: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Inovasi LIPI Alat Deteksi COVID-19 RT-LAMP


Administrator, 04 September 2020

Serpong, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan inovasi sistem deteksi virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 berbasis metode RT-LAMP, sebagai metode alternatif deteksi virus yang menggunakan RT-PCR pada program Halo Indonesia DAAI TV, Rabu (27/8). Metode RT-LAMP mampu  mendeteksi adanya virus pada inividu dalam waktu kurang lebih satu jam.

Deteksi virus Covid-19 secara masif dan akurat tanpa tergantung alat PCR yang sedang dikembangkan oleh tim peneliti Bidang Biokimia/Farmasi LIPI bekerja sama dengan PT Biosains Medika Indonesia menggunakan metode RT-LAMP atau reverse transcription loop mediated isothermal amplification. Metode ini dapat dijadikan alternatif pengujian virus Covid -19 yang umumnya menggunakan metode RT-PCR (reverse transcription polymerase chain reaction).

Kit RT-LAMP yang dikembangkan terdiri dari enzim (reverse transcriptase, polymerase), reagent mix (Primer, dNTP, MgSO4), larutan buffer, kontrol positif dan kontrol negatif. Sampel pasien yang digunakan adalah ekstrak RNA pasien. Reaksi LAMP berlangsung pada suhu konstan, sehingga dapat  menggunakan alat sederhana yang lazim ada di laboratorium seperti inkubator, water bath, atau heat-block. Dr. Tjandrawati Mozef menuturkan bahwa dirinya mempunyai inisiatif untuk mengembangkan sistem alternatif untuk mendeteksi RNA virus SARS-Cov-2, karena adanya kebutuhan dan urgensi terkait sistem deteksi yang ada  menggunakan RT-PCR. sementara alat RT-PCR yang ada di Indonesia sangat terbatas, dan hanya terdapat di lab-lab tertentu mengingat harga alat tersebut yang mencapai ratusan juta rupiah.

“Selain itu reagen-reagen yang digunakan untuk uji PCR merupakan 100% impor,” sambung peneliti Pusat Penelitian Kimia - LIPI. Ketika terjadi wabah di dunia maka pasokan reagen RT-PCR dari luar menjadi terkendala. Metode RT-LAMP menggunakan reagen yang berbeda dari RT-PCR sehingga pasokan tidak terkendala. Selain itu dibandingkan reagen RT-PCR, reagen RT-LAMP ini lebih murah sehingga biaya uji bisa ditekan. Sistem RT-Lamp LIPI ini dirancang untuk bisa diakses secara luas oleh laboratorium yang memiliki fasilitas uji terbatas dan tidak memiliki alat PCR.

Tjandrawati menjelaskan teknik deteksinya. "Prinsipnya kami siapkan reagen-regennya untuk menguji sample yang diperoleh dari hasil swab, setelah itu diinkubasi selama satu jam dengan suhu 60 0C," jelasnya.

Kemudian hasil yang diperoleh dibandingkan dengan kontrol positif dan kontrol negatif yang disediakan dalam kit. Apabila sampel tersebut mengandung gen virus, maka terjadi amplifikasi dari gen virus tersebut yang kemudian dideteksi baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Sistem yang dikembangkan oleh Tjandrawati dan tim adalah berdasarkan kekeruhan dan berdasarkan emisi fluoresensi. "Bila tampak adanya kekeruhan atau emisi fluoresensi, maka sampel tersebut positif mengandung gen virus SARS-Cov-2" ungkapnya.

Metode temuan LIPI yang dikembangkan sejak bulan Mei 2020 sudah diterima oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional. Dan tinggal menunggu tahap validasi. Saat ini LIPI sedang membutuhkah sampel tes RNA dari pasien yang lebih banyak untuk menyempurnakan metode RT-LAMP. (har/ ed. adl)

ZONA INTEGRITAS