Berita

Peneliti LIPI Sarankan Penjualan Air Keras Diperketat


Administrator, 08 Mei 2017

VIVA.co.id – Awal hari ini, publik terkejut dengan insiden penyiraman air keras pada penyidik KPK Novel Baswedan. Air keras memang tergolong bahan yang berbahaya karena sifatnya yang korosif. Jika terpapar air keras, logam sampai kulit, sampai tulang bisa rusak. Meski sifatnya korosif, air keras punya sejumlah manfaat.

"Air keras itu asam kuat, banyak digunakan di industri kimia untuk reaksi kimia," jelas peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Agus Haryono kepada VIVA.co.id, Selasa 11 April 2017.

Dalam penerapannya, air keras juga dipakai untuk air aki. Selain di industri kimia, ujar Agus, air keras juga dimanfaatkan sebagai formulasi pestisida. Air keras dipakai sebagai bahan tambahan dalam pembuatan atau pengolahan pestisida.

Bicara air keras terdapat beberapa macam. Agus menyebutkan, air keras di antaranya meliputi asam klorida (HCL), asam sulfat (H2SO4), asam posfat (H3PO4).

Dia mengatakan, air keras secara definisi merupakan asam kuat yang memiliki konsentrasi tinggi, bersifat korosif dan derajat keasamannya rendah.

Doktor kimia lulusan Waseda University, Jepang itu menjelaskan, untuk HCL konsentrasi asamnya biasanya 35-37 persen, H2SO4 (96 persen) dan H3PO4 (70 persen).

"Dengan tingkat konsentrasi itu maka pasti korosif," ujarnya.

Agus membenarkan HCL memang ada dalam tubuh manusia. Tapi, jangan khawatir, HCL di dalam tubuh punya kadar konsentrasi yang sangat rendah sehingga tak membahayakan manusia. HCL diproduksi dalam lambung manusia.

"HCL itu pada dasarnya gas ya, bentuknya yang larut dalam air. HCL di dalam tubuh itu kadarnya 0,0 sekian persen. Hanya kandungan kecil," jelas pria asal Jawa Timur itu.

Menurutnya, HCL di dalam lambung bisa berisiko bagi manusia, jika kadarnya asamnya naik meninggi.

"Maka kalau tingkat asamnya tinggi, jadinya asam lambung," tuturnya.

Mengingat sifatnya korosif yang membahayakan tubuh, maka Agus berpesan yang penting dalam hal ini adalah pemakaiannya yang benar.

Dia berpandangan, peredaran air keras perlu diatur dan diawasi seiring dengan maraknya kejahatan dengan menggunakan bahan tersebut. Saat ini, untuk memperoleh air keras semua orang bisa membelinya secara bebas di toko kimia, tanpa membawa izin khusus.

"Makanya perlu itu pembelian air keras itu harus pakai izin khusus bisa polisi, maksudnya izin untuk penggunaannya untuk apa," kata dia.

sumber: viva.co.id

 

Cegah Penyalahgunaan Air Keras, LIPI Sarankan Bentuk Chemical Security

BANDUNG, (PRFM) - Maraknya penyalahgunaan air keras membuat sejumlah pihak merasa khawatir. Pasalnya keberadaan zat kimia tersebut bila tidak digunakan dengan semestinya bisa berdampak buruk bagi orang lain.

Peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Agus Haryono mengatakan, seharusnya pemerintah Indonesia bisa mengendalikan penjualan air keras ini dengan membentuk chemical security. Agus menuturkan, fungsi chemical security ini penting lantaran bisa mencegah peredaran air keras di kalangan masyarakat.

"Memang kita perlu menerapkan chemical security ini. Supaya ada deteksi untuk menanggulangi peredaran air keras . Memang nyatanya kedepan harus ada chemical security untuk mencegah adanya kejahatan dan kecelakaan," ujarnya saat on air di Radio PRFM, Selasa (11/4/2017).

Agus pun menuturkan, pihaknya sudah berulang kali melakukan penelitian tentang bahayanya air keras ini. Namun, hal itu belum bisa dikatakan berhasil bila tidak adanya badan yang mengontrol keberadaan zat kimia tersebut.

"Kami kalau  penelitian sudah lakukan. Tapi kami mewanti -wanti agar chemical security harus bisa diterapkan di masyarakat luas. Bahkan perusahaan logistik bahan kimia itu perlu diawasi juga," pungkasnya menutup.

Sumber: PR FM 107.5 News Channel

ZONA INTEGRITAS