: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Layanan Kunjungan Tematik, Terobosan Pusat Penelitian Kimia LIPI dalam Mewujudkan PUSPIPTEK sebaga Taman Wisata IPTEK


Administrator, 12 November 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Sepetak papan nama dari besi menempel pada batang besi yang dipancangkan tegak 200 meter dari gerbang perkantoran PUSPIPTEK, dekat gerbang perumahan. Pada plat besi biru yang hanya sebesar kertas A3 tersebut tertulis dengan tinta merah “TAMAN WISATA IPTEK PUSPIPTEK”. Entah sejak kapan papan nama tersebut mulai bertugas, namun geliat instansi instansi dalam kawasan PUSPIPTEK untuk mewujudkan kawasan ini sebagai taman wisata iptek mulai terasa sejak PIF menjadi ajang tahunan mulai 2016. Ditambah lagi munculnya tuntutan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan layanan publik. Instansi instansi di kawasan PUSPIPTEK mulai berbenah dan menyediakan berbagai program untuk menerima kunjungan. Melalui program program ini diharapkan masyarakat lebih mengenal iptek pada umumnya, dan khususnya apa saja yang sudah dilakukan oleh instansi terkait dalam pengembangan iptek Indonesia. Program kunjungan ini umumnya dilakukan dalam koordinasi PUSPIPTEK.

Pusat Penelitian Kimia LIPI menjadi salah satu instansi yang sangat bersahabat dalam menerima kunjungan publik, terutama dari kalangan akademisi dan siswa, baik dalam koordinasi dengan PUSPIPTEK maupun atas permintaan langsung pada PP Kimia. Sebelumnya, layanan kunjungan ke PP Kimia dalam satu bentuk seragam yaitu kunjungan ke tiap tiap laboratorium. Pengunjung dapat melihat suasana laboratorium yang sebenarnya, melihat bagaimana keseharian pekerjaan di laboratorium dan mendapat penjelasan singkat dari cara kerja instrument instrument canggih yang ada di dalamnya. Layanan kunjungan seperti ini sangat diminati oleh komunitas akademisi dan mahasiswa. Beberapa kelompok mahasiswa dan universitas bahkan meminta pengembangan layanan ini menjadi kursus yang bersertifikat mengenai pengenalan instrument. Namun untuk pengujung yang merupakan siswa sekolah dasar dan menengah, materi yang disampaikan dalam layanan kunjungan seperti ini dirasakan terlalu jauh dari apa yang sudah mereka dapatkan di bangku sekolah.

Pusat Penelitian Kimia kemudian mengemas layanan kunjungan tematik bagi pengunjung yang berasal dari komunitas umum atau siswa sekolah dasar dan menengah yang berisikan pemantapan pemahaman ilmu ilmu kimia dasar lewat percobaan percobaan kimia sederhana. Tema yang akan dibahas saat kunjungan berdasarkan permintaan dari pihak sekolah, sesuai dengan materi yang sudah diajarkan. Setelah tema dan waktu kunjungan disepakati oleh PP Kimia, pihak sekolah akan diminta untuk membawa perlengkapan tertentu sesuai dengan percobaan percobaan sederhana yang akan dilakukan.

Layanan kunjungan tematik SMP Karakter

SMP Karakter, Indonesia Heritage Foundation, menjadi pengujung pertama yang mendapatkan layanan kunjungan tematik Pusat Penelitian Kimia. Sekolah yang diprakarsai oleh Ibu Ratna Sofyan Djalil ini memperjalankan siswa kelas 7 dari sekolahnya ke P2 Kimia LIPI pada Kamis (8/10). Mengusung tema 'Zat, Sifat dan Perubahan Fasanya', para siswa melakukan percobaan percobaan kimia sederhana di depan pilot plant bioethanol generasi kedua yang megah. Rombongan siswa dipimpin oleh Pak Tommy, guru sains SMP Karakter yang didampingi oleh empat guru lainnya.

Layanan kunjungan dimulai dengan pengenalan singkat tentang LIPI dan Pusat Penelitian Kimia yang dilakukan oleh staf peneliti P2 Kimia beserta staf dari Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian. Pengenalan dilakukan sembari menunggu para guru membagikan bahan dan alat yang digunakan untuk percobaan pada masing masing murid. Percobaan dimulai dengan membuat larutan asam sitrat dan larutan sodium bikarbonat. Sementara di depan para murid telah berdiri sebuah meja dengan pemanas listrik yang sedang memanaskan air dalam gelas kaca. Tampak gelembung melayang dari dasar gelas ke permukaan. Para siswa bisa merasakan, dengan kulit tangan mereka secara langsung, gelas tempat melarutkan asam sitrat menjadi dingin. Sementara tidak ada perbedaan dalam melarutkan sodium bikarbonat. Disini siswa belajar bahwa seringkali perubahan fasa dan reaksi kimia disertai dengan perpindahan panas yang ditandai dengan perubahan suhu.

