Berita

Previous Research Group (2017)


Administrator, 22 Februari 2018

1. Catalys and Process Technology

Latar Belakang Pentingnya Penelitian katalis dan Makromolekul

Pengembangan katalis maju dan makromelekul diarahkan untuk mengelola dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia secara signifikan. Dengan memperkuat kemampuan peneliti dalam bidang katalis maju dan makromelekul akan memberikan kontribusi yang besar dalam kemajuan bangsa Indonesia.

Tujuan/ Fungsi/ Sasaran Keltian:

Tujuan • Teknologi dan produksi katalis maju untuk konversi sumber daya alam Indonesia • Pengembangan dan sintesa makromolekul untuk industri kimia  

Kegiatan Penelitian Utama Kelti/ Sub Kelti disertai Deskripsi Singkat:

1)  Sintesa katalis untuk produksi kimia adi dan pengembangan makromelekul untuk pelapisan, adsorben dan bahan pengemas. 2) Implementasi penelitian katalisis dan makromolekul dalam bidang kesehatan  

Potensi Pengguna Penelitian Keltian:

Industri kimia adi, industri katalis dan adsorben, industri kapal, industri bahan makanan dalam kemasan, industri polimer, industri kosmetik, rumah sakit.

 

2. Analytical and Enviromental Chemistry

Latar Belakang Pentingnya Penelitian Energi Biomassa dan Lingkungan:

Saat ini Indonesia mempunyai tantangan besar untuk meningkatkan kemandirian di bidang energi dalam rangka mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Selama ini sistem penyediaan energi nasional berorientasi pada penggunaan energi fosil, sedangkan pemanfaatan energi non-fosil/energi baru terbarukan (EBT) masih sangat rendah. Penggunaan energi fosil memberikan kontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca yang tidak saja menyebabkan gangguan lingkungan terutama bertambahnya polusi udara tetapi yang utama adalah meningkatkan pemanasan global (global warming).

Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia, memiliki potensi biomasa yang sangat melimpah. Biomassa dari limbah pertanian dan kehutanan belum banyak dimanfaatkan.  Limbah ini dapat dikonversi menjadi bioenergi, seperti bahan bakar nabati (BBN) yang berfungsi untuk mensubstitusi bahan bakar yang berasal dari minyak (BBM).


Tujuan/ Fungsi/ Sasaran Keltian:

Keltian ini dikembangkan untuk berkontribusi dan membantu pemerintah, masyarakat dan industri guna (i) Mengembangkan energi biomassa sebagai energi alternatif ramah lingkungan,  (ii) berpartisipasi dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca yang berakibat pada pemanasan global, (iii) Mencegah penurunan kualitas lingkungan hidup, udara, tanah dan badan air yang diakibatkan oleh aktivitas pembangunan dan kegiatan industri  .

 

Kegiatan Penelitian Utama Kelti/ Sub Kelti disertai Deskripsi Singkat:

Kegiatan Penelitian pada kelompok ini  terdiri dari lima sub Kelti yaitu :

1)      Konversi Biomassa kegiatan difokuskan untuk menghasilkan Bioenergi ramah lingkungan seperti bahan bakar cair dan gas.  Proses konversi melalui cara fermentasi, gasifikasi, termokimia dll.

2)      Kilang Hayati : Melakukan kegiatan yang terintegrasi antara proses konversi biomassa untuk menghasilkan bahan bakar, dan bahan-bahan kimia dari biomassa sebagai  ko-produk kimia adi (fine chemicals).

3)      Pengelolaan Limbah Proses : Melakukan pengelolaan limbah proses konversi biomassa dan kilang hayati

4)      Kajian dampak lingkungan : Melakukan kajian dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan konversi biomassa dan kilang hayati.

5)      Pengembangan metoda analisis lingkungan : Melakukan pengembangan dan menyediakan metoda analisis untuk karakterisasi bahan, produk dan limbah kegiatan konversi biomassa dan kilang hayati

 

Potensi Pengguna Penelitian Keltian:

Pemerintah, Masyarakat, Transportasi, Agro Industri , Industri kosmetik

 

3. Polymer Chemistry

Latar Belakang Penelitian Keltian

Penelitian dan pengembangan kimia polimer diarahkan untuk menjawab permasalahan dan tantangan dimasyarakat, industri nasional maupun internasional dalam bidang polimer sains dan teknologi serta aplikasinya. Untuk itu dilakukan sintesa dan modifikasi polimer untuk meningkatkan kualitas dan sifat-sifat kimia, fisik danmekanik melalui modifikasi proses kimia. Dengan memperkuat kemampuan peneliti di bidang polimer sains dan teknologi serta aplikasinya melalui kerjasama, transferilmu dan memperluas jejaring dengan institusi nasional, industri dan pihak-pihak internasional terkait diharapkandapat memberikan kontribusi yang besar dalam kemajuan bangsa Indonesia.

Tujuan/ Fungsi/ Sasaran Keltian:

  • menjawab permasalahan dan tantangan di masyarakat, industri nasional maupun internasional dalam bidang polimer sains dan teknologi serta aplikasinya
  • sintesa dan modifikasi polimer untuk meningkatkan kualitas dan sifat-sifat kimia, fisik dan mekanik melalui modifikasi proses kimia

  • kerjasama, transfer ilmu dan memperluas jejaring dengan institusi nasional, industri dan pihak-pihak internasional terkait.

