: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

IHT Public Speaking dan MC di P2 Kimia - LIPI


Administrator, 25 Juli 2019

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia – LIPI) menyelenggarakan In House Training (IHT) “Public Speaking and MC” di Puspiptek Serpong, pada Selasa hingga Kamis (23-35/7). “Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan presentasi peneliti terkait penelitiannya di depan audiens yang bukan dari kalangan ilmiah. Kami juga berharap perlu menambah personel yang bisa memandu acara atau master of ceremony (MC), agar tidak terlalu bergantung dengan humas kawasan”, sebut Dini Chandra Sekar, selaku Kasubbagian Tata Usaha dalam sambutannya.

IHT “Public Speaking dan MC” diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari para peneliti P2 Kimia – LIPI dan bagian administrasi. Selama pelatihan, peserta didampingi oleh dua fasilitator dari Tutur Indonesia yaitu Izzaty Zephaniah yang menyampaikan ‘Public Speaking for Beginners’ dan ‘Becoming a Great Master Ceremonies Course: English and Indonesian’, serta Arif Irshadi yang menyampaikan ‘Business English Communication Skiils Course: Presentation’.

Fasilitator Izzaty Zephaniah berpendapat bahwa peserta LIPI, baik yang bekerja sebagai staf karyawan maupun sebagai peneliti, sangat membutuhkan public speaking, karena akan sering berkesempatan untuk berbicara di depan publik. Berbagi tentang berbagai materi. “Public speaking penting dan bukan hanya bisa, tetapi juga betul-betul mampu untuk mempunyai kemampuan mempersuasi audiensnya, mengedukasi, bahkan sesekali menghibur. Jadi bukan serta-merta sekedar berbicara, tetapi ada tujuan-tujuan lain yang lebih spesial,” jelas Izzaty. 

Sementara terkait MC, peserta LIPI diperkenalkan agar dapat menambah keahlian baru. “Siapa tahu kedepannya bisa berkesempatan untuk memandu acara-acara LIPI, sehingga jejaring atau relasinya bisa bertambah karena  pekerjaan MC yang dilakukan,” terang Izzaty.  

Izzaty berharap mereka yang tidak begitu tertarik dengan kemampuan berkomunikasi (communication skill), sekarang menjadi tertarik dan mau bahkan untuk mendalami. Dalam tiga hari pelatihan ini, peserta memang tidak diberikan materi terlalu mendalam karena waktunya yang singkat. Paling tidak peserta bisa menjadi lebih menyadari akan pentingnya kemampuan berkomunikasi yang baik.

 “Semoga peserta LIPI di sini bisa mengajak atau mempengaruhi teman-teman LIPI yang lain, khususnya untuk juga mengembangkan kemampuan komunikasinya. Karena kemampuan komunikasi bukan hanya dipunyai oleh orang komunikasi atau pun praktisi komunikasi, tetapi untuk semua orang,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, salah seorang peserta mengungkapkan bahwa dirinya menyambut baik adanya pelatihan ini. “Sebagai peneliti, biasanya berfokus pada penelitian, studi literatur, kemudian menerbitkan jurnal. Tugas penelitian juga untuk mendiseminasi hasil penelitian kami ke masyarakat umumnya, sehingga butuh kemampuan public speaking. Selain itu kemampuan public speaking itu sangat perlu ketika presentasi untuk monitoring dan evaluasi (monev), konferensi, atau ketika diundang sebagai pembicara,” terangnya.

Jika ada pelatihan lagi, salah seorang peserta menginginkan kelas intensif dengan durasi yang lebih lama dan lebih banyak praktik. Ditambahkan juga pelatihan teknik wawancara, karena sebagai peneliti mendapat sumber data wawancara.

Topik yang dikupas selama tiga hari adalah praktik presentasi dalam bahasa Indonesia, presentasi dalam bahasa Inggris, kemudian ditambah dengan MC. Respons peserta sangat positif, jika pada awalnya ada yang mengikuti pelatihan karena diminta hadir, hari berikutnya datang karena kemauan sendiri, dan ingin menimba ilmu komunikasi di lain kesempatan. (har/ ed. adl)

ZONA INTEGRITAS