: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Inovasi LIPI untuk Penanganan Sampah Laut yang Berkelanjutan


Administrator, 11 Juni 2020

Serpong, Humas LIPI. Memperingati Memperingati hari laut sedunia 8 Juni 2020, Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKNPSL) menyelenggarakan Diskusi Inovasi dengan tema “Inovasi Penanganan Sampah untuk Laut yang Berkelanjutan” pada Kamis (11/6) melalui media Webinar Zoom dan melalui Live Youtube.

Acara webinar peringatan hari laut sedunia disampaikan oleh narasumber Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa (Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat – Kementerian Riset dan Teknologi), Prof. Dr. Akbar Tahir (Leader of Marina Plastic Research Group  - Universitas Hasanuddin), Dr. Devi Dwiyanti (Pusat Riset Kelautan dan Perikanan – Kementerian Kelautan dan Perikanan), Muhammad Ghozali (Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), dan Andre Kuncoroyekti (STOP Project Muncar – Systemiq). Sebagai pemandu jalannya acara, Prita Laura (Presenter Metro TV) bertindak sebagai moderator. Yang diikuti oleh peserta dari Kementerian, Lembaga, lembaga swadaya masyarakat (LSM), akademisi, dan masyarakat umum.

Pembukaan dan sambutan yang disampaikan oleh Muhammad Yusuf  (perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil): Menyampaikan bahwa 8 Juni 2020 bertepatan dengan ‘World Ocean Day’ yang ke 12, kemudian temanya adalah Inovasi dalam laut yang berkelanjutan.

“Kita harus menyamakan persepsi bahwa tujuan seminar hari ini adalah membangun kesadaran publik di mana masalah sampah laut adalah masalah yang sangat penting saat ini; perlunya edukasi masyarakat bahwa banyak inovasi yang ada saat ini harus bisa kita terapkan dalam kehidupan kita, kemudian harapan kita para narasumber nanti akan memberikan rekomendasi atau hal-hal yang bisa kita replikasi atau scaling up ke dalam penanganan sampah laut,” terang M. Yusuf.

Peneliti Pusat Penelitia Kimia LIPI sebagai Pembicara keempat, Muhammad Ghozali berbagi pandangan lain dari sisi materail plastik yaitu inovasi material alternatif plastik.

Muhammad Ghozali menyampaikan bahwa sampah plastik begitu banyak, tetapi sebaiknya kita mengenal dulu apa itu plastik. “Plastik sebenarnya susunannya dari polimer (suatu rangkaian molekul panjang yang terdiri dari molekul sederhana),” jelas Ghozali. “Molekul polimer ini terfragmentasi menjadi potongan kecil-kecil, maka apabila polimer itu ditambahkan suatu aditif maka disebut plastik,” tambahnya.

“Bahan baku plastik mudah dimodifikasi dan biaya produksi murah.” ungkap peneliti Kimia Polimer. Aplikasinya luas untuk kemasan, rumah tangga, automotif, tranfortasi, pertanian, medis, dan lain-lain. “Kebutuhan plastik berbanding lurus dengan jumlah penduduk dan kemajuan teknologi,” ungkap Ghozali.

Apabila limbah plastik masih dalam lingkaran siklus plastik, maka tidak akan bermasalah untuk lingkungan. Oleh karena dapat didaur ulang dan digunakan lagi pada sebagian produk. Tetapi yang bermasalah adalah bagaimana limbah plastik itu bocor ke lingkungan. Inilah yang membuat masalah di lingkungan kita.

Sampah plastik yang bocor ke lingkungan itu yang paling utama adalah kantong kresek. Karena kantong kresek hanya sekali penggunaan dan nilai ekonominya jauh lebih rendah dibanding plastik-plastik lain, sehingga teman-teman pemulung juga tidak tertarik mengumpulkan karena kurang bernilai secara ekonomi.

Menurut Ghozali, sampah plastik bisa berawal di jalanan, di sungai, dan bermuara di laut. Bagaimana penaganan limbah plastik? Ghozali menawarkan dua metode, pertama dengan daur ulang, dan yang kedua dengan dijadikan material alternatif

Material alternatif merupakan cara preventif. Bagaimana kita mencari material alternatif pengganti plastik? Ghozali menjabarkan bahwa material harus yang ramah lingkungan, jangan sampai kita mencari material alternatif yang justru menimbujlkan masalah lain.

Material alternatif yang beredar saat ini atau yang dikenal saat ini adalah bioplastik. Bioplastik adalah material yang bisa digunakan untuk plastik yang berasal dari sumber alam.

Ada tiga produk inovasi Material Alternatif Plastik yang di kembangkan di lab P2 Kimia -LIPI antara lain: Pertama, produk inovasi bioplastik diantaranya pelet bioplastik yang kemudian dijadikan kantong plastik siap pakai berfungsi sebagai pengganti kantong kresek atau kemasan sachet dengan berbahan patih, kitosan, selulosa asetat, dan PLA.

Inovasi kedua, yaitu biofoam yang dilapisi plastik berkolaborasi dengan Balai Besar Pascapanen Kementan. Biofoam dibuat yang tahan air bahkan dapat digunakan sebagai bungkus mie rebus hingga bertahan lima menit dan tidak bocor. Juga bisa cuci dan digunakan kembali. Kemudian biofoam berbahan limbah dari industri makanan yang tidak merusak lingkungan dan mudah hancur dan terurai (biodegradable). Inovasi ketiga, yaitu biopaper, termasuk biopaper yang dilapisi plastik.(har/ ed. adl)

ZONA INTEGRITAS