: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Peneliti Fotokatalis LIPI, Osi Arutanti


Administrator, 28 April 2021

Serpong, Humas LIPI. Osi Arutanti, merupakan peneliti dari Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang meneliti tentang riset fotokatalis. Bergabung dengan Pusat Penelitian Kimia LIPI sejak tahun 2018, Osi mengungkapkan tertarik dengan riset fotokatalis karena memanfaatkan cahaya matahari untuk mendegradasi polutan organik. Hal ini menurutnya sangat menarik apalagi di Indonesia yang limpahan sinar mataharinya sangat banyak.

“Teknologi fotokatalis dapat dimanfaatkan oleh industri-industri baik rumahan maupun non rumahan, untuk pengelolaan limbah organik sebelum limbah tersebut dibuang,” ungkap peneliti yang meraih gelar doktoral di Teknik Kimia, Hiroshima University, Jepang pada tahun 2015 ini.

“Penerapan teknologi fotokatalis untuk industri rumahan atau skala kecil bisa digunakan pada pabrik pengolahan makanan, tahu tempe atau industri batik, sedangkan untuk industri skala besar seperti tekstil atau obat-obatan farmasi,” lanjutnya.

Pada tahun 2019, dirinya meraih penghargaan L’Oréal-UNESCO For Women in Science 2019. Ia meraih penghargaan berkat risetnya mengeksplorasi alternatif fotokotalis yang terjangkau, bisa direalisasikan, efisien, dan dapat diaktivasi dengan tenaga surya. “Air yang tercemar dapat menjadi terurai dan aman bagi lingkungan melalui proses fotokatalis yang dapat mendekomposisi polutan organik yang dipecah menjadi karbon dioksida dan H2O,” jelasnya.

Saat ini, Osi sedang melakukan projek fotokatalis terkait water treatment (pengolahan air). Pada akhir tahun ia harap bisa menghasilkan produk yang jauh lebih baik dan bisa dimanfaatkan.

Menurut perempuan yang menempuh pendidikan S2 dan S3 di Institut Teknologi Bandung ini, ada tiga hal yang sangat penting bagi seorang peneliti. “Yang pertama adalah dukungan moril seperti networking atau kebebasan bagi para peneliti dalam bergerak, yang kedua adalah dana penelitian dan juga fasilitas, karena bagaimanapun untuk mengembangkan penelitian kita tidak bisa lepas dari fasilitas dan ketersediaan material, yang ketiga adalah system,” urainya.

Hal yang paling menyenangkan menjadi seorang peneliti menurut Osi adalah diberikannya kebebasan untuk berpikir dan berkreasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan atau bidang yang sesuai dengan keahlian. “Selain itu juga kita bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat atau bidang yang sama agar kita bisa mengembangkan ilmu pengetahuan bersama-sama,” ujarnya.

“Peneliti tidak bisa berdiri sendiri dan membutuhkan dukungan baik itu dari masyarakat maupun pemerintah,” terang Osi. “Harapannya, masyarakat juga dapat memberikan dukungan positif dan pemerintah bisa terus mendukung penelitian-penelitian yang ada di Indonesia, yang bergerak di bidang apapun,” pungkasnya. (whp/ ed. adl)

ZONA INTEGRITAS