: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Ragam Riset Obat Herbal dan Suplemen Anti Covid-19 LIPI


Administrator, 26 November 2020

Serpong, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Kedeputian Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) telah melakukan beragam riset dan inovasi dalam upaya penanggulangan virus Corona. Berbagai klaster penelitian dibentuk untuk mengklasifikasikan riset-riset dari barbagai satuan kerja di bawah Kedeputian IPT. Guna berbagi informasi perkembangan seputar riset Covid-19, Kedeputian IPT kembali menggelar sharing session dengan narasumber dari eksternal LIPI, sekaligus pemonitoran dan pengevaluasian riset Covid-19 Klaster Obat dan Suplemen Anti Covid-19, pada Kamis (26/11).

Sharing session klaster obat dan suplemen anti Covid-19 ini dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian Kimia (P2K) LIPI, Yenny Meliana. Yenny mengemukakan harapannya agar acara ini bisa memberikan transparansi ke publik terkait apa yang sudah dilakukan LIPI. Dirinya juga berpesan agar para peneliti tetap semangat, tetap sehat bekerja di masa pandemi. “Semoga riset LIPI dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Di sesi pleno acara ini hadir dua orang narasumber yaitu Tepy Usia dan Chaidir dengan moderator Rizna Triana Dewi. Tepy menjelaskan langkah-langkah strategis Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di bidang obat tradisional dalam mendukung penanganan Covid-19. Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik - BPOM ini mengatakan Indonesia sangat kaya akan potensi bahan alam. “Ada 30.000 lebih spesies tanaman, yang menempatkan Indonesia ke dalam lima besar negara megabiodiversitas,” ungkapnya. “Terdapat ramuan 25.821, tumbuhan obat 2.670 spesies tersebar pada 303 etnis di 24 provinsi, serta lebih dari 400 etnis di Indonesia memanfaatkan tumbuhan sebagai obat,” imbuhnya.

BPOM melakukan dua strategi dalam mendukung penanganan pandemi Covid-19. Pertama, pendampingan uji pra klinik dan uji klinik. Kedua, komunikasi, informasi, dan edukasi bagi masyarakat dan pelaku usaha. “Kepada pelaku sejak awal sudah disediakan mekanisme pendampingan dengan berlandaskan pada scientific justification dan independensi,” terang Tepy. “BPOM secara terus-menerus melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan obat bahan alam termasuk suplemen kesehatan untuk penanggulangan Covid-19, “pungkasnya.

Narasumber kedua, Chaidir menyampaikan riset jamu dan obat herbal untuk penanggulangan Covid-19. Kepala Program Teknologi Obat Herbal, Pusat Teknologi Farmasi dan Medika – Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) sekaligus Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Humas BPPT ini mengatakan bahwa belum terdapat vaksin dan antiviral untuk pencegahan dan penanggulangan infeksi SARS-CoV-2. "Dari hasil penelitian tanaman obat menunjukkan ada potensi jamu atau obat herbal dalam pencegahan penyakit akibat infeksi virus," ungkapnya. “Manfaat jamu atau obat herbal merupakan hasil keseluruhan kandungan polikimia metabolit sekunder terhadap berbagai target,“ tambahnya.

Sebagai penutup, Chaidir berharap agar LIPI dapat memimpin kegiatan penelitian di Indonesia guna menemukan formula obat anti Covid-19.

Selanjutnya di sesi presentasi ada tujuh orang peneliti yang menyampaikan perkembangan kegiatan risetnya yaitu Marissa Angelina (Potensi Ekstrak Daun Ketepeng Badak dan Daun Benalu Sebagai Obat Herbal Anti-viral Covid), Yati Maryati (Pengembangan Minuman Kesehatan Berbasis Jambu Biji Merah untuk Meningkatkan Sistem Imunitas Tubuh), Andria Agusta (Pencarian Anti-virus SARS-CoV-2 dari Kehati Indonesia), Hani Mulyani (Selai Marmalade 2 in 1 dari Rempah Lokal Terfermentasi untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Selama Pandemi Covid-19). Keempatnya merupakan Peneliti dari Pusat Penelitian Kimia LIPI.

Tiga presenter berikutnya yaitu Ambar Yoganingrum dari Pusat Penelitian Informatika LIPI (Identifikasi Protein Target pada Kondisi Hyperinflammation Penderita Covid-19: Pendekatan in silico), Diah Ratnaningrum dari Loka Penelitian Teknologi Bersih-LIPI (Pembuatan Hand Sanitizer berdasarkan WHO Berbahan Dasar Alkohol Sebagai Antiseptik dengan Aroma Jeruk) dan Rifki Sadikin dari Pusat Penelitian Informatika LIPI (Komputasi Berkinerja Tinggi untuk Pemodelan Machine Learning, Pemetaan Farmakofor, dan Penambatan Molekuler untuk Penemuan Kandidat Senyawa Potensial Antivirus SARS-CoV-2).

Antusiasme peserta sangat terasa dalam sesi diskusi yang dipandu oleh Sofa Fajriah dari P2K-LIPI. Beragam pertanyaan dan tanggapan diajukan guna mencari jawaban persoalan Covid-19. Acara ditutup kembali oleh Yenny Meliana, dengan semangat dan harapan akan perkembangan riset selanjutnya dalam menangani SARS-CoV-2. (nh/ ed. adl)

ZONA INTEGRITAS