: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Ghozali Peneliti Kimia LIPI Kupas Plastik Kresek untuk Daging Qurban


Administrator, 12 Agustus 2019

Serpong, Humas LIPI. Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI dengan bidang Kimia Polimer, Muhammad Ghozali, kupas mengenai plastik kresek konvensional yang digunakan untuk membungkus daging qurban di masyarakat. Berikut empat artikel Ghozali yang diwawancarai oleh detikHealth.

Bungkus Daging Kurban dengan Kresek Hitam Bisa Picu Kanker? Ini Faktanya

Bungkus daging kurban dengan kresek. Foto: Masjid Al Azhar Bagikan Daging Kurban ke 2.000 Orang (Yulida-detikcom)Bungkus daging kurban dengan kresek. Foto: Masjid Al Azhar Bagikan Daging Kurban ke 2.000 Orang (Yulida-detikcom)

Jakarta - Perayaan Idul Adha biasanya identik dengan pembagian daging kurban. Biasanya bungkusan daging akan dibagikan ke setiap rumah warga dengan menggunakan kantong kresek. Tapi tunggu dulu, coba perhatikan warna kantong kresek yang Anda terima, apakah berwarna hitam?

Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan larangan mengenai penggunaan kresek hitam saat pembagian daging kurban. Selain tidak ramah untuk lingkungan juga bisa berbahaya untuk kesehatan. 

Peneliti Bioplastik Muhammad Ghozali, MT dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat Penelitian Kimia mengatakan, dalam pelentur plastik terdapat zat karsinogen yang merupakan zat pemicu kanker.

"Biasanya kanker, zat ini termasuk dalam pelentur plastik. Karena memang paling cocok dan ideal untuk pelentur plastik," katanya saat diwawancarai detikHealth. Jumat (2/8/2019).

https://health.detik.com/read/2019/08/09/072153/4658463/763/bungkus-daging-kurban-dengan-kresek-hitam-bisa-picu-kanker-ini-faktanya

 

Benarkah Kresek Hitam Lebih Berbahaya dari Kresek Warna Lainnya?

 Kresek hitam lebih tidak sehat dibanding kresek warna lain? (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Kresek hitam lebih tidak sehat dibanding kresek warna lain? (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

 

Jakarta - Kresek hitam tidak dianjurkan sebagai pembungkus makanan karena mengandung zat pemicu kanker. Lantas bagaimana dengan warna kresek lainnya, apakah sama bahayanya? Lalu kresek warna apa yang aman untuk wadah makanan?

Peneliti Bioplastik Muhammad Ghozali, MT dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat Penelitian Kimia mengatakan, sebetulnya warna bukan acuan pasti apakah kresek tergolong aman atau berbahaya sebagai pembungkus makanan.
Sebagian besar kantong kresek biasanya jenis HDPE (High Density Polyethylene) dan telah berkali-kali mengalami proses daur ulang. Seberapa bahanyanya kresek tersebut bisa dilihat dari teksturnya yang semakin tebal, tidak elastis atau mudah sobek, kasar, dan berbau. 

"Kita kan tidak tahu saat di recycle itu bahannya dari mana. Walaupun sudah dicuci tapi ditakutkan ada migrasi zat-zat dari recycle tersebut," katanya saat diwawancarai detikHealth baru-baru ini.

Kresek hitam biasanya sudah didaur ulang sebanyak 4 sampai 5 kali. Sementara proses daur ulang kresek berwarna tidak sesering kresek hitam.

"Itu kan sudah ditambah zat pewarna, bahannya HDPE juga. Kresek warna merah atau belang-belang juga berbahaya, tapi tidak seberbahaya yang warna hitam," katanya.

Lantas, plastik jenis apa yang paling aman untuk pembungkus makanan? Ghozali menyarankan, plastik jenis LDPE (Low Density Polyethylene) atau HDPE grade satu. Jenis plastik ini masih virgin dan belum ada campuran zat apapun dari proses daur ulang.

