: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Perkembangan Teknologi dan Regulasi Bioetanol


Administrator, 23 Februari 2021

Serpong, Humas LIPI. Saat ini sekitar 40% kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia berasal dari impor, terutama jenis bensin. Hal ini memberikan kontribusi terhadap CAD (current account defisit) nasional sebesar 9.3 Billion US dolar pada tahun 2019. Sementara itu, Indonesia dikaruniai jumlah biomassa yang melimpah, diantaranya biomassa sawit yang potensial menjadi bahan green gasoline dan bioetanol. Dalam rangka menginformasikan potensi bioetanol tersebut, maka Pusat Unggulan Iptek (PUI) Pusat Penelitian Bioetanol G2 – Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia LIPI) dan PT Mipcon Group menggelar Webinar Series 1 bertema “The Latest Improvement, Regulation & Technology Development for Global Bioethanol and Industry,” pada Senin (22/2) secara virtual.

Sebagai pembukaan, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono, menyampaikan bahwa webinar ini merupakan bagian aktivitas di LIPI dan menjadi pusat unggulan bioetanol generasi kedua. Forum ini dapat mempertemukan para peneliti, praktisi, akademisi, dan indsutri untuk saing berbagi informasi dan hasil penelitian. “Kami berharap kegiatan ini menjadi akselerasi penelitian dan inovasi yang berkelanjutan, khususnya untuk industri bioetanol dan biofuel,” ujarnya.

“Tidak hanya berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bioetanol dan biofuel, tetapi juga menjadi kesempatan baru dalam meningkatkan penelitian dan pengembangan teknologi masa depan, serta peluang kolaborasi masa depan antara para akademi, peneliti, dan industri,” lanjutnya.

Senada dengan Deputi, President Director PT Mipcon Konsultan Utama Imam Baehaqi turut menyampaikan bahwa pengembangan energi terbarukan khususnya bioetanol untuk bahan bakar sudah lama dibicarakan dan disinggung oleh banyak pihak. Meskipun pada kenyataannya selalu  ada pertentangan yang harus dihadapi untuk bisa secara berkelanjutan menjadi alternatif sumber bahan energi terbarukan.

“Kami menyadari bahwa banyak tantangan yang harus dipecahkan, oleh karena itu riset-riset yang mendukung pengembangan teknologi untuk industri bioetanol menjadi ikut berkembang hingga saat ini. Baik yang berfokus kepada intensifikasi proses yakni bagaimana membuat proses produksi bioetanol menjadi efektif, maupun yang berfokus kepada ekstensifikasi proses yakni memperbanyak varian-varian bahan baku, agar produk bioetanol menjadi lebih kompetitif sebagai sumber energi,” urai Imam.

“Kita semua mengharapkan agar webinar ini bisa menumbuhkan keyakinan bersama semua praktisi, peneliti, akademisi bahwa bioetanol ini bisa menjadi sumber energi terbarukan dan berkelanjutan di negara Republik Indonesia,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Yanni Sudiyani dari P2 Kimia LIPI mengatakan bahwa Bioetanol adalah sumber energi potesial untuk mengurangi bensin untuk pemanfaatan transportasi. Kegiatan penelitian dari aspek bahan baku, lingkungan, dan ekonomi telah dilakukan di banyak negara juga di Indonesia. “Industri bioetanol Indonesia ada yang memanfaatkan bahan pangan sebagai bahan baku, sementara itu, perguruan tinggi, dan lembaga peneltian dan pengembangan telah melakukan penelitian untuk menghasilkan bioetanol generasi kedua atau ketiga,” ungkapnya.

“Rencana pemerintah Indonesia adalah meningkatkan pemanfaatan campuran bioetanol dan bensin untuk transportasi hingga 15% pada tahun 2025. Perkembangan teknologi di setiap generasi merupakan tantangan bagi lembaga penelitian dan pengembangan lokal dalam mengembangkan teknologi produksi bioetanol dengan memanfaatkan biomassa lokal,” imbuh Profesor Riset LIPI tersebut.

Pada webinar yang digagas oleh P2 Kimia LIPI dan PT Mipcon juga menampilkan oleh beberapa narasumber yaitu Dadang Kusdiana (Director General of EBTKE Ministry of Energy and Mineral Resources), Noguchi Ryozo (Faculty of Life and Environmental Sciences, Jepang), dan Lakhadive Umesh Ramesh (Director, Crab & Taur Pte. Ltd, Singapura). Acara ini dipandu oleh pembawa acara Wijayanti Herlis (BKHH LIPI) serta moderator Roni Maryana (P2 Kimia LIPI) dan Muhammad Rizal (PT Mipcon). (hrd/ ed. adl)

ZONA INTEGRITAS