: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Teknologi Hidrogel Nanoselulosa di Bidang Biomedis


Administrator, 15 Juli 2020

Serpong, Humas LIPI. Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Indonesia menyelenggarakan Webinar Series 2 dengan tema “Millenial Talk on The Contribution of Nanotechnology on Biomedical”, Senin (13/7) melalui aplikasi Zoom, siaran langsung Youtube pada kanal PI2B ITI Official, siaran langsung Facebook pada kanal Institute Teknologi Indonesia.

Kegiatan webinar ini disampaikan oleh para pembicara Athanasia Amanda Septevani, Ph.D. (Peneliti Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), dan W. Kurniawan, SRPharms.,Ph.Dcand. (Cancer Nanomedicine Department Bioquimica Fisiologia Universitas de Barcelona, Spain & Alumni Teknik Kimia Institut Teknologi Indonesia).

Athanasia Amanda Septevani, Ph.D. sebagai pembicara LIPI, membagikan topik penelitian di bidang nanoselulosa terkait biomedik. Nanoselulosa merupakan salah satu ilmu di bidang nanoteknologi spesifikasi nanomaterial. Selulosa dapat ditemukan di alam sekitar baik dalam ukuran makro, mikro, hingga nano. “Nanoselulosa merupakan senyawa organik yang ada pada tumbuhan, pohon-pohonan, kayu dan beberapa tumbuhan lainnya. Memiliki peran penting dalam mempertahankan kokohnya batang tumbuhan dengan bersenyawa dengan material lain seperti lignin dan hemiselulosa,” jelas Amanda.

Dirinya menjelaskan terdapat tiga metode yang digunakan untuk pembuatan nanoselulosa, yaitu metode kimia, metode mekanik, dan metode biologis.  Fokus penelitian digolongkan menjadi dua tipe, yaitu selulosa nano-kristal, dan selulosa nano-fibrils.

Di Pusat Penelitian Kimia – LIPI, Amanda dan tim memulai dari hal yang dianggap tidak mempunyai nilai, yakni limbah yang bisa mengganggu lingkungan. Tim risetnya berusaha mengeksplorasi sumber nano-selulosa limbah. “Limbah-limbah di Indonesia kami harapkan dapat diubah menjadi sesuatu material yang inovatif yang bisa diaplikasikan ke berbagai macam produk, selain meningkatkan nilai tambah juga membantu dalam mencegah pencemaran lingkungan,” terangnya.

Dua limbah yang dieksplorasi di LIPI adalah limbah dari industri kelapa sawit dan industri tahu. Indonesia adalah negara berpenghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Semakin besar minyak sawit yang dihasilkan, maka limbahnya pun semakin besar. “Dari tandan segar kelapa sawit, sekitar 25 % adalah limbah dalam bentuk tandan kosong kelapa sawit. Tandan kosong ini mengandung selulosa yang cukup besar yaitu hampir 40%, sehingga kita bisa mengisolasi selulosa itu untuk membuat nano-selulosa dan produk-produk lainnya,” ungkap Amanda. “Sementara limbah dari industri pangan, limbah tahu berpotensi mengembangbiakkan bakteri dan menghasilkan bakteri selulosa,” tambahnya.

Puslit Kimia - LIPI yang merupakan Pusat Unggulan IPTEK memiliki fasilitas pilot plan skala 100 kg per hari untuk limbah bio-massa, seperti tandan kosong kelapa sawit. Ada beberapa metoda kimia yang dikembangkan di Puslit Kimia – LIPI untuk pengolahan limbah biomassa, yaitu hilelosa kimia dan metode mekanik. “Dua metode tersebut berpotensi untuk dikembangkan menjadi skala besar, baik digunakan salah satu atau kombinasi dari kedua metode tersebut,” ujar peneliti nanomaterial tersebut.

Menurut Amanda, nanoselulosa dapat diaplikasikan di dunia biomedis atau kesehatan terutama dalam bentuk hidrogel. “Hidrogel adalah polimer matriks tiga dimensi yang memungkinkan mengabsorbsi air dalam jumlah yang besar, bahkan dapat memperbesar volumenya hingga 450 kali dari volume awal. Hidrogel syaratnya harus kompatibel dengan berbgai biologis, dan diharapkan agen-agen medis yang terkandung di dalam matriks hidrogel bisa tepat sasaran,” paparnya.

Dirinya menerangkan bahwa bentuk hidrogel masih mempunyai tantangan dari sifat mekanisnya, karena sifatnya yang mudah sekali rapuh sehingga perlu dicermati dan dikontrol kandungan mekanisnya. Penggunaan nano-selulosa dapat memperbaiki sifat mekanik dari produk hidrogel.

Di masa pandemi COVID-19 saat ini dan masa datang pemanfaatan nanoteknologi seperti hidrogel nanoselulosa memiliki keunggulan kompetitif untuk produk kesehatan dengan sifat material yang baik, biaya proses efektif, bahan baku lokal, dengan dukungan kolaborasi multidisplin.

“Nanoselulosa hdrogel dapat memberikan manfaat pada material biomedis diantaranya pemberian obat (drug delivery), material alat pelindung diri (APD), rekayasa jaringan (tissue engineering), dan diagnostik,” terangnya. (har/ ed. adl)

 

ZONA INTEGRITAS