: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Peneliti Kimia Jelaskan Bahaya Sampo Palsu di Masyarakat


Administrator, 06 Januari 2022

Serpong, Humas BRIN. Pada Jumat, 31 Desember 2021 kemarin, suatu pabrik di Tangerang digerebek polisi karena memproduksi sampo serta minyak rambut palsu dari merek-merek terkenal. Namun, bahan baku sampo tersebut merupakan campuran dari produk berbahaya seperti soda api, alkohol yang kadarnya hingga 96%, bahan pengawet dan bahan makanan.

Lalu, bagaimana konsumen membedakan mana produk yang asli dan yang palsu?

Menjawab hal tersebut, Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Agus Haryono diwawancari oleh CNN Indonesia pada Selasa (5/1). Agus mengatakan, yang pertama adalah mengenali kemasannya, karena kemasan dari pabrik besar dan pabrik kecil ini pasti ada perbedaannya.

“Kita lihat biasanya kemasan pabrik besar itu biasanya lebih rapi, lebih tertata. Sedangkan pabrikan kecil, seperti yang dilaksanakan oleh pemalsu ini, biasanya tidak rapi. Banyak putus-putus atau berubah-ubah,” kata peneliti kimia ini.

“Dari produknya, pasti ada perubahan. Apalagi kalau kita sudah mengenal produknya, sehari-hari memakai maka dari aromanya, baunya, warnanya, serta teksturnya akan berubah bisa lebih encer dibandingkan dengan produk yang asli,” tambah Prof. Agus.

Berbicara terkait tekstur, sampo asli lebih kental dan lebih jelas. “Biasanya kalau kita membuat produk hair care seperti sampo memerlukan riset yang cukup panjang untuk menentukan produk yang optimal. Dengan kekentalan yang optimal sehingga dia dapat bertahan lama dalam jangka waktu beberapa tahun,” jelasnya.

Agus menyampaikan bahwa  produk-produk rumahan ini, kelemahannya tidak bisa mencapai kondisi yang kosisten, sehinga dalam waktu yang beberapa lama produknya akan lebih encer.

Agus menceritakan, bahan-bahan campuran pada sampo palsu dalam kemasan plastik terdapat soda api, bahan pengawet, lem, dan pewarna. “Misalkan dari soda api, soda api ini adalah bahan kimia yang menyebabkan iritasi apalagi jumlahnya melebihi ambang batas dan cukup besar maka kulit kita, bahkan mata bisa terkena iritasi seperti terbakar,” terangnya.

Lebih lanjut, dengan jumlah konsentrasinya cukup tinggi, menyebabkan selaput mata menjadi rusak, bahkan menyebabkan kebutaan pada mata. Dan bisa menyebabkan kerusakan pada sel kulit, karena terdapat bahan soda api tersebut.

Kemudian untuk bahan pengawet, seperti formalin dan sebagainya. Bahan-bahan tersebut diperbolehkan oleh Badan Pengawas Obat dan Minuman (BPOM)  dengan ambang batas yang diperbolehkan. “Kita perlu berhati-hati dengan bahan formalin karena dapat menyebabkan penyakit kanker,” pesan Agus.

Selain itu, ketika perusahaan membuat formula sampo, tentunya membuat aroma-aroma tertentu yang perusahaan teliti. Aroma ini biasanya tidak hanya satu jenis aroma kemudian memformulasi dan menghasilkan aroma-aroma tertentu.

“Inilah yang tidak dimiiki oleh pemalsu sampo tersebut. Sehingga dia membuat aroma-aroma tersendiri yang berbeda dengan aroma sampo aslinya dan biasanya karena mereka hanya menggunakan satu atau dua jenis aroma, sehingga baunya lebih menyengat dibandingkan dengan produk yang asli,” ungkapnya.

Agus mengatakan, kalau kita melihat , merasakan, biasanya akan berbeda dengan produk aslinya. Karena yang palsu ini lebih menyengat, untuk satu jenis aroma tertentu.

“Tidak semua pengawet dan pewarna diperbolehkan oleh badan POM. Nah, ini yang tidak kita tahu jenis pengawet dan pewarna yang digunakan oleh sampo palsu ini, apakah jenis yang diperbolehkan oleh BPOM atau jenis yang sudah dilarang,” jelasnya.

Menurutnya, setelah penemuan pabrik sampo palsu dan minyak rambut palsu, maka menjadi tugas kita bersama untuk senantiasa melihat produk-produk di sekitar kita. Secara tugas dan fungsi dari BPOM adalah untuk melihat kondisi pemakaian barang-barang produk yang sudah ada di masyarakat melalui pengawasan.

“Dengan temuan-temuan seperti ini, menjadi peringatan penting bagi kita untuk menandai bahwa masih ada pemalsuan-pemalsuan produk di luar sana,” pungkasnya. (hrd/ ed: adl)

 

ZONA INTEGRITAS