Berita

Rakor LIPI dengan Pemprov Aceh, P2 Kimia Paparkan Teknologi Pengolahan Minyak Atsiri


Administrator, 19 Juli 2017

[Berita P2 Kimia, Banda Aceh] Sebagai bagian dari rangkaian acara “Rapat Koordinasi dan Pengembangan Pemerintah Aceh dan Tindak Lanjut Kerjasama LIPI dengan Pemerintah Provinsi Aceh” yang dilaksanakan di Banda Aceh 10-11 Juli 2017, Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) diminta  untuk memberikan pemaparan terkait standard pengolahan minyak nilam. Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Kantor Bappeda Provinsi Aceh, dimana pada hari pertama, Senin (10/7) dibuka oleh Sekretaris Daerah Propinsi Aceh.

Hari kedua, Selasa (11/7) merupakan sesi diskusi teknis antara pemangku kebijakan di Pemerintah Provinsi Aceh baik dari Bappeda maupun dinas-dinas terkait dengan para peneliti dari LIPI. Dari P2 Kimia, hadir dalam sesi diskusi ini yaitu Dr. Yenni Meliana selaku Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian, Teuku Beuna Bardant yang merupakan peneliti muda di P2 Kimia, dan Sujarwo, Ka Sub Bid Kerjasama.

Sesi diskusi diawali dengan pemaparan yang merupakan panel antara P2 Kimia dengan Atsiri Research Center Universitas Syah Kuala. Yenni Meliana, mewakili P2 Kimia menyampaikan pemaparan mulai dari sejarah minyak nilam sampai dengan kegiatan-kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh P2 Kimia dalam pengembangan teknologi penyulingan minyak atsiri. “P2 Kimia sudah lama melakukan penelitian dan pengembangan teknologi penyulingan minyak atsiri melalui bidang teknis yaitu bidang teknologi proses dan katalisis,” jelas Meli dalam pemaparannya.

“Selain itu, kerjasama dengan berbagai stakeholder juga sudah kami lakukan baik dengan koperasi masyarakat maupun industri. Kami melakukan kerjasama pengolah minyak atsiri dengan stakeholder di Jawa Barat, Jawa Tengah bahkan sampai luar jawa mulai dari skala kecil sampai dengan skala industri,” tambah wanita yang juga merupakan peneliti madya di P2 Kimia. Dalam pemaparannya, Meli juga menjelaskan secara teknis bagaimana pengembangan yang sudah dilakukan oleh peneliti-peneliti di P2 Kimia untuk memperoleh ekstrak yang optimal dan berkualitas. “Tentunya, P2 Kimia juga sangat terbuka untuk melakukan kerjasama dengan Pemprov Aceh dalam pengembangan minyak nilam ke depannya,” tutupnya.

Masih dalam sesi yang sama pada kesempatan berikutnya, disampaikan pemaparan oleh Direktur Atsiri Research Center, Dr. Syaifullah Muhammad terkait potensi minyak nilam di Provinsi Aceh. “Jika kita membaca literatur, maka minyak nilam dari Aceh ini merupakan minyak nilam dengan kualitas terbaik. Tetapi hal ini tidak berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani nilam,” papar Syaifullah dalam presentasinya. “Hal ini terjadi karena kita tidak memberikan perhatian secara khusus kepada sektor ini, terutama dalam hal tata niaga dan pengembangan produk. Minyak nilam petani dibeli dengan harga yang sama padahal kualitasnya berbeda-beda. Dalam hal ini petani tidak memiliki daya tawar apapun,” tambah pria yang juga merupakan dosen senior di Jurusan Teknik Kimia Universitas Syah Kuala Banda Aceh.

Syaiful menceritakan bagaimana perjuangan yang dia bersama tim lakukan mulai dari awal pendirian Atsiri Research Center sampai dengan upaya untuk melakukan alih teknologi kepada masyarakat. “Bukan hal yang mudah untuk mentransformasi teknologi kepada masyarakat, kita harus menyesuaikan dengan kondisi real dan daya dukung yang ada di masyarakat. Untuk itu kita, baik akademisi, peneliti dan pemangku kebijakan harus terjun bersama secara telaten atau istiqomah dalam mendampingi masyarakat. Bukan hanya melakukan kegiatan sebatas seremonial, misalnya memberikan bantuan kemudian masyarakat kita tinggalkan tanpa pendampingan, hasilnya tidak akan ada,” jelas Syaiful dalam pemaparannya.

Setelah para narasumber menyampaikan pemaparan, seluruh peserta diperkenankan untuk memberikan pertanyaan. Para peserta begitu antusias menyampaikan pertanyaannya kepada narasumber. Adapun pertanyaan-pertanyaan tersebut pun dijawab dengan baik oleh para narasumber.

Untuk mengakhiri kegiatan yang berlangsung dari pagi sampai siang itu, dilakukan sesi foto bersama antara para narasumber. Acarapun ditutup oleh Kepala Bappeda Provinsi Aceh seiring berkumandangnya azan dhuhur dari Masjid Bappeda Provinsi Aceh. <SJW/p2kimia>

ZONA INTEGRITAS