: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Rekristalisasi untuk Daur Ulang Limbah Masker Sekali Pakai


Administrator, 17 Februari 2021

Serpong, Humas LIPI. Sunit Hendrana Peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memaparkan salah satu pengembangan LIPI tentang Metode Daur Ulang Limbah Medis Plastik dengan Rekristalisasi dalam webinar ‘Pengelolaan Limbah Masker Di Masa Pandemi Covid-19!’: Jangan Buang Maskermu pada Selasa (16/2). “Dengan cara rekristalisasi maka hasil daur ulang sampah seperti masker, APD dan sebagainya  dapat kembali digunakan kembali dengan kualitas yang sama,” ujarnya.

Sunit yang berasal dari Kelompok Penelitian Kimia Polimer ini mengungkapkan bahwa dirinya dan tim telah biasa melakukan pemurnian plastik dengan cara rekristalisasi. “Ketika kami melakukan penelitian dengan plastik, harus bisa dipastikan sampel plastik itu murni tidak ada bahan aditif dan lainnya, oleh karena itu kami melakukan rekristalisasi untuk memurnikan,” terangnya.

Pada Oktober tahun 2020, tim Sunit memulai melakukan rekristalisasi sampah medis karena sampah jenis ini lebih memiliki potensi berbahaya menjadi sampah mikroplastik dan juga mencemari ekosistem sampah lautan lainnya.

“Proses daur ulang plastik dengan rekristalisasi ini meliputi pemotongan plastik, pelarutan plastik, pencampuran dengan anti pelarut, pengendapan pada anti pelarut, serta pemisahan pelarut dan anti pelarut, maka akan diperoleh suatu plastik murni tanpa degradasi yang memiliki manfaat dan fungsi sebagai plastik dengan kualitas serupa,” urai peneliti ahli utama ini.

Terdapat sejumlah jenis plastik limbah medis yang dapat didaur ulang menggunakan metode rekristalisasi menurut Sunit. “Yang dapat diterapkan melalui metode rekristalisasi adalah jenis plastik polyyethylene (PE), polypropylene (PP), polyvinyl chloride (PC), dan polystyrene (PS),” ungkap peneliti lulusan The  University of Queensland, Australia ini.

Sunit Hendrana menjadi salah satu narasumber dalam webinar yang diselenggarakan untuk menyongsong Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2021 yang jatuh pada Hari Sabtu 20 Februari 2021. Belum usainya pandemi Covid-19, LIPI bekerja sama dengan Satuan Tugas Penanganan Covid nasional dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), membahas banyaknya limbah medis yang dihasilkan dari penanganan Covid-19.

Seiring meningkatnya angka penyebaran penyakit Covid-19, limbah medis pun turut meningkat. Hal ini tidak hanya dihasilkan dari aktivitas fasilitas kesehatan namun juga dari penggunaan alat pelindung diri (APD) di masyarakat sehari-hari, seperti masker sekali pakai.

Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas berharap, gerakan peduli sampah medis nasional menjelang hari peduli sampah ini, bisa menjadi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat, yang dimulai dari sampah rumah tangga di sekitar kita. Hal ini harus menjadi gerakan seperti halnya beberapa tahun terakhir masyarakat berupaya mengurangi pemakaian plastik. Kampanye penggunaan plastik dan pengelolaan limbah secara bijak ini sudah harus menjadi gaya hidup kita semua.

Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI Ajeng Arum Sari menyampaikan bahwa hal yang perlu diperhatikan adalah masih minimnya pengetahuan dan sarana pengelolaan limbah APD dari masyarakat. Dua hal tersebut bisa memungkinkan munculnya risiko pencemaran lingkungan dan meningkatkan penyebaran virus SARS-Cov-2.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Agus Haryono, mengajak para pemangku kepentingan untuk melakukan sinergi. Masker merupakan polemik karena jika dibuang merupakan bahan plastik yang terurainya membutuhkan waktu ratusan tahun, tetapi kalau dikumpulkan bagaimana menghindari potensi infeksiusnya.

Melalui webinar ini diharapkan dapat terbentuk konsep pengelolaan limbah masker yang dipahami masyarakat, rumusan akselerasi penerapan riset dan inovasi teknologi pengelolaan limbah masker di masyarakat dan industri, serta dapat memberikan peluang kerja sama antara peneliti dan masyarakat, serta industri untuk penerapan teknologi pengelolaan limbah masker.

Sebagai informasi, panelis yang turut hadir dalam webinar ini adalah Lia Partakusuma (Satgas BNPB), Akbar Hanif Dawam A. (Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI), Arifin Nur (Puslit Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI), Herlian Eriska Putra (Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI), Prima Mayaningtias (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat), Hery Yusmandra (Manajer Program Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia), serta Ratih Asmana Ningrum (Puslit Bioteknologi LIPI). Acara ini dipandu oleh pembawa acara Suci Rahayu dan Dyah R. Sugiyanto selaku moderator dari Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI. (har, ed. adl)

ZONA INTEGRITAS