Berita

Liputan Khusus dari Bangkok: Thailand LAB INTERNATIONAL 2017


Administrator, 07 September 2017

[Liputan P2 Kimia, Bangkok] Masih dalam rangkaian ‘Thailand LAB INTERNATIONAL & BIO Facility Visit Program’, pada Rabu (6/9), Sujarwo selaku Ka. Sub. Bid. Diseminasi dan Kerjasama P2 Kimia mengikuti rangkaian kegiatan Thailand LAB INTERNATIONAL 2017. Acara yang diorganisasikan oleh VNU Exhibition Asia Pasific Co. Ltd. tersebut bertempat di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC). Dibuka oleh Dr. Suthiweth Saengchantara, Director General Departement of Science Services, Ministry of Science and Technology Thailand, rangkaian kegiatan berlangsung dari 6-8 September 2017. Dalam pidato pembukaannya, Suthiweth menyampaikan bahwa Thailand memiliki kebijakan untuk mendorong perekonomian dengan inovasi melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D).

“Pemerintah telah menginisiasi banyak program untuk mendukung kebijakan penguatan inovasi. Kami memiliki program seperti Eastern Economic Corridor of Innovation (EECI), Food Innopolis, Innovation Coupon, Talent Mobility Program dan 300% tax exemption on R&D spending,” papar Suthiweth dalam pidatonya.  

Secara khusus dalam wawancara ekslusif, Suthiweth memberikan pandangannya terkait peluang dan tantangan yang dihadapi pemerintah Thailand dalam merealisasikan kebijakan-kebijakannya.

“Tantangan yang kami hadapi saat ini adalah penyediaan infrastuktur. Seperti kita ketahui, pembangunan infrastruktur untuk R&D membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, perkembangan teknologi juga berjalan sangat cepat. Kita harus berlomba secara global untuk dapat mengikuti perubahan dan perkembangan teknologi. Ini memerlukan kerja keras, kerjasama dan kepemimpinan yang mendukung. Dengan alokasi sekitar 1% dari GDP untuk R&D, kami harus benar-benar memiliki fokus yang jelas. Melalui Thailand 4.0” policy, kami melakukan transformasi terhadap kegiatan industri di Thailand. Policy tersebut mempromosikan penerapan modern innovation, smart idea, dan business connection,” Suthiweth menjelaskan.

Even Tahunan

Ditemui dalam rangkaian seremoni pembukaan, Mr. Teerayuth Leelakajornkij selaku Direktur Science and Technology Competence VNU Exhibitions Asia Pasific Co. Ltd menerangkan bahwa Thailand LAB INTERNATIONAL merupakan even tahunan yang menjadi leading market place bagi perkembangan sains dan teknologi laboratorium di Asia Tenggara.

“Thailand LAB INTERNATIONAL menjadi ajang untuk mempertemukan lebih dari 330 leading exhibitors yang berasal dari 30 negara termasuk ilmuwan, laboratory experts, pelaku industri, dan calon pembeli potensial. Even ini memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk membuka peluang bisnis baru dan berinvestasi di Thailand maupun kawasan (Asia Tenggara red.),” ungkap Teerayuth dalam keterangannya.

“Tahun ini kami menyediakan pavilion khusus untuk mitra kami dari Jerman, India, Korea Selatan, dan Taiwan.  Selain itu, kami juga bekerjasama dengan leading conference partners, komunitas ilmiah dan praktisi dari industri untuk menyelenggarakan konferensi ilmiah dan simposium. Tidak kurang dari 50 topik yang menghadirkan lebih dari 160 pembicara mendiskusikan tentang bioteknologi, biofarmasi, toksikologi, teknologi medis, virologi, lab safety, quality control, chemical analysis, inovasi laboratorium, dan lain-lain,” tambahnya.

