.  Kepala satker P2 Metalurgi dan Material – LIPI, Dr. Ing. Andika Widya Pramono, M.Sc. memaparkan presentasi tentang Development of Graphene – Metal Nanoparticles Based Nanomaterial for Biosensor dan Result of The Research Synthesis and Characterization.  Kepala P2 Teknologi Pengujian – LIPI, Agus Fanar Syukri, Ph.D., menginformasikan bahwa puslit baru saja berdiri per 1 Januari 2019, yang sebelumnya bernama Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2SMTP). P2TP - LIPI mempunyai kelompok penelitian Eletromedical, Electrical and Electronic, Electromagnetic Compability, dan Quality Management. Perkenalan lalu diteruskan dengan presentasi dari Murata. Murata telah menghasilkan produk kapasitor, induktor, IC – perangkat pengaturan waktu, perangkat daya, produk nirkabel, dan alat desain. Firman Tri Ajie, dari PPII – LIPI menjelaskan tidak berusaha menjual dari produk Murata, tetapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan bersama. Seperti Murata melakukan semacam penemuan produk, maka produk itulah yang bisa kita manfaatkan. Kemudian dari hasil penelitian LIPI selama bisa ada potensi untuk dikerjasamakan dengan Murata. Acara tersebut dilanjutkan dengan diskusi dan diakhiri dengan kunjungan ke laboratorium-laboratorium LIPI Serpong, yakni Lab Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) – P2K LIPI. CPOTB dilengkapi tidak hanya serangkaian peralatan untuk memproses mulai dari bahan baku hingga produk obat tradisional, tetapi dengan lab untuk menjamin mutu yang dihasilkan. Dilanjutkan dengan Lab di P2F – LIPI yaitu Lab Optoelektronik, lab yang berbasis interaksi antara cahaya dan suatu objek dan device yang merupakan interface antara optik dan elektronik; Lab Laser, lab yang mengembangkan aplikasi laser diantaranya untuk sistesis dan deteksi material. Lokasi terakhir adalah Lab P2TP – LIPI, yaitu Lab Electromagnetic Compatibility (EMC). EMC adalah kemampuan peralatan, perangkat atau sistem berfungsi secara baik dalam lingkungan medan elektromagnetik tanpa menunjukkan adanya gangguan-ganguan yang menyebabkan berkurangnya kinerja peralatan, perangkat atau sistem tersebut; dan Lab Elektromedis, lab jaminan mutu dan jaminan keselamatan, terkait persyaratan mendasar yang wajib dipenuhi agar suatu produk dapat bersaing dengan produk dari luar dan aman digunakan oleh masyarakat pengguna. (HRD/ ed. ADL)

Baca

Kunjungan Wawancara Tentang Lingkungan SD Al-Jabr Islamic School


26 Februari 2019

(Humas, Serpong) Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K - LIPI) pada Rabu (26/03) mendapat kunjungan empat siswa SD Al-Jabr Pondok Labu, Jakarta Selatan untuk melakukan wawancara dengan peneliti di bidang Teknologi Lingkungan. Mereka adalah Aldo Adrian Satyawardhana, Dzakka Akhdan Fidzli, Galang Kai Ajala Kartowisastro, Redya Anjani Shalimafala Reinarto. Kedatangan empat siswa yang cakap berbahasa Inggris yang didampingi dua ibu guru mereka telah membuat Andreas, M.Si, peneliti P2 Kimia LIPI sibuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.  Para siswa bergantian bertanya diantaranya, “apakah teknologi yang telah diteliti untuk menghindari polusi lingkungan?” Andreas menjawab, “etanol adalah salah satu alternatif untuk mengatasi polusi lingkungan, karena dengan memanfaatkan limbah tanaman yang tidak terpakai seperti tandan kosong kelapa sawit, bisa diubah menjadi etanol, yaitu suatu bahan tergolong alkohol yang bisa dimanfaatkan untuk pengganti bensin”. Para siswa dan guru melanjutkan kunjungan ke pilot plant proses pembuatan bioetanol dari tandan kosong kelapa sawit sebagai pembuktian penelitian telah dilakukan. Para siswa tersebut walaupun masih siswa sekolah dasar sangat termotivasi untuk mengetahui teknologi dari ilmu kimia yang bisa diterapkan sehari-hari, seperti mereka tentang fermentasi pembuatan tape. Andreas pun dengan senang hati melayani wawancara para siswa sekolah dasar yang cerdas dan antusias tentang teknologi di bidang lingkungan. (ES/ed. ADL)

