: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Terima Kunjungan Tim Ahli CNBR Uni Eropa, P2 Kimia Menjadi Institusi Kandidat Perwakilan Indonesia dalam Project 61 SEACHEM


Administrator, 16 November 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Uni Eropa, melalui koordinasi dengan Kementrian Luar Negri RI menawarkan kerjasama untuk membantu perancangan sistem penanganan bencana kimia. Indonesia saat ini sudah memiliki Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk tanggap bencana alam dan penanganannya. Tetapi untuk bencana semisal pabrik kimia meledak atau paparan bahan kimia berbahaya akibat kebocoran atau kesalahan penanganan bahan kimia, langkah tanggap daruratnya belum serinci tanggap bencana alam BNPB. Dan pembeda utamanya, selain perlu penanganan lingkungan yang berkelanjutan setelah bencana kimia tersebut terjadi, bencana seperti ini sangat mungkin untuk dicegah. Uni Eropa akan memperkenalkan sistem tanggap bencana, pencegahan dan remediasi lingkungan setelah bencana agar kelak bisa diterapkan oleh pemerintah.

Untuk mendiskusikan hal tersebut, Jum'at (16/10), Delegasi dari Uni Eropa bersama Kementrian Luar Negei mengunjungi P2 Kimia. Yenny Meliana, Kelapa Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Penelitian menyambut para tamu dan mengantar mereka ke ruang rapat utama P2 Kimia LIPI. Acara kemudian dibuka dengan sambutan oleh Agus Haryono, Kepala P2 Kimia LIPI. “Kami bangga sekali bisa menyambut bapak ibu sekalian di laboratorium kami untuk membicarakan tentang pengendalian dampak bencana bahan kimia berbahaya. Dalam dua tahun terakhir P2 Kimia LIPI memang telah berperan serta secara aktif dalam keamanan dan keselamatan kerja dengan bahan kimia dan kajian kajian potensi bahaya senjata kimia. Perwakilan P2 Kimia LIPI telah mewakili Indonesia dalam pertemuan pertemuan internasional untuk membahas isu isu tersebut,” terang Agus.

“P2 Kimia LIPI juga ikut melakukan edukasi pada masyarakat tentang keamanan dan keselamatan kerja dengan bahan kimia. Kami melakukan program edukasi ini lewat sayembara menggambar dan mewarnai yang diikuti oleh siswa tingkat sekolah dasar.  Pesan yang ingin disampaikan pada masyarakat Indonesia adalah makna keamanan dan keselamatan kerja dengan bahan kimia tidak membuat masyarakat menjadi ketakutan berlebihan. Semestinya masyarakat sadar betul akan potensi pengembangan sumber daya alam Indonesia lewat ilmu dan teknologi kimia. Namun dalam prosesnya perlu pemahaman yang benar dan kehati hatian yang sesuai. Dan itu semua adalah hal sederhana yang dapat dipahami bahkan oleh siswa sekolah dasar dan menengah,” lanjut Agus menjelaskan kiprah P2 Kimia LIPI dalam hal keamanan dan keselamatan kerja dengan bahan kimia.

Andrew Proudlove selaku pimpinan delegasi Uni Eropa menyatakan terima kasih yang besar atas sambutan yang diterimanya dan kagum dengan apa yang telah P2 Kimia lakukan. “Maksud kedatangan kami ke Indonesia adalah dalam rangka memperkenalkan Project 61 Uni Eropa. Kami menamakan proyek ini sebagai SEACHEM atau Sound Management of Chemicals and their Associated Wastes in Southeast Asia. Tujuan proyek ini adalah merumuskan manajemen keamanan dan keselamatan bahan kimia bagi 10 negara di Asia Tenggara. Manajemen yang dimaksud meliputi penyusunan ketetapan hukum, pencegahan, sistem deteksi, siaga bencana dan tanggap bencana,” ungkap Andrew sebagai memberikan sambutan.

“Kami mengunjungi beberapa laboratorium milik pemerintah Indonesia dalam lawatan kami kali ini. Saya didampingi oleh lima teman rekan saya ini yang merupakan pakar di bidangnya masing-masing” lanjut staff senior CNBR tersebut memperkenalkan koleganya dari Sustainable Criminal Justice Solutions (SCJS), Public Health England (PHE), the international Verification Research, Training and Information Centre (VERTIC), Slovakia’s International Security and Emergency Management Institute (ISEMI) dan The Netherlands’ National Institute for Public Health and the Environment (RIVM).

“Dari kunjungan ini kami akan memotret manajemen penanganan bahan kimia di negara negara Asia Tenggara untuk kemudian menjadi bahan yang akan didiskusikan dan diperbaiki dalam kursus singkat yang akan kami adakan. Biaya kursus dan akomodasi peserta selama kursus akan disediakan Uni Eropa. Harapannya nanti peserta kursus perwakilan dari masing masing negara di Asia Tenggara akan menyebarluaskan hasil kursus ke seluruh pihak terkait di negaranya dan membentuk dasar manajemen keamanan dan keselamatan kerja dengan bahan kimia yang benar dan diterapkan secara nasional," ujar Andrew lebih lanjut menjelaskan programnya.

Rombongan kemudian dipandu untuk berkeliling melihat keadaan dan kebiasaan kerja di laboratorium P2 Kimia LIPI. Para ahli tersebut melihat secara langsung bahwa asas-asas dasar keamanan dan keselamatan kerja dengan bahan kimia telah diterapkan di laboratorium P2 Kimia LIPI. Namun selalu masih ada ruang untuk penyempurnaan manajemen. Sekitar pukul 11:00 WIB, rombongan telah menyelesaikan pengamatan mereka dan berkumpul di lobby P2 Kimia LIPI. Yenni Meliana mengantarkan mereka hingga ke bus untuk kemudian menuju destinasi berikutnya. <bardant/p2k>

ZONA INTEGRITAS