: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Upaya Preventif LIPI Cegah COVID-19 lewat Riset Kimia dan Fisika


Administrator, 06 Juni 2020

Serpong, Humas LIPI. Belum usainya pandemi COVID-19 mendorong berbagai pihak terus berkontribusi untuk mengatasi permasalahan ini. Beberapa hasil penelitian yang sedang dikembangkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah alat deteksi virus SARS-CoV-2 menggunakan metode RT-LAMP, minuman kesehatan fermentasi dari jambu biji merah, dan masker kain disinfektor lapis tembaga anti-COVID-19.

“Produk-produk riset dari LIPI diharapkan dapat membantu mengurangi resiko paparan virus terutama di fase kenormalan baru ini,” jelas Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono dalam “Webinar Talk to Scientists: Riset Kimia dan Fisika LIPI Antisipasi COVID-19” pada Kamis (4/6).

Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI, Tjandrawati Mozef dan timnya mengembangkan penelitian deteksi RNA virus COVID-19 dengan teknik RT-LAMP (reverse transcription loop-mediated isothermal amplification) Turbidimetri. “Teknik reverse transcription polymerase chain reaction atau RT-PCR yang umum dipakai saat ini relatif lama prosesnya dan penanganannya lebih sulit. Sementara melalui RT-LAMP Turbidimetri ini dapat diperoleh hasil secara cepat dan akurat, dengan metode yang lebih sederhana,” jelasnya. Oleh karena itu, lanjutnya, seseorang dapat diketahui apakah terinfeksi atau tidak secara lebih dini.

Pencegahan penularan COVID-19 diperlukan juga suplemen untuk meningkatkan imunitas tubuh. Yati Maryati dan tim peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI mengembangkan riset buah jambu biji merah yang diproses menjadi minuman suplemen daya tahan tubuh. “Dengan proses fermentasi ini terjadi peningkatan antioksidan dan polifenol, penurunan pH dan peningkatan asam organik. Asam-asam organik inilah yang bermanfaat bagi imunitas tubuh kita,” papar Yati.

Selain deteksi dini dan minuman suplemen, perlindungan diri juga penting dilakukan dalam upaya pencegahan COVID-19. Deni Shidqi Khaerudini dari Pusat Penelitian Fisika mengembangan masker kain disinfektor yang berbasis lapisan tembaga. “Material aktif tembaga berperan sebagai contact killer sekaligus mereduksi ukuran pori masker kain,” ujar Deni. Pengaplikasian tembaga dilakukan dengan cara pelapisan langsung atau penyisipan lembaran tembaga ke dalam masker kain. (nh, adl/ed: fz)

ZONA INTEGRITAS