: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Solusi Sampah Plastik Melalui Daur Ulang dan Material Alternatif Ramah Lingkungan


Administrator, 28 Februari 2021

Serpong, Humas LIPI. Sampah plastik menjadi masalah global yang krusial. Berangkat dari masalah tersebut, lebih dari 60 negara mengambil langkah praktis dengan melakukan pembatasan penggunaan sampah plastik. Pelarangan plastik idealnya perlu diimbangi dengan pengelolaan sampah dan insentif finansial untuk mengubah kebiasaan konsumen dan pelaku industri, sehingga nantinya dapat didorong terbentuknya model sirkular dalam produksi plastik, dari sampah plastik kembali menjadi plastik lagi.

Muhammad Ghozali, peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Puslit Kimia - LIPI) menyebutkan ada dua solusi dalam mengatasi sampah plastik, yaitu secara kuratif dan preventif. “Cara kuratif meliputi reuse (penggunaan kembali), reduce (pengurangan), recycle (daur ulang), dan bank sampah. Sedangkan cara preventif adalah dengan mengubah kebiasaan masyarakat dengan menerapkan smart behaviour (kebiasaan cerdas) dan mengembangkan material yang bersifat biodegradasi,“ terang Ghozali.

Peneliti Kimia Polimer ini menerangkan salah satu inovasi yang telah dikembangkan oleh Puslit Kimia LIPI, yaitu material biodegradasi. Riset yangdilakukan oleh dirinya dan tim menghasilkan produk inovasi ramah lingkungan, diantaranya berupa pelet, kantong plastik yang bisa terbiodegradasi (biodegradable plastic), dan wadah makanan yang terbuat dari biofoam sebagai pengganti sterofoam. Selain itu, kertas hasil dari limbah biomassa (biopaper) juga bisa  dikembangkan menjadi kertas laminasi bioplastik pengganti kertas minyak dan gelas kertas (paper cup). “Dengan adanya inovasi ini, kami berharap bisa mengurangi penebangan hutan di Indonesia yang disebabkan karena produksi pembuatan kertas,” ujarnya.

Di Indonesia, sudah cukup banyak yang bergerak di industri daur ulang, termasuk industri daur ulang botol plastik untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat. Salah satunya adalah PT. Plasticpay Teknologi Daurulang yang bergerak dalam bidang pengumpulan sampah botol plastik dengan memakai aplikasi bernama PlasticPay. Suhendra Setiadi, CEO dari PT. Plasticpay Teknologi Daurulang mengatakan tujuan utama dari produk daur ulang adalah memperpanjang siklus hidup dari sebuah produk sehingga bisa dikembangkan kembali menjadi produk lain yang bermanfaat. “Harapan kedepannya adalah ketika fungsi produk telah menjadi tidak seusia dengan tujuan awalnya, akan ada teknologi atau terobosan terbaru dari peneliti-peneliti kita di Indonesia, agar produk tersebut bisa dikembangkan kembali dan tetap bisa bermanfaat,” harapnya.

Acara webinar ini diselenggarakan dalam memperingati minggu Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2021, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) mengadakan webinar “Solusi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Aspek Teknis Melalui Daur Ulang dan Bioplastik” pada hari Kamis (25/2). Topik yang diangkat adalah bagaimana menyelesaikan tantangan sampah plastik melalui pendekatan daur ulang serta bioplastik, baik dalam kapasitas kita sebagai individu maupun sebagai entitas bisnis atau lembaga. (whp/ ed. adl)

ZONA INTEGRITAS