: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Inovasi LIPI: Minuman Kesehatan untuk Meningkatkan Imunitas


Administrator, 12 Juni 2020

Serpong, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) sedang mengembangkan suplemen jus jambu biji merah untuk meningkatkan daya tahan tubuh, pada program Halo Indonesia DAAI TV, Kamis (11/6). Jus jambu ini berpotensi menjadikan kandidat suplemen yang dapat membantu imunitas tubuh untuk melawan virus.

Keunggulan penelitian suplemen jus jambu terletak pada teknik pembuatan yaitu menggunakan teknik fermentasi probiotik. Kandungan flavonoid pada buah jambu biji merah ditambah dengan SCOBY atau bakteri asam laktat sehingga menghasilkan asam-asam organik dan memiliki vitamin C yang tinggi. Kemudian kandungan yang dihasilkan juga mampu menetralisir racun dan memperkuat sistem imun tubuh.

“Khasiat yang dihasilkan dari jus ini yaitu mampu meningkatkan sistem imun karena kandungan senyawa yang dari jambu sendiri juga sudah tinggi, seperti flavonoid, alkaloid, polifenol, anti oksidan, vitamin C, dan serat terlarut. Namun dengan adanya proses fermentasi ini, akan lebih meningkatkan lagi kerja dari bakteri probiotik yang ada. Karena produk akhir fermentasi akan menghasilkan senyawa-senyawa organik yang mampu mendetoksifikasi racun, meningkatkan energi, juga meningkatkan sistem imunitas tubuh kita,” jelas Yati Maryati, Peneliti P2 Kimia – LIPI.

Tahap uji coba pembuatan jus jambu fermentsi ini dapat memakan waktu hingga 12 hari. Saat ini penelitian suplemen jus jambu biji fermentasi masih terus dikembangkan.

Menurut peneliti pangan tersebut, minuman ini bisa menjadi salah satu kandidat suplemen pencegahan Covid-19, selama belum ditemukan obat maupun vaksin dari virus tersebut. Inovasi ini pun telah sampai tahap uji coba formulasi dan segera memasuki tahap uji klinis.

“Kami sampai saat ini masih dalam tahap formulasi dan optimasi proses. Harapannya kami bisa sampai ke uji in vitro dan in vivo, hingga ke uji klinis. Juga bisa dikomersialisasikan melalui kerja sama dengan industri, dan pemegang paten tetap berada di LIPI,” tambah peneliti Yati. (har/ ed. adl)

ZONA INTEGRITAS