Baca

Tahun 2019, Struktur & Redistribusi Baru: P2 Kimia Gelar Sosialisasi ke Karyawan


21 Januari 2019

[Berita P2 Kimia, Serpong] Di awal tahun baru 2019, terjadi perubahan struktur organisasi, kepengurusan dan redistribusi karyawan di P2 Kimia LIPI. Perubahan ini sebagai bagian dari reformasi organisasi yang dilakukan di seluruh struktur LIPI.  Sosialisasi dilakukan melalui kegiatan bersama seluruh karyawan pada hari Jum’at (11/11) di koridor tengah gedung 452. “Kegiatan ini juga sebagai pisah sambut kepengurusan struktur yang lama dan struktur baru“ terang Dr. Agus Haryono, Kepala P2 Kimia. “Semoga reformasi ini akan semakin meningkatkan kinerja seluruh sivitas, “ imbuhnya. Struktur lama P2 Kimia LIPI terdiri dari 1 Kepala P2 Kimia, 3 Kepala Bidang/Bagian (Tata Usaha, Sarana Penelitian, Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian) dan 7 Kepala Sub Bidang/Bagian. Di struktur yang baru terdiri dari 1 Kepala P2 Kimia, 1 Kepala Bidang (Pengelolaan Penelitian) dan 1 Kepala Sub Bagian (Tata Usaha). Acara diisi dengan sambutan/tanggapan baik dari manajemen lama maupun manajemen baru. Manajemen baru terdiri dari Dr. Agus Haryono (tetap sebagai Kepala P2 Kimia), Dr. Arthur A. Lelono (Kabid Pengelolaan Penelitian, sebelumnya adalah Kabag Tata Usaha) dan Dini Chandra Sekar (Kasubbag TU, sebelumnya dari P2 Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian, P2 SMTP LIPI). Di samping itu, terjadi sejumlah promosi dan mutasi karyawan P2 Kimia. Dr. Agus Haryono juga ditetapkan sebagai Plt. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI. Sementara Sujarwo yang sebelumnya Kasubbid Diseminasi dan Kerjasama P2 Kimia, diangkat menjadi Kasubbag TU di P2 SMTP. Beberapa pejabat lain juga masih dalam proses untuk ditetapkan menjadi Koordinator Pengelolaan Sarana Prasarana, Humas dan Diseminasi LIPI di Kawasan Puspiptek. Selain perubahan struktur pejabatnya, reformasi organisasi juga ditandai dengan redistribusi karyawan. Seiring dengan hilangnya struktur organisasi bidang pengelolaan dan diseminasi penelitian, tata usaha dan sarana penelitian, maka karyawan yang semula berada di bawah bidang tersebut dipindah ke satuan kerja lain atau sebagai staf pengelola kawasan puspiptek. Usai acara sambutan, kegiatan selanjutnya adalah tanam pohon. Kepala P2 Kimia turun langsung bersama para peneliti dan karyawan untuk melakukan penanaman pohon bersama-sama. Penanaman pohon dilaksanakan di kebun di sebelah gedung P2 Kimia. <aars/p2k>

Baca

Rombongan Kedutaan Jerman Jajaki Kolaborasi Riset di P2 Kimia


15 Januari 2019

[Berita P2 Kimia, Serpong] Mengawali tahun 2019, Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) mendapat kehormatan kunjungan dari Kementerian Federal Pendidikan dan Penelitian (BMBF), Republik Federal Jerman. Sekitar 13 delegasi hadir mewakili intitusi Jerman baik itu lembaga penelitian (Julich dan Franhaufer), serta perguruan tinggi (TU Clausthal, TU Bergakademie Freiberg, dll). Kunjungan bertempat di ruang rapat P2 Kimia pada hari Selasa (15/1). Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh P2 Kimia sebagai tuan rumah, tetapi juga dihadiri oleh Pusat Penelitian Fisika (P2 Fisika) dan Pusat Penelitian Metalurgi (P2 Metalurgi). Kunjungan kali ini bertujuan untuk membuka peluang kerjasama kolaborasi riset German-Indonesia dalam berbagai aspek: ekonomi, kebijakan, kimia, material sains, dan lingkungan. Sebagai pembuka, Dr. Arthur A. Lelono selaku Kepala Bidang Pengelolaan Penelitian P2 Kimia memaparkan secara umum profil P2 Kimia. “Saat ini P2 Kimia sangat intens dalam pengembangan bahan alam sebagai bahan baku obat traditional maupun fungsional pangan”, terang Arthur. Setelah itu perwakilan P2 Metalurgi memaparkan secara singkat terkait penelitian apa yang ada ditempat mereka. Terakhir, Dr. Rike Yudianti selaku Kepala P2 Fisika yang memaparkan penelitian yang ada di tempat mereka. Presentasi dilanjutkan oleh Dr. Svann Langguth selaku perawakilan Kedutaan Jerman. Beliau memperkenalkan siapa saja yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. Masing-masing dari mereka kemudian memperkenalkan diri dan menjelaskan bidang penelitian mereka serta apa yang ingin mereka dapatkan. Forum diskusi dibuka setelah masing-masing memaparkan profil dan tujuan masing-masing. Diskusi terjadi secara hangat. Sayangnya karena keterbatasan waktu, acara disudahi dan para tamu kunjungan dipersilahkan untuk mengunjungi beberapa laboratorium P2Kimia. “Semoga pertemuan ini dapat membuka kesempatan untuk membangun kerjasama riset ke depannya, “ harap Arthur di akhir acara. <OA/p2k>