Kegiatan Penelitian Utama disertai deskripsi singkatnya :

1)  Sintesa katalis untuk produksi kimia adi dan pengembangan makromelekul untuk pelapisan, adsorben dan bahan pengemas.

  1. Energi
  2. Ketahanan pangan
  3. Material maju

2)  Implementasi penelitian dan kerjasama dengan industri terkait di bidang polimer sains dan teknologi.

Potensi Pengguna Penelitian Keltian:

Industri di bidang perminyakan, industri bahan makanan dan kemasan, industri plastik dan polimer, industri kosmetik, industri elektronik, industri coating.

 

4. Kimia Bahan Alam  

Latar Belakang Pentingnya Penelitian Bahan Baku Obat:

1. Masih banyak kejadian penyakit di masyarakat Indonesia, antara lain: penyakit degeneratif dan infeksi.

2. BBO sebagian besar masih diimpor, sedangkan sumberdaya hayati yang berlimpah belum termanfaatkan secara optimal untuk BBO.


Tujuan/ Fungsi/ Sasaran Keltian:

Tujuan: untuk menemukan dan mengembangkan BBO dari tumbuhan, mikroba dan biota laut untuk penyakit degeneratif dan infeksi.

Fungsi: sebagai sarana membangun kompetensi dan sinergi di antara para peneliti di bidang penemuan dan pengembangan BBO.

Sasaran: memperoleh BBO untuk penyakit antibakteri, antikanker, antidiabetes, antidengue, antihiperkolesterolemia, dan antimalaria.

 

Kegiatan Penelitian Utama Kelti/ Sub Kelti disertai Deskripsi Singkat:

1. Subkeltian BBO Degeneratif Alami

Subkeltian ini melakukan kegiatan:
a. uji klinik ekstrak daun sukun sebagai fitofarmaka antidiabetes dan antikolesterol
b. pencarian antidiabetes dari biota laut
c. pengembangan Macaranga spp. sebagai antihiperkolesterolemia
d. formulasi sediaan herbal untuk antidiabetes

2. Subkeltian BBO Degeneratif Sintetik

Subkeltian ini melakukan kegiatan:
a. sintesis turunan butirolakton dari Aspergillus terreus untuk BBO antidiabetes
b. sintesis senyawa dimer turunan fenol untuk antiabetes

3. Subkeltian BBO Infeksi Alami

Subkeltian ini melakukan kegiatan:
a. pengembangan senyawa antimalaria alami
b. pengembangan obat herbal terstandar untuk antidengue
c. pengembangan mikroba endofitik biota laut sebagai antikanker
d. pengembangan biota laut sebagai antibakteri
e. pengembangan bahan baku obat antikanker alami

4. Subkeltian BBO Infeksi Sintetik

Subkeltian ini melakukan kegiatan:
a. pengembangan turunan andrografolida sebagai antimalaria
b. pengembangan turunan artemisinin sebagai antimalaria

 

Potensi Pengguna Penelitian Keltian:

1. Industri obat dalam negeri
2. Kementerian Kesehatan – RI
3. Masyarakat

 

5. Kimia Pangan

Latar Belakang Pentingnya Penelitian Kimia Pangan:

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pangan fungsional dan pangan kaya nutrisi, dalam rangka membantu program pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan stabilitas ketahanan pangan.


Tujuan/ Fungsi/ Sasaran Keltian:

Tujuan:

Memperkuat kompetensi dan meningkatkan nilai invensi di bidang kimia pangan melalui penelitian dan pengembangan pangan fungsional dan pangan nutrisi yang berdampak luas, dan mendukung terjadinya inovasi bernilai ekonomi.

Fungsi:

Melaksanakan kegiatan penelitian, bimbingan teknis, menyusun rencana, pelaksanaan dan pelaporan kegiatan penelitian di bidang kimia pangan fungsional dan pangan nutrisi

Sasaran:

a)      Mengembangkan bahan pangan fungsional, produk makanan/minuman fungsional, dan produk suplemen /nutrasetikal berbasis bahan aktif oligosakarida dan polisakarida dari bahan baku lokal untuk penyakit degeneratif.

b)      Mengembangkan pangan kaya nutrisi berbasis proses biotransformasi dan proses pengolahan pangan khusus berbahan baku sereal, biji-bijian, buah-buahan, dan hewani lokal serta aplikasinya untuk mengatasi masalah malnutrisi dan cita rasa

 

Kegiatan Penelitian Utama Kelti/ Sub Kelti disertai Deskripsi Singkat:

1)      Sub Kelti Pangan Fungsional

a)      Pengembangan Pangan Fungsional untuk Diabetes/Obesitas Berbasis Bioaktif Polisakarida dari Mikro algae lokal
b)      Pengembangan Kitooligosakarida dari Bahan baku Lokal Kelompok Crustacea sebagai Pangan fungsional untuk  Diabetes
c)      Pengembangan Produk Nutraceutical DFA III dari Inulin umbi Dahlia dan Ekstrak Jahe untuk Osteoporosis

2)      Sub Kelti Pangan Nutrisi

a)      Pengembangan Sorgum (Sorghum bicolor L) untuk Flavor Savory dan Sumber Asam Amino melalui Hidrolisis Enzimatik
b) Pengembangan Pangan Olahan Berbasis Buah Mede

 

Potensi Pengguna Penelitian Keltian:

Industri pangan, industri kimia, industri farmasi, UMKM, Universitas dan lembaga riset.

 

ZONA INTEGRITAS