Berita

Kyoto University: Riset LCA di P2 Kimia Berlangsung Progresif


Administrator, 19 September 2017

[Berita P2 Kimia, Serpong] Rombongan Kyoto University yang dipimpin Prof. Dr. Toshiaki Umezawa dan perwakilan JICA (Japan International Cooperation Agency), Mitani Satoru, berkunjung ke Pusat Penelitian Kimia LIPI pada hari Selasa (19/09/2017). Kunjungan mereka didampingi rekan kerjasama mereka dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Prof. Dr. I Made Sudiana dan Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, Prof. Dr. Subyakto.

“Kunjungan kami ini untuk melihat sejauh mana LCA bisa diterapkan untuk pengembangan kolaborasi penelitian kami, “ ungkap Mitani Satoru saat menjelaskan latar belakang kunjungan. Mereka memang tengah terlibat dalam kerjasama penelitian terkait revegetasi alang-alang dengan sorghum pada lahan terdegradasi untuk memproduksi bioenergy dan material melalui program SATREPS (Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development) dan tengah mengkaji penerapan LCA untuk pengembangan kegiatan ini.

“Kami sangat terbuka untuk kolaborasi kerjasama penelitian di masa mendatang, “ respon Dr. Yenny Meliana, Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian yang membuka acara.

Prof. Umezawa, Koordinator kegiatan penelitian SATREPS, kemudian menerangkan sepintas terkait kegiatan mereka. “Kegiatan ini merupakan kerjasama penelitian antara Kyoto University, JICA dan beberapa pusat penelitian di LIPI untuk pengembangan sumber daya alam ramah lingkungan,“ papar profesor enerjik berkacamata tersebut. “Salah satu potensi yang kami kaji adalah analisis LCA nya, “ lanjutnya.

Dr. Ajeng Arum Sari, ketua Tim Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi (PME) Penelitian P2 Kimia LIPI menguraikan lebih lanjut kegiatan penelitian yang telah dan tengah dilaksanakan di P2 Kimia LIPI. Secara khusus, Dipl. Ing. Haznan Abimanyu, Ph.D. menjabarkan kegiatan penelitian di Kelompok Penelitian Biomass and Environmental Chemistry yang dipimpinnya.

“Kegiatan di tempat kami antara lain pengembangan bioetanol generasi kedua, pengolahan limbah dan LCA ini, “ papar Haznan yang merupakan peneliti lulusan Jerman dan Korea Selatan ini.

Usai perkenalan dari masing-masing instansi, acara dilanjutkan dengan kajian potensi penggunaan LCA untuk program SATREPS ini. Materi dipresentasikan oleh peneliti senior LCA, Dr. Edi Iswanto Wiloso.

“Kajian pendahuluan kami menunjukkan potensi pemakaian LCA untuk beberapa produk berbasis sorghum, “ papar peneliti yang mengambil doktor di bidang LCA di Leiden University, Belanda ini. “Sejumlah data inventori yang ada bisa kita jadikan referensi untuk menunjang penelitian ini, “ lanjutnya.

Profesor Umezawa dan para partner tampak menyimak dengan seksama penjelasan Edi. Sesekali mereka mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan Edi terkait data yang diperlukan untuk analisis LCA.

“Kami siap untuk bekerjasama lebih lanjut guna penerapan LCA ini, “ ungkap Prof. Made Sudiana yang diaminkan oleh Prof. Subyakto.

“Saya sangat gembira dengan adanya kompetensi LCA dan peluang penerapannya untuk mendukung penelitian ini, “ tambah Prof. Umezawa. “Ini merupakan hal baik yang bisa terus kita kembangkan di masa datang, “ lanjutnya.

Di samping dihadiri sejumlah pejabat struktural, peneliti senior dan yunior di P2 Kimia, tampak hadir di acara tersebut para mahasiswa bimbingan seperti mahasiswa magang program S2 dari Leiden University – Delft Technical University, Belanda. Mahasiswa tersebut, Pelle Gerard Sinke, tengah mengambil penelitian lanjutan terkait aspek ketidakpastian dalam kajian LCA yang dibimbing oleh Dr. Edi Wiloso. Di samping itu ada pula mahasiswa S2 Institut Teknologi Bandung yang juga akan penelitian terkait LCA.

Tindak lanjut kegiatan ini adalah undangan dari Prof. Umezawa kepada Edi untuk mempresentasikan kegiatan penelitian LCA ini di Kyoto pada bulan November mendatang. <aars/ P2 Kimia>

ZONA INTEGRITAS