Baca

Yenny Meliana Raih Bintang Award Kategori Bintang Ilmiah


18 Desember 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Selasa malam (18/12), bertempat di Hotel Raffles Jakarta Selatan, Media Bintang Indonesia dan Tempo Media Grup menyelenggarakan Penganugerahan “Perempuan Bintang Award 2018”. “Perempuan sejatinya mempunyai peran penting dan fundamental dalam pembentukan karakter suatu bangsa,” terang Shalfi Andri, koordinator acara. ”Oleh karenanya Media Bintang Indonesia dan Tempo Media Group berperan serta untuk mengangkat keberadaan peran perempuan dalam perubahan ini dengan mengadakan Perempuan Bintang Awards 2018,” lanjutnya. Proses penjurian acara tersebut berlangsung berjenjang selama enam bulan. Para kandidat diseleksi tim khusus dan dilakukan voting melibatkan publik. Jajaran dewan juri Perempuan Bintang Awards (PBA) 2018 terdiri dari Qaris Tajudin (Corporate Chief Editor MBI), Rury Masrur (Chief editor Tabloid Bintang), Suyanto Soemohardjo (Chief Editor tabloidbintang.com), Arif Zulkifli (Chief editor Tempo), Elita Gafar (Kementerian Pendayagunaan Perempuan), Ir. Nita Yudi, MBA (Ketua Umum DPP IWAPI) dan Ayu Dyah Pasha (Artis dan Pengusaha). Dikutip dari www.tabloidbintang.com, ada 12 kategori Bintang Award yang diberikan. Di samping Yenny, beberapa nama terkenal lainnya turut menjadi pemenang. Berikut data lengkap para pemenangnya: Bintang Muda Terbaik: Defia Rosmaniar (Atlet Taekwondo) Bintang Ilmiah Terbaik: Yenny Meliana (Pusat Penelitian Kimia - LIPI) Bintang Komunitas Terbaik: Mia Sutanto (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia atau AIMI) Bintang Olahraga Terbaik: Susi Susanti (Atlet Bulutangkis) Bintang Profesi Terbaik: Najwa Shihab (Pembawa acara, Presenter) Bintang Profesional Terbaik: Nur Wahyuni Sulistiowati (Direktur Utama Trans Media Group) Bintang Pemerintahan Terbaik: Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan) Bintang Pengusaha Terbaik: Nurhayati Subangkat (Pemilik Industri Kosmetik Wardah, Putri & Make Over) Bintang Seni & Budaya Terbaik: Mira Lesmana (Produser Film) Bintang Usaha Kecil & Menengah Terbaik: Diana Rikasari (Up dan Schmileymo) Bintang Belakang Layar Terbaik: Dian Sumeler (Istri dari Ciputra) Life Time Achievement: Martha Tilaar (Pengusaha)     Saat diwawancara di tempat terpisah, Yenny yang juga Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Puast Penelitian Kimia tampak tak dapat menyembunyikan kebahagiannya dan tidak mengira bakal menerima anugerah ini. “Ini merupakan sebuah apresiasi kepada perempuan yang menekuni bidang ilmiah” terang Yenny usai menerima piala. “Terimakasih kepada tim penelitian saya dan juga Dewan Juri yang telah memilih saya di kategori ilmiah, “ lanjutnya. <aars/p2k>

Baca

Tingkatkan Kualitas Obat Tradisional, Kepala LIPI Resmikan Fasilitas CPOTB di P2 Kimia


