: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Implementasi Insinerator Narkoba Untuk Mendukung Tugas Polri


Administrator, 19 November 2009

Memusnahkan narkoba bukanlah perkara mudah! Tidak sekedar asal musnah saja, namun dibutuhkan peralatan pemusnah (insinerator) yang mumpuni yang dapat memusnahkan narkoba tanpa menyisakan limbah beracun dan berbahaya lagi. Narkoba termasuk golongan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dari tahun ke tahun hasil sitaan meningkat. Terkait dengan kuantitas narkoba sitaan, dibutuhkan peralatan pemusnah yang cukup dan handal. Untuk itu, harus adanya sinergisitas antara Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT), LPND, POLRI, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) dalam mengembangkan peralatan pemusnah yang bersertifikat dan dapat dimanfaatkan oleh POLRI dan BNN.

Agar terjadinya sinergitas/kolaborasi kelembagaan, Asdep Program Tekno Ekonomi, Asdep Program Riptek Unggulan dan Strategis dan Puslit Kimia LIPI bekerjasama dalam menyelenggarakan Workshop pengembangan dan implementasi insinerator narkoba yang dilaksanakan pada Kamis, 19 November 2009 di Puslit Kimia LIPI Serpong Tangerang.

Dari workshop ini diharapkan terjadi kesepahaman antar lembaga dalam rangka memberantas penyalahgunaan narkoba, terutama LIPI, BNN, POLRI, dan KLH sebagai peneliti dan pengembang iptek kepolisian, pengguna iptek kepolisian, dan pihak regulator dan hasil penelitian anak bangsa dapat dimanfaatkan.

Pengembangan insinerator adalah salah satu kegiatan untuk mendukung litbang iptek kepolisian guna mendukung tugas POLRI’. Ujar, Hari Purwanto,  saat Asisten Deputi Urusan Program Unggulan dan Strategis saat memberikan sambutan pada pembukaan workshop yang mewakili Deputi Bidang Program Riptek.

Kapuslabfor POLRI, Brigjen Pol H. Budiono dan Kapuslit Kimia LIPI, L Broto Sugeng Kardono. Peserta workshop adalah peneliti dari berbagai instansi, seperti BATAN dan anggota kepolisian, terutama puslabfor.

Pada acara tersebut mengetengahkan empat pembicara yang memaparkan baik dari aspek kebutuhan sampai dengan asepek hukumnya. Narasumber dari Puslit Kimia LIPI, Edi Iswanto Wiloso, menjelaskan pengembangan insinerator narkoba telah dilakukan sejak tahun 2008 dan akan dilanjutkan pada tahun 2010 dengan sasaran mobile incinerator (insinerator bergerak) untuk memudahkan dapat ditempatkan dii daerah-daerah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tinggi. Sedangkan  Rahardjo Binudi dari Puslit Metalurgi LIPI menjelaskan aspek teknis dari pengembangan mesin insinerator.

Dari sisi regulasi dan kebijakan, narasumber dari BNN, Mufti Djusnir membawakan data mengenai persebaran narkoba di berbagai daerah di Indonesia. Tampak dalam data tingkat penyalahgunaan narkoba paling tinggi di daerah Jawa dan Sumatera.  Syaiful Bahri sebagai pembicara dari Kementerian Lingkungan Hidup memaparkan pengolahan, pemanfaatan, pengolahan limbah B3 (bahan bahan berbahaya dan beracun) dan perizinan peralatan insinerator narkoba.

Acara yang dilaksanakan pada Kamis, 19 November 2009 bertempat di Ruang rapat Puslit Kimia LIPI Puspiptek Serpong di hadiri oleh Asisten Deputi Urusan Program Riptek Unggulan  dan Strategis, Deputi Bidang Program Riptek KNRT, Hari Purwanto; Kapuslabfor POLRI, Brigjen Pol H. Budiono; Kapuslit Kimia LIPI, L Broto Sugeng Kardono; Puslit Kimia LIPI, Edi Iswanto Wiloso; Puslit Metalurgi LIPI, Rahardjo Binudi; Badan Narkotika, Nasional, Mufti Djusnir; Kepala Biro Hukum dan Humas Ristek. (ad-prus/humasristek)

Sumber : www.ristek.go.id

ZONA INTEGRITAS