: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, LIPI Cerita Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia


Administrator, 11 Juni 2020

Serpong, Humas LIPI. Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember  (ITS) melalui Pusat Penelitian Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan, menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “BiodiversitasPandemi & Siklus Kehidupan” pada Rabu (10/6) melalui media Webinar Zoom dan melalui Live Youtube.

Acara webinar ITS disampaikan oleh narasumber Ir. Wiratno, M.Sc. (Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosisitem – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI), Dr. Eng. Agus Haryono (Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik, Plt. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), dan Drs. Sapto Ciptadi, Dip. Geo Tech, M.Sc. (General Manajer PGE Kamojang – PT Pertamina Geothermal Energi).

Sebagai pemandu jalannya acara, Brigita Manohara (Presenter tvOne, Alumni Arsitektur ITS) bertindak sebagai moderator. Acara tersebut diikuti oleh peserta dari pakar, tokoh masyarakat, kepala KPH , KSDA, LIPI, para pemerhati lingkungan, fakultas, penjaga hutan, dan taman nasional.

Dalam sambutan dan paparan Wakil Rektor 4 ITS Bidang Kerja Sama dan Hubungan Alumni, Bambang Pramujati S.T. M.Sc.Eng. Ph.D. mengatakan bahwa dirinya sangat konsen terhadap lingkungan karena pembangunan yang harus dilaksanakan adalah pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

“Dengan tema “BiodiversityPandemi & Siklus Kehidupan”, mengingatkan kita semua bahwa tahun ini merupakan tahun yang penuh tantangan secara global termasuk di Indonesia,” jelas Bambang. “Tidak hanya masalah lingkungan yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati, perubahan iklim, atau pun kelangkaan air,  namun juga tantangan pandemi COVID-19 yang melanda dunia saat ini,” tambahnya.

“Tentunya para ahli juga menyarankan bahwa jika kita tidak mengubah perilaku kita dalam menjaga alam, maka akan meningkatkan jumlah wabah secara global,” teramgnya. Jadi untuk mencegah sionesis, menyebaran penyakit melalui virus, bakteri, dan sebagainya di masa depan, maka kita harus bekerja sama mengatasi berbagai ancaman untuk ekosistem dan satwa liar,” ajak Bambang Pramujati.

Sebagi pembicara kedua, Dr. Eng. Agus Haryono menceritakan mengenai keanekaragaman hayati laut Indonesia dan juga status, ancaman dan tantangan, dan langkah ke depan. LIPI mempunyai proyek bernama COREMAP CTI yang meliputi monitoring pada terumbu karang, padang lamun, mangrove, ikan, penyu, mamalia laut.

“Ancaman dan tangangan bagi biodiversitas kita, adalah over eksploritasi, penangkapan berlebih, dan sebagainya,” ungkap Agus. “Sekarang banyak sekali ditemukan sampah berupa masker juga sudah masuk ke laut dan ini sudah mengancam keberadaan biota atau biodiversitas laut Indonesia,” jelas Agus Haryono.

LIPI perlu dukungan riset agar upaya pelestarian dan pemanfaatannya berbasis data maupun informasi ilmiah. “Bagaimana agar kita bisa mewujudkan ekosistem pembangunan berkelanjutan selain penyediaan data, riset, penegakan hukum, peningkatan kapasitas SDM,” kata Deputi IPK LIPI.

LIPI mengajak semua masyarakat, akademisi di universitas agar bersama-sama dengan LIPI untuk melakukan edukasi, monitoring terhadap terumbu karang, mangrove, ikan, dan padang lamun. Melalui proyek COREMAP CTI, LIPI mengajak masyarakat untuk dilatih bersama-sama melakukan monitoring.

“Kami akan ikutkan masyarakat bersama melakukan monitoring ke laut-laut seluruh Indonesia, sehinngaJadi setiap tahun ada jutaan hektar laut yang tidak bisa dikerjakan oleh peneliti LIPI saja, tetapi perlu juga melibatkan semua pihak yang ada di Indonesia ini,” jelas Deputi Agus.

“Dengan projek ini kami mengajak semua pihak (stakeholder) untuk bersama-sama melakukan penyadaran ke masyarakat, melakukan monitoring kondisi biodiversitas laut kita dengan kemampuan kita semua, sehingga kita bisa bersama-sama menjaga laut di Indonesia. Oleh karena laut adalah masa depan kita, dengan laut kita bisa menghasilkan pangan, obat, dan ,” jelas Agus. segala sesuatu yang meningkatkan perekonomian kita,” tambah Deputi LIPI.

“Jika banyak pihak yang membantu melestarikan apa yang ada di negeri kita, keanekaragaman hayati baik di darat, di laut, dan di udara, tentunya keanekaragaman, kekayaan yang kita miliki mudah-mudahan bisa lestari dan bisa terus dinikmati oleh anak cucu kita nantinya,” harap moderator Brigita Manohara. (har/ ed. adl)

ZONA INTEGRITAS