: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

P2 Kimia Gelar Workshop Obat Tradisional dan Bioetanol, Meriahkan Ajang Puspiptek Inovation Festival (PIF) 2018


Administrator, 28 September 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Jum’at, 28 Sepetember 2018 jam menunjukkan pukul 9.30 WIB. Ruang 2005, Graha Widya Bhakti (GWB) Puspiptek, telah dipenuhi oleh siswa siswi SMA Sinar Cendikia BSD yang didampingi oleh guru mereka, Bapak Marzuki. Tampak hadir pula beberapa mahasiswa dan dosen yang antusias menghadiri Workshop Obat Tradisional dan Bioetanol. Workshop ini digelar oleh Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI dalam rangka turut memeriahkan Puspiptek Innovation Festival pada 27-30 September 2018.

“Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan biodiversitas terbesar di dunia,“ terang Dr. Tjandrawati Mozef, saat memulai paparannya. “Dengan keanekaragaman tersebut, maka potensi tanaman Indonesia sebagai bahan baku obat tradisional dan farmasi juga amat besar, “ lanjut peneliti madya bidang bahan alam dan farmasi ini. Tjandrawati selanjutnya memaparkan berbagai potensi tanaman obat Indonesia, beserta beberapa contoh tanaman obat yang telah dan tengah ditelitinya bersama dengan tim.

Di sesi berikutnya, peneliti P2 Kimia yang lain, Prof. Dr. Yanni Sudiyani, menjelaskan tentang bioetanol. “Siapa yang tahu apa dan manfaat bioetanol, “ tanya Prof. Yanni ke sejumlah remaja sekolah.

Beberapa anak pun mengacungkan jari dan mencoba menjawab. “Betul, bioetanol atau yang lebih dikenal secara umum sebagai alkohol antara lain dapat dipakai sebagai substitusi bahan bakar berbasis minyak bumi, “ lanjut peneliti senior bidang biologi dan bioetanol generasi kedua ini.

“Namun perlu diingat, bioetanol berbahaya bagi manusia namun bermanfaat untuk sektor lain seperti kendaraan, “ tekannya. Yanni selanjutnya memaparkan potensi limbah tanaman sebagai sumber bahan pembuatan Bioetanol G2.

Tanpa terasa, dua jam berlangsung sudah. Para siswa siswi menyimak dengan serius karena keingintahuannya.

Pada sesi tanya jawab, Marzuki menanyakan tentang proses pengujian tanaman obat. Tjandrawati menerangkan bahwa prosesnya cukup lama, dari uji ke hewan, manusia hingga mendapatkan sertifikat dari pihak terkait seperti BPOM. Peserta lainnya, Ghozi, menanyakan apa solusinya produksi bioetanol jika bahan bakunya tidak tersedia. Yanni menimpali bahwa bahan baku untuk proses bioetanol G2 ini sangat banyak tersedia di Indonesia, baik bahan untuk generasi satu maupun generasi kedua berbasis limbah lignoselulosa.

Di akhir acara workshop, tim peneliti Bioetanol mengadakan demo pemanfaatan Bioetanol sebagai bahan bakar untuk kompor sebagai pengganti gas, dicobakan kompor menyala untuk memasak air.

Pameran hingga Juri

Di samping menyelenggarakan workshop, P2 Kimia juga mengisi acara PIF dengan menggelar pameran produk iptek hingga menjadi anggota tim juri lomba inovasi. Di pameran iptek, P2 Kimia menggelar aneka produk seperti bioetanol, DFA III, kosmetik anti selulit, ekstrak sukun, ekstrak mengkudu, pangan folat, dan sebagainya. Bekerjasama dengan institusi ASEAN dan India, Puspiptek juga mengadakan lomba inovasi dengan peserta remaja sekolah hingga perguruan tinggi. Dr. Agus Haryono, Kepala P2 Kimia LIPI diundang sebagai salah seorang tim juri bersama juri dari negara-negara ASEAN dan India. <ES/p2k, editor: aars/p2k>.

ZONA INTEGRITAS