: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Puslit Kimia LIPI Kembangkan Produk Pangan Fungsional untuk Cegah Stunting dan Obesitas


Administrator, 11 Oktober 2019

Serpong, Humas LIPI. Sumber daya manusia terutama anak-anak merupakan aset yang berharga bagi bangsa dan negara Indonesia. Sayangnya, angka stunting di Indonesia masih masuk kategori sangat tinggi menurut standar WHO. Selain itu, permasalahan obesitas juga perlu mendapat perhatian karena angkanya termasuk tinggi di Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melalui Pusat Penelitian Kimia mengembangkan produk pangan fungsional yang memenuhi kebutuhan gizi berfungsi untuk kesehatan tubuh. Hasil-hasil pengembangan penelitian ditampilkan dalam kegiatan Media Briefing P2 Kimia LIPI pada Kamis (10/10) di Tangerang Selatan. Acara ini diselenggarakan dalam rangka LIPI menjadi focal point dalam acara ASEAN Food Conference di Bali pada 15-18 Oktober 2018.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang bisa dialami oleh anak-anak yang mendapatkan gizi buruk atau infeksi berulang. Seorang anak dikatakan stunting ketika pertumbuhan tinggi badannya tak sesuai grafik pertumbuhan badan. Dampak stunting selain tinggi badan anak juga terkait pertumbuhan otak. Salah satu cara untuk mencegah stunting adalah dengan memperbaiki sistem imun atau kekebalan tubuh dalam tubuh anak. Caranya adalah dengan mengkonsumsi pangan fungsional yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Pangan tersebut beragam dan mengandung berbagai vitamin dan mineral. “ Potensi pangan di Indonesia sangat kaya dan melimpah, bisa berasal dari pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan/kelautan,” jelas Raden Arthur Ario Lelono, Plt. Kepala P2 Kimia - LIPI.

Salah satu pangan yang berfungsi sebagai imunomodulator alami adalah Caulerpa lentilifera atau rumput laut hijau. Pangan ini dapat dimakan sebagai lalapan serta sudah dibudidayakan di Indonesia, yakni di Takalar, Sulawesi Selatan. Oleh Pusat Penelitian Kimia LIPI, rumput laut ini dikembangkan menjadi produk biskuit yang berfungsi sebagai penguat sistem imun. “Kami bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Farmasi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam pembuatan biskuit rumput laut ini,” jelas Sofa Fajriah, peneliti Kimia.

Asupan gizi yang optimal juga dapat dilakukan untuk pencegahan stunting sehingga tercipta kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif. Salah satu nutrisi yang penting adalah asam folat. Asam folat (folacin, vitamin B9) merupakan vitamin penting untuk tumbuh kembang bayi semasa dalam kandungan, pada wanita hamil dan anak-anak. Pusat Penelitian Kimia melakukan formulasi dan identifikasi asam folat dari campuran nikstamal jagung kuning/putih, bayam/brokoli terfermentasi dan tempe kedele/kacang hijau. “Formulasi tersebut diaplikasikan pada pembuatan pangan pintar berupa biskuit, bubur dan sup bayi dengan variasi jenis dan konsentrasi fortifikan yang berbeda dalam formulasi produk MP-ASI,” terang Arthur pada produk hasil karya peneliti Kimia Agustine.

Sementara itu, permasalahan obesitas di Indonesia juga termasuk tinggi. Hal ini kebanyakan dikarenakan oleh gaya hidup yang kurang aktif. Dalam jangka panjang, pada usia dewasa yang gaya hidupnya kurang aktif cenderung akan menjadi gemuk (obese), dan berpeluang menderita penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, kanker, dan lain-lain. Salah satu pangan yang bisa mengurangi risiko obesitas adalah teh. Indonesia berpotensi untuk mengembangkan teh karena saat ini menjadi pengekspor teh nomor tujuh dunia. Teh sangat baik untuk diet, selain itu berfungsi sebagai anti oksidan, penurun kolesterol, peningkat metabolisme tubuh, penjaga kesehatan tulang, dan pencegah diabetes. Pusat Penelitian Kimia mengembangkan produk teh klon seri Gamboeng untuk obesitas. Hasil epigallokatekin gallat (EGCG) yang merupakan senyawa aktif antiobesitas lebih tinggi dari produk di pasaran. “Produk yang dikembangkan adalah teh  hijau serbuk effervescent dan minuman ready to drink,” tutur Nino Rinaldi peneliti Kimia.

