: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Riset Nanopartikel Perak untuk APD Tenaga Medis


Administrator, 25 Februari 2021

Serpong, Humas LIPI. Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI, Joddy Arya Laksmono, mengembangkan inovasi nanopartikel perak atau nanosilver, untuk kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. Nanosilver tersebut memiliki bentuk kristal, konsentrasi, stabilitas, dan ukuran partikel yang dikembangkan melalui rekayasa teknologi proses kimia.

Dari beberapa literatur penelitian, telah dilakukan investigasi terhadap beberapa jenis material yang mempunyai fungsi sebagai antibakteri. Material-material tersebut diantaranya tembaga, seng, titanium, magnesium, emas, alginat, dan perak.

Joddy menyampaikan bahwa nanosilver diketahui mempunyai aktivitas anti bakteri karena memiliki luas permukaan yang besar untuk melakukan kontak dengan sangat baik terhadap mikroorganisme. Selama proses difusi berjalan, nanosilver mendekat pada membran sel bakteri dan melakukan penetrasi ke dalam mikroba. “Dari hasil penelitian, nanosilver memiliki kemampuan antimikroba terhadap bakteri, virus, dan mikroorganisme eukariotik,” ujarnya saat diwawancarai Humas LIPI.

Saat ini Joddy dan tim sedang dilakukan proses penelitian mengenai proses impregnasi partikel nanosilver pada kain bahan APD. “Distribusi nanosilver serta proses ikatan kimia-fisik yang terjadi pada permukaan kain APD menjadi hal yang mendapatkan perhatian utama dalam penelitian, karena berkaitan dengan efektivitas dan unjuk kinerja dari nanosilver, sebagai material antimikroba pada permukaan kain APD,” jelasnya.

Lebih lanjut, Joddy menjelaskan bahwa membran bakteri mengandung protein, dengan senyawa sulfur sebagai komponen utamanya. Nanosilver melakukan interaksi dengan protein ini, kemudian berinteraksi lagi dengan fosfor yang mengandung senyawa-senyawa seperti DNA.

“Pada saat nanosilver masuk ke dalam sel mikroorganisme, terbentuk daerah dengan berat molekul yang rendah di tengah gumpalan bakteri, gumpalan ini berfungsi untuk melindungi DNA. Selanjutnya nanosilver melakukan difusi dan menyerang rantai pernafasan mikroorganisme, hingga pada akhirnya sel tersebut menjadi mati,” urai Joddy.

Partikel perak dengan ukuran nano atau nanosilver ini memiliki sifat yang unik karena pengaruh dari ukuran kuantum dan permukaannya. “Dengan sifat yang unik ini, aplikasi dari nanosilver sangat luas seperti untuk tekstil antibakteri, sedangkan polimer yang mengandung nanosilver dapat diaplikasikan pada kulkas, penanak nasi, film plastik, botol vakum, kontainer plastik, dan tempat sampah, selain itu juga dapat diaplikasikan pada bidang optik mikroskop, “ terang lulusan program doktoral dari Universitas Indonesia ini. (har/ ed. adl)

ZONA INTEGRITAS