19 November 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Obat tradisional merupakan bagian dari budaya bangsa Indonesia yang telah diwariskan secara turun-temurun dan dikembangkan dari generasi ke generasi. Dengan memanfaatkan sumber daya hayati Indonesia yang sangat beragam, masyarakat lokal mampu memanfaatkan potensi hayati tersebut untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. “Di era modern saat ini, dimana kecenderungan masyarakat global untuk back to nature, pemanfaatan sumber daya hayati untuk kesehatan sangat relevan dan memiliki dimensi yang lebih luas selain nilai budaya. Nilai fungsional dari sumber daya hayati tersebut dalam menjaga kesehatan juga berpotensi memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Oleh sebab itu, saat ini dituntut tersedianya produk bahan alam yang berkualitas, aman untuk dikonsumsi serta berkhasiat yang dibuktikan dan didukung dengan data ilmiah,” ungkap Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko dalam acara Peresmian Fasilitas Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), di Pusat Penelitian Kimia LIPI, Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Senin (19/11). Lebih lanjut, Handoko menjelaskan bahwa pasar obat tradisional di Indonesia cukup besar. Menurut data dari Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian tahun 2011, pertumbuhan pasar Obat tradisional pada tahun 2015 adalah Rp 15 trilyun dan diprediksi meningkat menjadi Rp 30 trilyun pada tahun 2030. Meskipun penggunaan Obat Tradisional sangat besar, namun sebagian besar bahan baku masih import (>60%) yang nilainya sekitar 124 juta USD. Oleh sebab itu perlu upaya kemandirian di bidang bahan baku obat dan obat tradisional Indonesia melalui pemanfaatan keanekaragaman hayati melalui berbagai upaya antara lain meningkatkan ketersediaan bahan baku jamu atau Obat Tradisional yang terstandar dan bermutu, meningkatkan penelitian dan inovasi teknologi pengembangan jamu atau Obat Tradisional yang nantinya diharapkan dapat mendorong industri jamu atau Obat Tradisional agar lebih berperan di pasar domestik dan manca negara sehingga pada akhirnya produk obat tradisional dapt diterima di pelayanan kesehatan selain juga dapat mensejahterakan rakyat. LIPI dan lembaga litbang lainnya serta Perguruan Tinggi telah banyak melakukan riset mengenai potensi bahan alam untuk kesehatan, namun masih sangat sedikit yang dimanfaatkan oleh industri. Disamping itu, industri masih bergantung pada produk impor dalam hal bahan baku dan kurang inovatif dalam mengintroduksi bahan alam yang potensial ke pasar lokal maupun manca negara. Permasalahan kesenjangan yang tajam antara tataran riset dan tataran industri antara lain adalah menyangkut infrastruktur fasilitas riset yang mendukung translasi skala laboratorium ke skala pilot yang diperlukan oleh industri, yang dapat menjamin linearitas dan validitas hasil-hasil riset mulai dari skala laboratorium hingga skala pilot. Oleh sebab itu kebutuhan akan fasilitas CPOTB ini dipandang perlu dan penting oleh LIPI untuk dapat mendukung riset bidang obat tradisional yang bermutu dan valid serta mempermudah pemanfaatannya oleh industri sehingga pada akhirnya diharapkan dapat membantu terwujudnya kemandirian obat di Indonesia. Agus Haryono, Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI menyampaikan bawha bangunan untuk fasilitas penelitian, pengembangan, dan produksi skala pilot obat tradisonal berstandar CPOTB yang dimiliki LIPI total luasnya 1500 meter persegi. Bangunan tersebut dilengkapi dengan fasilitas penerima bahan baku, fasilitas pengeringan, fasilitas sortasi, fasilitas ekstraksi, fasilitas pengemasan untuk cair, kapsul dan tablet, serta laboratorium uji mikro dan uji kimia. “Bangunan beserta peralatan produksi, pengujian dan penunjang ini didirikan dengan pendanaan kegiatan Prioritas Nasional Pusat Penelitian Kimia LIPI tahun 2018 sebesar 40 milyar. Pembangunan dimulai sejak Maret 2018 dan selesai di bulan Desember 2018. Proses rancangan dan tata letak ruang dilakukan melalui koordinasi dengan BPOM,” papar Agus memberikan gambaran fasilitas yang diresmikan hari itu. “Direncanakan ke depan dengan melalui skema kerjasama dengan mitra industri dan UKM, fasilitas ini akan mendukung proses pengembangan produk serta produksi obat tradisional berstandar CPOTB,” tutupnya. <sjw/p2k>

Baca

Terima Kunjungan Tim Ahli CNBR Uni Eropa, P2 Kimia Menjadi Institusi Kandidat Perwakilan Indonesia dalam Project 61 SEACHEM