Teh klon unggul seri Gamboeng berpolifenol tinggi cocok digunakan sebagai bahan baku minuman fungsional untuk menurunkan risiko obesitas. Oleh karena teh hijau ini ini pahit dan tidak enak untuk dikonsumsi rutin, maka dibuatlah fortofikasi dengan rasa lebih baik dan bisa dikonsumsi rutin layaknya teh pada umumnya. Penambahan daun salam sebagai salah satu pengawet alami (anti bakteri). Penam.bahan daun atau kayumanis untuk meningkatkan keterterimaan rasa dari konsumen. Dalam proses produksinya, kami memiliki kendala dalam ketersediaan daun kayu manis, sehingga solusinya diganti dengan batang kayu manis”, jelas Hani Mulyani peneliti Kimia.

Produk pangan berbasis polifenol berbentuk minuman selain teh yang saat ini sedang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Kimia adalah kombucha. Dengan formulasi sayuran dan buah pisang yang difermentasi, telah dihasilkan minuman yang berfungsi sebagai penurun kolesterol dan penunjang kesehatan. "Produk minuman ini sangat potensial dikembangkan di Indonesia karena bahan bakunya mudah didapat, yakni katuk dan aneka jenis pisang," jelas peneliti Kimia, Yati Maryati. “Kedepannya kami ingin agar produk-produk pangan fungsional ini bisa masuk ke skala industri,” tutup Arthur. (adl)

Kliping Berita Media Briefing P2 Kimia, 10 Oktober 2019

1. Cegah Stunting, LIPI Kembangkan Pangan dari Rumput Laut dan Teh
https://indopos.co.id/read/2019/10/10/199883/cegah-stunting-lipi-kembangkan-pangan-dari-rumput-laut-dan-teh/

2. LIPI Kembangkan Olahan Pangan Pencegahan Stunting
https://www.gatra.com/detail/news/450036/teknologi/lipi-kembangkan-olahan-pangan-pencegahan-stunting

3. LIPI kembangkan pangan rumput laut dan teh cegah stunting dan obesitas
https://www.antaranews.com/berita/1105714/lipi-kembangkan-pangan-rumput-laut-dan-teh-cegah-stunting-dan-obesitas

4. LIPI Kembangkan Pangan Rumput Laut dan Teh Cegah Stunting dan Obesitas
https://bengkulu.antaranews.com/nasional/berita/1105714/lipi-kembangkan-pangan-rumput-laut-dan-teh-cegah-stunting-dan-obesitas?utm_source=antaranews&utm_medium=nasional&utm_campaign=antaranews

5. Tekan Prevalensi Stunting LIPI Kembangkan Produk Pangan dari Rumput Laut
https://news.trubus.id/baca/32415/tekan-prevalensi-stunting-lipi-kembangkan-produk-pangan-dari-rumput-laut

6. LIPI Kembangkan Teh Hijau Cegah Obesitas Hingga Turunkan Kolesterol
https://news.trubus.id/baca/32422/lipi-kembangkan-teh-hijau-cegah-obesitas-hingga-turunkan-kolesterol

7. Pusat Penelitian Kimia LIPI Hasilkan Produk Pangan Fungsional untuk Perbaikan Gizi dan Kesehatan
https://www.besttangsel.com/pusat-penelitian-kimia-lipi-hasilkan-produk-pangan-fungsional-untuk-perbaikan-gizi-dan-kesehatan/

8. LIPI Kembangkan Bahan Pangan Rumput Laut dan Teh
https://palapanews.com/2019/10/11/lipi-kembangkan-bahan-pangan-rumput-laut-dan-teh/

9. Cegah Stunting dan Obesitas dengan Rumput Laut dan Teh
https://today.line.me/id/pc/article/Cegah+Stunting+dan+Obesitas+dengan+Rumput+Laut+dan+Teh-1Rx7Dv

10. Cegah Stunting dan Obesitas dengan Rumput Laut dan Teh
https://gaya.tempo.co/read/1258092/cegah-stunting-dan-obesitas-dengan-rumput-laut-dan-teh

11. LIPI Kembangkan Pangan Rumput Laut dan Teh Cegah Stunting
https://trendtek.republika.co.id/berita/pz5gjj423/lipi-kembangkan-pangan-rumput-laut-dan-teh-cegah-emstuntingem

12. LIPI Kembangkan Produk Pangan dari Teh untuk Kurangi Obesitas dan Rumput Laut Cegah Stunting

http://lipi.go.id/siaranpress/pengembangan-produk-pangan-fungsional-dari-rumput-laut-dan-teh-untuk-cegah-stunting-dan-obesitas/21806

ZONA INTEGRITAS