: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Profesor Hanafi, Peneliti Kimia LIPI yang Berprestasi


Administrator, 10 Juli 2020

Serpong, Humas LIPI. Dalam rangka mengapresiasi peneliti Indonesia yang memberikan sumbangsih dalam penerbitan jurnal bereputasi internasional, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) mengumumkan 500 peneliti terbaik Indonesia berdasarkan Science Technology Index (SINTA) dengan penyelenggaraan SINTA Series Tahun 2020. Dalam ajang ini, peneliti dari Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Muhammad Hanafi, terpilih dalam 500 besar peneliti terbaik Indonesia. 

Peneliti yang menekuni bidang penelitian kimia bahan alam dan medisinal ini meraih peringkat ke 228 berdasarkan jumlah artikel yang dipublikasikan di SINTA dan jurnal-jurnal terindeks di Scopus dan/atau pengutipan di Scopus dan Google Cendikia selama tiga tahun terakhir sejak 2017 hingga 2019. Ia berhasil mengumpulkan skor sebesar 1.727,5 dengan total skor sebesar 5.650. Hanafi menyampaikan bahwa untuk mencapai hasil tersebut, selain kompetensi, komitmen dalam bekerja sama dengan berbagai pihak diperlukan pula oleh seorang peneliti. “Kita perlu kerja sama dengan berbagai peneliti dari berbagai perguruan tinggi khususnya dalam bimbingan mahasiswa,” ujarnya.

Bidang penelitian yang Hanafi tekuni berkaitan dengan identifikasi struktur senyawa aktif dari berbagai sumber bahan alam (tanaman, mikroba) dan modifikasi struktur untuk peningkatan aktivitas. Saat ini Hanafi bekerja sama dengan Kobe University Jepang dalam skrining berbagai ekstrak tanaman yang ada Kebun Provinsi Puspiptek dan Kebun Raya Bogor untuk antiviral hepatitis B.

Sebelumnya, dirinya telah bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA) menghasilkan ekstrak tanaman kayu kapur dan daun jengkol aktif sebagai antiviral Hepatitis B. Ia juga telah menghasilkan turunan lovastatin yaitu dehidrolovastatin (LIPIstatin) yang selain sebagai penurun kolesterol, juga mempunyai aktivitas antivital terhadap Hepatitis C.

 

Profil Muhammad Hanafi 

Muhammad Hanafi menyelesaikan jenjang pendidikannya di Indonesia dan Jepang. Ia mengambil Jurusan Kimia di Universitas Indonesia untuk gelar sarjana hingga tahun 1985. Seusai studi, Hanafi kemudian memulai kiprahnya di LIPI pada tahun 1987.

Hanafi melanjutkan jenjang magister Organic Chemistry di Osaka University, Jepang hingga tahun 1993 yang dilanjutkan ke jenjang doktoral di universitas yang sama hingga tahun 1996.

 Atas kerja kerasnya, Hanafi menerima beberapa penghargaan, diantaranya Peneliti LIPI dengan Jumlah Publikasi Jurnal Terbanyak dalam Tiga Tahun Terakhir berdasarkan data Scopus (2017-2019), Inventor Terproduktif Award - LIPI (2017) dan termasuk dalam 106 Inovasi Indonesia Prospektif-Kemenristek (2014).

 Selain itu, hasil penelitiannya terekam dalam publikasi sebanyak 106 jurnal internasional, 44 jurnal nasional, 1 buku internasional, 2 buku nasional, 55 prosiding internasional, 29 prosiding nasional, dan 40 paten. (whp/ ed. adl)

ZONA INTEGRITAS