"Plastik yang bening putih itukan biasanya bahannya LDPE, itu enggak apa-apa aman. Karena plastikya sudah foodgrade dari awal dan memang khusus untuk makanan," pungkasnya. (Kintan Nabila)

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4660270/benarkah-kresek-hitam-lebih-berbahaya-dari-kresek-warna-lainnya

 

Alasan Ilmiah di Balik Larangan Kresek Hitam untuk Bungkus Daging 

 
Plastik hitam bukan untuk membungkus makanan, termasuk daging kurban. (Foto: Thinkstock)
 
Plastik hitam bukan untuk membungkus makanan, termasuk daging kurban. (Foto: Thinkstock)

 

Jakarta - Pembagian daging kurban menjadi momen yang ditunggu-tunggu di hari raya Idul Adha ini. Namun, beberapa orang mungkin khawatir akan menerima daging dengan kresek hitam. Faktanya, pembungkus makanan yang paling aman adalah wadah yang berbahan food grade. Apakah kresek hitam termasuk food grade?

Zat-zat apa saja yang ada di kantong kresek hitam? Kresek hitam biasanya berbahan polivinil klorida yang secara internasional telah dianggap sebagai zat berbahaya bagi kesehatan. Selain itu zat yang ada dalam pelenturnya juga tak kalah berbahaya. 

Peneliti Bioplastik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat Penelitian Kimia, Muhammad Ghozali, MT, mengatakan bahwa dalam pelentur plastik terdapat zat karsinogen yang merupakan zat pemicu kanker.

"Biasanya kanker, zat ini termasuk dalam pelentur plastik. Karena memang paling cocok dan ideal untuk pelentur plastik," katanya.

Selain itu, kantong kresek hitam biasanya sudah di didaur ulang sebanyak empat sampai lima kali. Penggunaan sebelumnya pun seringkali tidak diketahui. Bisa jadi dari wadah pestisida, limbah, logam berat, dan sebagainya. Semakin sering kresek di daur ulang, teksturnya akan menjadi tebal, tidak elastis atau mudah sobek, kasar, dan berbau. 

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4661137/alasan-ilmiah-di-balik-larangan-kresek-hitam-untuk-bungkus-daging

Bioplastik Ramah Lingkungan, Tapi Tetap Bukan untuk Bungkus Daging Kurban

 
Daging kurban yang dibungkus plastik. Foto: Lamhot Aritonang
Daging kurban yang dibungkus plastik. Foto: Lamhot Aritonang

 

Jakarta - Bioplastik adalah plastik ramah lingkungan yang dibuat dari bahan alami organik, seperti serat singkong, sawit atau minyak nabati. Plastik ini ramah lingkungan karena hanya memerlukan waktu singkat untuk terurai. Namun faktanya, bioplastik ternyata berbahaya untuk digunakan sebagai pembungkus makanan.

Peneliti Bioplastik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat Penelitian Kimia, Muhammad Ghozali, MT mengatakan bahwa plastik dari singkong sebenarnya bukan jenis plastik yang disarankan untuk bersentuhan langsung dengan makanan, apa alasannya?

Bioplastik rentan terhadap air dan kelembapan karena ia bisa terurai lebih cepat dari plastik pada umumnya. Saat terurai, daging akan menyerap zat-zat berbahaya yang terkandung dalam plastik.

"Itu kan dibungkusnya lama, sore atau malemnya baru dibagiin. Nah plastiknya pasti sudah terdegradasi juga dan zat nya bermigrasi ke daging," katanya pada detikHealth baru-baru ini.

Biarpun disebut ramah lingkungan, komposisi bioplastik ini tidak hanya bahan organik seperti singkong saja namun tetap ditambahkan pelentur dan zat aditifnya.

Untuk pembungkus daging kurban, Ghozali menyarankan agar masyarakat menggunakan plastik berbasis foodgrade seperti jenis LDPE (Low Density Polyethylene) yang memang khusus dibuat untuk makanan.

"Biarpun kurang ramah lingkungan, plastik bening LDPE aman. Tapi kalo misalkan kita mau peduli lingkungan bisa bawa sendiri dari besek atau mangkok," pungkasnya. (Kintan Nabila)

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4661407/bioplastik-ramah-lingkungan-tapi-tetap-bukan-untuk-bungkus-daging-kurban

ZONA INTEGRITAS