: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Tingkatkan Kualitas Obat Tradisional, Kepala LIPI Resmikan Fasilitas CPOTB di P2 Kimia


Administrator, 19 November 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Obat tradisional merupakan bagian dari budaya bangsa Indonesia yang telah diwariskan secara turun-temurun dan dikembangkan dari generasi ke generasi. Dengan memanfaatkan sumber daya hayati Indonesia yang sangat beragam, masyarakat lokal mampu memanfaatkan potensi hayati tersebut untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

“Di era modern saat ini, dimana kecenderungan masyarakat global untuk back to nature, pemanfaatan sumber daya hayati untuk kesehatan sangat relevan dan memiliki dimensi yang lebih luas selain nilai budaya. Nilai fungsional dari sumber daya hayati tersebut dalam menjaga kesehatan juga berpotensi memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Oleh sebab itu, saat ini dituntut tersedianya produk bahan alam yang berkualitas, aman untuk dikonsumsi serta berkhasiat yang dibuktikan dan didukung dengan data ilmiah,” ungkap Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko dalam acara Peresmian Fasilitas Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), di Pusat Penelitian Kimia LIPI, Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Senin (19/11).

Lebih lanjut, Handoko menjelaskan bahwa pasar obat tradisional di Indonesia cukup besar. Menurut data dari Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian tahun 2011, pertumbuhan pasar Obat tradisional pada tahun 2015 adalah Rp 15 trilyun dan diprediksi meningkat menjadi Rp 30 trilyun pada tahun 2030. Meskipun penggunaan Obat Tradisional sangat besar, namun sebagian besar bahan baku masih import (>60%) yang nilainya sekitar 124 juta USD. Oleh sebab itu perlu upaya kemandirian di bidang bahan baku obat dan obat tradisional Indonesia melalui pemanfaatan keanekaragaman hayati melalui berbagai upaya antara lain meningkatkan ketersediaan bahan baku jamu atau Obat Tradisional yang terstandar dan bermutu, meningkatkan penelitian dan inovasi teknologi pengembangan jamu atau Obat Tradisional yang nantinya diharapkan dapat mendorong industri jamu atau Obat Tradisional agar lebih berperan di pasar domestik dan manca negara sehingga pada akhirnya produk obat tradisional dapt diterima di pelayanan kesehatan selain juga dapat mensejahterakan rakyat.

LIPI dan lembaga litbang lainnya serta Perguruan Tinggi telah banyak melakukan riset mengenai potensi bahan alam untuk kesehatan, namun masih sangat sedikit yang dimanfaatkan oleh industri. Disamping itu, industri masih bergantung pada produk impor dalam hal bahan baku dan kurang inovatif dalam mengintroduksi bahan alam yang potensial ke pasar lokal maupun manca negara. Permasalahan kesenjangan yang tajam antara tataran riset dan tataran industri antara lain adalah menyangkut infrastruktur fasilitas riset yang mendukung translasi skala laboratorium ke skala pilot yang diperlukan oleh industri, yang dapat menjamin linearitas dan validitas hasil-hasil riset mulai dari skala laboratorium hingga skala pilot. Oleh sebab itu kebutuhan akan fasilitas CPOTB ini dipandang perlu dan penting oleh LIPI untuk dapat mendukung riset bidang obat tradisional yang bermutu dan valid serta mempermudah pemanfaatannya oleh industri sehingga pada akhirnya diharapkan dapat membantu terwujudnya kemandirian obat di Indonesia.

Agus Haryono, Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI menyampaikan bawha bangunan untuk fasilitas penelitian, pengembangan, dan produksi skala pilot obat tradisonal berstandar CPOTB yang dimiliki LIPI total luasnya 1500 meter persegi. Bangunan tersebut dilengkapi dengan fasilitas penerima bahan baku, fasilitas pengeringan, fasilitas sortasi, fasilitas ekstraksi, fasilitas pengemasan untuk cair, kapsul dan tablet, serta laboratorium uji mikro dan uji kimia.

“Bangunan beserta peralatan produksi, pengujian dan penunjang ini didirikan dengan pendanaan kegiatan Prioritas Nasional Pusat Penelitian Kimia LIPI tahun 2018 sebesar 40 milyar. Pembangunan dimulai sejak Maret 2018 dan selesai di bulan Desember 2018. Proses rancangan dan tata letak ruang dilakukan melalui koordinasi dengan BPOM,” papar Agus memberikan gambaran fasilitas yang diresmikan hari itu.

“Direncanakan ke depan dengan melalui skema kerjasama dengan mitra industri dan UKM, fasilitas ini akan mendukung proses pengembangan produk serta produksi obat tradisional berstandar CPOTB,” tutupnya. <sjw/p2k>

ZONA INTEGRITAS