Berita

Kimia Pangan


Administrator, 30 November 2016

Latar Belakang Pentingnya Penelitian Kimia Pangan:

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pangan fungsional dan pangan kaya nutrisi, dalam rangka membantu program pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan stabilitas ketahanan pangan.


Tujuan/ Fungsi/ Sasaran Keltian:

Tujuan:

Memperkuat kompetensi dan meningkatkan nilai invensi di bidang kimia pangan melalui penelitian dan pengembangan pangan fungsional dan pangan nutrisi yang berdampak luas, dan mendukung terjadinya inovasi bernilai ekonomi.

Fungsi:

Melaksanakan kegiatan penelitian, bimbingan teknis, menyusun rencana, pelaksanaan dan pelaporan kegiatan penelitian di bidang kimia pangan fungsional dan pangan nutrisi

Sasaran:

a)      Mengembangkan bahan pangan fungsional, produk makanan/minuman fungsional, dan produk suplemen /nutrasetikal berbasis bahan aktif oligosakarida dan polisakarida dari bahan baku lokal untuk penyakit degeneratif.

b)      Mengembangkan pangan kaya nutrisi berbasis proses biotransformasi dan proses pengolahan pangan khusus berbahan baku sereal, biji-bijian, buah-buahan, dan hewani lokal serta aplikasinya untuk mengatasi masalah malnutrisi dan cita rasa

 

Kegiatan Penelitian Utama Kelti/ Sub Kelti disertai Deskripsi Singkat:

1)      Sub Kelti Pangan Fungsional

a)      Pengembangan Pangan Fungsional untuk Diabetes/Obesitas Berbasis Bioaktif Polisakarida dari Mikro algae lokal
b)      Pengembangan Kitooligosakarida dari Bahan baku Lokal Kelompok Crustacea sebagai Pangan fungsional untuk  Diabetes
c)      Pengembangan Produk Nutraceutical DFA III dari Inulin umbi Dahlia dan Ekstrak Jahe untuk Osteoporosis

2)      Sub Kelti Pangan Nutrisi

a)      Pengembangan Sorgum (Sorghum bicolor L) untuk Flavor Savory dan Sumber Asam Amino melalui Hidrolisis Enzimatik
b) Pengembangan Pangan Olahan Berbasis Buah Mede

 

Potensi Pengguna Penelitian Keltian:

Industri pangan, industri kimia, industri farmasi, UMKM, Universitas dan lembaga riset.

ZONA INTEGRITAS