: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Perkembangan Riset Nano Herbal LIPI


Administrator, 22 Juni 2020

Serpong, Humas LIPI. Nano Center Indonesia menyelenggarakan Webinar Nano Talks Series dengan tema Inspirasi Ilmuan Membangun Masa Depan Indonesia dengan Riset Nano Herbal, Kamis (18/6) melalui aplikasi Zoom dan siaran langsung Youtube pada channel Scienthink.

Acara webinar ini disajikan oleh Yenny Meliana (Kepala Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan Etik Mardliyati (Peneliti Senior Pusat Teknologi Farmasi dan Medika – Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi).

Bertindak sebagai pemandu acara, Azza Harisna, M.Sc., peneliti Food, Health and Pharmaceutical Research Group, Nano Center Indonesia Research Institute. Turut bergabung dalam webinar, peserta dari berbagai kalangan seperti dosen, mahasiswa, praktisi, dan peneliti.

Penyaji pertama, Yenny Meliana, berbicara tentang riset nano herbal LIPI untuk kesehatan dan kecantikan.

Yenny Meliana menyampaikan salah satu riset di P2 Kimia – LIPI adalah mengembangkan riset melalui aplikasi seperti kosmetik herbal  dan obat herbal, antara lain nanoemulsi berbahan ekstrak pegagan dan jahe berbentuk krim untuk anti selulit.

Nanoemulsi juga dikembangkan menjadi nanoenkapsulasi berbahan pegagan ekstrak dan jahe, berbentuk kapsul untuk anti selulit melalui sistem metabolisme pencernaan, dan juga berbentuk krim oles. Nanodispersi bahan ekstrak pegagan dan jahe, nama produk nanoemugel (teknologi nano-emulgel), berbentuk gel, untuk sediaan selulit , nama merek Joza.

Selain itu, Yenny dan tim penelitiannya mengembangkan nanocream anti-aging dari ekstrak berbagai varian berbahan baku seperti bahan baku pegagan, timun, manggis, dan tomat. Juga ada solid perfume dalam bentuk emulsion dispersion berbahan wax, surfaktan, dan minyak atsiri. Dengan aroma khas atsiri Indonesia.

Penelitian lainnya adalah nanodispersi antemisinin untuk obat anti malaria. Pada umumnya obat anti malaria tidak larut dalam air, jadi dicoba memodifikasi menjadi sesuatu yang larut dalam air.

Terkait pandemi COVID-19, ada nanosilver untuk handsanitizer, di sini kami memodifikasi nanosilver denga ditambah minyak atsiri menjadi handsanitizer. “Pada masa pandemi ini, LIPI mendonasi sekitar 5 ton handsanitizer untuk membantu tanggap pandemi virus korona,” jelas Yenny. “Berdasarkan hasil uji di lab, formula nanosilver handsanitizer dengan minyak atsiri isopulegol di sini, tangan tetap bersih dari kuman dan bakteri selama dua jam,” ungkapnya.

“Saat ini handsanitizer ini sedang kami uji anti virus ke SARS-Cov-2, jadi teman-teman di lab sini sedang membuat kultur virus Covid-19, berikutnya kami sedang mencoba protokol uji untuk handsanitizer ini apakah bersifat anti virus, mudah-mudahan nanti segera didapat hasilnya,” tambah Kepala P2 Kimia tersebut.

“Penelitian nano lain yang masih berjalan saat ini adalah aplikasi nanoemulsi untuk pembasmi hama nabati atau pestisida nabati dari bermacam-macam bahan, antara lain minyak nimba, minyak cengkeh, minyak sereh, yang diformulasi sebagai pestisida nabati yang aplikasinya untuk tanaman organik dan perkebunan organik,” tutupnya. (har/ ed. adl)

ZONA INTEGRITAS