: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Peneliti Kimia BRIN Raih L’Oreal-UNESCO in Science National Award 2021


Administrator, 11 November 2021

Serpong - Peneliti Pusat Riset Kimia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (PR Kimia – BRIN), Fransiska Sri Herwahyu Krismastuti menjadi pemenang L’Oreal-UNESCO For Women in Science 2021 di tingkat Indonesia bersama Febty Febriani (PR Fisika BRIN), Peni Ahmadi (PR Bioteknologi BRIN), dan Magdalena Lenny Situmorang (Institut Teknologi Bandung). Hal ini disampaikan pada Penganugerahan Inaugurasi Pemenang L’Oreal-UNESCO FWIS 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (10/11).

Fransiska Sri Herwahyu Krismastuti menyampaikan risetnya berjudul ‘Zinc oxide Nanostructures from Galvanization Waste as Chronic Wound Prognostics’. “Di Indonesia ada 10,7 juta penderita diabetes yang menempatkan Indonesia pada peringkat tujuh di dunia. “Apabila penderita diabetes yang mempunyai luka dan tidak mendapat perawatan yang tepat akan menyebabkan luka kronis yang tentu saja ini memberikan beban keuangan bagi pasien,” ujarnya.

Menurut peneliti kimia ini, di sisi lain, ada potensi limbah galvanisasi yang belum termanfaatkan, padahal limbah ini mengandung zinc yang dapat diolah menjadi nano Zinc oxide (ZnO) yang mempunyai sifat antibakteri dan dapat dikompositkan dengan material lain, misalnya pewarna alami dari kubis ungu. “Kubis ungu ini mempunyai sifat yang unik karena mempunyai sensitivitas terhadap perubahan pH, sehingga memiliki peluang untuk digunakan sebagai platform monitoring perubahan pH secara visual. pH merupakan salah satu penanda progres penyembuhan luka kronis,” jelas Fransiska.

Dirinya mengatakan bahwa pada penelitiannya ini, akan dilakukan pembuatan nanokomposit ZnO dan pewarna alami dari kubis ungu untuk mencegah berkembangnya bakteri yang dapat menghambat proses penyembuhan luka dan juga monitoring pH pada luka yang dapat dilakukan oleh pasien diabetes itu sendiri. “Keuntungan dari penelitian ini antara lain; bahan baku yang melimpah dan murah karena ZnO disintesis dari hasil samping dari industri dan juga aman karena pewarna yang digunakan diekstrak dari bahan alami,” ucapnya.

Melanie Masriel, Direktur Komunikasi, Hubungan Publik dan Keberlanjutan L’Oreal Indonesia mengatakan, sudah menjadi komitmen kami di Loreal new create the beauty that moves the world atau menggerakkan Indonesia maju melalui L’Oreal Indoesia Science programs. “Kami berusaha untuk mendukung Indonesia maju dengan turut memajukan dunia science serta mendorong kemajuan ilmuwan perempuan di Indonesia. Karena kami percaya bahwa ‘The World Needs Science and Science Needs Women’,” jelas Melanie

Program Loreal-UNESCO FWIS merupakan program yang diselenggarakan secara internasional selama lebih dari 20 tahun dan diadakan lebih dari 52 negara. Di Indonesia sudah dijalankan program sejak tahun 2004 dan bekerja sama dengan komisi nasional indonesia untuk UNESCO serta didukung oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan riset dan teknologi, serta kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Program ini bertujuan untuk mengakui, menyemangati, juga mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan ilmuwan perempuan pada khususnya. Hingga tahun 2021 ini, program L’Oreal-UNESCO FWIS nasional sudah akan memberikan fellowship dan dukungan pendanaan riset kepada 63 ilmuwan perempuan yang diantaranya sudah memenangkan fellowship di tingkat internasional.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, L’Oreal-Unesco FWIS kembali memberikan dukungan pendanaan riset senilai Rp 100 juta kepada masing-masing empat ilmuwan perempuan dan diharapkan bisa memberikan kontribusi penting pada dunia sains. (hrd/ ed. adl)

ZONA INTEGRITAS