: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Kepala P2 Kimia LIPI Kenalkan Fasilitas Penelitian Obat Tradisional dalam ICONIET 2018 di Swiss German University (SGU)


Administrator, 31 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, BSD] Pada tanggal 31 Oktober 2018, Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI P2 Kimia Dr. Agus Haryono, mewakili Kepala LIPI Dr. L. T. Handoko, menjadi pembicara kunci di hari kedua International Conference on Innovation, Entrepreneurship and Technology (ICONIET) 2018. Konferensi dua hari ini diselenggarakan oleh Swiss German University (SGU) Indonesia pada tanggal 30-31 Oktober 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Konferensi ini bertujuan untuk menyediakan mimbar untuk mempresentasikan inovasi, teknologi, serta inovasi dalam berbagai bidang ilmiah.       

Agus berbicara tentang riset dan pengembangan obat tradisional untuk mendukung industri obat tradisional Indonesia, terutama yang tergolong UKM. Salah satu masalah bidang kesehatan yang dihadapi Indonesia adalah tingginya biaya obat akibat bahan baku obat yang masih sangat tergantung impor, sehingga perlu industri farmasi perlu dikembangkan lebih cepat lagi. Untuk itu, salah satu industri yang patut mendapat dukungan adalah industri obat herbal Indonesi yang dikenal sebagai jamu.

“P2 Kimia LIPI sangat fokus dalam pengembangan obat tradisonal, “ tekan Agus yang juga merupakan peneliti madya di P2 Kimia ini.  “Beberapa kegiatan penelitan yang telah dilakukan antara lain penemuan senyawa-senyawa baru dari ekstrak tanaman asli Indonesia yang berpotensi sebagai bahan anti kanker, anti diabet, dan anti malaria, “ ujarnya. Salah satu yang disampaikan adalah penelitian dan pengembangan produk kosmetik berbasi ekstrak jahe dan pegagan yang bermanfaat untuk mengurangi selulit.

Kesempatan ini juga digunakan Dr. Agus untuk memperkenalkan fasilitas baru di P2 Kimia LIPI, yaitu fasilitas Pengembangan Obat Tradisional dengan Standard Cara Pembuatan Obat Tradisonal yang Baik (CPOTB) yang akan diresmikan akhir tahun ini. “Gedung CPOTB akan berisi instrument dan alat-alat laboratorium yang dapat mendukung industri jamu Indonesia terutama yang tergolong UKM”, lanjut Dr. Agus sambil menunjukkan gambar-gambar sarana dan instrumen yang ada di CPOTB.

Fasilitas-fasilitas yang ada di gedung CPOTB juga sangat terbuka untuk dimanfaatkan pihak lain lewat kerjasama dengan P2 Kimia LIPI. “Kami mendukung kerjasama dengan pihak industri dan universitas, juga bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian”, lanjut Dr. Agus sambil mendorong mahasiswa-mahasiswa yang hadir pada konferensi ini untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di gedung CPOTB. Beliau juga menambahkan bahwa sarana dan prasarana yang ada di CPOTB dapat memfasilitasi industri jamu untuk memperkuat kualitas produk dan meningkatkan daya saing produk jamu mereka. <AR/p2k>

ZONA INTEGRITAS