Berita

Tandatangani Kerjasama, P2 Kimia dan BBPPTOOT Gali Potensi Tanaman Obat di Indonesia


Administrator, 21 Juni 2017

[Berita P2 Kimia, Bogor] Sabtu pagi (17/6) yang cerah, bertempat di Aula Kebun Tanaman Obat Citeureup Kabupaten Bogor, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan  Kementrian Kesehatan (Balitbangkes) membuka acara penandatanganan nota kesepahaman antara Balitbangkes dengan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan penandatanganan kerjasama antara Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (BBPPTOOT). Sambutan dan pembukaan ini menjadi awal rangkaian acara yang berlangsung sampai tengah hari tersebut. Dalam sambutannya, Kepala Balitbangkes, Dr. Siswanto mengungkapkan kebahagiaannya mengingat acara tersebut merupakan hal yang sangat penting dalam rangka mendukung program-program Kementrian Kesehatan untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

“Saya sangat bahagia Sabtu pagi ini, meskipun seharusnya libur, kita semua masih semangat untuk berkumpul dengan kolega-kolega. Ada yang datang dari jauh, dari Purwokerto, Tawangmangu dan dari Serpong untuk bersama-sama membangun masa depan kesehatan di Indonesia melalui pemanfaatan tanaman obat-obatan. Kita tahu bersama bahwa negeri kita tercinta diberikan anugerah dengan kekakayaan keanegaraman hayati yang banyak diantaranya berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai obat,” ungkap Pak Sis, sapaan akrab Kepala Balitbangkes. Selanjutnya Siswanto melanjutkan dengan memberikan pemaparan terkait kebijakan dan strategi Kementrian Kesehatan khususnya dalam pengembangan tanaman obat dan obat tradisional.

Pada kesempatan kedua disampaikan sambutan sekaligus pempaparan oleh Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, MH selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Syamsuhadi mengungkapkan harapannya terhadap Balitbangkes untuk membuka kesempatan kepada UMP agar dapat memberikan perannya dalam pengembangan dunia kesehatan di Indonesia.

“Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang baru saja memiliki Fakultas Kedokteran sangat berharap agar dapat berperan dalam pengembangan dunia kesehatan. Tentunya kami sangat terbuka apabila lembaga-lembaga penelitian baik di Kemenkes maupun LIPI ingin bekerjasama dengan universitas kami. Apalagi saat ini di dunia kedokteran sudah mulai ada yang mengarah kepada pengobatan secara alami, dalam artian memanfaatkan tanaman-tanaman obat. Barangkali ke depannya, UMP memiliki arah untuk ke sana juga,” papar rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Pemaparan berikutnya disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian Kimia-LIPI, Dr. Eng Agus Haryono yang menyampaikan presentasi tentang kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh P2 Kimia khususnya dalam pengembangan obat melalui Kelompok Keahlian Kimia Bahan Alam dan Farmasi.

“Satuan kerja kami telah menempuh jalan yang panjang dan berliku dalam pengembangan obat, khususnya ekstrak tanaman-tanaman asli Indonesia untuk dapat dikembangkan sebagai bahan baku obat. Beberapa hasil penelitian dan pengembangan di P2 Kimia telah siap untuk memasuki studi klinis,” terang Agus dalam pemaparannya.

Agus juga menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi oleh lembaga riset untuk membawa hasil penelitian obat yang dilakukan oleh para peneliti menjadi produk yang siap digunakan, mengingat biaya yang diperlukan sangat besar dan juga regulasi yang sangat ketat.

“Kendala yang dihadapi oleh lembaga litbang seperti di LIPI dalam mengembangkan obat adalah saat memasuki studi klinis. Karena untuk pelaksanaannya memerlukan biaya yang sangat besar. Adapun untuk melakukan kerjasama dengan industri, di kita masih sangat terbatas industri farmasi yang siap mengalokasikan dananya untuk melakukan riset bersama dengan lembaga litbang. Untuk itu, kami berupaya terus mendekati industri dan mencoba meyakinkan mereka tentang hasil-hasil yang telah diperoleh. Seperti tahun ini, kami memulai kerjasama dengan salah satu perusahaan farmasi melalui pembiayaan yang diperoleh dari Kementrian Ristekdikti. Kami berharap, inisiasi semacam ini didukung dan diperkuat oleh Kemenkes sehingga semakin banyak hasil-hasil litbang yang termanfaatkan,” lanjut Agus yang juga merupakan peneliti dalam bidang polimer di P2 Kimia.

Setelah pemaparan dari Kepala P2 Kimia, rangkaian acara memasuki agenda inti yaitu penandatanganan nota kesepahaman antara Balitbangkes dengan Universitas Muhammadiyan Purwokerto dan penandatangan kerjasama teknis antara Pusat Penelitian Kimia dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (BBPPTOOT). Adapun penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan Kepala Balitbangkes, sedangkan penandatangan kerjasama teknis dilakukan oleh Kepala P2 Kimia dengan Kepala BBPPTOOT.

Untuk mengakhiri rangkaian acara dari pagi hingga siang itu, dilakukan foto bersama semua pihak yang terlibat dalam kerjasama. Nampak hadir dalam penandatangan tersebut diantaranya Prof. Muhamad Hanafi, peneliti senior yang juga merupakan koordinator Kelompok Penelitian Kimia Bahan Alam dan Farmasi di P2 Kimia. Setelah itu, seluruh hadirin dipersilakan untuk berkeliling di Kebun Tanaman Obat Citeureup untuk melihat koleksi tanaman obat yang tersedia di area seluas kurang lebih 3 hektar tersebut. <SJW/p2kimia>

ZONA INTEGRITAS