: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Sosialisasi Program L’Oréal - UNESCO For Women In Science 2018 di Pusat Penelitian Kimia LIPI


Administrator, 13 Maret 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) LIPI kembali menjadi ajang pertemuan para peneliti perempuan muda nasional. Dihadiri oleh tak kurang 40 peserta dari berbagai instansi seperti BBPT, BATAN, dan LIPI, mereka berkumpul untuk acara Sosialisasi Program L’Oréal – UNESCO For Women In Science 2018. Acara diselenggarakan pada hari Selasa (13/3), di Ruang Rapat Utama P2 Kimia.

“P2 Kimia merasa terhormat sebagai tuan rumah acara ini,“ ujar Dr. Arthur A. Lelono saat membuka acara mewakili Kepala P2 Kimia. “Ini merupakan kesempatan emas guna membangun jaringan dan semangat para peneliti perempuan Indonesia,“ lanjut pria yang merupakan Kepala Bagian Tata Usaha di P2 Kimia itu.

Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd. selaku Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) yang berkedudukan di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan selanjutnya memberikan sambutan pengantar.

“Acara sosialisasi semacam ini sangat sesuai dan didukung penuh oleh UNESCO,“ terang Prof. Arief yang didampingi 4 orang stafnya ini. “Sebab hal ini sejalan dengan tujuan UNESCO untuk memberikan kontribusi pada pembangunan perdamaian, pemberantasan kemiskinan, pembangunan berkelanjutan dan dialog antarbudaya melalui pendidikan, ilmu pengetahuan alam, ilmu sosial dan manusia, budaya, komunikasi dan informasi,“ paparnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ibu Melani Masriel, Head of Corporate Communication PT L’Oréal Indonesia. Melanie mengungkapkan, L’Oreal meyakini perempuan memiliki andil besar dalam kemajuan ilmu pengetahuan di masa depan. Oleh karenanya, program FWIS (For Women In science) yang diluncurkan tahun 1998 atas kemitraan dengan UNESCO bertujuan untuk mengakui, menyemangati dan mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan ilmuwan perempuan pada khususnya. “Dunia membutuhkan sains dan sains membutuhkan perempuan,” tegasnya.

Dr. Neni Shinta Wardani, peneliti senior di P2 Kimia sebagai salah satu juri pada penilaian penelitian perempuan muda ini di kesempatan berikutnya memberikan trik-triknya untuk bisa mengikuti kompetisi.

“Kriteria penilaian kami antara lain originality, research impact to Indonesia, problem statement & methodology, track record & publications dan presentation & writing,“ terangnya.

Dalam acara tersebut, ditampilkan pula kesan-kesan para pemenang peneliti perempuan sebelumnya, seperti Dr. Siti Nurul Aisyiyah Jenie, Dr. Yuliati Herbani, Dr. Dieni Mansur, Dr. Yenny Meliana dan Dr.Eni Sugiarti. Mereka sepakat bahwa mengikuti kompetisi FWIS dapat membangun networking menjadi lebih luas, sehingga dalam dunia penelitian bisa berkolaborasi dengan instansi lainnya. Panitia acara mengingatkan kepada para calon peserta untuk mengikuti L’Oréal – UNESCO for Women in Science tahun 2018 yang pendaftarannya dimulai 20 April 2018 dan batas penerimaan aplikasi pada 9 September 2018. Sebagai akhir dari kegiatan sehari tersebut, acara kemudian ditutup oleh Dr. Arthur Aryo Lelono.  (ES/P2K; ed: SJW).

ZONA INTEGRITAS