16 November 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Uni Eropa, melalui koordinasi dengan Kementrian Luar Negri RI menawarkan kerjasama untuk membantu perancangan sistem penanganan bencana kimia. Indonesia saat ini sudah memiliki Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk tanggap bencana alam dan penanganannya. Tetapi untuk bencana semisal pabrik kimia meledak atau paparan bahan kimia berbahaya akibat kebocoran atau kesalahan penanganan bahan kimia, langkah tanggap daruratnya belum serinci tanggap bencana alam BNPB. Dan pembeda utamanya, selain perlu penanganan lingkungan yang berkelanjutan setelah bencana kimia tersebut terjadi, bencana seperti ini sangat mungkin untuk dicegah. Uni Eropa akan memperkenalkan sistem tanggap bencana, pencegahan dan remediasi lingkungan setelah bencana agar kelak bisa diterapkan oleh pemerintah. Untuk mendiskusikan hal tersebut, Jum'at (16/10), Delegasi dari Uni Eropa bersama Kementrian Luar Negei mengunjungi P2 Kimia. Yenny Meliana, Kelapa Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Penelitian menyambut para tamu dan mengantar mereka ke ruang rapat utama P2 Kimia LIPI. Acara kemudian dibuka dengan sambutan oleh Agus Haryono, Kepala P2 Kimia LIPI. “Kami bangga sekali bisa menyambut bapak ibu sekalian di laboratorium kami untuk membicarakan tentang pengendalian dampak bencana bahan kimia berbahaya. Dalam dua tahun terakhir P2 Kimia LIPI memang telah berperan serta secara aktif dalam keamanan dan keselamatan kerja dengan bahan kimia dan kajian kajian potensi bahaya senjata kimia. Perwakilan P2 Kimia LIPI telah mewakili Indonesia dalam pertemuan pertemuan internasional untuk membahas isu isu tersebut,” terang Agus. “P2 Kimia LIPI juga ikut melakukan edukasi pada masyarakat tentang keamanan dan keselamatan kerja dengan bahan kimia. Kami melakukan program edukasi ini lewat sayembara menggambar dan mewarnai yang diikuti oleh siswa tingkat sekolah dasar.  Pesan yang ingin disampaikan pada masyarakat Indonesia adalah makna keamanan dan keselamatan kerja dengan bahan kimia tidak membuat masyarakat menjadi ketakutan berlebihan. Semestinya masyarakat sadar betul akan potensi pengembangan sumber daya alam Indonesia lewat ilmu dan teknologi kimia. Namun dalam prosesnya perlu pemahaman yang benar dan kehati hatian yang sesuai. Dan itu semua adalah hal sederhana yang dapat dipahami bahkan oleh siswa sekolah dasar dan menengah,” lanjut Agus menjelaskan kiprah P2 Kimia LIPI dalam hal keamanan dan keselamatan kerja dengan bahan kimia. Andrew Proudlove selaku pimpinan delegasi Uni Eropa menyatakan terima kasih yang besar atas sambutan yang diterimanya dan kagum dengan apa yang telah P2 Kimia lakukan. “Maksud kedatangan kami ke Indonesia adalah dalam rangka memperkenalkan Project 61 Uni Eropa. Kami menamakan proyek ini sebagai SEACHEM atau Sound Management of Chemicals and their Associated Wastes in Southeast Asia. Tujuan proyek ini adalah merumuskan manajemen keamanan dan keselamatan bahan kimia bagi 10 negara di Asia Tenggara. Manajemen yang dimaksud meliputi penyusunan ketetapan hukum, pencegahan, sistem deteksi, siaga bencana dan tanggap bencana,” ungkap Andrew sebagai memberikan sambutan. “Kami mengunjungi beberapa laboratorium milik pemerintah Indonesia dalam lawatan kami kali ini. Saya didampingi oleh lima teman rekan saya ini yang merupakan pakar di bidangnya masing-masing” lanjut staff senior CNBR tersebut memperkenalkan koleganya dari Sustainable Criminal Justice Solutions (SCJS), Public Health England (PHE), the international Verification Research, Training and Information Centre (VERTIC), Slovakia’s International Security and Emergency Management Institute (ISEMI) dan The Netherlands’ National Institute for Public Health and the Environment (RIVM). “Dari kunjungan ini kami akan memotret manajemen penanganan bahan kimia di negara negara Asia Tenggara untuk kemudian menjadi bahan yang akan didiskusikan dan diperbaiki dalam kursus singkat yang akan kami adakan. Biaya kursus dan akomodasi peserta selama kursus akan disediakan Uni Eropa. Harapannya nanti peserta kursus perwakilan dari masing masing negara di Asia Tenggara akan menyebarluaskan hasil kursus ke seluruh pihak terkait di negaranya dan membentuk dasar manajemen keamanan dan keselamatan kerja dengan bahan kimia yang benar dan diterapkan secara nasional," ujar Andrew lebih lanjut menjelaskan programnya. Rombongan kemudian dipandu untuk berkeliling melihat keadaan dan kebiasaan kerja di laboratorium P2 Kimia LIPI. Para ahli tersebut melihat secara langsung bahwa asas-asas dasar keamanan dan keselamatan kerja dengan bahan kimia telah diterapkan di laboratorium P2 Kimia LIPI. Namun selalu masih ada ruang untuk penyempurnaan manajemen. Sekitar pukul 11:00 WIB, rombongan telah menyelesaikan pengamatan mereka dan berkumpul di lobby P2 Kimia LIPI. Yenni Meliana mengantarkan mereka hingga ke bus untuk kemudian menuju destinasi berikutnya. <bardant/p2k>

