: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Minyak Kelapa Sehat Tanpa Proses Pemanasan


Administrator, 21 Desember 2009

coconutSudah banyak diketahui minyak kelapa lebih sehat ketimbang minyak sawit karena rantai karbonnya lebih pendek yang membuatnya cepat menguraikan karbon menjadi energi sehingga tidak disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak ataupun kolesterol.

Dalam 4 tahun terakhir tren penggunaan minyak kelapa makin meningkat seperti jenis Virgin Coconut Oil (VCO) alias minyak kelapa murni. VCO ini ada yang dimasak dengan api kecil, atau melakukan pemisahan dengan cara fermentasi.

Peneliti LIPI pada Juli 2009 juga telah mempublikasikan pembuatan minyak kelapa sehat dengan proses fermentasi dengan ragi (inokulum) tempe. Ragi tempe dinilai paling sehat dengan ongkos yang murah.

"Penemuan ini telah banyak digunakan untuk industri UKM karena biaya proses pengolahannya cukup murah. Minyak kelapa dengan fermentasi ragi tempe ini sudah menjadi public domain siapa pun bisa memakainya," kata Direktur Pusat Penelitian Kimia Prof. (Ris) Dr. Leonardus Broto Sugeng Kardono ketika dihubungi detikHealth.

Minyak kelapa dengan fermentasi ragi tempe ini dibuat cukup mudah. Pertama memilih kelapa tua berumur 10-12 bulan lalu diparut dan diperas hingga menjadi santan.

Santan lalu ditaburi ragi tempe tanpa perlu diaduk. Setelah itu santan yang telah ditaburi ragi tempe diinkubasi sekitar 16 jam dalam suhu kamar.

Setelah proses fermentasi selesai terdapat tiga lapisan terpisah yakni air, minyak kelapa atau VCO dan lapisan solid protein. Kemudian masing-masing bagian dipisahkan secara mudah. Untuk setiap 100-120 liter santan kelapa diperlukan 200 gram ragi tempe yang akhirnya menghasilkan VCO 8-10 liter.

"Semakin meniadakan proses pemanasan, minyak yang dihasilkan akan memiliki rantai karbon yang lebih sehat," kata Broto.

Diakui Broto selama ini proses fermentasi minyak kelapa tidak begitu populer penggunaanya karena dianggap rumit dan harga enzimnya cukup mahal.

Namun dengan penemuan fermentasi minyak kelapa dengan ragi tempe, LIPI berharap pengolahan industri kelapa lebih maksimal sesuai dengan standar yang berlaku karena pohon kelapa sangat banyak tersebar di Indonesia.

Minyak kelapa yang dihasilkan ini selain untuk minyak goreng sehat digunakan juga untuk industri kosmetik dalam pembuatan sabun, pelembab, minyak urut, sabun cair non kimia.

Produk minyak yang dihasilkan sangat khas beraroma kelapa dan karakteristiknya cocok untuk bahan pembantu kosmetika. Ketika ditambahkan pewangi sebagai minyak pelembab, campuran tersebut terlarut sempurna dan aroma bertahan lebih dari sebulan.

Jika menggunakan pemanasan yang tinggi, pengolahan minyak memang lebih cepat prosesnya. Tapi akan lebih gampang merusak minyak akibat rantai karbonnya yang semula ganda menjadi tunggal yang ditakutkan bisa memicu zat karsinogenik.(ir/fah)

sumber : http://health.detik.com

ZONA INTEGRITAS