: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Penyintas Covid-19 Kimia LIPI Berbagi Pengalaman


Administrator, 15 Maret 2021

Serpong, Humas LIPI. Di tengah tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN), ada potensi terkena Covid-19 yang tidak bisa dihindari. “Pada masa pandemi Covid-19, yang bisa kita lakukan adalah berupaya untuk melakukan pencegahan dan ikhtiar,” jelas jelas Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko, pada pembukaan Webinar LIPI Town Hall Meeting 2021 pada Jumat (12/3).

Handoko mengatakan, apabila seorang sivitas ASN terkena Covid-19, yang paling memiliki peran tentu adalah keluarga dan keluarga, baik keluarga inti maupun keluarga besar LIPI. “LIPI menjadi ‘keluarga kedua’ sivitas, sehingga kami juga berupaya untuk memberikan solusi bagi teman-teman yang terkonfirmasi positif, yakni bisa memanfaatkan berbagai fasilitas asrama, wisma tamu, apartemen, dan sebagainya,” ujarnya.

“Kita semua berupaya untuk selalu terbuka menyampaikan informasi bahwa tidak menganggap yang terkonfirmasi sebagai suatu hal yang tabu, sehingga harus disampaikan dan sebaliknya teman-teman di sekitarnya harus berupaya membantu sebagai bagian dari keluarga besar LIPI,” lanjutnya.

Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas menyampaikan berdasarkan laporan Satgas Covid-19 LIPI, bahwa dari sekitar 3.900 pegawai LIPI hingga saat ini, ada 105 orang yang sudah terkonfirmasi positif dengan total 79 orang sembuh, 20 orang dirawat, dan 6 orang meninggal. “Acara ini dilandasi atas keprihatinan adanya sivitas beserta keluarganya yang terkena Covid-19”, ungkap Nur.

“Di sini semua narasumber, termasuk moderator dan host merupkan penyintas Covid dan keluarganya juga terkonfirmasi,” imbuhnya. “Pengalaman mereka berjuang mengatasi Covid penting untuk kita ketahui dan kita petik pelajaran dan pembelajarannya, karena itu bisa terjadi pada siapa saja dan lebih siap jika ada yang terjadi di sekitar kita, serta tentunya selalu berdoa agar kita terbebas dari Covid, tambahnya.

Sivitas Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) LIPI, Silvester Tursiloadi turut menceritakan pengalamannya terkena Covid-19 dan bagaimana berjuang melawan virus tersebut. Dirinya menghabiskan waktu selama sekitar satu bulan dirawat di rumah sakit setelah hasil tesnya positf.

Waktu itu, Silvester bekerja di kantor dan tiba-tiba merasakan badan panas. Kemudian Peneliti P2 Kimia ini ijin pulang cepat. Salah satu anaknya, bertindak cepat untuk diperiksa ketika orang tuanya mengalami gejala panas. "Sebelumnya saya sempat menolak dites karena tidak merasakan gejala apa pun, hanya badan panas 37 derajat Celsius," katanya. “Kemudian kami satu keluarga diperiksa tes antigen dengan dokter dan hampir semua hasilnya positif," imbuhnya.

Dirinya tidak mengetahui pasti dari mana mendapatkan infeksi Covid-19. "Mungkin sempat bertemu beberapa orang, pernah belanja ke minimarket, dan di lingkungan sekitar juga ada yang tidakk mengenakan masker," pikir Adi kerap disapa.

Sehari-hari di keluarganya, semua anggota keluarga bekerja seperti biasa. Ada yang bekerja dengan mengendarai kendaraan kereta api dan ada juga yang kerja tidak jauh dari rumah. “Kami di keluarga sudah melakukan protokol kesehatan dengan ketat. Seperti melaksanakan tiga M, bahkan mandi dan berganti pakaian sebelum masuk ke rumah,” ucapnya.

Meskipun demikian, profesor riset LIPI ini pun akhirnya menjalani perawatan di rumah sakit, yakni UGD (unit gawat darurat), ICU (intensive care unit), dan kamar perawatan. Sementara istri dan anak-anaknya isolasi mandiri di rumah. Dirinya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari lingkungan sekitar rumahnya dan P2 Kimia LIPI yang sudah membantu. “Semoga pengalaman ini tidak terulang kembali,” tutupnya. (hrd/ ed. adl)

ZONA INTEGRITAS