Baca

Layanan Kunjungan Tematik, Terobosan Pusat Penelitian Kimia LIPI dalam Mewujudkan PUSPIPTEK sebaga Taman Wisata IPTEK


12 November 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Sepetak papan nama dari besi menempel pada batang besi yang dipancangkan tegak 200 meter dari gerbang perkantoran PUSPIPTEK, dekat gerbang perumahan. Pada plat besi biru yang hanya sebesar kertas A3 tersebut tertulis dengan tinta merah “TAMAN WISATA IPTEK PUSPIPTEK”. Entah sejak kapan papan nama tersebut mulai bertugas, namun geliat instansi instansi dalam kawasan PUSPIPTEK untuk mewujudkan kawasan ini sebagai taman wisata iptek mulai terasa sejak PIF menjadi ajang tahunan mulai 2016. Ditambah lagi munculnya tuntutan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan layanan publik. Instansi instansi di kawasan PUSPIPTEK mulai berbenah dan menyediakan berbagai program untuk menerima kunjungan. Melalui program program ini diharapkan masyarakat lebih mengenal iptek pada umumnya, dan khususnya apa saja yang sudah dilakukan oleh instansi terkait dalam pengembangan iptek Indonesia. Program kunjungan ini umumnya dilakukan dalam koordinasi PUSPIPTEK. Pusat Penelitian Kimia LIPI menjadi salah satu instansi yang sangat bersahabat dalam menerima kunjungan publik, terutama dari kalangan akademisi dan siswa, baik dalam koordinasi dengan PUSPIPTEK maupun atas permintaan langsung pada PP Kimia. Sebelumnya, layanan kunjungan ke PP Kimia dalam satu bentuk seragam yaitu kunjungan ke tiap tiap laboratorium. Pengunjung dapat melihat suasana laboratorium yang sebenarnya, melihat bagaimana keseharian pekerjaan di laboratorium dan mendapat penjelasan singkat dari cara kerja instrument instrument canggih yang ada di dalamnya. Layanan kunjungan seperti ini sangat diminati oleh komunitas akademisi dan mahasiswa. Beberapa kelompok mahasiswa dan universitas bahkan meminta pengembangan layanan ini menjadi kursus yang bersertifikat mengenai pengenalan instrument. Namun untuk pengujung yang merupakan siswa sekolah dasar dan menengah, materi yang disampaikan dalam layanan kunjungan seperti ini dirasakan terlalu jauh dari apa yang sudah mereka dapatkan di bangku sekolah. Pusat Penelitian Kimia kemudian mengemas layanan kunjungan tematik bagi pengunjung yang berasal dari komunitas umum atau siswa sekolah dasar dan menengah yang berisikan pemantapan pemahaman ilmu ilmu kimia dasar lewat percobaan percobaan kimia sederhana. Tema yang akan dibahas saat kunjungan berdasarkan permintaan dari pihak sekolah, sesuai dengan materi yang sudah diajarkan. Setelah tema dan waktu kunjungan disepakati oleh PP Kimia, pihak sekolah akan diminta untuk membawa perlengkapan tertentu sesuai dengan percobaan percobaan sederhana yang akan dilakukan. Layanan kunjungan tematik SMP Karakter SMP Karakter, Indonesia Heritage Foundation, menjadi pengujung pertama yang mendapatkan layanan kunjungan tematik Pusat Penelitian Kimia. Sekolah yang diprakarsai oleh Ibu Ratna Sofyan Djalil ini memperjalankan siswa kelas 7 dari sekolahnya ke P2 Kimia LIPI pada Kamis (8/10). Mengusung tema 'Zat, Sifat dan Perubahan Fasanya', para siswa melakukan percobaan percobaan kimia sederhana di depan pilot plant bioethanol generasi kedua yang megah. Rombongan siswa dipimpin oleh Pak Tommy, guru sains SMP Karakter yang didampingi oleh empat guru lainnya. Layanan kunjungan dimulai dengan pengenalan singkat tentang LIPI dan Pusat Penelitian Kimia yang dilakukan oleh staf peneliti P2 Kimia beserta staf dari Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian. Pengenalan dilakukan sembari menunggu para guru membagikan bahan dan alat yang digunakan untuk percobaan pada masing masing murid. Percobaan dimulai dengan membuat larutan asam sitrat dan larutan sodium bikarbonat. Sementara di depan para murid telah berdiri sebuah meja dengan pemanas listrik yang sedang memanaskan air dalam gelas kaca. Tampak gelembung melayang dari dasar gelas ke permukaan. Para siswa bisa merasakan, dengan kulit tangan mereka secara langsung, gelas tempat melarutkan asam sitrat menjadi dingin. Sementara tidak ada perbedaan dalam melarutkan sodium bikarbonat. Disini siswa belajar bahwa seringkali perubahan fasa dan reaksi kimia disertai dengan perpindahan panas yang ditandai dengan perubahan suhu. Percobaan dilanjutkan dengan mecampurkan larutan asam sitrat dan sodium bikarbonat. Terbentuk