Sarana Promosi Handal

Mengunjungi beberapa exhibitor, Sujarwo mencoba menggali manfaat apa saja yang diperoleh mereka terkait partisipasinya dalam even tahunan tersebut. Sebuah perusahaan lokal yang menjadi distributor dan juga menjual reagen kimia produk Thailand mengutarakan bahwa partisipasi dalam Thailand LAB INTERNATIONAL sangat membantu usahanya. Ditemui secara khusus di stannya, Ms. Sukanya Jantarapassvorn dari Saengvith Science Co. Ltd  menyampaikan pendapatnya.

“Selain menjadi distributor produk luar negeri, kami juga memasarkan reagen-reagen kimia produksi lokal (Thailand red). Memang kami menemukan kendala terkait kepercayaan konsumen terhadap produk yang baru apalagi buatan lokal. Lebih lagi untuk reagen-reagen kimia. Melalui even inilah kami memperoleh peluang bertemu dengan kolega praktisi laboratorium untuk mengenalkan produk-produk yang kami miliki. Terus terang, partisipasi dalam expho semacam ini sangat membantu bisnis kami. Oleh karena itu, perusahaan kami tidak pernah melewatkan untuk ambil bagian dalam Thailand LAB INTERNATIONAL,” papar wanita yang merupakan Senior Sales Excecutive tersebut.

Dalam kesempatan lain di Pavilion Taiwan, Richard Lee yang merupakan General Manager SMOBIO Technology Inc. memberikan komentarnya terkait penyelenggaraan Thailand LAB INTERNATIONAL tahun ini. Pria yang berkantor di Science-Based Industrial Park, Hsinchu City, Taiwan tersebut menyampaikan bahwa terdapat hal spesial dalam pelaksanaan even tahun ini.

“Seingat saya, ini merupakan kali ketiga perusahaan kami berpartisipasi dalam even tahunan ini. Setidaknya sampai dengan tahun lalu, belum disediakan pavilion khusus untuk exhibitor asal Taiwan. Tahun ini organizer rupanya menerapkan sesuatu yang berbeda. Ini sangat memudahkan para pengunjung untuk mengenali kami, perusahaan asal Taiwan,” tutur Richard saat berdiskusi.

Diskusi Ilmiah

Mengikuti rangkaian Thailand LAB INTERNATIONAL, pada hari ketiga, Kamis (7/9), Sujarwo secara khusus berpartisipasi dalam diskusi ilmiah bertajuk ‘Challenges in Natural Product, Drug Discovery and Opportunities for Open Innovation and Policy under Collaboration in Asia Pasific’. Forum ini menghadirkan beberapa pembicara kunci seperti Dr. Mohamed Ibrahim Noordin dari IPHARM Malaysia, Dr. Atsushi Hasuoka dari Takeda Inc. Japan, dan Dr. Korbtham Sathirakul dari Mahidol Univesity Bangkok. Ketiga pembicara memaparkan pandangan masing-masing terkait tantangan dan peluang yang dihadapi dalam penemuan dan pengembangan obat-obatan berbasis bahan alam (natural product).

“Penguatan peran institusi riset dalam penemuan dan pengembangan obat-obatan adalah sebuah keniscayaan,” kata Atsushi selaku direktur R&D Takeda Inc., industri farmasi asal Jepang.

“Kami sangat menunggu penemuan dan inovasi yang dilakukan oleh institusi riset untuk kemudian dikembangkan menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi. Tentunya melalui mekanisme yang disepakati, kolaborasi antara institusi penelitian dengan industri harus difasilitasi,” tambah pria berkacamata tersebut.

Networking Reception

Untuk menutup rangkaian acara ‘Thailand LAB INTERNATIONAL & BIO Facility Visit Program’, pada Kamis malam (7/9) diselenggarakan Networking Reception. Acara yang bertempat di Liquid Pool Bar Fl. 9 Compass Skyview Hotel Bangkok tersebut menjadi ajang bagi seluruh peserta untuk membangun networking. Seluruh peserta nampak begitu antusias untuk saling bertukar kartu nama dan berdiskusi. Hal ini tentunya tidak dilewatkan oleh Sujarwo untuk membangun jejaring dengan kolega yang berasal dari Jepang, India, Taiwan, Laos, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Thailand, dan negara lainnya. <SJW/ P2 Kimia>

ZONA INTEGRITAS