: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

P2 KIMIA HADIRKAN ILMUWAN NAGASAKI UNIVERSITY DAN KOBE UNIVERSITY DI SEMINAR INTERN BIOREFINERY DAN FINE CHEMICAL


Admin, 09 Januari 2015

japan[Berita P2 Kimia] Sebagaimana yang telah diagendakan secara rutin, Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI kembali menyelenggarakan seminar internal. Bertempat di ruang rapat besar, pertemuan pada tanggal 8 Januari 2015 ini mengusung tema “Biorefinery & Fine chemical Production”. Beberapa ilmuwan Jepang yang tengah berkunjung ke Indonesia pun diundang; dua diantaranya menjadi pembicara kunci di seminar. Para ilmuwan tersebut berkunjung dalam rangka program kerjasama penelitian SATREPS (Science & Technology Research Partnerships) antara JICA (Japan International Cooperation Agency) dan LIPI. Acara ini dihadiri para peneliti dari P2 Kimia, P2 Metalurgi, P2 Bioteknologi, Universitas Indonesia dan lainnya.

Biorefinery merupakan suatu proses yang mengintegrasikan dan mengkonversikan biomassa untuk diproduksi menjadi bahan bakar, energi, dan bahan-bahan kimia termasuk bahan kimia adi (fine chemical). Penelitian biorefinery menjadi semakin menarik seiring dengan berkurangnya cadangan minyak bumi sebagai sumber bahan bakar dan senyawa kimia, serta meningkatnya ancaman kerusakan lingkungan dan efek gas rumah kaca.

Acara dimulai dengan sambutan pembuka oleh Kepala P2 Kimia, Dr. Agus Haryono. Dalam pengantarnya, Agus menyampaikan latar belakang penyelenggaraan seminar beserta kerjasama penelitian yang tengah dikembangkan melalui program SATREP. P2 Kimia merupakan salah satu pusat penelitian di bawah LIPI yang terlibat dalam program ini. “Melalui seminar ini, kompetensi ilmiah para penelitinya, terutama di bidang biorefinery dan fine chemical, diharapkan dapat terus dibina dan dikembangkan,” ujar Agus.

Acara dilanjutkan dengan pengenalan profil P2 Kimia yang disampaikan oleh Kepala Subbidang Diseminasi dan Kerjasama, Dr. Arthur Lelono. Arthur mempresentasikan tentang struktur manajemen P2 Kimia secara umum beserta kegiatan penelitiannya. Kegiatan tersebut mencakup antara lain bioenergi, katalis, obat, pangan dan metrologi kimia. Adapun contoh penelitian biorefinery untuk fine chemical yang telah dilakukan di P2 Kimia diantaranya adalah penelitian bioetanol, turunan citronelal dari minyak sereh wangi, dan pengembangan katalis mesoporus penunjang produksi fine chemical.

Dimoderatori oleh Dr. Heru Susanto, presentasi pertama diawali oleh Dr. Hideki Nakayama, pengajar pada Sekolah Pascasarjana Lingkungan dan Perikanan, Universitas Nagasaki. Hideki membawakan materi berjudul “Production of compatible solute using the cell factory of halophilic bacteria”.  Penelitian ini diusung salah satunya untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan bakteri untuk melakukan daur ulang, terutama pada lingkungan  berkadar garam tinggi.  “Saat ini, penelitian tengah dikembangkan lebih lanjut untuk dimanfaatkan misalnya pada penderita alergi bakteri tertentu,” papar Nakayama.

Presentasi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Kiyotaka Hara, pengajar pada Departemen Kimia Kobe University. Hara menjelaskan berbagai contoh komponen bio fine chemical yang dikembangkan di dunia hingga sampai saat ini, seperti Astaxanthin, Cinnamic Acid, Reticuline dan Glutathion. Komponen-komponen kimia tersebut dimanfaatkan antara lain untuk kedokteran, kosmetik, bahan aditif makanan, supplemen makanan dan perisa makanan. Hara lalu juga menjelaskan penelitian pengembangan metode bio sintetis yang telah dilakukannya untuk meningkatkan produksi komponen bio chemical di atas.

Tiap usai presentasi baik oleh pembicara pertama maupun kedua, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Beberapa pertanyaan menarik pun sempat mengemuka. Pertanyaan itu terutama berkaitan dengan pengembangan penelitian dan pemanfaatannya yang dikaitkan dengan penelitian di P2 Kimia. Dr. Yenni Meliana, misalnya, bertanya jawab dengan Hara terkait aplikasi komponen biochemical untuk pengembangan kosmetik hasil penelitiannya. Kemudian Agus Haryono juga berdiskusi dengan Nakayama terkait potensi penggunaan penelitiannya untuk membantu menekan kemungkinan kebocoran limbah radioaktif.

Selepas presentasi, para peserta pun berfoto bersama di panggung depan. Berseragam batik, para pembicara Jepang tampak kompak dan menyatu dengan peserta. Acara pun ditutup secara simbolis dengan penanaman pohon. Hal ini mencerminkan konsep kesinambungan kerjasama penelitian untuk menunjang keberlangsungan lingkungan hidup (environmental sustainability).

ZONA INTEGRITAS