gelembung yang membuat para siswa antusias dan suasan menjadi makin meriah. Pada tahap ini siswa bisa mengamati gelembung yang terbentuk karena pencampuran dan membandingkannya dengan gelembung pada air mendidih. “Jadi perubahan fasa dari cair menjadi gas pada keadaan jenuh biasa kita sebut dengan mendidih. Bisa diamati dengan terbentuknya gelembung. Namun perlu diingat bahwa tidak semua larutan yang ada gelembung didalamnya berarti sedang mendidih. Seperti yang baru saja adik adik amati” simpul peneliti PP Kimia yang memandu percobaan. Kunjungan SMP Syafana Islamic School Selanjutnya giliran siswa kelas 8 SMP Syafana Islamic School yang mendapatkan kunjungan layanan tematik dari Pusat Penelitian Kimia LIPI. Para siswa yang biasanya belajar di kelas mereka di bilangan BSD Tangerang Selatan ini, pada Senin (12/10) belajar dalam suasana baru di pelataran pilot plant bioethanol P2 Kimia LIPI. Semua bahan dan peralatan telah disiapkan oleh Pak Aulia Ulhaq, guru yang memimpin rombongan, untuk memahami teori atom. Pak Aulia dan empat guru lainnya mulai membagikan bahan dan alat praktikum sembari Beuna Bardant, peneliti P2 Kimia LIPI menyampaikan perkenalan tentang LIPI dan P2 Kimia. “Kalau semua penjelasan saya tentang LIPI tadi dirasa terlalu jauh dengan keseharian adik-adik, maka perlu saya sampaikan kegiatan LIPI yang paling dekat dengan adik-adik. Pernah dengar LKIR?” tanya peneliti tersebut. Sebagian menjawab pernah, namun lebih banyak yang masih belum menjawab. “Benar, LKIR itu adalah Lomba Karya Ilmiah Remaja. Kita baru saja menyelesaikan gelarannya minggu lalu dalam acara ISE di ICE BSD, ada yang sempat berkunjung kesana? Kalau belum Insyaallah tahun depan adik adik bisa merencanakan untuk datang. Acaranya ISE direncanakan sebagai gelaran tahunan LIPI, dan saya harap, setelah apa yang kita lakukan hari ini, adik adik jadi lebih suka dengan sains dan tertarik untuk jadi peserta di LKIR. Apalagi kalau bisa membanggakan orangtua dan sekolah dengan jadi juaranya,” ungkap Beuna lebih lanjut. Laksana doa, para siswa pun menjawabnya dengan “amieen..” Dalam percobaan itu para siswa diminta menyiapkan tiga gelas yang kemudian diisi dengan larutan yang berbeda. Gelas pertama hanya air mineral. Sembari mereka menyiapkan larutan asam sitrat di gelas kedua, staff P2 Kimia LIPI dibantu para guru membagikan larutan pembersih porselen. Para murid sangat patuh dan hati hati mengikuti instruksi terutama dalam menangani larutan pembersih porselen. Lalu ke dalam masing-masing gelas tersebut dimasukan sebuah paku dan potongan alumunium foil dan para siswa diminta mengamati perubahan yang terjadi. “Apa yang kita lakukan tadi adalah menyelenggarakan reaksi kimia. Dari dua logam yang kita gunakan, adik adik bisa perhatikan ada yang reaksi antara kedua logam dengan larutan bisa teramati dengan jelas, ada yang tidak teramati sama sekali, dan ada yang hanya salah satu logam saja yang teramati reaksinya. Reaksi yang hanya terjadi pada salah satu logam bisa digunakan sebagai cara untuk membedakan mana atom besi dan mana atom alumunium” jelas pemandu acara. Selanjutnya kepada para murid dijelaskan sekilas sejarah perkembangan teori atom dan sifat elektron valensi dan orbital elektron yang membedakan antara atom besi dan atom alumunium, sekaligus yang menjadi alasan seberapa besar kecenderungan atom untuk bereaksi. “Salah satu tugas P2 Kimia LIPI adalah mengembangkan cara untuk mendeteksi atom apa saja yang ada dalam bahan yang di periksa. Misalnya ada atom logam apa saja dalam air yang kita minum. Apakah sudah melewati ambang batas air sehat atau belum. Prinsip kerja alat tersebut kurang lebih sama dengan percobaan kita hari ini. Memanfaatkan perbedaan atom valensi dan orbital elektronnya. Nama alatnya Atomic Adsorbtion Spectrofotometri. Jadi kalau nanti suatu saat ada yang perlu mengukur kadar atom logam dalam larutan, bisa dilakukan disini,” ujar Beuna, peneliti P2 Kimia tersebut. “Terima kasih sekali Pak, atas sambutannya yang ramah dan ilmu yang sudah dibagikan hari ini” ungkap Pak Aulia saat pamit. “Benar-benar membuka wawasan kami para guru. Ternyata percobaan kimia itu bisa dilakukan dengan bahan-bahan sederhana yang biasa kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. Harganya juga terjangkau. Insyaallah akan kami coba juga nantinya di sekolah kami nanti,” lanjutnya. <bardant/p2k>

