: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Malaysia Patenkan Produk Herbal


Administrator, 17 November 2009

Hasil penelitian buah Aglaia silvestris, tanaman perdu endemik Kalimantan, berhasil dipatenkan lebih dulu oleh Malaysia. Padahal periset Indonesia bersama ilmuwan Amerika Serikat lebih dulu menemukan manfaat herbal tanaman tersebut untuk antileukemia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pusat Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Leonardus Broto Sugeng Kardono pada orasi pengukuhan profesor riset bidang kimia organik di LIPI.

Kardono menjelaskan,"Malaysia beralasan bahwa sumber daya genetik tersebut berasal dari Serawak." Malaysia sangat mengetahui potensi pasar produk tersebut sehingga berusaha mematenkan terlebih dulu, ungkap Kardono.

Pada tahun 2000, Kardono bersama ilmuwan Universitas Illinois, Amerika Serikat, berhasil mengidentifikasi buah Aglaia silvestris mengandung senyawa rocaglamide yang menunjukkan aktivitas antikanker prostat dan antileukemia.Penelitian dilanjutkan tahun 2002 untuk reidentifikasi yang dilakukan bersama Ilmuwan Australia, dan senyawa tersebut diberi nama Aglaia foveolata .Hasil reidentifikasi tersebut menghasilkan senyawa antikanker prostat dan antileukemia.

”Indonesia kaya akan tumbuhan obat. Namun, kalah cepat dengan Malaysia untuk urusan mematenkannya,” keluh Kardono. Dari sumber daya hayati di Indonesia baru diperoleh sebanyak 49 senyawa potensial obat,” kata Kardono.(naw)

sumber: www.technologyindonesia.com

ZONA INTEGRITAS