Percobaan dilanjutkan dengan mecampurkan larutan asam sitrat dan sodium bikarbonat. Terbentuk gelembung yang membuat para siswa antusias dan suasan menjadi makin meriah. Pada tahap ini siswa bisa mengamati gelembung yang terbentuk karena pencampuran dan membandingkannya dengan gelembung pada air mendidih. “Jadi perubahan fasa dari cair menjadi gas pada keadaan jenuh biasa kita sebut dengan mendidih. Bisa diamati dengan terbentuknya gelembung. Namun perlu diingat bahwa tidak semua larutan yang ada gelembung didalamnya berarti sedang mendidih. Seperti yang baru saja adik adik amati” simpul peneliti PP Kimia yang memandu percobaan.

Kunjungan SMP Syafana Islamic School

Selanjutnya giliran siswa kelas 8 SMP Syafana Islamic School yang mendapatkan kunjungan layanan tematik dari Pusat Penelitian Kimia LIPI. Para siswa yang biasanya belajar di kelas mereka di bilangan BSD Tangerang Selatan ini, pada Senin (12/10) belajar dalam suasana baru di pelataran pilot plant bioethanol P2 Kimia LIPI. Semua bahan dan peralatan telah disiapkan oleh Pak Aulia Ulhaq, guru yang memimpin rombongan, untuk memahami teori atom.

Pak Aulia dan empat guru lainnya mulai membagikan bahan dan alat praktikum sembari Beuna Bardant, peneliti P2 Kimia LIPI menyampaikan perkenalan tentang LIPI dan P2 Kimia. “Kalau semua penjelasan saya tentang LIPI tadi dirasa terlalu jauh dengan keseharian adik-adik, maka perlu saya sampaikan kegiatan LIPI yang paling dekat dengan adik-adik. Pernah dengar LKIR?” tanya peneliti tersebut. Sebagian menjawab pernah, namun lebih banyak yang masih belum menjawab. “Benar, LKIR itu adalah Lomba Karya Ilmiah Remaja. Kita baru saja menyelesaikan gelarannya minggu lalu dalam acara ISE di ICE BSD, ada yang sempat berkunjung kesana? Kalau belum Insyaallah tahun depan adik adik bisa merencanakan untuk datang. Acaranya ISE direncanakan sebagai gelaran tahunan LIPI, dan saya harap, setelah apa yang kita lakukan hari ini, adik adik jadi lebih suka dengan sains dan tertarik untuk jadi peserta di LKIR. Apalagi kalau bisa membanggakan orangtua dan sekolah dengan jadi juaranya,” ungkap Beuna lebih lanjut. Laksana doa, para siswa pun menjawabnya dengan “amieen..”

Dalam percobaan itu para siswa diminta menyiapkan tiga gelas yang kemudian diisi dengan larutan yang berbeda. Gelas pertama hanya air mineral. Sembari mereka menyiapkan larutan asam sitrat di gelas kedua, staff P2 Kimia LIPI dibantu para guru membagikan larutan pembersih porselen. Para murid sangat patuh dan hati hati mengikuti instruksi terutama dalam menangani larutan pembersih porselen. Lalu ke dalam masing-masing gelas tersebut dimasukan sebuah paku dan potongan alumunium foil dan para siswa diminta mengamati perubahan yang terjadi.

“Apa yang kita lakukan tadi adalah menyelenggarakan reaksi kimia. Dari dua logam yang kita gunakan, adik adik bisa perhatikan ada yang reaksi antara kedua logam dengan larutan bisa teramati dengan jelas, ada yang tidak teramati sama sekali, dan ada yang hanya salah satu logam saja yang teramati reaksinya. Reaksi yang hanya terjadi pada salah satu logam bisa digunakan sebagai cara untuk membedakan mana atom besi dan mana atom alumunium” jelas pemandu acara.

Selanjutnya kepada para murid dijelaskan sekilas sejarah perkembangan teori atom dan sifat elektron valensi dan orbital elektron yang membedakan antara atom besi dan atom alumunium, sekaligus yang menjadi alasan seberapa besar kecenderungan atom untuk bereaksi. “Salah satu tugas P2 Kimia LIPI adalah mengembangkan cara untuk mendeteksi atom apa saja yang ada dalam bahan yang di periksa. Misalnya ada atom logam apa saja dalam air yang kita minum. Apakah sudah melewati ambang batas air sehat atau belum. Prinsip kerja alat tersebut kurang lebih sama dengan percobaan kita hari ini. Memanfaatkan perbedaan atom valensi dan orbital elektronnya. Nama alatnya Atomic Adsorbtion Spectrofotometri. Jadi kalau nanti suatu saat ada yang perlu mengukur kadar atom logam dalam larutan, bisa dilakukan disini,” ujar Beuna, peneliti P2 Kimia tersebut.

“Terima kasih sekali Pak, atas sambutannya yang ramah dan ilmu yang sudah dibagikan hari ini” ungkap Pak Aulia saat pamit. “Benar-benar membuka wawasan kami para guru. Ternyata percobaan kimia itu bisa dilakukan dengan bahan-bahan sederhana yang biasa kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. Harganya juga terjangkau. Insyaallah akan kami coba juga nantinya di sekolah kami nanti,” lanjutnya. <bardant/p2k>

ZONA INTEGRITAS