Baca

Di Gelaran Indo Defence Forum & Expo 2018, P2 Kimia Usung Riset Frame Pistol Polimer Thermoplastik


07 November 2018

[Berita P2 Kimia] Gelaran Indo Defence Forum & Expo 2018 yang dibuka Wakil Presiden RI, Dr. H. Jusuf Kalla (JK) berlangsung meriah. Bertempat di JIExpo Kemayoran Jakarta, acara berlangsung dari tanggal 7-10 November 2018. Tak kurang 30 perwakilan negara-negara sahabat turut hadir di kegiatan rutin ini. Dalam sambutannya, Wapres JK mengatakan setiap negara butuh peralatan dan senjata untuk mempertahankan diri. “Pameran ini memberikan kita pilihan-pilihan, pengetahuan baru, bagaimana suatu negara dapat memanfaatkan teknologi untuk keamanan dan pertahanan," ujarnya. Acara yang didukung oleh Kementerian Pertahanan RI ini dihadiri oleh para peserta dari lembaga litbang, kementerian, universitas dan industri pertahanan. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi tak ketinggalan menggelar standnya. Booth Kemenristekdikti diisi dengan produk-produk lembaga penelitian dari LIPI, LAPAN, BPPT dan sebagainya. Aneka produk pertahanan ditampilkan di pameran ini. Mulai dari radar, pistol, drone, tank, truk, boat, helikopter, roket hingga pesawat. LIPI menampilkan sejumlah produk hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan untuk industri pertahanan. Beberapa diantaranya adalah logam laterit, makanan ringan Probar dan frame polimer. “Frame polimer ini bisa dimanfaatkan antara lain untuk rangka senjata genggam,“ terang Muhammad Ghozali, peneliti di bidang polimer P2 Kimia LIPI yang produk penelitiannya ditampilkan pada pameran di JIExpo Kemayoran tersebut. “Keunggulannya antara lain lebih ringan, lebih efisien dalam proses produksi dan lebih ekonomis,“ lanjutnya. Produk-produk di stand Ristekdikti telah menarik sejumlah pengunjung untuk datang. Tak kurang, Roland Mines, staf kedubes Amerika untuk Indonesia turut melihat dan bertanya kepada Ghozali. Roland tampak fasih berbahasa Indonesia saat berdiskusi. Di samping itu, kehadiran MC dan pelawak yang tenar mulai 90-an, Jody Sumantri juga sempat meramaikan booth. Jody yang kerap berduet dengan Edwin ini tampak antusias menyimak produk-produk LIPI. Sebelum pergi, Jody sempat berfoto bersama dengan Ghozali dan penjaga stand yang lain. <aars/p2k>

Baca
ZONA INTEGRITAS